Tentang Bayi: 17 Fakta Menarik tentang Bayi yang Baru Lahir

Posted on

Tentang bayi

Tentang Bayi 17 Fakta Menarik tentang Bayi yang Baru Lahir2

Orang tua muda yang baru dikaruniai baby perlu beradaptasi dengan banyak hal. Ada banyak ciri tentang bayi yang harus diketahui. Wawasan mengenai ini sangatlah penting agar sebagai orang tua muda, kita tau bagaimana cara memberikan respon yang tepat pada tingkah laku bayi yang baru lahir. Berikut 17 fakta menarik tentang bayi yang perlu Anda jadikan panduan di beberapa bulan pertama kehadiran buah hati.

1. Bayi Menyusu Setiap 1 hingga 2 Jam Sekali

Berbeda dengan orang dewasa, bayi memiliki ukuran lambung yang kecil. Oleh sebab itu, air susu yang Anda berikan pun harus dalam jumlah yang terbatas namun dengan intensitas yang sering. Bayi menunjukkan tanda-tanda khusus saat sedang ingin menyusu, seperti menangis kencang, menggigit jari tangannya, atau mengecap-ngecap seolah mencari puting ibunya. Biasanya, bayi menyusu setiap 1 sampai 2 jam sekali.

Pertanyaannya, bagaimana jika si kecil tidur terus? Perlu diketahui bahwa waktu tidur bayi memang cukup lama. Walau demikian, Anda harus membangunkannya untuk menyusu dan berikan rangsangan agar mereka tidak kembali tertidur sementara waktu.

2. Refluks Gastroesofageal

Refluks Gastroesofageal adalah istilah ilmiah yang merujuk pada aktivitas gumoh yang sering terjadi pada bayi. Gumoh adalah aktivitas kembalinya susu yang diminum melalui mulut dalam bentuk muntahan.

Kenapa bayi mengalami gumoh? Ada dua alasan biologis, pertama karena katup yang terdapat antara lambung dan esophagus secara fisik belum sempurna. Kedua, karena ukuran lambung bayi yang kecil dan tidak mampu menampung susu dalam jumlah banyak.

Agar tidak gumoh, tegakkan posisi si kecil selama 30 menit setelah menyusu atau biarkan si kecil bersendawa.

3. Durasi Tidur Bayi antara 16-18 Bulan

Informasi penting tentang bayi yang wajib Anda tau adalah mengenai durasi tidurnya. Frekuensi tidur bayi cukup tinggi dengan durasi waktu 1 sampai 2 jam setiap kali tidur. Jika diakumulasikan, total waktu tidur bayi mencapai 16-18 jam setiap harinya.

Menginjak usia 6 bulan, intensitas si kecil untuk tidur sedikit berkurang. Mereka mulai tidur selama 6 jam di malam hari. Agar bayi tidur nyenyak di malam hari, biarkan mereka beraktivitas hingga lelah di siang harinya sehingga waktu tidur teralihkan di malam hari.

4. Perlu Kehangatan

Salah satu manfaat lemak adalah untuk memberikan kehangatan. Pada orang dewasa, lemak jahat dengan kadar melebihi batas normal adalah penyebab penyakit kolesterol. Lain halnya dengan bayi yang baru lahir.

Kadar lemak pada bayi sangat sedikit. Ini menyebabkan bayi senantiasa kedinginan sehingga membutuhkan threatment khusus seperti memakaikan jaket, topi, kaos kaki, sarung tangan, dan bedong. Lakukan pengecekan secara rutin atas suhu tubuh si kecil untuk memastikan bayi dalam kondisi nyaman.

5. Memiliki Kulit yang Sensitif

Bayi memiliki kulit yang sensitif dan rentan terserang penyakit seperti ruam popok. Ruam kulit terjadi karena kotoran pada popok yang terlalu banyak, popok digunakan dalam waktu yang lama, kualitas popok yang kurang bagus/ sarat bahan kimia, dan cara pemakaiannya yang terlalu kencang.

Jika si kecil mengalami ruam popok, cobalah membersihkan bokong bayi dengan kapas yang lembut dan air hangat. Keringkan dengan handuk yang lembut dan terjamin higienitasnya. Hindari membersihkan kulit bayi dengan menggunakan alcohol sebab ini akan menyebabkan iritasi.

