Anak Pintar: 10 Cara Mudah agar Anak Tumbuh Pintar Sejak Dini

Posted on

Anak Pintar

Anak Pintar 10 Cara Mudah agar Anak Tumbuh Pintar Sejak Dini

Anak Pintar—Ada cukup banyak referensi mengenai bagaimana cara membuat anak bahagia, dan membangun keluarga yang tentram. Namun belum banyak referensi yang menyampaikan bagaimana agar anak tumbuh pintar. Apakah anak harus pintar? Tentu, sebab manfaat yang di dapat dengan menjadi pribadi yang pintar sangat besar.

Idealnya, anak pintar identik dengan prestasi. Anak yang berprestasi identik dengan pilihan lembaga pendidikan yang bagus, aktif secara kognitif, afektif dan psikomotorik, dan memiliki kehidupan yang dinamis dengan tujuan untuk mencapai kesuksesan. Anak pintar tidak hanya ditentukan oleh gen. Banyak faktor penentu intelektualitas anak, beberapa diantaranya adalah:

1. Mendengarkan Music

Riset menunjukkan bahwa anak-anak yang mendengarkan musik terbukti mendapatkan score test IQ, yang disertai dengan pencapaian nilai akademik yang bagus di sekolah. Efek positif mendengarkan music tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang ada di ruang kelas, tetapi juga oleh orang tua yang terganggu karena masalah penuaan. Anda yang ingin memiliki anak pintar, dan orang tua yang ingin tetap sehat di usia senja, boleh nih mencoba terapi musik saat ini juga.

Jenis musik yang dipilih pun berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak. Beberapa orang tua berkonsultasi terkait pilihan music yang bagus untuk perkembangan si kecil dengan pakarnya.  Musik dengan tempo yang slow seperti Mozart cukup direkomendasikan. Atau, bagi Anda pecinta sholawat, boleh nih mengkondisikan ruangan yang penuh sholawat untuk anak sejak si kecil berada di dalam kandungan. Selain sholawat, lantunan Quran dan tilawah pun direkomendasikan.

2. Perbanyak Olahraga

Ada baiknya Anda rutin mengajak si kecil berolahraga, dua kali atau tiga kali dalam seminggu. Riset membuktikan, seseorang yang rajin berolahraga cukup mudah menangkap dan mengingat kosakata, dengan perbandingan 20 persen jika dibandingkan saat sebelum berolahraga. Riset lain menyebutkan, seseorang yang aktif berolahraga akan meningkat volume kapiler darah dalam hippocampus sehingga otak berfungsi dengan lebih baik lagi.

Olahraga yang dimaksud bukanlah olahraga yang berat dan mahal. Anda bisa melakukan olahraga sederhana bersama si kecil dengan berjalan kaki di pagi hari, memperbanyak lari pagi, bersepeda, berenang, dan jika Anda ingin mengajak si kecil berolahraga di pusat kebugaran sesekali Anda bisa mengagendakannya mulai saat ini juga.

3. Ubah Kebiasaan Membacakan untuk Anak

Membacakan cerita untuk anak memang bermanfaat. Namun, jika Anda ingin memiliki anak pintar, ubah kebiasaan membacakan untuk anak. Ubahlah kebiasaan itu menjadi kebiasaan membaca bersama anak. Tujuannya adalah agar kemampuan membaca anak meningkat dan anak semakin pintar.

Arahkan anak untuk meng-fokus-kan perhatiannya pada setiap kata yang ada untuk meningkatkan kemampuan literasinya dengan baik sejak dini. Sejak saat ini juga, bagi Anda yang terbiasa membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur, cobalah untuk mengubah kebiasaan ini dengan mulai membaca bersama anak-anak.

Membiasakan anak untuk membaca cerita bersama-sama adalah langkah awal untuk menumbuhkan kebudayaan literasi pada diri anak. Membangun budaya literasi sejak dini dengan aktif membaca bersama anak lambat laun menjadikan skill reading anak terasah dan anak semakin pintar.

4. Kurangnya Waktu Tidur Menurunkan Kecerdasan Anak

Ya, cukup tidur faktanya menjadikan anak pintar lho. Berdasarkan riset, anak-anak yang waktu tidurnya kurang dari standard waktu tidur yang seharusnya, memiliki kemampuan intelektual yang lebih rendah daripada mereka yang tercukupi waktu tidur setiap harinya. Ketahui berapa waktu tidur untuk  masing-masing anak dan pastikan anak-anak memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya.

