Tips Keluarga: 9 Cara Efektif Disiplinkan Anak Sejak Dini

Posted on

Tips Keluarga

Tips Keluarga 9 Cara Efektif Disiplinkan Anak Sejak Dini2

Tips keluarga—Parents tentu ingin agar putra putri kesayangan tumbuh menjadi anak yang disiplin sehingga mereka bisa menyesuaikan diri dengan baik, entah saat sedang di rumah, maupun saat berada di tengah-tengah orang lain di lingkungannya.

Disiplin secara harfiah merupakan salah satu cara kita untuk respect waktu dengan baik. Kita me-manage aktivitas kita sebagai parents, dan juga aktivitas anak-anak sesuai dengan alokasi waktu yang kita perkirakan.

Kita apalagi anak-anak seringkali lengah dan enggan melakukan aktivitas yang produktif utamanya saat sedang menikmati waktu bermain atau bersenang-senang. Tidak ada yang salah dengan refreshing dan santai, namun perlu dikontrol agar aktivitas produktif atau tanggung jawab tidak terbengkalai.

Tips keluarga tentang cara mendisiplinkan anak penting parents ketahui dan wajib dijadikan referensi. Mengingat, tidak satupun orang tua yang ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang nakal.  Setiap orang tua tentu ingin agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, mampu menghargai orang lain, mampu menghargai diri sendiri, dan diterima oleh masyarakat luas karena tingkah laku positifnya.

Tips keluarga mengenai cara mendisplinkan anak terasa sedikit berat khususnya saat kita mengamati sikap anak saat ini jauh dari ekspektasi kita selaku orang tua. Deteksi apa saja penyebab anak bersikap tidak disiplin, ketahui dimana Anda mendapatkan saran terbaik untuk menghadapi ketidakdisiplinan anak, dan ketahui teknik mendisiplinkan anak yang efektif dan efisien untuk diterapkan.

Apa Disiplin itu?

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu kedisplinan anak, mari sejenak kita selaraskan pikiran mengenai apa definisi disiplin.

Disiplin adalah proses mengedukasi anak mengenai bagaimana tingkah laku yang baik yang harus dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan kapan dan dimanapun juga. Singkatnya, dengan disiplin itu kita mengajarkan kepada anak tentang aturan yang harus dipatuhi, dimanapun berada.

Seringkali kedisiplinan dikaitkan dengan punishment. Padahal faktanya tidak demikian. Kita sebagai orang tua justru merasa frustasi karena pemberian punishment itu dirasa tidak efektif dan justru menyebabkan konflik dengan anak-anak.

Adapun tips keluarga yang lebih smooth yang bisa kita praktikkan untuk mendisiplinkan anak adalah dengan mendukung dengan cara yang positif, memberikan cinta dan kasih sayang sepenuhnya dari keluarga, dan memberi contoh real kepada anak.

Teknik pendisiplinan yang dipilih sedikit banyak tergantung dari bagaimana tipikal orang tua yang bersangkutan. Secara garis besar, tipikal orang tua dibagi menjadi tiga, yaitu:

a. An Authoritative Parent

An authoritative parent adalah tipikal orang tua yang ideal. Mereka memiliki harapan yang jelas sekaligus me-wacana-kan konsekuensi apa saja yang didapat dari tingkah laku anak yang bersangkutan.

Walau demikian, sikap tegas tersebut diiringi dengan sisi afektif yang ditujukan pada anak. Ada negosiasi yang dilakukan orang tua kepada anak. Orang tua tau kapan harus bersikap lebih fleksibel dan terbuka dalam mencari jalan keluar bersama anak yakni dengan mengkomunikasikannya dengan si kecil.

b. An Authoritarian Parent

Singkatnya, ini adalah tipikal orang tua yang strict. Dibandingkan dengan tipe orang tua yang pertama, tipe parenting model kedua cukup tidak efektif. Mereka memberikan harapan yang jelas dan juga konsekuensi yang tegas atas apa yang anak-anak lakukan namun tidak memberikan kecukupan elemen afeksi. Minim cinta dan kasih sayang di dalam rumah tangga sehingga menghadapi tipikal orang tua yang demikian, anak-anak cenderung tertekan.

c. Permissive parent

Tipikal parent yang terakhir adalah kebalikan dari poin sebelumnya, yaitu begitu banyak cinta yang diberikan namun sedikit harapan dan konsekuensi tegas yang ditunjukkan. Akibatnya, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang disiplin dan manja. Tipe parenting ini pun dirasa kurang efektif untuk mendisiplinkan anak.

