Cari Game Anak-anak Edukatif? Begini 8 Cara Memilihnya!

Posted on

Game anak-anak

Cari Game Anak-anak Edukatif Begini 8 Cara Memilihnya!

Ada saatnya anak-anak sebaiknya menikmati saat-saat rileks dan down. Ketegangan karena pelajaran di sekolah atau pengajaran yang kita berikan selaku orang tua perlu di imbangi dengan masa-masa santai setiap harinya meski tidak lama. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas game anak-anak yang mengedukasi.

Saya pribadi merasa kesulitan saat menghadapi baby mungil nan cantik yang bernama Fafa. Seringkali dia meminta mainan yang tidak identik dengan wanita, seperti mobil-mobilan. Mainan tersebut identik dengan maskulinitas baby cowok yang lambat laun membentuk cara berfikirnya sehingga agak tomboy.

Sebagai orang tua, tentu saya tidak ingin anak saya, Fafa, tumbuh menjadi pribadi yang antara cashing dan personality-nya tidak matching. Wajahnya cantik bukan main tetapi jalannya kayak cowok dan lebih suka sepak bola. Tentu bukan itu yang saya inginkan. Saya rasa Parent sekalian sama seperti saya yang tidak ingin merasakan hal yang sama.

Anak-anak mungkin happy dengan menjadi dirinya sendiri. Mereka happy meskipun memilih sesuatu yang kurang sesuai. Lalu, apa jadinya jika nantinya mereka tumbuh di tengah-tengah masyarakat yang umumnya rawan kritik?.

Tidak semua anak memiliki kekuatan untuk menghadapi kritik tersebut, dan kita sebagai orang tua harus mengantisipasi hal itu sejak dini agar jangan sampai si kecil memiliki penyimpangan kebiasaan. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan selektif memilih game anak-anak yang sesuai dengan gender, dan bagus untuk perkembangan afektif, kognitif, dan psikomotoriknya.

Saat ini game anak-anak tidak hanya dengan toys yang kasat mata. Cukup banyak game anak-anak yang tersedia secara online. Anak-anak siap menghabiskan berjam-jam waktunya duduk bermain tablet dan iPhone hanya untuk bermain game. Agar aktivitas tersebut memberikan pengaruh positif pada anak, Begini kira-kira cara mudah yang harus Parent tempuh!

1. Tentukan Topik Game Anak-anak

Game anak-anak yang siap dimainkan umumnya memiliki tema atau topic tersendiri. Ada game tebak kata, game yang fokus mengasah skill matematika anak, game bahasa inggris, game strategi peperangan dan masih banyak lagi.

Memilih topik game tentunya disesuaikan dengan passion anak. Tidak semua topik itu cocok dengan bakat dan minat anak. Amati apa kecenderungannya dan pilih game yang mengedukasi serta mendukung kemampuan kognitif, afektif dan psikomotoriknya.

Setelah memilih topik game, tentang matematika misalnya, skop bahasan Matematika tentunya sangat luas. Ketahui apa cakupan bahasan yang cocok untuk si kecil dengan berdasarkan kepada materi yang dipelajari di sekolah. Carilah referensi apa level matematika untuk anak Anda sesuai dengan kelasnya dan biarkan si kecil mengeksplor bakat matematikanya melalui game anak-anak itu.

Singkatnya, tips pertama memilih game anak-anak adalah dengan mengetahui apa topic game yang dimainkan, dengan mempertimbangkan scope permainan sesuai dengan level anak di sekolah. Secara tidak langsung, anak-anak berkesempatnan untuk belajar sambil bermain dengan game anak-anak yang Anda pilihkan untuknya. Nge-game dan belajar memiliki sense yang berbeda. Nge-game terkesan lebih rileks sedangkan belajar identik dengan sense serius.

Saat ini, game anak-anak didominasi oleh tiga topic mendidik, yaitu:

  • Matematika

Topik game anak-anak yang bernilai edukasi didominasi oleh game matematika. Game ini memiliki dua tujuan, yaitu agar anak-anak memiliki kemampuan matematika praktis maupun kemampuan matematika teoritis.

