12 Tips Puasa untuk Anak-anak yang Bisa Bunda Jadikan Acuan

Posted on

Tips Puasa     

13 Tips Puasa untuk Anak-anak yang Bisa Bunda Jadikan Acuan2               

Mengajarkan anak berpuasa dan alasan kenapa wajib berpuasa di bulan Romadhon bisa merupakan  sesuatu yang menantang. “Anak” dan “aktivitas puasa” bukanlah dua hal yang saling bersinergi satu dan yang lain.

Sebagai seorang ibu, Anda mungkin mencari waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa dan bagaimana teknisnya agar bisa diterima anak-anak, don’t worry!. Kali ini kita akan berbagi informasi mengenai tips puasa untuk anak dan kapan kiranya usia yan tepat untuk memulainya. Sebelum itu, ada beberapa pertanyaan esensial yang perlu kita jawab bersama.

Apakah Puasa Aman untuk Anak-anak?

Ya, sebelum membahas tips puasa untuk si kecil, terlebih dahulu mari kita jawab pertanyaan diatas. Para dokter sepakat bahwa anak-anak tidak sebaiknya puasa dalam durasi waktu yang lama.

Waktu yang tepat bagi anak untuk puasa penuh adalah saat mereka memasuki pubertas, namun ini tidak berarti sebelum memasuki usia tersebut anak tidak disarankan untuk puasa. Puasa sebelum pubertas adalah boleh tergantung dari kondisi kesehatan dan kecukupan nutrisinya.

Pada Usia Berapa Anak-anak Sebaiknya Mulai Berpuasa?

Tim medis menyarankan anak-anak untuk puasa pada saat usianya memasuki 7 atau 8 tahun dengan catatan puasa partial atau tidak penuh. Mereka tidak disarankan untuk puasa sehari penuh.

Apa Manfaat Puasa untuk Anak-anak?

Puasa tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan sisi spiritualitas anak-anak saja, akan tetapi puasa efektif menjaga kesehatan si kecil. Berikut adalah beberapa manfaat menjalani puasa untuk anak.

  • Menanamkan kebiasaan makan yang sehat
  • Sistem pencernaan berjalan dengan lebih halus dan lancar
  • Mencegah terjadinya sakit gigi
  • Mencegah obesitas yang terjadi pada anak.

Tips Puasa untuk Anak-anak

Puasa berarti tidak mengonsumsi makanan baik yang cair maupun yang padat, bagi anak-anak, puasa partial lebih direkomendasikan. Berikut cara praktis dan sekaligus aman untuk mengajarkan anak berpuasa sejak dini.

1. Puasa saat Ramadhan

Hari Raya Idul Fitri di songsong dengan puasa selama sebulan penuh. Anda bisa manfaatkan momen ini untuk memperkenalkan si kecil pada apa itu puasa dan bagaimana cara mempraktikkannya. Islam tidak memerintahkan anak-anak kecil untuk berpuasa. Namun, dengan mengetahui anggota keluarganya berpuasa, si kecil akan tertarik dengan ide puasa tersebut.

Dari pemantauan yang mereka lakukan, biarkan si kecil memilih apakah mereka akan puasa ataukah tidak. Mari bersikap fleksibel dan welcome pada keputusan yang mereka ambil. Biarkan mereka puasa di hari pertama bulan puasa dan jangan paksa mereka untuk melakukannya jika tidak mampu.

2. Belajar Menghindari Makanan yang Manis-Manis

Tips puasa yang cukup penting dilakukan demi menjaga kesehatan anak adalah mengkondisikan anak agar tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis dalam jumlah banyak. Anda bisa latih ini jauh-jauh hari sebelum bulan puasa tiba.

Anak-anak umumnya suka mengunyah makanan yang manis baik sekarang maupun nanti. Jadi, Anda bisa arahkan si kecil untuk tidak mengonsumsi makanan yang manis-manis selama durasi waktu tertentu.

Ajak mereka agar tidak mengonsumsi makanan dan cemilan yang kaya akan gula seperti kue basah dan kering, permen, coklat dan sebagainya untuk durasi waktu tertentu.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menjaga diri dari makan makanan yang manis-manis saja, tetapi merekapun belajar berpuasa dengan cara yang spesifik, terhindar dari sakit gigi dan gigi ompong yang mayoritas menyerang anak-anak.

