Hidup Mandiri Jauh dari Orang Tua? Ini 10 Tips Persiapannya!

Posted on

Hidup

Hidup Mandiri Jauh dari Orang Tua Ini 10 Tips Persiapannya!

Mayoritas anak hidup bersama orang tuanya. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang berpisah dari orang tuanya sejak kecil dan harus menjalani hidup mandiri. Beruntung sekali jika mereka memiliki kesempatan bertemu dengan orang-orang baik yang bersedia merawatnya. Namun bagi mereka yang tidak mendapati kesempatan itu, di awal kehidupan akan terasa berat meski akhirnya mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

Well, dari Pre-School, hingga Senior High, mayoritas anak hidup bersama orang tuanya. Ada memang yang memilih nyantri saat duduk di MTs, atau Aliyah, namun saya belum meng-klasifikasi-kannya sebagai hidup mandiri, karena mayoritas mereka masih mendapat supply finansial dari orang tuanya.

Jika saat ini, kalian merasa sudah dewasa, merasa sudah tidak lagi waktunya untuk tinggal bersama orang tua, ingin mandiri dan memulai hidup baru, ada beberapa persiapan yang harus kalian lakukan. Di awal proses perpisahan, kita merasa bingung akan bagaimana nanti atau kita merasa excited karena banyak hal menarik yang kita alami di kemudian hari.

Ya, berpisah dari orang-orang terdekat untuk pertama kali, kita akan merasakan sesuatu yang campur aduk, surprise, atau takut. Kita akan  mengalami emosi itu satu persatu saat kali pertama jalani hidup sendiri. Segera setelah kita mencari tempat tinggal (baik permanen atau sementara), yuk cari cara bagaimana agar kita bisa cope dengan kondisi baru yang kita hadapi. Ini adalah persiapan yang penting sebab sebagian dari kita mungkin tidak bisa jauh dengan parents dan saudara setiap harinya.

Tanpa mereka yang setiap hari memberikan nasihat, tanpa mereka yang menemani, dan tanpa mereka yang memberikan perlindungan, di awal-awal perpisahan kita akan merasa shock dan sendiri. Tenang, ini hanyalah masa transisi dimana kita harus membiasakan diri dengan kondisi tersebut. Jika Anda ingin berpindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain, tips dibawah ini akan sangat membantu.

1. Nggak Perlu Takut, Cari Penginapan dengan Ekstra Proteksi

Menanyakan hal-hal mistis pada tetangga sekitar hunian yang baru tidaklah penting. Ini membuat kita takut yang akhirnya melemahkan nyali untuk hidup mandiri. Ada perbedaan yang besar saat kita memilih untuk hidup mandiri atau hidup bersama dengan orang lain yang dekat dengan kita.

Saat hidup sendiri kita akan kesulitan mendapatkan bantuan dari orang terdekat seperti saat kita merasa ada orang yang sedang mondar-mandiri di depan pintu kos dan ingin masuk. Well, itu hanyalah perasaan kita. Kendalikan itu dan tidak perlu takut. Alihkan dan pastikan bahwa akal sehat kita menerima keadaan bahwa kita sedang dalam kondisi aman. Pastikan Anda sudah mengunci pintu dan jendela, dan ini adalah waktu Anda untuk istirahat dengan nyenyak.

Atau, jika Anda ingin mendapatkan perlindungan tambahan dan kebetulan saat ini sedang hunting kos, apartemen, atau perumahan, carilah yang ada ekstra proteksinya. Tanyakan fasilitas itu pada penyedia jasa, seperti adanya gerbang, rantai pintu bagian dalam, kunci, pengaman pintu bagian dalam dan luar, dan alarm sistem yang mendeteksi adanya tindakan kriminalitas. Ini akan membantu mengurangi rasa takut untuk pindah ke lokasi yang baru.

2. Jaga Apartemen agar Tetap Bersih

Apakah kalian adalah tipikal pribadi yang terorganisir dan suka ruangan yang bersih?  Di awal masa transisi ini, pastikan tempat tinggal selalu dalam keadaan bersih dan rapi dan jangan ragu untuk selalu membersihkan dan mengepelnya setiap waktu saat di rasa kotor. Usaha ini membuat Anda betah berada di rumah dan selalu merindukannya saat berada di kejauhan. Yup, ini adalah cara ampuh agar Anda tidak ingin kembali ke rumah yang dulu.