6. Perhatikan Kotoran Bayi

Sebagian bayi buang air besar segera setelah menyusu, sebagian yang lain pup hanya 2-3 kali dalam seminggu. Tentang bayi, khususnya tentang intensitas BAB dan ciri-ciri fisik kotoran si kecil harus Anda perhatikan. Mayoritas bayi buang air besar 6 sampai 10 kali dalam sehari. Frekuensi tersebut menurun seiring dengan bertambahnya usia si kecil.

Fisik kotoran bayi yang baru lahir biasanya berwarna hitam agak kehijauan dan lengket yang merupakan mekonium. Setelah 2 hari, kotoran berubah fisiknya dengan warna yang lebih muda dan tidak begitu lengket.

Kotoran bayi secara fisik memang agak lembek. Namun Anda harus mampu membedakan antara kotoran yang lembek dengan diare. Saat diare, kotoran si kecil memiliki tekstur yang cair, dengan warna yang berbeda-beda, bisa jadi kuning, coklat, maupun hijau dengan jumlah yang lebih banyak daripada biasanya.

Saat Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi, langkah tepat untuk mengatasinya adalah dengan membawa si kecil ke dokter.

7. Rawat Tali Pusat-nya

Tali pusat bayi masih tampak saat baru lahir. Usahakan agar bagian tali pusat dan sekitarnya senantiasa dalam kondisi kering dan bersih. Jika bagian tersebut mengalami perubahan warna semisal menjadi kemerahan dan berbau, segera bawa si kecil ke dokter sebab kemungkinan mereka mengalami infeksi.

8. Rooting Reflex

Bicara tentang bayi,  tentu kita tidak asing dengan gerakan refleks yang ditunjukkan. Aktivitas refleks tersebut harus ditafsiri dengan tepat agar kita dapat memberikan tanggapan sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Rooting Reflex adalah, saat Anda menyentuh pipi i kecil, mereka akan menoleh pada arah sentuhan tersebut dengan mulut menganga. Ini adalah pertanda bahwa bayi sedang dalam kondisi lapar dan ingin segera menyusu.

Namun, gerakan tersebut tidak selamanya bermakna demikian. Beberapa bayi yang sudah menyusu dengan kenyang pun memberikan respon yang sama saat disentuh sebab ini adalah wujud respon tubuh yang alami terhadap rangsangan.

9. Refleks Menghisap Putting, Dot atau Jari-Jemarinya

Tentang Bayi 17 Fakta Menarik tentang Bayi yang Baru Lahir

Ada stimulus maka ada respon. Salah satu wujud rooting reflex yang bisa Anda lakukan pada bayi adalah dengan menyentuh pipi si kecil baik dengan dot, jari, maupun puting. Saat ibu menyentuhkan putingnya, si kecil menanggapinya dengan langsung menyusu.

Proses stimulus respon ini berjalan dengan baik saat si kecil berusia 36 minggu. Pada bayi yang lahir premature, biasanya kemampuan merespon rooting reflex yang diberikan cukup lemah dan akan berkembang maksimal saat si kecil berusia 36 minggu.

Anda mungkin sering melihat si kecil aktif menghisap jarinya sendiri. Ini tidak selamanya berarti si kecil sedang haus dan ingin menyusu, namun si kecil memang sedang menikmati proses tersebut dan menjadi hiburan tersendiri baginya.

10. Moro Reflex (Refleks bagi yang Kaget)

Satu ketika mungkin cuaca sedang tidak mendukung dan ada suara halilintar. Atau, satu ketikaa saat beres-beres, mungkin kita menjatuhkan sesuatu dari atas meja sehingga bayi terkaget dengan bunyi suara yang keras. Bayi punya mekanisme pengendalian diri untuk mengontrol perasaannya. Saat kaget, kepala mereka akan mendongak, tangan dan kakinya terbuka lalu mereka akan menangis sekencang-kencangnya.

Setelah itu, mereka akan mengatupkan kedua kaki dan tangannya seolah sedang merangkul sesuatu sebagai bentuk perlindungan diri. Cara alami dan efektif untuk mengurangi kemungkinan tersebut adalah dengan mengenakan bedong bayi. Bedong memberikan rasa hangat, aman, nyaman, dan terlindungi.

