Mau Rumah Tangga Keluarga Aman dari “Pelakor”? Coba 10 Tips Ampuh Ini!

Posted on

Rumah Tangga Keluarga

Mau Rumah Tangga Keluarga Aman dari Pelakor Coba 10 Tips Ampuh Ini!

Rumah tangga keluarga dalam membinanya memang gampang-gampang susah. Membina rumah tangga tidak selamanya mulus, apalagi jika rumah tangga yang dibina sudah berumur. Ada banyak penyebab konflik keluarga, baik itu karena faktor dari dalam, maupun dari luar keluarga. Penyulut konflik diantaranya adalah karena faktor ekonomi, faktor keturunan, faktor karakter pribadi masing-masing, dan yang paling “makan ati” adalah munculnya pelakor alias perebut lelaki orang.

Istilah pelakor muncul sebagai sebutan “kekinian” karena banyaknya orang ketiga yang mulai blak-blakan dengan status genitnya itu. Saat rumah tangga keluarga “kedatangan” orang ketiga, aura dalam rumah tangga itu akan berbeda. Suami yang semula fokus pada istri dan anak, sekarang mulai ada gerak-gerik yang aneh, seperti mulai telat pulang, meningkatkan proteksi peralatan komunikasi, temperamental,  cuek, keuangan tidak terkontrol, dan seringkali melamun.

Saat Anda sebagai istri mendapati keganjilan tersebut adalah benar karena ulah pihak ketiga, sontak dunia terasa begitu kejam, hati panas terbakar, air mata menggenang bak lautan, dan anak-anakpun terlupakan karena derita batin yang merajalela. Yup, rumah tangga keluarga yang di bina selama bertahun-tahun memunculkan bayangan masa depan yang tidak utuh karena pengkhianatan yang menyakitkan.

Saya sebagai istri tidak ingin mengalami hal ini, dan Anda pun saya yakin berfikiran sama dengan saya. Yang sudah berada pada kondisi ini, atur strategi yang tepat agar rumah tangga keluarga selamat (jika masih memungkinkan), dan bagi Anda yang amit-amit jangan sampai mengalami momen “makan ati” ini, yuk segera kita keluarkan jurus anti serangan pelakor agar rumah tangga keluarga yang kita bina aman sampai akhir hayat. Apa saja tipsnya? Simak ya!

1.   “Terserah Kamu!”

What? jurusnya “Terserah kamu!”? Yup betul sekali. Terserah kamu adalah jurus jitu pertama menjadikan keluarga aman dari serangan pelakor. Seperti ini gambarannya, kita sebagai perempuan memiliki jalan pikiran yang tidak selamanya sama dengan lelaki. Saat di rumah terdapat dua kepala yang mengatur kegiatan keluarga secara keseluruhan, bisa kita bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk berdebat. Apalagi jika masing-masing pasangan sama-sama keras.

Sebagai istri, kita bisa mengambil posisi “dibawah” dengan mengikuti apa instruksi suami selama itu benar. Pasangan yang tinggi intensitas berdebatnya, rawan stres dan tidak tenang, akhirnya rumah menjadi tidak nyaman huni. Ini tidak lain karena ada dua keinginan dalam satu keluarga. Solusinya? cobalah untuk menekan keinginan untuk memenangkan keinginan sendiri, katakan “terserah kamu saja, demi kebaikan keluarga”, Done!. Tidak ada lagi perdebatan yang sengit, lama, dan menguras tenaga. Jangan salahkan lelaki jika lama-lama dia mencari sandaran lain yang menenangkan dan membuat nyaman.

2.   Hedon? Jangan!

Jadi ingat ungkapan yang menggambarkan peran wanita di dunia, seperti “surga di telapak kaki ibu”, “ dibalik pria yang tangguh ada wanita yang keren”, dan salah satu lirik lagu dangdut “istri solehah, perhiasan dunia”. Sebegitu signifikan peran wanita di dunia jika diterapkan dengan benar. Sebaliknya,  wanita bisa menjadi racun yang mematikan saat keinginannya tidak terkendali, dengan menerapkan gaya hidup hedon, high class, padahal gaji suami pas-pasan, karena termakan gengsi.

