Pilih Lembaga Pendidikan Anak? Pertimbangkan 12 Hal Berikut!

Posted on

Pendidikan anak

Pendidikan anak Memilih lembaga pendidikan anak sama halnya menentukan berkualitas atau tidaknya lingkungan tempat anak belajar. Sebagai parent, kita tidak sebaiknya terlalu apatis saat memilih instansi pendidikan yang murah atau gratis. Sebaliknya kita pun tidak sewajarnya memilihkan lembaga pendidikan anak yang high class namun tidak di dukung dengan kompetensi anak yang memadai. Segalanya perlu negosiasi, segalanya perlu dibaca dengan cermat khususnya kaitannya dengan pilihan instansi pendidikan untuk anak. Memilih instansi pendidikan sama halnya dengan Anda memutuskan masa depan anak, dimanakah anak akan memilih pendidikan terbaiknya, dan dimana mereka akan berkarir kemudian. Pilih lembaga pendidikan yang tepat dengan pertimbangan berikut ini. 1. Memilih Sekolah Pre-School, Ini Pertimbangannya Anak-anak pre-school dengan usia antara 3-4 tahun memiliki kedekatan yang intens dengan orang tua, saudara dan keluarganya. Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Memasuki pre-school, berarti ini adalah kali pertama anak memasuki dunia baru di luar rumahnya. Yang perlu kita pertimbangkan disini adalah bagaimana kapasitas teacher hadir sebagai seorang pendidik yang kompeten. Beberapa karakter yang harus ada pada pre-school teacher adalah memiliki tendon kasih sayang yang melimpah, sabar, dan telaten serta selalu mengabarkan bagaimana progres setiap anak secara berkala kepada orang tua. Pre-school teacher profesional punya banyak strategi untuk menghadapi tipikal anak yang berbeda. Mereka paham apa kelebihan dan kekurangan masing-masing anak yang akan dikomunikasikan kepada wali murid. Teacher yang Anda harapkan di pre-school adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menangkap apa kekuatan yang dimiliki anak, mengetahui bagaimana latar belakang anak dengan detail, paham apa bakatnya dan bagaimana kondisi emosional anak. Tidak kalah penting adalah memberikan laporan kepada wali murid terkait pencapaian prestasi anak. Tipikal guru yang Anda perlukan untuk si kecil yang ada di pre-school adalah mereka yang senang pada progres pendidikan anak, dan selalu melakukan inovasi dengan melakukan metode-metode baru selama proses pengajaran. Anda mungkin cukup sering menemukan tipikal guru yang otoriter yang berlaku agak keras kepada anak. Hindari lembaga pendidikan dengan tipikal guru yang demikian apalagi untuk level pre-school student. Singkatnya, kriteria guru pre-school yang Anda butuhkan adalah yang memiliki kedekatan dengan murid. 2. Kelas yang Kondusif dengan Memperbanyak Kosakata di Tahun Pertama Pengajaran Kembali lagi ke level pre-school, pada level ini adalah saatnya anak-anak memperbanyak kosakata dan memperlancar komunikasinya. Kelas kondusif untuk anak pre-school adalah kelas yang mengkondisikan mereka untuk belajar kosakata sebanyak-banyaknya. Kelas tersebut dilengkapi dengan koleksi buku yang mudah dijangkau, teacher yang memberikan instruksi verbal yang jelas dan story telling dengan cara yang menarik. Teacher memberikan pengarahan yang cukup tentang bagaimana membaca masing-masing suku kata dengan cermat dan jelas, atau yang biasa disebut dengan syllabication. 3. Perkenalkan Matematika sejak Dini Ada yang beranggapan bahwa, fokus anak saat usianya masih kecil adalah membaca, membaca dan membaca. Seolah-olah matematika menjadi hal yang tabu, tidak tersentuh, dan wajib diberikan kepada anak pada level yang lebih tinggi, dan bukan saat ini. Pen-jarak-an yang dilakukan sebagai bentuk dari adanya keyakinan bahwa matematika sangat sulit, dan merupakan konsep abstrak harus kita hindari agaknya sedikit berbahaya. Matematika bisa kita edukasikan kepada anak sejak dini di rumah dengan cara sederhana. Sebut saja dengan mengajak anak menghitung berapa banyak mangga yang ada di meja makan, berapa banyak permen dalam toples, dan sebagainya. 