Kiat Sukses Taklukkan Interview di Perusahaan Bonafit

Posted on

Perusahaan

Kiat Sukses Taklukkan Interview di Perusahaan Bonafit

Lulus kuliah kesibukan kita pun berganti, dari yang semula bergulat dengan kertas dan skripsi, sekarang sibuk apply pekerjaan kesana kemari. Kita mulai rajin mengecek lowongan pekerjaan baik di media online maupun offline. Dalam proses pencarian pekerjaan, kita ingin mendapatkan pekerjaan yang sempurna pendapatannya dan kerjanya pun sesuai dengan background pendidikan yang kita miliki.

Ada yang memilih bekerja di bidang formal, dan ada yang lebih nyaman mengeksplor kemampuan diri dalam bidang non formal. Salah satu impian banyak pencari kerja adalah bekerja di perusahaan bonafit dengan gaji selangit. Pendapatan yang diperoleh besar dan mengcover kebutuhan bulanan.

Apply di tempat kerja ternama tentunya harus mempersiapkannya matang-matang. Diantaranya adalah:

  • Membaca lowongan pekerjaan apakah job vacancy tersebut sesuai dengan ijasah yang dimiliki. Jika tidak, bisa cari yang lain daripada buang-buang kertas. Cari lowongan yang memang sesuai dengan background pendidikan kalian.
  • Next, saat mengirim lamaran, usahakan tidak melampaui batas yang telah ditentukan. Kirim lamaran sebelum deadline untuk memastikan pihak perusahaan menerima lamaran kalian untuk diseleksi.
  • Siapkan berkas dengan baik. Lengkapi apa saja berkas yang harus kalian penuhi. Mulai dari ijasah, transkrip nilai, curriculum vitae, surat lamaran, dan sertifikat pendukung. Lengkapi berkas tersebut, bendel jadi satu dan masukkan ke dalam amplop dengan alamat tujuan yang jelas. Baca apakah cara pengiriman berkasnya offline saja atau ada cara online-nya. Jika berkas bisa di kirim via email, justru lebih memudahkan.
  • Pastikan berkas kalian memenuhi kualifikasi yang disyaratkan pihak penyedia jasa agar berkas tidak kembali percuma. Perhatikan apakah bidang yang di apply sesuai dengan jurusan, apakah nilai akreditasi kampus terpenuhi, dan apakah IPK memenuhi syarat.

Tahap pertama pengiriman berkas selesai. Sekarang saatnya kalian untuk bersiap-siap ke tahap selanjutnya, yaitu tahap interview.  Setelah berkas yang kita terima lolos, sekarang saatnya kita mempromosikan karakter positif diri kepada perusahaan melalui interview yang sudah ditentukan waktunya.

Dari sekian banyak pelamar kerja, sekarang saatnya untuk meyakinkan pihak perusahaan bahwa kalianlah yang layak mendapatkan kesempatan emas dengan menjadi bagian dari pihak perusahaan. Dengan adanya kalian selaku staf, pihak perusahaan semakin berkembang dan semakin pesat profit serta jangkauan link-nya.

Yakinkan pihak perusahaan dengan wawancara yang mengesankan. Begini caranya!

1. Pelajari Dahulu Mengenai Profil Perusahaan

Saat interview, rasa percaya diri muncul ketika kita membawa bekal wawasan yang cukup banyak. Salah satunya adalah bekal mengenai wawasan tentang perusahaan yang bersangkutan. Pihak pembuka lowongan biasanya mengawali pertanyaan dengan:

Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini? coba gambarkan!

Pertanyaan itu secara tidak langsung mengarah pada beberapa poin yang menambah nilai kita selama interview. Diantaranya adalah:

  • Dipandang sebagai pribadi yang penuh persiapan dan kaya wawasan. Kita tidak asal berangkat mengikuti interview, namun kita berangkat dengan penuh kesiapan. Persiapan yang bagus merupakan karakter positif yang baik jika dikembangkan di perusahaan itu.
  • Kita tidak asal melamar pekerjaan. Disitu, kita tidak tampak seperti orang yang bingung dan salah kamar. Lamaran yang kita tujukan memang untuk perusahaan yang sudah kita ketahui background-nya.
  • Ini adalah perwujudan bahwa kita berusaha mengakrabi profil perusahaan sebaik-baiknya. Kita berusaha berkenalan dengan perusahaan tersebut dan menjadi lebih dekat dengannya. Dengan gambaran yang kita miliki ini, jika diterima, kita tau apa pekerjaan yang kita lakukan untuk memaksimalkan kemajuan perusahaan.