5. Kedisiplinan yang Tinggi Faktor Penting agar Anak Pintar

Anak-anak yang secara intelektual pintar, harus disertai dengan kedispilinan yang tinggi untuk mencapai kesuksesan. Kedisiplinan yang tinggi berkaitan dengan keinginan dalam diri untuk me­­-manage waktu dengan baik.

Riset membuktikan, anak-anak yang memiliki disiplin tinggi memiliki keinginan yang kuat dalam diri untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan. Mereka mampu memilah mana aktivitas yang bermanfaat dan kurang bermanfaat. Aktivitas yang bermanfaat semakin dimaksimalkan dan mendapatkan porsi yang besar dalam kehidupan sehari-harinya sedangkan aktivitas yang sekiranya tidak terlalu penting akan ditinggalkan.

Mayoritas anak dengan disiplin belajar yang tinggi cenderung lebih mandiri, berkeinginan memahami pelajaran di sekolahnya dengan lebih baik lagi. Anak-anak yang disiplin membantu Anda memprediksi manakah dari sekian banyak anak yang ada di kelas itu yang akan mendapatkan peringkat terbaik di kelasnya.

Lain halnya dengan IQ yang tidak memberikan kesempatan bagi Anda untuk memprediksinya. Kenapa demikian? alasannya jelas, karena anak-anak pintar secara kognitif yang tidak disertai dengan self-discipline yang tinggi pada akhirnya secara grade di sekolah akan tertinggal dari mereka yang disiplin karena kedisiplinan berpengaruh besar pada performa akademik anak di sekolah jika dibandingkan dengan kapasitas intellectual-nya.

Rangking di kelas berhubungan erat dengan kesadaran seorang anak untuk lebih berhati-hati dan banyak mendengarkan seperti karakter yang ada pada anak dengan self-discipline yang tinggi. Peringkat tersebut ditentukan oleh self-discipline dan bukan oleh kecerdasan yang tidak di manage dengan baik.

Sikap disiplin adalah ciri seseorang yang akan sukses di tempat kerja. Mereka mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan di tempat kuliahnya, sedikit melakukan aktivitas kriminal dan setia dalam menjalin hubungan romantikanya. Dari segi kesehatan, orang-orang yang didominasi oleh sikap hati-hati umumnya memiliki kehidupan yang lebih lama, menghindari minuman keras dan alcohol, memiliki tekanan darah yang lebih baik, terhindar dari risiko stroke dan gangguan fatal penyakit Alzeimer yang menurunkan fungsi memory otak.

Penentu kesuksesan yang paling utama menurut penelitian adalah ketekunan dan passion untuk tujuan jangka panjang yang telah direncanakan.

6. Perbanyak Praktik

Anak Pintar 10 Cara Mudah agar Anak Tumbuh Pintar Sejak Dini

Anda mungkin sering mendengar bahwa praktik adalah pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan dengan pengajaran teoritis. Anak-anak berkesempatan untuk menyaksikan dengan indra penglihatnya dan mengalami secara langsung bagaimana praktik dari materi tersebut.

Riset membuktikan bahwa belajar melalui praktik lebih efektif daripada mempelajari teorinya saja. Setidaknya perbandingannya adalah 70 persen untuk praktik dan 30 persen untuk teorinya. Perbanyak mengedukasi anak untuk praktik, dan pilih lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas yang lengkap untuk praktik agar pemahaman anak semakin meningkat.

7. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi Anak Setiap Harinya

Anak pintar tidak lepas dari apa saja nutrisi penting yang dikonsumsi setiap harinya. Anak yang mengikuti ujian pada hari tersebut wajib sarapan pagi dengan komponen karbohidrat, serat yang cukup, dan makanan yang lambat proses pencernaannya adalah nutrisi yang disarankan bagi anak-anak agar pintar.

Anak-anak yang sebelumnya mengonsumsi makanan sehat, kemudian konsumsi makanan yang tinggi lemak, rendah serat dan karbohidrat, kemampuan intelektualnya terbukti menurun. Adapun nutrisi yang menjadi penyemangat dalam belajar dan meningkatkan prestasi adalah kopi dan gula. Kombinasi dari kedua bahan makanan ini akan meningkatkan perhatian anak untuk fokus pada apa yang dipelajari. Berikan reward makanan yang disukai anak sesekali saja, seperti candy saat anak berhasil mengerjakan PR-nya atau mendapatkan nilai yang bagus untuk tugas hariannya.

