Kesehatan: 15 Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga

Posted on

Kesehatan

Kesehatan 15 Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga2

Tidak ada yang lebih mengkhawatirkan Sang Bunda kecuali saat si kecil jatuh sakit. Sebagai seorang ibu, kesehatan diri dan keluarga adalah prioritas. Salah satu penyebab buah hati jatuh sakit adalah karena kuman, virus dan bakteri yang menyerang.

Saat salah satu anggota keluarga terserang penyakit karena penyebab tersebut, berarti potensi anggota keluarga yang lain alami masalah kesehatan yang sama sangatlah besar. Ini tidak lain karena virus, kuman dan bakteri mudah menular.

Adalah tugas Bunda sekeluarga untuk menjaga lingkungan keluarga agar tetap bersih, sehat dan bebas kuman yang bisa Bunda lakukan dengan 15 cara simple dibawah ini. Tunjukkan kasih sayang Anda pada keluarga dengan cara berikut!.

1. Vaksinasi

Vaksinasi, tentunya Bunda sudah familiar dengan kata ini. Sayangnya, tidak semua orang memahami bahwa vaksinasi pada orang dewasa sebaiknya dilakukan secara rutin. Orang tua cenderung memiliki mindset bahwa vaksinasi bagus untuk anak tetapi tidak untuk dilakukan oleh orang tua. Orang tua merasa sudah cukup kebal dan tidak memerlukannya lagi. Padahal, kita tinggal satu rumah, di bawah satu atap dengan si kecil yang rentan terserang virus penyakit.

Saat Bunda mengunjungi dokter anak, dokter selalu mengingatkan Anda atas jadwal vaksinasi si kecil. Namun tidak mengingatkan Anda pribadi beserta pasangan untuk melakukannya. Faktanya, sebagai orang tua, Anda mungkin saja terserang flu setiap tahun namun tidak juga menjalani vaksinasi Tdap. Tujuan vaksinasi ini adalah untuk melindungi diri dari tetanus, difteri dan pertusis. Apa itu pertusis? Ini adalah penyakit penyebab batuk yang berbahaya saat menular pada si kecil.

2. Ajarkan Bagaimana Cara Memakai Tisu yang Benar

Cara ini seringkali dilupakan padahal pengaruhnya cukup besar bagi kesehatan keluarga. Tisu jarang digunakan baik saat sedang batuk maupun bersin. Saat si kecil batuk, pilek, dan bersin, ajarkan si kecil untuk menggunakan tisu.

Beri tau anak-anak bagaimana cara memakai tisu yang benar yaitu dengan membuang tisu pada tempat sampah yang tersedia. Biasanya, si kecil membiarkan tisu bekas tergeletak di meja makan, di ruang nonton tv, dan dimanapun tempat mereka berada. Virus pada tisu bekas mampu bertahan hidup selama 2 jam di luar tubuh. Ini berarti potensi virus untuk menyebar dan menyebabkan penyakit semakin tinggi.

Cara lain menjaga kesehatan dengan cara ini adalah, Anda bisa memberi contoh pada si kecil agar membuang tisu bekas di toilet dan menyiramnya agar virus tidak menyebar. Selalu sediakan tisu agar si kecil terbiasa dengan gaya hidup sehat yang satu ini.

3. Cuci Tangan

Tips kesehatan ini agaknya sedikit klasik dan sudah sering Bunda dengar sedari dulu. Beberapa dari Bunda mungkin sudah menerapkannya dan beberapa yang lain mungkin belum begitu yakin jika cara ini adalah trik menjaga kesehatan yang praktis dan besar pengaruhnya bagi kesehatan.

Semakin tinggi frekuensi anak cuci tangan semakin baik pula bagi kesehatan. Senang sekali memiliki buah hati yang gemar cuci tangan setiap kali melakukan aktivitas. Jikapun tidak demikian, Bunda bisa arahkan si kecil untuk cuci tangan pada waktu-waktu yang penting, sebut saja sebelum makan, selepas dari tempat bermain bersama teman-temannya dan saling bertukar mainan, setelah memegang hewan piaraan, setelah pegang remote tv, dan masih banyak lagi.

Si kecil akan terbiasa cuci tangan jika Anda memberikan tauladan pada anak sejak dini. Si kecil akan mengamati dan mencontoh apa yang Anda lakukan. Ajarkan mereka untuk mencuci tangan sampai bersih setidaknya 20 detik dengan menggunakan cairan pembersih tangan. Saat sedang jauh dari sink, Anda bisa siapkan cairan antiseptik di tas atau saku sehingga Anda bisa menggunakannya kapanpun.

