Lakukan Trik Mudah ini Untuk Tingkatkan Prestasi Kerja Karyawan!

Posted on

Prestasi kerja

Lakukan Trik Mudah ini Untuk Tingkatkan Prestasi Kerja Karyawan!

Memiliki bisnis sendiri di usia muda tentunya menjadi impian kita bersama. Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya sejak dini dan meraih kesuksesan pada usia yang relatif muda. Ada kebebasan dan otoritas yang kita miliki disini. Memulai berbisnis bukanlah hal yang mudah.

Kita harus fokus pada target, mengabaikan ketakutan-ketakutan seperti mengalami gulung tikar, ketakutan akan kompetisi bisnis yang harus dihadapi, bagaimana menjalin link yang mendongkrak profit perusahaan, bagaiman mendapatkan modal bisnis yang mencukupi, bagaimana strategi pemasaran yang tepat, dan sebagainya.

Setelah tahap perintisan terlalui. Kita tidak lagi dibayang-bayangi dengan ketakutan karena usaha yang kita kelola akan merugi, tetapi lebih kepada bagaimana menjaga eksistensi perusahaan yang tentunya membutuhkan support dari para karyawan profesional.

Staf kerja di kantor perlu mendapatkan motivasi, bimbingan, dan pengawasan bagaimana agar kinerjanya selama di perusahaan optimal. Selain etos kerja yang bagus yang berasal dari diri masing-masing staf, ada faktor eksternal yang harus Anda penuhi selaku atasan, baik itu melalui seminar, training, reward, motivasi dan sebagainya.

Staf yang semula etos kerjanya biasa-biasa saja atau bahkan berada di bawah standar di harapkan akan meningkat dengan adanya stimulus yang Anda berikan selaku atasan. Ini adalah bagian dari faktor eksternal yang Anda usahakan agar lingkungan kerja kondusif. Dalam lingkungan kerja yang demikian, staf diharapkan mencapai prestasi kerja yang maksimal. Berikut tips praktis yang siap Anda eksekusikan di hadapan para staf. Coba yuk, dan rasakan efek positifnya pada bisnis yang Anda kelola saat ini.

1. Menginspirasi

Seorang owner bisnis yang hebat selalu ingin agar para stafnya melejit potensinya. Mereka tidak pelit ilmu, dan gemar berbagi cerita yang menginspirasi pada momen yang tepat. Ada proses pemahaman yang diberikan bahwa untuk menjadikan perjalanan hidup lebih bermanfaat maka seseorang harus berkaca pada perjalanan tokoh sukses dunia yang mengalami seribu kegagalan terlebih dahulu.

Seperti ada cahaya di masa mendatang yang di sampaikan dengan penuh semangat dan gairah. Seorang atasan yang hebat selalu melihat celah positif, selalu menjadikan kesalahan para staf sebagai pengalaman yang tidak akan diulangi lagi, dan senantiasa melupakan hal negatif yang dilakukan orang lain dan benar-benar menjalani “hidup” pada saat itu. Bukan terjebak memikirkan trauma masa lalu yang menyebabkan diri merasa tidak produktif.

Berada di samping atasan yang memiliki karakter demikian, sudah pasti para staf akan merasa berada dalam lingkungan yang positif, yang tidak pesimistis. Up grade pengetahuan tentang cerita atau pengalaman Anda yang menyentuh dan banyak membaca cerita-cerita tokoh sukses yang Anda jadikan charger untuk menge-charge kembali motivasi kerja para staf yang suatu saat mengendur. Wajar saja staf yang setiap hari berinteraksi dengan rutinitas yang sama akan mengalami kebosanan, dan bahkan mungkin down karena friksi dengan teman-temannya.

2. Fokus Pada Tujuan

Sebagai pebisnis, tentu Anda memiliki goal real yang ingin Anda capai. Eksistensi berbisnis yang kontinyu serta progress bisnis yang meningkat dari waktu ke waktu. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada banyak cara. Cara itu tidak hanya berdasar pada metode yang kita terapkan sebagai seorang pengusaha. Namun ada banyak masukan, ada banyak metode yang dimiliki para staf untuk mencapai tujuan tersebut meski caranya sedikit berbeda.

Menjadi pemimpin yang terbuka pada masukan, pada ide-ide menarik yang disampaikan staf akan memposisikan diri Anda sebagai pemimpin yang elegan. Pemimpin yang tidak kaku, bersedia mengakui keunggulan orang lain dan respect pada ide yang disampaikan karyawan.

3. Beri Kesempatan Staf untuk Mengeksplor Kemampuan Diri

Bagaimana staf bisa mengeksplor kemampuan dirinya jika Anda tidak memberikan kesempatan mereka untuk berekspresi? Kebebasan berekspresi seperti bebas berpendapat, bebas memberikan masukan, dan saran menjadi ladang bagi para staf untuk mengeksplor kemampuan dalam bekerja.

Kreativitas yang mereka miliki akan semakin berkembang jika Anda selaku atasan memberikan kesempatan pada staf untuk speak up dan meng-fasilitasi kreativitas itu agar semakin berkembang. Tujuannya tidak lain adalah agar tujuan yang kita cita-citakan tercapai, dan agar karyawan tetap nyamai bekerja dan skill serta kreativitasnya semakin berkembang.

4. Kesalahan adalah Hal yang Wajar

Orang bijak selalu mengingat kebaikan orang lain daripada kesalahan yang mereka perbuat. Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan tampak. Agaknya kebiasaan sebagaimana yang terkandung dalam pepatah tersebut banyak kita alami saat ini.

Setiap orang wajar saja melakukan kesalahan. Jikapun ada staf yang melakukan kesalahan selama bekerja, itu adalah hal yang wajar. Kesalahan yang perlu di klarifikasi dan di tegur agar tidak tidak terulang beberapa kali, boleh Anda lakukan. Namun mengungkit kesalahan menandakan bahwa kita adalah tipikal pribadi pendendam, yang tidak mudah memaafkaan, dan memory pikiran kita tidak segera netral setelah mengalami konflik dengan orang lain.

Seseorang, siapapun saja meskipun dia bukan staf Anda, akan merasa tersudut dan merasa terintimidasi jika kesalahannya diungkit, apalagi di depan staf yang lain. Harga diri mereka akan jatuh dan merasa tidak nyaman berada di lingkungan kerja tersebut. keputusan untuk resign bukan tidak mungkin berawal dari friksi yang terjadi ini.

5. Reward yang Memotivasi

Yup, salah satu bentuk apresiasi kepada staf adalah dengan memberikan reward saat mereka sampai pada titik pencapaian tertentu. Reward tersebut bisa berupa kenaikan gaji, barang berharga, atau kenaikan pangkat sesuai dengan pencapaiannya.

Saat mendapatkan reward, staf merasa usahanya diperhatikan, image di hadapan teman-temannya meningkat, dan happy karena reward yang di dapatkan itu bermanfaat untuk dirinya. Bagi staf lain yang menyaksikan rekan kerjanya mendapatkan reward, terpacu untuk ingin mendapatkan reward yang sama atau bahkan melebihi dengan prestasi kerja yang dicapainya.

6. Berikan Feedback

Sebagai atasan, Anda mungkin lebih berpengalaman. Anda ingin agar kerjasama para staf mewujudkan apa yang di cita-citakan perusahaan. Untuk itu, bukan dengan tujuan mengkritik namun lebih kepada tujuan memberikan feedback yang membangun, tidak ada salahnya jika Anda memberikan sedikit penilaian dan saran atas pekerjaan yang sudah diselesaikan.

Tujuannya adalah agar tujuan perusahaan tercapai, dan agar para staf memiliki skill yang lebih matang dan lebih profesional lagi. Feedback bukan berarti bebas menyalahkan, namun ini adalah ladang Anda selaku atasan untuk membangun skill staf agar semakin maksimal dalam meraih prestasi kerjanya selama bekerja sama dengan Anda.

7. Sampaikan Progress Perusahaan

Menyampaikan progress perusahaan berarti kita sedang berusaha untuk melibatkan peran staf yang bekerja sama dengan sangat kompak untuk mencapai progress tersebut. Para staf merasa kontribusinya diakui dan merasa menjadi bagian dari pencapaian perusahaan itu.