Sebagai orang tua, tentu kita ingin agar anak tumbuh menjadi pribadi yang displin dan bermanfaat bagi lingkungannya. Lebih jauh lagi tentang bagaimana tips keluarga dalam mendisiplinkan si kecil, berikut cara yang bisa Parents terapkan.

1. Memberikan Pilihan Konsekuensi

Pada dasarnya, anak-anak—termasuk juga kita—akan sedikit jera saat tau apa akibat dari perbuatan yang dilakukan. Ada beberapa pilihan konsekuensi yang akan mereka terima, diantaranya adalah:

  • Time out

Konsekuensi ini cocok sekali Anda berikan bagi anak yang sudah tidak lagi balita dan sudah main logikanya. Time out adalah cara Anda meng-asing-kan anak di tempat tertentu yang aman untuk memberikan efek jera selama durasi waktu tertentu, seperti di kamar sendirian. Bagi anak-anak yang sangat bergantung pada orang tuanya, tips parenting ini cukup ampuh.

  • Alamiah

Ada kalanya kita sebagai orang tua membiarkan anak bertingkah laku apa maunya agar mereka belajar dari kesalahan yang diperbuat. Dalam kondisi demikian, anak tidak akan menyalahkan Anda atas akibat yang diterimanya.

Semisal, saat Anda sudah memperingatkan anak agar tidak meninggalkan sepeda ontelnya di rumah mbah kung karena alasan malas, anak tidak punya alat transportasi lain untuk berangkat ke sekolah. Mereka pun harus jalan kaki.

  • Logis

Pada dasarnya, konsekuensi yang satu ini  mirip dengan konsekuensi alamiah. Hanya saja, Anda perlu memberikan pemahaman yang detail kepada anak mengenai akibat-akibat atas apa yang mereka lakukan. Anda bisa melakukannya dengan bahasa verbal yang padat dan singkat.

  • Menjauhkan Penyebab Ketidakdisiplinan

Saat anak tidak disiplin dan mereka mengalami akibat dari ketidakdisplinan itu seperti tidak naik kelas, nilai rapor jelek, dan sebagainya, Anda bisa menjauhkan penyebab ketidakdisiplinan anak untuk sementara waktu sampai kondisi membaik, seperti menyingkirkan televisi untuk sementara, atau tidak mengijinkan anak bermain hape untuk memberikan efek jera pada anak. Banyak orang tua yang melakukannya dan cukup efektif.

2. Ketahui Cara Mendisiplinkan Anak sesuai dengan Karakter Si Kecil

Karakter pribadi anak berbeda satu dengan yang lain. Tips keluarga yang harus Anda lakukan adalah mengetahui bagaimanakah karakter si kecil, dan mencari teknik pendisiplinan anak yang sesuai dengan  karakter yang dimilikinya. Pastikan si kecil mendapatkan pengarahan kedisiplinan yang tepat dan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin sesuai dengan karakter pribadi yang dimilikinya, bukan menjadi orang lain.

3. Komunikasikan Teknik Pendisiplinan yang Anda Gunakan

Selanjutnya setelah Anda mengetahui bagaimana karakter pribadi anak dan mengetahui teknik pendisiplinan yang tepat, segera komunikasikan ini dengan si kecil. Anda berikan pemahaman kepada mereka agar mereka paham apa harapan Anda dan apa konsekuensi yang dirasakan anak saat mereka melanggar kedisiplinan itu.

Setelah anak memahami apa yang Anda harapkan darinya, tidak ada salahnya jika Anda memberikan otoritas kepada anak untuk memilih apa reward yang mereka inginkan sebagai bentuk apresiasi. Setidaknya, reward yang paling sederhana adalah dalam bentuk pujian.

4. Hargai Anak

Tips Keluarga 9 Cara Efektif Disiplinkan Anak Sejak Dini

Tampaknya, dalam hal ini, hukum kausalitas terjadi. Siapa yang bersedia menghargai orang lain maka dia akan dihargai. Begitupun saat Anda melakukannya terhadap buah hati. Anda mengharapkan si kecil menghargai diri sendiri, orang tua dan orang lain? tips keluarga yang harus Anda terapkan adalah dengan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada anak.

Jika  Anda bertingkah laku sebaliknya, yaitu dengan selalu over dalam merespond anak, Anda akan kehilangan respect itu dari si kecil. Seperti cermin, apa yang Anda lakukan terhadap mereka tercermin dalam apa yang mereka lakukan pada kita. Show respect dan mereka akan respect Anda.

5. Konsisten itu Penting

Ya, konsisten merupakan elemen penting dalam menegakkan kedisiplinan anak. Anda membuat rule, membuat konsekuensi dari rule tersebut, maka wajib bagi Anda untuk konsisten pada apa yang Anda buat dan Anda sampaikan pada anak.

Jika apa yang sudah Anda sampaikan tidak diiringi dengan konsistensi, anak-anak tidak lagi menghiraukan apa aturan yang Anda sampaikan. Jangan sampai melanggar apa yang sudah Anda sampaikan pada anak hanya karena Anda khawatir image negatif dari masyarakat sekitar. Tetap fokus pada apa yang Anda katakan di awal dan otomatis anak akan memegang apa yang kita sampaikan.

Penting bagi Anda untuk meng-komunikasikan ini bersama pasangan. Sepakati apa yang menjadi pilihan Anda dan kompak menggunakan teknik kedisiplinan tersebut saat menghadapi anak. Jangan sampai anak bingung dengan teknik yang berbeda yang parents gunakan.

6. Jangan Mengungkit Apa yang Telah Lalu

Jangan mengungkit apa yang telah lalu. Ini adalah tips yang ringan namun seringkali diremehkan. Selesai anak menanggung konsekuensi dari tingkah laku negatif yang dilakukannya, selesai pula memory negatif itu dalam pikiran kita.

Jangan lagi di ungkit, jangan lagi dijadikan senjata untuk memarahi anak karena anak akan merasakan trauma dengan apa yang kita katakan. Dukung mereka untuk berusaha memperbaiki sikap sesuai dengan ekspektasi kita.

7. Sesuaikan Ekspektasi dengan Kapasitas Diri Anak

Tips keluarga dalam mendisiplinkan anak selanjutnya adalah dengan memahami kesesuaian antara ekspektasi yang kita berikan dengan bagaimana kemampuan fisik dan psikis anak. Kesalahan yang paling umum dilakukan adalah saat kita membuat parameter untuk orang lain namun dengan mengukur kapasitas diri sendiri.

Pastikan Anda memahami bagaimana karakter anak, mengetahui kapasitas diri anak, dan mampu menyesuikan harapan Anda dengan diri anak. Jangan sampai harapan tersebut jauh melampaui kapasitas anak-anak.

8. Ketahui Alasan Kenapa Anak Berperilaku Tidak Disiplin

Mengetahui alasan kenapa anak bertingkah laku tidak disiplin perlu Anda lakukan. Ini penting mengingat Anda bisa memahami alasan dibalik tingkah laku tersebut dan meminimalisir kemungkinan hal tersebut kembali terjadi. Ini adalah tips keluarga yang menjadikan kita pribadi yang bijak dan mengurangi tingkat emosional saat menghadapi anak-anak.

9. Berikan Penjelasan yang Singkat dan Padat

Mendengarkan penjelasan panjang lebar tentunya cukup membosankan, apalagi untuk level anak-anak. Pastikan Anda menyampaikan teknik kedisiplinan dengan cara yang singkat dan padat, dengan cara yang menarik, dan dengan bahasa yang mereka pahami. Hindari berkata-kata terlalu banyak karena ini tidak cukup efektif.

Kedisplinan anak adalah pelajaran penting yang harus kita edukasikan kepada anak-anak sejak dini. Menjadi disiplin sangatlah penting agar anak memiliki etika yang tepat baik saat di rumah, di sekolah, maupun berada di lingkungan masyarakat.

Mayoritas orang tua menginginkan agar anaknya memiliki etika yang baik, respect pada orang lain, dan dihargai orang lain. Sedikit disayangkan adalah, niat yang baik itu tidak dibarengi dengan teknik pendisiplinan yang tepat karena minimnya referensi. Yuk, coba terapkan tips keluarga untuk mendisiplinkan anak diatas dan mari bersama kita lihat hasilnya.

 

One thought on “Tips Keluarga: 9 Cara Efektif Disiplinkan Anak Sejak Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.