4. Berbagi? Tidak Selalu!

Berbagi dengan teman sepermainan adalah hal yang positif. Namun tidak untuk semua kegiatan khususnya yang memungkinkan terjadinya perpindahan virus, bakteri dan kuman dari satu anak ke anak yang lain. Sebut saja sisir, peluit, topi, sikat gigi, cangkir, sendok, garpu, dan segala yang berinteraksi langsung dengan fisik anak. Potensi virus, kuman dan penyakit untuk menyebar lebih tinggi. Sebagai orang tua, Anda wajib memberikan pemahaman tentang ini kepada si kecil.

5. Jaga agar Dapur Tetap Bersih

Penting bagi Bunda untuk memastikan agar dapur selalu dalam keadaan bersih. Bagi mereka yang sudah dewasa dengan sistem imun yang kuat, konsumsi makanan apapun tidak menjadi masalah. Lain halnya dengan bayi dan anak-anak yang sistem imunnya belum begitu kuat dan rentan terhadap serangan bakteri.

Oleh sebab itu, pastikan dapur selalu dalam keadaan bersih dengan cara menerapkan cara praktis sebagai berikut:

  • Cuci tangan sampai bersih sebelum mengolah makanan. Usahakan agar lebih cermat lagi saat membersihkan tangan setelah mengolah daging, ikan, dan telur.
  • Bersihkan meja dapur menggunakan cairan disinfektan.
  • Bersihkan pegangan almari dapur dan countertop menggunakan lap yang bersih.
  • Pastikan Anda mencuci gombal, spon, dan juga handuk yang ada di dapur secara berkala.
  • Siapkan beberapa jenis pisau sekaligus untuk memotong bahan makanan yang berbeda, seperti makanan yang kaya akan protein seperti daging dan ikan, untuk memotong buah-buahan, dan sebagainya.

6. Sarapan Pagi

Kesehatan 15 Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga3

Penelitian tentang manfaat sarapan pagi dilakukan dengan melibatkan 93 wanita obesitas yang disarankan untuk melakukan diet dengan cara konsumsi 1400 kalori setiap harinya. Jumlah kalori tersebut dibagi menjadi dua yaitu dikonsumsi saat sarapan dan saat makan malam. Hasilnya, mereka yang mengonsusmi sarapan pagi dengan jumlah kalori yang banyak berpotensi turun berat badannya selama 12 bulan sebanyak 10 kilogram. Hal serupa tidak dialami oleh obyek penelitian yang mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang cukup di malam harinya.

Keuntungan yang lain yang diperoleh dengan sarapan pagi adalah, lemak dalam darah menurun, kadar gula darah yang stabil, mengurangi risiko serangan jantung dan diabetes tipe 2. Agar berat badan turun dengan cepat dengan tetap menjaga kesehatan, Bunda bisa siapkan sarapan pagi dengan susunan porsi setengah karbohidrat dan setengah lagi protein yang berasal dari telur orak arik.

7. Kontrol Stres dengan Suara Alami

Bunda mungkin sering alami stres karena ulah anak-anak, dan over reaktif terhadap apa yang anak-anak lakukan. Dalam keadaan seperti ini, tubuh terasa tidak stabil dan dentuman jantung terasa lebih keras. Tentu saja ini berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Untuk menghindari hal itu, langkah praktis yang bisa Anda lakukan adalah dengan sesekali bermeditasi, mendengarkan suara-suara air mengalir, atau membaca lantunan ayat Al-Qur’an yang merdu. Suara yang menenangkan efektif turunkan kadar hormon kortisol penyebab stres yang menjadi penyebab diabetes dan sakit jantung.

8. Kurangi Konsumsi Garam

Para ilmuwan menyarankan agar siapa saja yang mengonsumsi garam sebanyak 3400 miligram setiap harinya, menurunkan dan membatasi konsumsi garam hanya sebanyak 2300 miligram setiap hari. Tujuannya adalah agar terhindar dari risiko kesehatan kardiovaskular.

Cara terbaik menurunkan konsumsi garam adalah dengan mengurangi konsumsi makanan olahan seperti roti, dan pizza dimana proses penambahan garam dilakukan saat makanan dihidangkan atau saat memasak dengan penambahan  sodium yang cukup banyak.