Menyampaikan progress perusahaan membuat staf lebih bersemangat dan semakin terpicu untuk bekerja lebih giat lagi. Mereka merasa diperhatikan dan diakui kinerjanya. Sebaliknya, saat kita  menyampaikan keluh kesah yang berlebihan karena sedikit saja masalah yang dialami oleh perusahaan, apalagi dengan pandangan mata yang meng-intimidasi, para staf merasa seolah Anda sedang ingin menyalahkan orang lain dan membuat mereka tidak nyaman.

Secara tidak langsung, banyak menyampaikan kekurangan yang di alami perusahaan mempengaruhi prestasi kerja masing-masing staf di tengah ke-gloomy-an itu.

8. Berikan Atensi Pada Karyawan

Staf menginginkan tatapan mata yang sama, senyum yang sama, waktu yang sama, dari atasannya. Perlakuan yang cenderung mengasihi satu staf dan mengabaikan staf yang lain berpengaruh pada psikis staf. Mereka merasa sebagai atasan Anda kurang bijak, dan pilih kasih, dari sini muncul kecemburuan antar staf yang berpengaruh negatif pada kesehatan di lingkungan kerja.

Pada intinya, staf merasa bahagia dan semakin meningkat prestasi kerja-nya saat mereka merasa atasannya adalah tipikal pribadi yang fair. Untuk itu, berikan atensi yang sama kepada seluruh karyawan. Meski secara struktur dan fungsi terdapat jenjang jabatan, namun perhatian yang sama bisa Anda berikan sesuai dengan bidang kerja masing-masing staf.

9. Hindari Memberikan Pekerjaan di Luar Batas Kemampuan

Setiap staf memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Memposisikan staf pada posisi sesuai kemampuan adalah hal pertama yang harus Anda prioritaskan. Selain itu, cobalah untuk tidak memberikan pekerjaan di luar batas kemampuan karyawan. Misalkan dengan memberikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidangnya, atau memberikan pekerjaan melebihi  kapasitas tenaga dan waktunya. Pertimbangkan bagaimana fisik, psikis dan mental karyawan saat Anda memberikan pekerjaan di luar batas kemampuan mereka.

Apalagi jika pekerjaan yang berat itu tidak diimbangi dengan reward yang sesuai, besar kemungkinan  pihak staf akan resign dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih sesuai secara job dan rewardnya. Kehilangan staf apalagi yang sudah berpengalaman menyebabkan masalah tersendiri bagi Anda selaku atasan sebab Anda harus mencari penggantinya dalam waktu dekat.

10. Dukung Usaha Staf Selama Itu Positif

Ya, Anda selaku atasan mungkin menemukan tipikal staf yang inovatif dan kreatif. Tidak ada salahnya mengapresiasi tipikal staf yang demikian sebab siapa tau dari ide-ide brilian yang dimunculkan, perusahaan akan mengarah kepada yang lebih baik. Apresiasi ide cerdas yang disampaikan selama itu positif dan hargai setiap usahanya selama usaha itu dirasa membawa kepada kebaikan.

Letakkan ego dan gengsi untuk selalu memenangkan pendapat diri sendiri dan tidak terbuka pada masukan para staf. Semakin Anda mampu mengapresiasi karyawan dengan baik, semakin staf akan respect pada Anda dan nyaman berada pada lingkungan kerja yang Anda kelola. Staf yang merasa nyaman berada dalam lingkungan kerja itu secara tidak langsung akan meningkat prestasi kerjanya.

Prestasi kerja karyawan selain itu berasal dari motivasi dalam diri atau etos kerja masing-masing staf, juga di bentuk dari beberapa faktor eksternal, diantaranya adalah bagaimana cara Anda menebarkan energi positif kepada para staf. Anda berkesempatan untuk memberikan motivasi, inspirasi, memberikan reward, melupakan kesalahan yang dilakukan staf yang tujuannya adalah agar prestasi kerja staf semakin meningkat.

Prestasi kerja yang bagus akan memberikan efek positif pada output yang diperoleh perusahaan. Tujuan perusahaan akan lebih mudah digapai jika staf memiliki etos kerja yang bagus, didukung dengan pengkondisian lingkungan kerja yang memadai sehingga outputnya pun maksimal dan perusahaan semakin berkembang.

 

One thought on “Lakukan Trik Mudah ini Untuk Tingkatkan Prestasi Kerja Karyawan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.