3. Bergantung Pada Diri Sendiri dan Sesekali Get Out Bareng Temen

Kreativitas adalah salah satu cara menghilangkan bosan saat sedang tidak bersama siapapun seperti pada saat awal-awal pindah ke lokasi yang baru. Ya, akan sangat menjengkelkan jika semula Anda memiliki banyak teman saat sedang kesepian tiba-tiba Anda harus menepis kesepian tersebut seorang diri.

Lakukan banyak hal produktif saat perasaan lonely menyerang, sebut saja dengan menulis, membersihkan apartemen, menerjemah, video calling friend, membuat bunga, menganyam, dan masih banyak lagi. Cara ini membantu Anda mengurangi rasa kesepian yang melanda dan Anda mulai terbiasa dengan hidup seorang diri.

Saat Anda merasa nyaman dengan kesendirian itu, tidak berarti gaya hidup ini yang harus Anda jalankan setiap waktu. Tidak mengalami intervensi dari siapapun memang enak, namun ini akan menjadikan kita pribadi yang selfish dan anti-social. Sesekali, hadiri kelas yoga bersama rekan kerja, atau dinner sambil nonton dengan teman-teman di akhir pekan. Sesekali get out seperti ini bantu pikiran menjadi lebih fresh dan Anda semakin cinta dengan kehidupan Anda yang baru.

4. Bersikap Ramah dengan Tetangga dan Biarkan Mereka Bermain ke Rumah

Kita tidak sedang tinggal di bukit yang tinggi tanpa tetangga saat ini. Kanan dan kiri kediaman berjejer tempat tinggal tetangga yang terasa seperti keluarga saat kita saling mengenal. Satu dua hari setelah pindah rumah, kita bisa manfaatkan timing ini untuk berjalan-jalan pagi di area kompleks, say hallo, dan jika sudah akrab minta nomor telefonnya untuk antisipasi jika sewaktu-waktu Anda tidak bisa menghadiri arisan rutin bersama.

Menjalin hubungan baik dengan tetangga bantu kita tingkatkan safety saat sedang tidak di rumah. Ada perasaan saling memiliki dan saling melindungi satu dengan yang lain khususnya saat kita memiliki relasi sosial yang bagus.

Agar  hubungan semakin hangat, sesekali ajak tetangga main ke rumah. Entah itu untuk menyantap hidangan kue yang kita masak di pagi hari tadi, atau untuk membantu menyiapkan acara arisan yang akan digelar di rumah. Jangan sungkan meminta bantuan sebab ini adalah cara praktis hidup bermasyarakat. Pun demikian, kita harus siap saat mereka membutuhkan kontribusi Anda.

5. Dekor Ruangan Sesuai Keinginan

Mendekorasi ruang apartemen atau kos yang baru agar benar-benar sesuai dengan keinginan kita adalah cara cepat agar kita merasa nyaman saat berada di hunian baru. Cari bagaimanakah sih dekorasi ruang yang kalian impikan dan coba terapkan dalam ruangan itu persis seperti yang kita inginkan.

6. Pelajari Keterampilan Tangan yang Biasa di Handle Mommy atau Asisten Rumah Tangga

Hidup Mandiri Jauh dari Orang Tua Ini 10 Tips Persiapannya!2

Persiapan memulai hidup mandiri salah satunya adalah dengan menyiapkan skill praktis yang harus dimiliki untuk sehari-hari. Sebut saja cara mencuci pakaian, cara membuat telur ceplok, cara cuci piring, nyapu, ngepel dan masih banyak lagi.

Kenapa ini penting? Sebab jika kita menggunakan jasa asisten, butuhkan biaya yang cukup besar dan rasa puas sebagai pribadi yang mandiri akan berkurang. Ya, ada keseruan tersendiri jika kita mampu menyelesaikan semua pekerjaan tersebut sendiri khususnya saat sedang off kerja di akhir pekan.