4. Tidak Perlu Fokus pada Score Test Lembaga Pendidikan Tertentu Kualitas sekolah tidak bergantung pada score test murid-muridnya. Ada yang beranggapan sekolah ini atau sekolah itu bagus karena score test yang di dapat oleh anak didiknya. Ada dua kemungkinan/ Pertama, sekolah yang bersangkutan mengajarkan semua materi yang ada di dalam kurikulum sekolah dan hasil yang di dapat oleh peserta didik secara keseluruhan memuaskan. Kedua, kegiatan belajar mengajar hanya fokus pada materi test dan memprioritaskan materi tersebut saja sehingga mengabaikan materi yang lain. Perlu dicermati lebih jauh bagaimana kegiatan belajar mengajar yang ada di lembaga pendidikan anak yang bersangkutan. Pastikan anak mempelajari keseluruhan materi yang ada di dalam kurikulum sehingga pengetahuan yang di dapat lebih kaya. 5. Say No untuk Sekolah Tanpa Waktu Istirahat Pada dasarnya, istirahat sama pentingnya dengan olahraga fisik yang kita lakukan di gym. Olahraga fisik itu menjadikan tubuh sehat dan kuat serta fungsi otak semakin meningkat. Istirahat yang dimaksud sama seperti tidur nyenyak, atau break sejenak dari pelajaran dan menikmati waktu santai bersama teman-teman. Ada yang beranggapan bahwa, semakin banyak KBM yang diajarkan di dalam kelas, semakin banyak materi pelajaran yang di dapat. Ini adalah asumsi yang kurang tepat sebab anak-anak perlu waktu santai dan terbebas dari tekanan, meski hanya 20 menit setiap harinya. Cermati bagaimana lingkungan fisik sekolah. Apakah sekolah tersebut hanya berupa bangunan saja tanpa adanya area bermain, tanpa adanya sarana penyaluran hobby, dsb. Hindari tipikal sekolah yang hanya memaksimalkan pengajaran namun tidak mempertimbangkan kondisi psikis anak karena anak punya hak untuk istirahat dan bebas dari kekakuan. 6. Perhatikan Kualitas Guru Guru terbaik bukanlah guru yang menyampaikan materi pelajarannya secara keseluruhan lalu selesai. Guru profesional bukanlah guru yang berasal dari universitas terbaik dengan nilai cum laude. Bukan itu!. Selain kemampuan kognitif guru yang berisi materi yang akan disampaikan, guru terbaik yang Anda butuhkan untuk anak-anak adalah guru yang memiliki kriteria berikut: - Mampu membaca kelebihan dan kekurangan anak; - Memiliki metode yang berbeda untuk menghadapi kriteria anak yang beragam; - Memiliki kemampuan untuk membangunkan semangat belajar anak; - Anak-anak terdorong motivasinya untuk belajar; - Mampu mempercepat kemajuan belajar siswa secara keseluruhan; - Memiliki kemampuan interpersonal yang bagus dengan siswa. Sekali lagi, guru yang dibutuhkan anak bukanlah guru yang mengajarkan lebih banyak materi, tetapi lebih kepada guru yang mampu memotivasi anak untuk maju dengan segenap kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. 7. Cermati dan Jangan Terjebak Pada Nama Sekolah Berkualitasnya materi pendidikan yang di dapat anak tidak bergantung dari popularitas sekolah tersebut. Lembaga pendidikan privat tidak berarti lembaga pendidikan tersebut mampu memberikan yang terbaik bagi anak. Ada lembaga pendidikan dengan embel-embel nama favorit atau unggulan, bukan berarti lembaga pendidikan tersebut adalah yang terbaik bagi anak. Cermati bagaimana karakter anak, bagaimana proses pengajaran yang ada di sekolah, apa fasilitas yang di dapat, bagaimana background teacher dan cara pengajarannya, dan masih banyak lagi. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan bahwa Anda akan menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang bersangkutan. Saat ini kita tau ada beberapa jenis sekolah, mulai dari charter school, public school, home schools, online public schools, dan alternative school. Sekali lagi, jangan sampai kita selaku orang tua terjebak dalam popularitas dari jenis sekolah tertentu yang belum tentu sesuai dengan karakter anak. 8. Pilih Sekolah yang Sesuai dengan Menjawab Pertanyaan Ini Menemukan manakah sekolah yang cocok untuk pendidikan anak, bisa Anda permudah dengan menjawab pertanyaan berikut: - Apa subjek pelajaran yang Anda inginkan agar anak mempelajarinya, di lihat dari sisi tingkat kesulitan materi dan apa subject yang Anda ingin agar anak