Dalam berumah tangga, peran wanita yang tidak kalah penting adalah sebagai bendahara. Rumah tangga tidak hanya seputar keinginan kita pribadi sebagai seorang istri, seperti baju, make up, perawatan kecantikan, perhiasan, shopping dan jalan-jalan saja. Ada banyak kebutuhan saat ini dan di masa mendatang yang harus disiapkan matang-matang. Di tangan wanita yang ulet, hemat, dan sederhana, keuangan seberapapun itu terasa cukup dan tidak membebani pasangan. Pernahkah Anda bayangkan bagaimana rasanya menjadi suami dengan banyaknya tuntutan keuangan dan complain bertubi-tubi saat keinginan istri tidak terpenuhi?. Lambat laun, suami mulai mencari tempat curhat yang nyaman, dengan karakter wanita yang mendekati kriterianya. Waspadalah!

3.   Mulutmu Harimaumu, Kendalikan!

Wanita punya kapasitas bicara lebih banyak dibandingkan dengan lelaki, entah anggapan ini hanya postulat semata atau kebenaran umum, namun mayoritas begitulah wanita. Lelaki bicara satu ungkapan saja, wanita membalas dengan 10, 100, bahkan seribu ungkapan tanpa jeda. Apalagi jika perasaannya tersakiti atau permintaannya tidak terpenuhi, bisa jadi akan betah ngomel-ngomel sampai pagi.

Lelaki yang cenderung logis jalan pikirnya mungkin akan tersulut amarahnya saat menghadapi kebiasaan wanita yang seperti ini, apalagi saat lelaki capek pulang kerja, dan harus mendengarkan pembicaraan panjang lebar dengan nada-nada yang menyalahkan, sudah pasti pikirannya tambah beban. Kondisi seperti ini dalam rumah tangga keluarga berpotensi membuka celah bagi orang ketiga untuk masuk diantara hubungan Anda dan pasangan.

4.   Pribadi Feksibel

Perlu kesadaran yang tinggi untuk bisa menjadi pribadi yang fleksibel. Seseorang menjadi pribadi fleksibel karena faktor genetik orang tua yang menurun kepada anaknya atau karena yang bersangkutan mau belajar, memiliki wawasan tentang ini dan mau menerapkannya. Tidak mudah menjadi pribadi fleksibel.

Sesekali kita bisa menasehati pasangan seperti yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya, sesekali kita bisa merajuk untuk memunculkan sifat kelelakiannya, sesekali kita menjadi tegas untuk mengatakan kebenaran saat pasangan khilaf, dan sesekali kita menjadi teman curhat paling nyaman tidak hanya dengan emosi tapi juga berempati pada setiap kesedihan dan kesusahannya.

Saat kita hanya menjadi pribadi yang menasehati saja, pasangan akan bosan! Atau, saat kita menjadi pribadi yang merajuk saja, pasangan akan enggan apalagi saat mereka dirundung hutang.Mari menjadi istri yang fleksibel, pandai melihat situasi dan kondisi agar kita selalu menjadi tempat kembali yang dirindukan oleh pasangan masing-masing.

5.   Jaga Penampilan

Seringkali para istri yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dengan begitu banyak kegiatan domestic yang harus di handle, lupa untuk mengurus dirinya sendiri. Rambut cukup di kuncir tanpa di sisir, tubuh mengembang bak balon setelah melahirkan, enggan memakai wangi-wangian, jarang ganti baju dan hanya mengenakan daster itu-itu saja. Menarik kah untuk dilihat? Tentu tidak!. Memang sih, semua ini kembali pada pribadi suaminya juga. Namun apa salahnya jika kita sebagai wanita senantiasa menjaga penampilan agar menarik untuk dipandang. Penampilan yang menarik tidak hanya membuat kita pribadi merasa percaya diri, tetapi juga menjadi alasan pasangan tidak akan menoleh pada yang lain.

Cara menjaga penampilan bisa Anda lakukan dengan hal-hal yang mudah, seperti berolahraga agar berat badan tetap ideal, konsumsi makanan yang alami, bersolek saat suami berada di rumah (mengenakan gincu, alis, bedak dan wawangian), serta memilih pakaian yang bagus, rapi, dan menarik. Cara simpel ini akan membuat tampilan Anda tetap menawan meski tidak secantik masa perawan.

6.   Intensitas dan Kualitas Hubungan Intim

Mau Rumah Tangga Keluarga Aman dari Pelakor Coba 10 Tips Ampuh Ini!2

 

Baiklah, agaknya ini adalah hal penting yang tidak lagi tabu untuk diomongkan. Dalam tubuh manusia, terdapat apa yang disebut dengan libido atau hasrat seksual. Ini alamiah sifatnya dan harus disalurkan pada saat libido sedang naik. Dalam bahasa agama, libido disebut dengan syahwat dimana menikah salah satu tujuannya adalah untuk menjaga syahwat dan tidak mempergunakannya secara sembarangan. Tujuan adanya syahwat ini tidak hanya untuk bersenang-senang saja, tetapi yang paling mendasar adalah untuk tujuan yang mulia, yaitu reproduksi dan regenerasi.

Dalam rumah tangga keluarga, ada rutinitas yang selalu dijalankan agar rumah tangga tersebut disebut normal. Rutinitas itu adalah hubungan intim yang kontinyu (tidak berarti terus-menerus namun periodik) dengan kualitas yang terjaga. Penting bagi kita selaku wanita untuk tau bermacam gaya selama berhubungan. Tujuannya adalah agar hubungan intim tidak monoton dan memuaskan. Dan, saat pasangan Anda meminta, apresiasilah dengan baik karena penolakan yang kita lakukan sangat mungkin berujung hal-hal yang tidak dinginkan, termasuk datangnya pelakor di tengah-tengah rumah tangga keluarga yang kita bina.

7.    Supel

Wanita yang pandai bergaul akan dicintai mertua, keluarga, dan masyarakat. Pandai bergaul disini tentunya dengan etika yang baik, mau menolong dan bekerjasama, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Lain halnya saat kita sebagai istri lebih suka mengurung diri, jarang ke rumah mertua, dan malas ikut kegiatan masyarakat. Tipikal istri yang seperti ini biasanya menjadi bahan perbincangan keluarga dan juga masyarakat. Ingin dicintai suami? Yuk, membuka diri, menjadi pribadi yang supel, tidak gampang baper, dan bersikap ramah di lingkungan keluarga dan masyarakat.

8.   Pikiran Positif

Rumah tangga keluarga yang dijalani dengan pikiran positif sebagai cara berfikir masing-masing anggota keluarga akan dipenuhi dengan kedamaian di dalamnya. Pikiran positif pada dasarnya adalah upaya untuk menjaga diri dari potensi membenci orang lain dan meminimalisir rasa khawatir berlebihan. Pikiran positif ini jika diterapkan dengan baik akan berdampak pada suasana keluarga yang harmonis. Saat pasangan berfikiran negatif tentang teman sekantornya, atau tentang keluarganya sendiri, Anda sebagai istri bisa membuat pasangan calm down dengan mengambil sisi positifnya. Berbahaya sekali jika suami berfikiran negaif, amarahnya meledak-ledak, dan Anda sebagai istri justru membumbuinya dengan kata-kata yang senada. Apa jadinya rumah tangga keluarga yang dibina? Panas bak di neraka.

9.   Setia dan Saling Percaya

Yup, sedikit platonis memang konsep ini ketika diucapkan, namun membangun rumah tangga keluarga memang seharusnya disertai dengan perasaan saling setia dan saling percaya. Penting bagi kita untuk tidak mudah parno pada pasangan sendiri. Junjung tinggi kesetiaan dan kepercayaan. Jangan mudah termakan omongan orang tanpa bukti, apalagi menuduh pasangan melakukan hal-hal yang tidak dilakukan hanya karena kabar burung yang beterbangan. Biasanya, pasangan akan melemah rasa cintanya dan merasa putus asa jika kita sebagai istri termakan omongan orang lain dan tidak percaya pada mereka. Akhirnya, mereka akan berkomentar “Apa guna membangun rumah tangga keluarga, jika istri yang dicintai tidak lagi percaya!”.

10. Buat Pasangan Nyaman

Rasa nyaman terletak dalam hati. Sulit memang untuk mendefinisikannya dengan bahasa verbal. Yang jelas, rasa nyaman adalah kondisi yang diidamkan setiap pasangan. Rasa nyaman ini umumnya di bangun dari sikap atau kebiasaan positif dari masing-masing pasangan. Tidak ada celaan, saling pengertian, saling mencinta, saling toleransi, tidak menuntut, bahagi dalam kondisi apapun, dst. Lain lagi jika kita sebagai istri gemar memicu konflik, sedikit-sedikit paranoid, suami pulang telat marah-marah, suami gaji pas-pasan marah-marah. Nyamankah rumah tangga keluarga yang demikian? Tentu tidak! Semoga coretan ini bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.