7. Kalkulasi Keuangan

Penting bagi kita yang memulai hidup mandiri untuk mengkalkulasi keuangan dengan baik. Ada banyak biaya yang harus dikeluarkan saat menyewa apartemen, seperti biaya sewa apartemen, biaya listrik, air, dan kebutuhan konsumtif setiap harinya.

Cara praktis meng-kalkulasi keuangan sebelum kita deal sewa tempat tinggal di sekitar lokasi kerja adalah dengan mempertimbangkan rata-rata biaya hidup yang dihabiskan di sekitaran lokasi tersebut.

Tanyakan berapa pasaran harga sewa tempat tinggalnya, berapa kisaran harga logistiknya, berapa biaya listrik dan sebagainya. Dari jumlah pengeluaran tersebut, kita bisa menghitung berapa banyak income yang dialokasikan untuk biaya hidup sehari-hari dan bagaimana sebaiknya gaya hidup yang dipilih. Apakah dengan income yang terbatas itu kita akan hidup boros? Tentu tidak!

8. Meminta Bantuan Orang Tua

Ini adalah masa-masa transisi, dimana kita sebagai anak mulai jauh dengan orang tua dan mandiri secara finansial. Di masa adaptasi ini, kita masih membutuhkan banyak bantuan orang tua. Seperti untuk menyetting tempat tinggal agar lebih nyaman, konsultasi mengenai kebutuhan harian yang harus dibeli dan yang tidak, dan untuk mendapatkan dukungan finansial saat sedang krisis sebab belum menerapkan kalkulasi keuangan yang matang. Parent akan dengan senang hati menjadi bagian dari masa transisi yang kita lakukan.

9. Cintai Diri Sendiri

Pernahkah kita berfikir bahwa bukan orang lain yang akan membuat kita bahagia tetapi diri kita sendiri, bukan begitu? Mari kita meng-apreasiasi setiap hal positif yang dilakukan diri sendiri, mulai dari aktivitas fisik, olah psikis menuju ke arah yang lebih baik, dan peningkatan kualitas spiritualitas yang dilakukan.

Dengan cara ini, kita akan mampu beradaptasi dengan banyak situasi sekaligus karena diri pribadi merasakan ketentraman. Kita akan mulai merasakan bahagia hidup sendiri, dapat mencintai diri sendiri dan orang lain serta menerima keadaan bagaimanapun juga.

Selain mengapresiasi diri sendiri, kita tidak perlu pusing dengan apa yang orang lain katakan dan harapkan dari kita. Yang menjadi fokus kita adalah kebahagiaan yang bersumber dari diri sendiri. Kita tidak perlu pusing dengan ekspektasi orang lain apalagi untuk menjadi sempurna di hadapan mereka.

Buang jauh-jauh pikiran negatif sebab ini tidak bagus untuk keadaan psikis. Hindari penyebab yang membuat kita berfikir negatif. Perbanyak bergaul dengan orang-orang berpikiran positif dan di lingkungan yang positif pula. Selalu ada sisi positif dan negatif di setiap situasi. Pastikan diri kita lebih cenderung berfikir positif sebab ini akan memberikan efek bahagia termasuk saat kita sedang kesepian dan berada di tempat yang baru.

10. Cobalah Memulai Hidup Mandiri dengan Bahagia

Memulai hidup mandiri kuncinya jangan lupa bahagia. Ini adalah bagian dari alur kehidupan yang harus dilalui agar semakin meningkat kualitas diri. Memang sedih dan sepi meninggalkan masa lalu yang sudah terbangun begitu lama. Namun itu tidak akan lama, kita akan menemukan momen yang sama membahagiakannya saat kita membuka diri pada lingkungan yang baru, dan mengakrabi lingkungan itu.

Hidup mandiri awalnya terasa sulit. Dengan tips diatas kita bisa membuka diri untuk menyambut kebahagiaan yang baru dengan orang yang berbeda di lingkungan yang berbeda pula. Selain itu, ada skill tersendiri yang harus kita pelajari, yaitu skill me-manage finansial, skill mengatur dan membersihkan rumah, dan keterampilan berinteraksi dengan orang lain yang benar-benar baru. Ada banyak benefit jika kita memulai hidup baru dengan penuh persiapan, baik itu fisik maupun mental.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.