8. Anak-anak Bahagia Lebih Berpotensi untuk Sukses

Ada hubungan yang erat antara kesuksesan dan kebahagiaan. Orang-orang yang bahagia adalah orang-orang yang memiliki tampilan fisik yang menarik dan sekaligus menyenangkan, mendapatkan pekerjaan yang bergengsi, dan dari segi gaji yang di dapat cukup tinggi. Bisa dikata anak yang bahagia tumbuh menjadi anak yang sukses dalam hubungan romantika dan dalam pekerjaannya. Merasa puas dengan pernikahan dan setia pada pernikahannya. Mereka adalah pribadi yang memutuskan untuk menikah dan hanya melakukan pernikahan sekali saja.

Pada dasarnya, pribadi yang bahagia adalah pribadi yang mudah bersyukur. Perasaan syukur ini yang membuat pribadi yang bersangkutan merasa lebih bahagia dan lebih tenang. Dalam kondisi psikis yang tenang, dan tidak sedang memikirkan banyak hal lain yang membebani, seorang anak akan lebih mudah konsentrasi dan memahami apa materi pelajaran yang diajarkan.

PR kita sebagai orang tua adalah memikirkan bagaimana caranya membentuk lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkan rasa bahagia pada diri anak. Selalu prioritaskan bagaimana perasaan anak pada setiap momen dan kesempatan yang kaitannya dengan interaksi bersama si kecil. Bagaimana cara menciptakan suasana yang bahagia pada diri anak? jawabannya adalah pastikan Anda adalah orang tua yang selalu merasa bahagia. Kebahagiaan itu akan Anda salurkan pada diri anak.

9. Faktor Genetik Tidak Berpengaruh Besar pada Diri Anak

Anak pintar dipengaruhi oleh gen orang tuanya, memang betul. Namun genetik bukanlah faktor dominan yang mempengaruhi kecerdasan anak. Kecerdasan anak tidak dipengaruhi dari siapa anak dilahirkan, apa saja yang dikonsumsi setiap hari, siapa yang memakaikan pakaiannya, dst. Akan tetapi hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan dimana anak tersebut tumbuh.

Lingkungan itu meliputi bagaimana tetangga kanan dan kiri rumah, dengan siapa mereka bermain, dimana mereka bersekolah, dsb. Sangat mungkin anak memiliki sikap dan karakter yang berbeda saat mereka berada di tengah-tengah keluarganya dan saat sedang berada bersama teman-temannya di sekolah. Seringkali orang tua merasa kaget saat mendapatkan laporan mengenai kenakalan anak karena saat di rumah, mereka menunjukkan sikap yang benar-benar berbeda dari apa yang dilaporkan.

Karena pentingnya peran lingkungan sekitar, cobalah untuk memilih lingkungan pendidikan yang kondusif, dan cermati dengan siapa anak-anak bergaul setiap harinya. Faktor tersebut berpengaruh pada grade anak di sekolah.

10. Percayalah pada Anak

Meragukan kemampuan anak apalagi dengan cara disampaikan secara verbal kepada anak-anak sama halnya dengan menganggap mereka inferior. Jika anak diposisikan secara inferior, kemampuan dalam dirinya tidak akan keluar secara maksimal. Berikan kepercayaan pada diri anak agar anak semakin percaya diri dengan kemampuan dalam dirinya sehingga mendukung prestasi akademiknya. Percaya dan memberikan dorongan yang maksimal kepada anak cukup ampuh meningkatkan spirit anak untuk bekerja lebih baik lagi dibandingkan selalu meragukan kapasitasnya sebagai anak.

Memiliki anak pintar perlu usaha maksimal sejak dini dari orang tuanya. Anak yang memiliki kelebihan kemampuan intelektual diprediksi memiliki masa depan yang lebih cerah dan lebih sukses. Miliki anak pintar dengan kemampuan intelektual di atas rata-rata dengan beberapa usaha praktis di atas. Banyak sisi yang harus dibenahi agar anak tumbuh menjadi anak pintar, berjiwa sosial tinggi dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.