11. Refleks Bayi saat Kali Pertama Merangkak

Waktu kali pertama Anda meletakkan si kecil pada posisi tengkurap, dia serasa menikmati pengalaman barunya, Pada posisi tersebut. secara refleks si kecil akan menekuk kakinya dan meletakkannya di bawah perut seolah sedang bersiap merangkak.

Apa yang harus Anda lakukan? Coba beri tekanan pada kakinya dan bayi mulai mendorong tubuhnya ke depan. Apa yang Anda lakukan seolah mendukung si kecil mewujudkan keinginannya untuk merangkak.

Saat Anda meletakkan bayi di ketinggian, usahakan untuk tidak meninggalkannya sendirian. Si kecil bisa berguling dan bergerak yang menyebabkan dirinya jatuh dari tempat tersebut.

12. Refleks Babinski

Dulu, saya suka iseng sewaktu momong keponakan saya.  Saat menggendongnya, sesekali saya mengelus telapak kakinya dari ujung ke ujung. Nah, saya baru ngeh kalau respon yang ditunjukkan si kecil namanya refleks babinski.

Refleks Babinski adalah kondisi dimana jempol kaki bayi di tekuk sedangkan jari jemarinya membuka lebar. Refleks ini dilakukan saat kali pertama belajar berjalan dan akan membantu menjaga keseimbangan tubuh si kecil agar tidak terjatuh saat berlatih berjalan.

13. Refleks Mencengkeram

Tentang bayi ada satu refleks yang kita dapati sejak lahir. Refleks tersebut adalah cengkeraman bayi. Saat Anda meletakkan jari tangan atau sesuatu di tangan bayi, mereka refleks dengan langsung mencengkeram apapun yang berada di genggamannnya.

14. Respon Traksi

Stimulus traksi dilakukan untuk melihat respon gerakan leher dan kepala bayi saat ditegakkan. Biasanya, para dokter memegang pergelangan tangan si kecil dan perlahan menegakkanya hingga bayi berada dalam posisi duduk untuk mengetahui kondisi kepala dan lehernya. Kita bisa melakukan threatment tersebut di rumah dengan arahan ahli.

15. Refleks Galant

Salah satu cara memeriksa tumbuh kembang syaraf tulang belakang bayi adalah dengan melakukan refleks galant. Coba posisikan bayi dalam kondisi tengkurap. Setelah itu, elus-elus punggung bagian sampingnya. Jika saraf tersebut tumbuh dengan baik, tubuhnya melengkung ke atas dan bagian pelvisnya bergerak menuju arah stimulus.

16. Kulit Kepala Bayi

Bicara tentang bayi tidak lepas dari adanya kerakan di bagian kepalanya. Penyebabnya adalah, debu, polusi udara maupun keringat. Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan menggunakan baby oil.

Oleskan baby oil di kepala bayi lalu diamkan selama 15 menit, Setelah itu, bersihkan bagian kulit kepala dengan cutton buds secara lembut. Cuci hingga bersih.

Di bagian kepala bayi, terdapat saluran peredaran darah yang terhubung dengan otak. Untuk itu, lakukan threatment ini dengan hati-hati. Jaga agar kulit kepalanya senantiasa kering. Kulit kepala berkeringat memperparah kerak bayi.

17. Pantat Bayi

Pantat bayi adalah bagian tubuh yang cukup sensitif utamanya jika tersentuh bahan kimia yang terkandung dalam diaper, atau di kotoran yang dikeluarkan. Jika tidak benar-benar bersih, muncul gatal-gatal di area pantat.

Cara efektif menjaga pantat bayi agar tetap kering adalah, gunakan diaper cream terlebih dahulu, tunggu sampai kering, setelah itu pakaikan diaper yang sesuai. Jika sudah terlanjur iritasi, cara alami untuk mengatasinya adalah, membiarkan pantat bayi terkena sinar matahari secara langsung di pagi hari. Lakukan berturut-turut selama 3 hari. Jika tidak kunjung membaik, segera bawa si kecil ke dokter spesialis kulit.

Selalu ada yang menarik tentang bayi, apalagi bagi para orang tua muda yang perlu memperbanyak referensi tentang bayi. Beberapa fakta diatas bisa Anda jadikan referensi menjelang kelahiran. Agar nantinya, sebagai orang tua, kita paham apa yang harus dilakukan saat bayi menunjukkan tingkah yang tidak biasa. Perbanyak referensi sejak dini agar kita mampu memberikan yang terbaik bagi si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *