Solusi Cerdas Hadapi Anak Tantrum? Simak Selengkapnya Disini!

Posted on

Solusi

Solusi Cerdas Hadapi Anak Tantrum Simak Selengkapnya Disini!

Solusi—Moms sedang dipusingkan dengan sikap tantrum dan bandelnya si kecil? Dads malu dengan kebiasaan si kecil yang tantrum dan merasa putus asa? Wajar!. Idealnya, setiap parent ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi penurut, taat orang tua, taat aturan, dan bersikap lemah lembut. Wow, begitu indah dunia jika kita memiliki anak dengan karakter yang demikian sebab tipikal anak seperti itu tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Namun, saat kita benar-benar memilikinya, ada satu hal yang kita lupakan, yaitu seni bersabar dalam menghadapi sikap si kecil yang up and down. Kelak, betapa pusingya kita menghadapi anak bandel dan tantrum semasa kecilnya akan menjadi cerita menarik dan bahan obrolan dengan si kecil saat mereka dewasa.

Baiklah, lepas dari penerimaan atas karakter anak yang harus kita lakukan. Mari kita ngobrol sejenak tentang solusi praktis hadapi anak tantrum. Parents mungkin merasa sedih, malu, down, takut, dan putus asa memiliki anak yang sulit dikendalikan. Kita tidak bisa memahami apa yang mereka inginkan, mengapa mereka kerap berteriak, menangis tanpa alasan, dan sulit diajak komunikasi.

Setelah menerima fakta tersebut, dan menjadikannya sebagai bagian dari alur kehidupan yang hampir semua parents alami dengan baby-nya di masa-masa tertentu, yuk coba terapkan solusi praktis yang membantu parents mengontrol si kecil agar memiliki etika yang lebih sesuai.

1. Buat Batasan

Menghadapi anak tantrum rasanya serba salah. Namun parents harus berusaha semaksimal mungkin sejak dini agar kebiasaan ini tidak terus berlanjut dan semakin membingungkan saat sudah dewasa. Seperti posisi telur di ujung tanduk. Anda harus berhati-hati karena kita berada di posisi antara perasaan si kecil yang sensitif dan apa yang harus dilakukan berdasar logika dan aturan.

Penting bagi Anda untuk membuat batasan. Si kecil meminta apapun sesuai dengan keinginannya tanpa mempertimbangkan apakah itu baik atau buruk, apakah itu berbahaya atau tidak. Belum benar-benar terjalin hubungan yang sinkron antara keinginan dan rasio logisnya. Untuk itu, tanggung jawab kita sebagai parents adalah membuat batasan atas keinginannya itu dan menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk pengaruhnya bagi anak.

Kita tidak bisa bermain di zona aman dalam hal ini. Anak minta apa, kita turuti, dan masalah selesai. Tidak begitu. Tipikal anak tantrum justru tidak merasa dicintai, tidak merasa dipedulikan, dan merasa Anda tidak perhatian padanya jika itulah yang Anda lakukan sebagai orang tua.

Solusi-nya adalah tarik ulur tali. Memahamkan anak atas apa yang baik dan tidak untuk dirinya adalah tugas tersendiri agar anak perlahan lepas dari karakter ini. Membiarkan anak memutuskan sesuatu yang begitu besar dalam hidupnya adalah tanggung jawab yang berat baginya. Akibatnya, anak-anak akan menjadi semakin tantrum.

2. Berikan Kebebasan

Sebagai penyeimbang dari pemberian limit atau batasan yang Anda berikan, berikan pula kebebasan dalam konteks yang wajar. Ya, Anda bisa memberikan kebebasan pada anak untuk memutuskan hal-hal kecil bagi dirinya sendiri yang tidak mengakibatkan dampak negatif bagi diri dan lingkungannya.

Seringkali memberikan batasan dengan terus-menerus melarang anak-anak untuk begini dan begitu dan itu Anda lakukan secara konstan, anak akan merasa diri mereka seperti sedang dalam penjara. Hasilnya mereka akan semakin tantrum dan Anda semakin sulit mengendalikannya.

3. Konsisten

Nah, ini adalah bagian dari solusi hadapi anak tantrum yang cukup memusingkan. Ada banyak faktor yang membuat kita hari ini tampak bahagia, bicara dengan lemah lembut, dan ramah. Di saat yang lain, saat si kecil bertanya dan ingin mengajak bercanda, kita justru merespond dengan sikap yang dingin dan tidak friendly.

Hari ini kita melarang mereka untuk makan permen karena alasan kesehatan. Dan di hari yang lain kita memberikannya banyak permen agar mereka diam karena kita sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Oke lah, emosi memang sewajarnya naik turun. Dan orang lain harus memiliki kapasitas untuk memaklumi itu.

Sayangnya, si kecil yang tantrum itu tidak bisa menemukan alasan kenapa Anda bertingkah sangat membingungkan. Orang tua adalah contoh bagi anaknya. Jika mereka melihat Anda bertingkah laku tidak konsisten seperti itu, mereka akan kesulitan mendapatkan role model sehingga tingkah laku mereka tidak stabil dan semakin tidak jelas. Pada kondisi seperti ini, anak-anak semakin tantrum.

Sebagai orang tua, kondisi kita pada saat seperti ini memang cukup sulit. Pada saat emosi sedang naik turun karena tuntutan pekerjaan, atau karena konflik yang dialami bersama pasangan, kita dituntut untuk stay calm dan terkontrol. Solusi-nya, cobalah mengambil jarak sejenak sebelum Anda mendekati si kecil pada saat emosi sedang tidak terkendali. Ambil nafas dalam-dalam dan sadari bahwa anak adalah pengamat yang cermat dan meng-imitasi apapun yang kita lakukan.

4. Fokus Pada Jadwal Rutin

Hal lain yang harus diperhatikan oleh parents yang memiliki anak tantrum adalah mempertimbangkan jadwalnya. Anak-anak Anda mungkin stay di rumah selama selama 2 atau 3 hari lamanya di ruang tamu sambil menonton TV dan memilih off sekolah.

Sebagai orang tua, kita tidak seyogyanya bermain di zona aman yaitu dengan membiarkan anak melakukan apa yang mereka inginkan agar bebas dari amarahnya. Tindakan tanpa schedule seperti ini membuat si kecil tampak tidak berpijak pada aktivitas sehari-harinya dan merasa tidak memiliki aturan.

Saat schedule untuk makan tidak dipatuhi, atau si kecil dengan rentang waktu yang terlalu lama. Justru ini berpotensi menyebabkan anak semakin tantrum.

5. Batasi Waktu Nonton TV dan Nge-game-nya

Sewaktu kita mengijinkan anak untuk nge-game dan nonton cartoon favoritnya, mereka sangat menikmati proses tersebut hingga berjam-jam lamanya dalam sekali duduk. Ya, itulah anak-anak. Pada saat itu, Anda bisa menghabiskan waktu sepuasnya dengan kesibukan Anda. Namun ini bukan solusi yang tepat hadapi anak tantrum.

Ada hal yang harus kita perhatikan pada obyek yang dilihat si kecil, yaitu cartoon dan games. Ada scene cartoon dan game yang membuat anak-anak terpicu adrenalinnya dan akhirnya semakin tantrum. Sebisa mungkin batasi waktu nonton dan nge-game-nya agar anak lebih terkendali.

6. Jangan Hanyut dalam Teriakannya

solusi cerdas hadapi anak tantrum simak selengkapnya disini2

Anak-anak tantrum identik dengan emosinya yang tidak terkontrol, salah satunya ditunjukkan melalui teriakan yang melebihi batas wajar diiringi dengan rengekan. Pada saat itu, usahakan agar Anda tidak terlibat dalam aksi si kecil itu entah karena kasihan, karena ingin marah, atau karena Anda malu akan apa yang dilakukan si kecil di depan teman-teman Anda.

Di mata si kecil, solusi ini adalah kelemahan yang membuat mereka berfikir bahwa teriakan mereka adalah lebih kuat dibandingkan dengan keinginan Anda. Mereka akan semakin merasa superior.

7. Jangan Berteriak pada Mereka

Parents marah karena tingkah laku si kecil yang tantrum? Pada dasarnya mereka melakukan itu karena ingin meluapkan amarah pada parents-nya. Salah satu cara cepat mengendalikan mereka adalah dengan memberikan pelajaran yang disampaikan dengan cara yang sama, yaitu dengan berteriak-teriak.

Namun itu bukan cara ampuh atasi anak tantrum karena pada dasarnya Anda hanya sedang menyampaikan sesuatu yang baik dengan media yang kasar. Jangan heran jika mereka akan berteriak kembali pada Anda. So, sampaikan dengan cara yang lebih enak di dengar dan pada saat emosi anak sedang reda.

8. Berikan Perhatian pada Si Kecil

Parents mungkin memberikan kenyamanan, keamanan, dan perlindungan kepada anak dengan sangat baik. Disisi lain, Anda mungkin sangat sibuk dengan pekerjaan dan sengaja memberikan fasilitas itu untuk mereka. Oke, kita akan sangat terbantu dengan cara ini. Sayangnya, bukan itu yang anak tantrum inginkan.

Mereka ingin agar Anda keluar dari kesibukan Anda dan fokus mengurus mereka. Ya, mereka ingin diperhatikan. Saat kita lalai memberikan perhatian, kita akan dikagetkan dengan kondisi mereka yang semakin tantrum.

9. Ungkapkan Harapan Anda dan Utarakan Konsekuensi dari Pilihannya

Apakah anak tantrum tidak bisa diajak bicara? Bisa, tentunya dengan cara yang tepat. Jika kita mengajak bicara dengan berteriak, mereka akan tersinggung dan berteriak balik. Cobalah cara komunikasi yang mengena namun dengan teknik penyampaian yang bagus.

Saat sudah kondusif, cobalah untuk mengutarakan apa ekspektasi Anda sebagai orang tua dan sampaikan apa konsekuensi dari pilihan yang diambil si kecil. Adapun cara  mengungkapkannya adalah seperti;

  • Berarti adek kehilangan waktu bermain di taman nih kalau adek suka ngusilin temennya.
  • Kalau adek ambil mainannya temen, berarti Bunda nggak ngijinin adek main dulu. Ayo dikembalikan dulu.
  • Hmm, memuku teman itu nggak baik. Karena adek melakukannya, jadi sementara adek harus tinggal di rumah dulu sama Bunda, nggak boleh main sama temennya dulu.

10. Biarkan Anak Belajar dari Kesalahan yang Dilakukan

Banyak ekspektasi yang diberikan pada anak-anak, harapan tersebut berasal dari rumah, masyarakat, masjid dan tempat beribadah, serta sekolah. Ya, anak-anak harus beretika sesuai dengan konteksnya.

Terkadang, anak-anak harus memahami dan berusaha dengan susah payah menyadari jika banyak rule dari berbagai pihak yang harus dipenuhi dengan tingkah laku yang baik dari si kecil. Baik bagi Anda untuk sesekali membiarkan si kecil gagal dan belajar dari kesalahan yang mereka perbuat.

Parents tidak perlu memposisikan diri sebagai hakim yang mengurai kesalahan si kecil di depannya. Tindakan ini mengintimidasi si kecil dan menganggap Anda tidak memahami dirinya. Biarkan anak-anak menyadari kesalahan dan konsekuensi dari kesalahan tersebut.

Semisal, ada kalanya si kecil dan temannya mengalami konflik, seperti saat mereka tidak respect terhadap temannya, lalu mereka tidak di undang menghadiri party temannya. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu intervensi.

Biarkan mereka menyadari bahwa tindakan mereka yang tidak respect pada temannya mendapatkan konsekuensi sesuai apa yang mereka lakukan. Dengan begitu, anak-anak akan merenungkan apa tindakan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Mereka akan ingat itu dan tidak mengulanginya di lain waktu.

Tingkah laku anak adalah tanggung jawab orang tua. Anak tantrum, anak nakal, anak bandel adalah fakta yang harus kita terima dan harus kita carikan solusi-nya agar mereka memiliki sikap sesuai dengan harapan yang ada di masyarakat. Tidak mudah memang untuk  melakukannya. Namun harapan kita sebagai orang tua untuk memiliki anak yang paham norma tentunya lebih besar porsinya dibandingkan usaha susah payah yang kita lakukan.

One thought on “Solusi Cerdas Hadapi Anak Tantrum? Simak Selengkapnya Disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.