3. Membuat Pilihan yang Sehat

Saat berlatih puasa, ajari anak untuk hanya mengonsumsi makanan yang sehat saja. Contohnya, ajarkan mereka memilih wortel dibandingkan coklat dan kue. Dan, daripada anak-anak harus mengonsumsi minuman bersoda, ajarkan mereka untuk konsumsi air meniral. Singkatnya, bantu anak-anak memilih menu makanan sehat bernutrisi daripada fast food atau junk food  yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Pilih Waktu Tertentu bagi Si Kecil untuk Berpuasa

Tips puasa yang harus Anda jalankan dengan baik adalah, pastikan Anda tidak memaksakan si kecil untuk berpuasa sehari penuh. Sebagai latihan, Anda bisa ajak anak-anak untuk tidak makan sepanjang siang atau sore hari dan konsumsi makanan bernutrisi di malam harinya.

Hindari menjauhkan makanan sama sekali dari jangkauan anak-anak. Cegah mereka untuk makan snacks dan junk food. Yang paling penting adalah pastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang seimbang selama berpuasa.

5. Berpuasa dari Makanan Tertentu

Latihan berpuasa yang cocok untuk Anda terapkan pada si kecil adalah dengan membiarkan mereka untuk tidak memakan makanan favoritnya. Si kecil yang hobby makan makanan tertentu, sebisa mungkin hindarkan makanan favorit itu dari jangkauannya saat berpuasa.

Semisal, anak-anak suka konsumsi coklat dan roti secara berlebihan, saat puasa usahakan agar anak-anak tidak mengonsumsinya sama sekali. Dan, pada saat berbuka puasa, ajarkan anak-anak berdoa pada Allah karena nikmat makanan yang diberikan. Ini adalah cara efektif agar anak-anak lebih menghargai makanan dan makanan pun lebih bernilai di hadapan mereka.

6. Hindari Menjanjikan Imbalan pada Anak

Nampaknya, salah satu cara mudah mendapatkan hati si kecil agar bersedia melakukan sesuatu adalah dengan menjajikan imbalan apapun sesuai dengan permintaan si kecil.

Nanti kalau Ade’ puasanya tuntas sampai akhir, Mama belikan mobil-mobilan ya, Sayang.

Yuk, hindari kebiasaan menjanjikan imbalan saat berpuasa. Membiasakan anak melakukan sesuatu karena imbalan mengurangi makna dari sakralitas puasa itu sendiri. Mendidik anak untuk puasa harus dibebaskan dari iming-iming imbalan berupa apapun, agar anak tidak berpuasa hanya untuk mendapatkan imbalan.

Larangan ini juga disuarakan oleh Prof. M. Qurash Shihab yang menghimbau orang tua untuk mendidik anak berpuasa semampunya dan ikhlas melakukannya tanpa imbalan.

Terbebasnya anak dari mindset mendapatkan imbalan saat berpuasa berpengaruh pada kepuasan yang didapatkan dari dalam diri sendiri. Ini seperti yang disampaikan psikolog anak dan pendidikan, Najeela Shihab.

Ketika seorang anak mampu mengatasi rintangan yang dihadapi saat berpuasa, mereka akan merasa berhasil bukan karena faktor dari luar (sogong menyogok) akan tetapi karena faktor yang datang dari dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, makna puasa akan semakin pure, dan tidak tereduksi karena imbalan benda yang Anda janjikan pada anak.

7. Siapkan Aktivitas yang Seru dan Menarik untuk Anak-anak

13 Tips Puasa untuk Anak-anak yang Bisa Bunda Jadikan Acuan

Orang dewasa mungkin tidak lagi membutuhkan tips puasa seperti halnya anak-anak karena memang sudah terbiasa. Aktivitas yang seru dan menarik perlu Anda agendakan sebagai pengalih perhatian si kecil dari rasa haus dan lapar yang dirasakannya.

Setelah beribadah wajib maupun sunnah, Anda bisa ajak anak-anak untuk membuat kerajinan tangan seperti celengan, perahu kertas, boneka mainan, bunga buatan, dan sebagainya. Dengan adanya pengisi kegiatan tersebut, anak akan merasa waktu berjalan dengan lebih cepat. Anda bisa bicarakan bersama pasangan kira-kira apa aktivitas yang seru dan menarik untuk mengisi kegiatan anak-anak selama puasa.