2. Sampaikan Nilai Positif Diri dan Alasan Kenapa Anda Layak Menjadi Bagian dari Perusahaan Itu

Melamar pekerjaan secara tidak langsung sama dengan cara kita marketing diri sendiri. Barang yang bagus layak dimiliki dan yang kurang bagus sebaiknya diabaikan dan memilih yang lebih bagus.

Pihak perusahaan yang akan hire kita, tentu mempertimbangkan kualitas diri kita. Apakah kita layak menjadi bagian dari perusahaan tersebut ataukah tidak. Tunjukkan kesiapan untuk menjadi staf perusahaan dengan menyampaikan apa nilai positif yang ada pada diri sendiri.

Sebutkan Anda memiliki ketertarikan pada bidang yang Anda apply, memiliki pengalaman di bidang tersebut, background pendidikan yang mendukung dan juga prestasi yang serumpun dengan bidang yang di inginkan perusahaan.

Perlu di ingat, mempromosikan diri tidak sama dengan sombong dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Promosikan diri sendiri dengan cara yang wajar dan profesional. Yakinkan bahwa apa yang dicari oleh pihak perusahaan ada pada diri Anda.

Untuk mempermudahnya, buatlah list apa saja kelebihan yang Anda miliki dan sekaligus Anda sadari. Hubungkan kelebihan tersebut dengan kebutuhan yang dimiliki perusahaan saat ini. Ungkapkan kelebihan Anda itu dalam statement yang menjawab kebutuhan perusahaan sehingga dibuka open recruitment karyawan baru.

3. Siapkan Jawaban untuk Jawaban yang Umum Ditanyakan

Singkatnya, jawaban yang berbelit-belit, banyak humming adalah pertanda bahwa kita tidak siap dengan pertanyaan yang diajukan. Dari segi performa, sudah pasti ini akan mempengaruhi poin di depan pewawancara.

Baca referensi mengenai apa pertanyaan yang biasa diajukan saat interview, siapkan jawabannya dan jawab pertanyaannya dengan percaya diri dan singkat. Sangat mungkin, pihak interviewer mengganggap kita berbohong atau bahkan tidak kompeten jika tidak memberikan respon jawaban yang mengalir dan masuk akal.

4. Siapkan Beberapa Pertanyaan untuk Pewawancara

Untuk menunjukkan bahwa kita proaktif dalam wawancara itu, dan ingin tau lebih lanjut tentang perusahaan yang kita apply, tidak ada salahnya jika kita menyiapkan satu atau dua pertanyaan yang menunjukkan bahwa Anda antusias terhadap pekerjaan itu. Siapkan pertanyaan yang relevan dan tidak terlalu personal untuk menunjukkan kita siap berpartisipasi mengembangkan perusahaan tersebut.

5. Perbanyak Praktik

Kiat Sukses Taklukkan Interview di Perusahaan Bonafit2

Praktik membuat kita lebih berpengalaman. Salah satu pertanyaan yang sering muncul dan membuat kita grogi dan bahkan bingung saat menjawabnya adalah kenapa kita harus hire kamu? Nah, disini kita dituntut untuk memberikan artikulatif dan alasan yang jelas. Sampaikan nilai positif yang ada di dalam diri dengan jelas dan alasan kenapa kita layak menduduki posisi tersebut.

Dalam keadaan nervous, kita akan kesulitan menyusun logika dan mengartikulasikan apa yang ingin kita sampaikan. Sebelum berangkat interview, berlatihlah!. Mulai latihan tersebut dengan menulis apa yang ingin Anda sampaikan lalu praktikkan di depan kaca. Lebih sering praktik akan lebih baik hasilnya.

Jika ada yang perlu di tambah atau dikurangi, lakukan saat proses persiapan tersebut. Jangan sampai kita menyusun kata-kata saat berada di depan tim interview dengan keringat yang berkucur seolah demam panggung.

Semakin banyak kita berlatih, semakin halus alasan yang kita sampaikan dan terkesan natural. Atau, minta kerabat dan teman dekat untuk menanyai Anda pertanyaan yang sama, dan berlatihlah menjawabnya dengan natural.