Kemampuan teoritis berguna untuk meningkatkan skill akademik anak di bangku sekolah, sedangkan kemampuan praktisnya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kedua skill tersebut, baik skill praktis maupun teoritis saling bergantung satu dengan yang lain. Jika ditanya mana yang lebih penting? Maka jawabannya adalah keduanya sama-sama penting.

  • Beragam Bahasa

Bahasa dan kemampuan berbahasa adalah skill yang mayoritas orang tua ingin agar anak memilikinya. Selain game kosakata yang membantu menambah perbendaharaan kata dari berbagai bahasa, game bahasa juga memberikan referensi seperti bagaimana cara membaca plot dan memahami struktur plot tersebut, bagaimana memahami struktur cerita dan ada pula game yang mengarahkan bagaimana agar anak memiliki kemampuan berargumen yang kuat, dengan jeli menghubungkan claim yang diungkapkan dengan bukti yang kuat.

  • Keterampilan Kekinian

Ketrampilan kekinian berhubungan dengan cara meningkatkan kreativitas anak, bagaimana mengasah skill komunikasinya, pemikiran kritis, dan masih banyak lagi. Anda yang ingin agar anak-anak memiliki kemampuan di bidang tersebut, bisa memilih game yang sekiranya menitikberatkan pada fungsi otak dengan cara befikir yang beragam. Atau, jika Anda ingin agar anak memiliki gaya komunikasi yang baik, perbanyak referensi game yang memberikan kebutuhan itu.

2. Review Game

Ketahui bagaimana review game yang Anda pilihkan untuk anak. Apakah asal game saja? tentu tidak! Anda bisa menimbang apakah game anak-anak tersebut sesuai atau tidak dengan topic dan tujuan Anda dengan mengamati bagaimana review-nya secara mendetail. Kunjungi website review game yang berisi detail penjelasan masing-masing game, seperti teknis bermainnya, topiknya, apa kelebihan dan apa kekurangannya. Pertimbangkan game anak-anak yang paling sesuai dengan kebutuhan dan target Anda. Hindari game yang membahayakan termasuk game yang tidak sesuai dengan target yang ingin Anda capai.

3. Terapkan Kualifikasi yang Harus Ada dengan Membuat List

Untuk mempertimbangkan apakah game tersebut masuk dalam kualifikasi yang Anda inginkan ataukah tidak, siapkan list yang berisi kualifikasi yang harus ada pada game yang Anda pilihkan untuk anak dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:

  • Ketahui apakah terdapat konten pendidikan di dalam game tersebut. Jika tidak, lupakan dan cari game yang lain.
  • Ketahui apakah game tersebut dimulai dengan permainan yang mudah kemudian ke level yang lebih sulit, ataukah dari awal permainan sudah sulit. Jika demikian, pilihlah game yang level kerumitannya berjenjang untuk memastikan anak-anak tidak merasa kesulitan di awal proses permainan.
  • Ketahui ada tidaknya track record progres permainan yang dimainkan anak. Biasanya ini berkaitan dengan level, dengan waktu, dan dengan score pemain selama nge-game. Kita akan mengetahui seberapa pemahaman anak tentang konten materi pendidikan yang ada di dalam game anak-anak itu melalui score yang di dapat, berapa waktu yang digunakan untuk menyelesaikannya, dan sudah sampai pada level berapa.

Jika ketiga kualifikasi tersebut ada pada game yang dimainkan, Anda bisa menjadikan game ini sebagai sarana edukasi yang praktis dan mudah bagi anak-anak di rumah. Ya, game tidak sekedar game, karena game adalah bagian dari lingkungan yang berinteraksi secara langsung dengan diri anak.

4. Ketahui Rating Game

Ketahui rating game anak-anak. Rating yang dimaksud adalah kesesuaian antara game anak-anak dengan usia mereka. Kesalahan yang seringkali dilakukan orang tua adalah memilih game yang kontennya kurang sesuai dengan usia anak-anak sebab diperuntukkan bagi orang-orang dewasa. Bahaya bermain game dewasa bagi anak adalah mereka akan berfikir melampaui usianya, addict dengan game tersebut sehingga manfaat game anak-anak yang tujuannya mengedukasi tiidak Anda dapatkan.

Anda bisa melihat kategori game dari kodenya, yaitu EC untuk Early Childhood dan MO untuk Mature Only. Game yang dimainkan oleh mereka yang sudah dewasa erat kontennya dengan kekerasan, seksualitas dan bahasa-bahasa yang kasar.

5. Pilih Free Games

Game gratis tidak berarti game tersebut tidak berkualitas dibandingkan dengan game yang berbayar. Game gratis yang sesuai dengan apa yang anak-anak tonton di televisi biasanya bisa di dapatkan secara gratis. Game tersebut sesuai dengan usia anak sehingga tidak membahayakan cara berfikir dan bertingkahnya. Anda pun tidak perlu susah payah membelinya sehingga lebih hemat.

6. Pilih Game yang Sesuai dengan Bakat dan Minat Anak

Cari Game Anak-anak Edukatif Begini 8 Cara Memilihnya!2

Anda mungkin cocok dengan game anak-anak yang Anda rekomendasikan bagi mereka. Namun apakah mereka tertarik dengan game yang Anda tunjukkan baginya? Pertimbangkan dimana bakat dan minat anak. Pilih game yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut agar apa yang Anda edukasikan kepada anak tercapai dan anak merasa nyaman saat bermain game tersebut.

Anak-anak yang menyukai sepak bola, bisa Anda carikan game yang sesuai dengan bakatnya itu. Dengan catatan, game tersebut adalah pendukung dari aktivitas real anak, dan bukan sekedar bermain game. Ini berarti game tersebut menjadi pelengkap bagi  aktivitas atau hobby anak yang dipraktikkan sehari-hari. Anak-anak yang hanya menyukai game-nya saja, namun tidak melakukan praktisnya akan terjebak pada kemalasan psikomotoriknya dan hanya menghabiskan waktu bersama video gamenya itu.

7. Kontrol Waktu Nge-game-nya

Ya, penting bagi Anda untuk mengontrol waktu nge-game-ya. Mayoritas game adalah addict. Alokasikan waktu nge-game anak hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 jam saja dan tidak lebih. Jadikan waktu nge-game itu sebagai bonus atas tanggung jawab anak yang sudah dilakukan. Tanggung jawab itu meliputi tanggung jawabnya di sekolah, di rumah, di tempat ngaji dan sebagainya. Game bukanlah dunia nyata yang harus terus di akrabi, tetapi ini adalah fasilitas pendukung agar anak sesekali merasa lebih fresh dan lebih rileks.

Semakin lama durasi seorang anak untuk nge-game, semakin besar potensi anak untuk mencandu game itu. Kondisikan lingkungan agar anak tidak sampai kecanduan game dengan tidak meletakkan komputer dan gaming tools lain di kamarnya. Saat anak menunjukkan sikap kecanduannya, acuhkan dan alihkan pada yang lain. Itu adalah kelemahan anak yang harus Anda kendalikan sebab anak tidak tau apa manfaat melakukan aktivitas yang beragam setiap harinya agar tubuh tetap sehat dan seimbang.

8. Bermain Game Bersama si Kecil

Saat kali pertama Anda memperkenalkan game tertentu kepada anak, ada baiknya jika Anda menemani anak-anak bermain. Tujuannya adalah agar Anda tau apa dampak positif jika anak nge-game permainan itu dan bagaimana cara game tersebut bekerja. Jika Anda sudah familiar dan merasa bahwa game tersebut aman untuk anak, Anda akan merasa nyaman saat anak nge-game sendirian.

Game anak-anak besar pengaruhnya pada afektif, kognitif dan psikomotorik anak. Pilih game yang mengedukasi agar anak merasakan efek positif dari game tersebut. Tidak hanya konten game-nya yang harus diperhatikan, Anda pun harus memperhatikan bagaimana mengontrol waktu nge-gamenya, dan sesekali menemani anak bermain game untuk memastikan game tersebut aman bagi anak. Yuk, smart memilih game anak-anak dengan cara mudah di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.