9. Menjadi Dermawan

Ada lho relasi antara kesehatan dan kedermawanan. Riset membuktikan mereka yang mendonasikan kekayaannya untuk kepentingan sosial memiliki angka harapan hidup lebih panjang kurang lebih  4 sampai 7 tahun dibandingkan dengan mereka yang jarang mendonasikan kekayaannya.

Fakta tersebut di dukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Hannah Schreirer Ph.D yang menyatakan bahwa “kedermawanan membantu seseorang terhindar dari tanda-tanda mengalami risiko kardiovaskular”.

10. Beli Lebih Banyak Tanaman Hias untuk Di Dalam Rumah

Jika dibandingkan antara udara yang ada di dalam dan di luar rumah, jauh lebih kotor yang ada di dalam rumah. Aktivitas memasak dan membersihkan rumah mengeluarkan polusi udara sehingga rumah butuh penghijauan untuk menetralisir-nya.

Ada dua jenis tanaman yang efektif mereduksi polusi udara di dalam rumah, bahkan tanaman tersebut membantu mencegah kanker, mencegah dehidrasi, dan masih banyak lagi. Dua tanaman tersebut adalah gerbera dan ficuses.

11. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Anggota Keluarga

Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan gangguan fisik, tetapi juga psikis. Salah satu gangguan psikis disebabkan oleh komunikasi antar anggota keluarga yang kurang baik. Ada banyak penyebab kenapa komunikasi terganggu, diantaranya karena kurang memahami karakter masing-masing, beda pendapat, kurang pengertian, dan masih banyak lagi.

Komunikasi yang baik ditunjukkan oleh diksi dan gesture yang baik. Tidak perlu intens dan lama apalagi sampai menganggu prioritas masing-masing. Anda bisa temukan quality time sesuai dengan waktu luang masing-masing.

12. Hindari kebiasaan Buruk Ini untuk Menjaga Kesehatan Mata

Mata adalah jendela dunia. Kecanggihan teknologi yang hadir dalam bentuk beragam perangkat elektronik agaknya berpengaruh pada kesehatan mata.

Beberapa kebiasaan buruk yang mengganggu kesehatan mata dan harus dihindari adalah nonton televisi dengan jarak yang sangat dekat, membaca sambil tiduran, melihat fokus obyek yang sangat kecil (seperti mengintip melalui lubang kecil dan memasukkan benang dalam lubang jarum), menyetir di malam hari, menatap cahaya matahari secara langsung dan masih banyak lagi.

Adapun kaitannya dengan teknologi, terlalu sering menatap layar komputer, layar tv dan smartphone cukup membahayakan mata.

13. Konsumsi Bawang Putih

Diantara sekian banyak bumbu dapur yang ada, bawang putih adalah salah satu yang paling mujarab untuk menjaga kesehatan. Bawang putih kaya akan kandungan antibiotik untuk meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah tubuh terserang berbagai penyakit.

Anda bisa konsumsi bawang putih secara langsung atau dengan cara dijadikan bumbu masakan dengan menambahkan kadarnya agar lebih ampuh.

14. Kurangi Konsumsi Minuman Bersoda dan Junk Food

Minuman bersoda dan junk food, keduanya adalah penyebab gangguan kesehatan yang serius. Junk food memang enak, namun ini mengandung banyak lemak jahat yang berpotensi menyebabkan kolesterol dan berbagai penyakit yang lain. Sedangkan minuman bersoda kaya akan gula yang berpengaruh negatif bagi kesehatan termasuk menjadi penyebab gangguan diabetes mellitus.

15. Atur Sirlkulasi Udara

Ciri rumah yang sehat salah satunya adalah sirkulasi udara yang cukup. Pencahayaan yang maksimal mengurangi tingkat kelembaban dalam rumah, memberikan cukup cahaya di pagi hari, menyegarkan ruangan di sepanjang hari sehingga rumah tidak terasa pengap. Pertimbangkan betul desain rumah dengan ventilasi yang cukup sebelum membangunnya.

Kesehatan diri dan keluarga adalah prioritas. Meski secara finansial kita berkecukupan, namun secara fisik tidak sehat, kita tidak akan bisa merasakan kebahagiaan seutuhnya. Jangan abaikan kebersihan akan hal-hal kecil di rumah sehingga potensi virus, kuman dan bakteri menyerang semakin kecil. Selamat mencoba semoga Bunda sekeluarga sehat selalu.

 

 

One thought on “Kesehatan: 15 Cara Terbaik Menjaga Kesehatan Diri dan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.