6. Berada pada Sisi Argumen yang Sama dengan Pihak Pewawancara

Melamar pekerjaan pada dasarnya kita sedang butuh pekerjaan itu. Kita bisa berperan sebagai pribadi yang butuh dengan mengambil hati pihak pewawancara. Memahami bagaimana sudut pandang pihak perusahaan dan mengikuti cara pikir tersebut sangatlah penting. Jangan sampai kita berbeda argument dan bahkan melawan apa pendapat yang diutarakan oleh pihak pewawancara. Bisa-bisa pewawancara ilfil.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui sudut pandang pihak perusahaan? dengan membaca apakah argumen tersebut merugikan atau menguntungkan pihak perusahaan. Jika pro pada perkembangan perusahaan, Anda bisa mengungkapkannya, dan jika kontra dengan perkembangan perusahaan, simpan argument tersebut dalam benak saja agar interview yang Anda jalani berhasil memuaskan.

7. Lima Menit Pertama Menentukan Apakah Pihak Perusahaan akan Hire Anda

Kesan baik dan buruk ditangkap pewawancara pada lima menit pertama. Pada rentang waktu tersebut, kerahkan energi dan konsentrasi untuk menjawab pertanyaan dengan fokus dan membuat pihak pewawancara setuju untuk meng-hire kalian.

Di sisa-sisa menit selanjutnya, biasanya pihak pewawancara hanya memantapkan hati apakah benar Anda adalah kandidat yang sedang di cari. Kesan negatif di menit tersebut berpengaruh pada image kita di depan pewawancara.

8. Proaktif dan Responsible

Pewawancara yang harus melulu bertanya tentang diri kita lama-lama akan jenuh. Apalagi jika cara menjawab kita yang singkat dan terkesan tidak butuh. Proaktif selama proses wawancara sangatlah penting. Seperti tips pada poin diatas yaitu dengan membuat list pertanyaan dan bertanya sesekali hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Bertanggung jawablah pada kesempatan interview yang diberikan dengan menjadi pribadi yang proaktif, komunikatif dan menyenangkan saat wawancara. Rasa nyaman saat berkomunikasi selama proses wawancara berpengaruh pada kemantapan hati pihak pewawancara untuk akhirnya menjadikan kita sebagai kandidat terpilih.

9. Berfikir Positif

Pewawancara satu ketika akan melempar pertanyaan yang bernada memancing pikiran negatif seperti

Apa sisi yang membuat kalian tidak nyaman di pekerjaan sebelumnya.

Hindari pertanyaan yang sifatnya memancing seperti ini dengan tidak merespon.

Jawaban dari pertanyaan ini tidak lain adalah jawaban gunjingan untuk mengetahui apakah kita mudah berfikir negatif tentang orang lain dan mudah menyimpulkan hal negatif tentang orang lain tersebut.

Atau, Anda bisa menjawab dengan cara yang diplomatis, yaitu dengan berkata:

Selama ini saya belum mengalami masalah yang serius dengan rekan kerja saya. Jika ada gesekan-gesekan kecil saya rasa wajar saja karena kita bertemu setiap hari, dan itu wajar terjadi.

Pikiran positif seperti ini membawa pada kesimpulan bahwa kita adalah pribadi yang mudah bergaul dan tidak mudah terprovokasi. Fokus kita tidak lain adalah untuk bekerja, dan meng-upgrade potensi diri. Tidak fokus pada hal di luar itu, bersikap rasional dan tidak mudah baper.

10. Gunakan Gesture yang Tepat Selama Komunikasi

Kenakan baju yang sesuai, tidak terlalu ketat dan pertimbangkan kesopanan. Berpenampilan rapi dan tidak berlebihan. Jangan lupa tunjukkan cara bersalaman yang tegas, menjawab pertanyaan dengan jelas dan tidak berkelit. Berikan tatapan mata yang komunikatif dan nada bicara yang pas. Kesan pertama dari penampilan dan juga gesture yang Anda tunjukkan meyakinkan pihak interviewer.

Lolos interview dan diterima bergabung dalam perusahaan bonafit tertentu adalah kesempatan emas yang harus dijaga tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. Interview harus kita persiapkan dengan sebaiknya-baiknya agar kita terpilih menjadi kandidat yang mengisi posisi yang diperlukan perusahaan. Maksimalkan kesempatan emas tersebut dengan kiat sukses taklukkan interview di perusahaan bonafit seperti tersebut di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.