8. Hindari Ekspektasi Berlebihan

Setiap orang tua tentu ingin anaknya tuntas puasa satu bulan penuh dan full day. Orang tua merasa bangga dengan prestasi anak tersebut dan prestasi itu baik adanya. Pertanyaannya adalah, apakah anak-anak mampu melakukannya? Apakah anak-anak secara fisik dan psikis sudah siap menjalaninya? Jika Anda mengharapkan anak melakukan semua itu namun mereka belum mampu, (dan Anda tetap menekan), bukankah ini salah satu bentuk pemaksaan?

Sebagai orang tua, mari menjadi bijaksana dengan menghindari ekspektasi berlebihan yang Anda tujukan pada anak. Membiasakan puasa butuh proses dan konsistensi tanpa adanya pemaksaan dan senantiasa tunjukkan rasa kasih sayang pada anak. Orang tua adalah role model. Orang tua adalah guru yang membentuk lingkungan yang kondusif agar anak bisa mencontoh hal positif yang dilakukan orang tua tanpa kehilangan kasih sayang.

9. Tetap Aktif Bergerak

Puasa tidak berarti anak-anak melakukan kegiatan harian yang monoton, dimana anak hanya sibuk dengan gadget, TV, dan video game setiap harinya. Aktivitas pasif tersebut tentu saja berpengaruh pada kesehatan anak.

Aktivitas fisik yang rutin dilakukan setiap hari membantu Anak meningkatkan sistem imun dalam tubuhnya sehingga anak lebih tahan terhadap serangan virus maupun bakteri dari luar. Anak Bunda di kamar saja seharian sambil nge-game? Yuk, ajak mereka keluar sekarang juga! Aktivitasnya tidak harus berat, lho. Anda bisa ajak si kecil berjalan-jalan di taman atau menyiapkan menu sahur dan berbuka puasa bersama.

10. Hindari Konsumsi Gula Berlebihan

Gangguan kesehatan seringkali dialami oleh mereka yang terlalu banyak konsumsi gula. Anak-anak umumnya hobby sekali mengonsumsi permen, snack, coklat dan kue. Kebanyakan jajanan yang dijual bebas di pasaran itu tidak menggunakan gula murni, akan tetapi yang dipakai adalah gula yang telah mengalami pemurnian atau gula rafinasi.

Gula rafinasi di dalamnya tidak terkandung vitamin dan mineral. Justru, pemakaian gula rafinasi yang dikonsumsi secara berlebihan berpengaruh buruk pada kesehatan fisik anak khususnya sistem imun si kecil. Pantau apa saja makanan yang mereka konsumsi saat puasa dan di luar waktu puasa.

11. Kurangnya Penggunaan Antibiotik

Seringkali Bunda yang melihat kondisi si kecil membaik memilih untuk berhenti memberikan asupan antibiotik kepada anak. Padahal, pemakaian antibiotik yang dihentikan akan melemahkan sistem imunnya sehingga si kecil rawan terserang penyakit.

Jika penggunaan tersebut dihentikan sebelum waktunya, dan dosisnya pun belum dikonsumsi sampai tuntas, sangat mungkin bakteri atau virus akan bangkit kembali dan bahkan lebih kuat lagi. Otomatis, mereka akan kembali menyerang daya tahan tubuh si kecil. Cegah gangguan ini saat berpuasa dengan tetap memberikan konsumsi antibiotik sesuai dengan waktu yang direkomendasikan dokter.

12. Kurang Konsumsi Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral tidak hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang anak agar lebih maksimal. Kedua nutrisi penting tersebut berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Ya, selama berpuasa,  usahakan agar anak mendapatkan cukup nutrisi agar tubuhnya tetap fit selama berpuasa.

Sebut saja zat besi yang digunakan untuk menangkal sel darah merah, pun berperan penting dalam menyerang bakteri jahat. Begitupun dengan vitamin E yang perannya adalah untuk antioksidan dan penangkal infeksi.

Jika tubuh si kecil tidak memiliki cukup nutrisi diatas, sel tubuhnya akan tumbuh dengan lambat khususnya sel darah putih. Sel ini berperan penting dalam meningkatkan sistem imun tubuh.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada kewajiban syar’i yang dibebankan kepada mereka yang belum baligh. Melatih anak berpuasa sejak dini berarti Anda mencoba mendisiplinkan si kecil untuk taat pada nilai-nilai agama. Tidak ada unsur paksaan sama sekali dalam Islam. Sebagai orang tua, tips puasa diatas bisa Anda praktikkan dengan melihat kemampuan dan kondisi kesehatan si kecil. Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “12 Tips Puasa untuk Anak-anak yang Bisa Bunda Jadikan Acuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.