memahaminya lebih dalam lagi. - Bagaimana gaya belajar terbaik yang Anda ingin untuk anak lakukan. - Seberapa banyak jam ekstra di sekolahan itu dan mencakup bidang apa saja. - Seberapa besar perhatian pihak sekolah kepada proses sosialisasi anak, dsb. Dengan menjawab pertanyaan tersebut, akan mempermudah Anda menentukan dimana lokasi pendidikan anak yang sesuai dengan harapan Anda tanpa menafikkan bakat dan kompetensi yang dimiliki anak. 9. Pilih Sekolah yang Menawarkan Program Khusus Ekspektasi orang tua dalam memilih pendidikan anak berbeda-beda. Tentukan sekolah yang menawarkan program khusus seperti yang Anda harapkan saat ini. Jika Anda ingin agar anak memiliki kemahiran dalam berbagai bahasa, Anda bisa memilih sekolah yang menawarkan program tersebut. Atau, Anda yang menginginkan anak memiliki kemahiran dalam bidang agama, Anda bisa memilih sekolah yang menawarkan program keunggulan tersebut. Cari informasi secara mendetail tentang sekolah yang dituju, dan jadikan tawaran program khusus itu sebagai pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan anak itu. 10. Buat Daftar Sesuatu yang Anda Harapkan Ada di Sekolah Tersebut Setiap komponen yang ada di sekolah tertentu, berperan penting dalam meningkatkan kualitas peserta didiknya. Semakin bagus komponennya, semakin bagus outputnya pada anak. Beberapa komponen penting itu diantaranya adalah: - Ekspektasi sekolah yang tinggi, bukan berarti berambisi, tetapi lebih kepada usaha untuk mencapai target tersebut terbilang maksimal. - Guru dan staf terkait memiliki dedikasi yang tinggi. - Peserta didik yang disibukkan dengan kegiatan positif dan menyenangkan di sekolah yang tentunya diiringi dengan visi yang jelas. - Kurikulum yang bagus disertai dengan hubungan baik yang terjalin antara orang tua dan guru. - Guru terbuka pada pertanyaan yang diajukan wali murid, memberikan laporan mengenai progres anak. Paham apa kelebihan dan kekurangan anak serta memiliki seribu inisiatif untuk mengarahkan potensi masing-masing anak agar semakin berkembang maksimal. 11. Tanyakan Bagaimana Perasaan Orang Tua dan Peserta Didik Lain Untuk meyakinkan bagaimana perasaan anak saat di sekolah, Anda bisa bertanya kepada siswa lain atau wali murid dari siswa tersebut. Tanyakan apakah mereka merasa bahagia, dan senang dengan kegiatan belajar mengajar. Dengan sesama wali murid Anda bisa sharing apa yang sudah disampaikan anak selama berada di sekolah yang sama. 12. Sesekali Temui kepala Sekolah Sesekali temui kepala sekolah untuk menanyakan apa saja pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Buatlah daftar pertanyaan itu dan tanyakan dengan gaya bahasa yang natural dan mengalir. Kepala sekolah akan terbuka saat mendapatkan kunjungan dari wali murid dan akan menyampaikan apa informasi yang Anda perlukan sesuai dengan pertanyaan yang Anda ajukan. Pendidkan anak adalah elemen penting yang menentukan bagaimana anak nantinya akan menjalani hidupnya di masa mendatang. Pilihan lembaga pendidikan anak yang baik tidak lepas dari usaha orang tua untuk mendapatkannya yang salah satunya bisa Anda lakukan dengan tips di atas.

Memilih lembaga pendidikan anak sama halnya menentukan berkualitas atau tidaknya lingkungan tempat anak belajar. Sebagai parent, kita tidak sebaiknya terlalu apatis saat memilih instansi pendidikan yang murah atau gratis. Sebaliknya kita pun tidak sewajarnya memilihkan lembaga pendidikan anak yang high class namun tidak di dukung dengan kompetensi anak yang memadai.

Segalanya perlu negosiasi, segalanya perlu dibaca dengan cermat khususnya kaitannya dengan pilihan instansi pendidikan untuk anak. Memilih instansi pendidikan sama halnya dengan Anda memutuskan masa depan anak, dimanakah anak akan memilih pendidikan terbaiknya, dan dimana mereka akan berkarir kemudian.  Pilih lembaga pendidikan yang tepat dengan pertimbangan berikut ini.

1. Memilih Sekolah Pre-School, Ini Pertimbangannya

Anak-anak pre-school dengan usia antara 3-4 tahun memiliki kedekatan yang intens dengan orang tua, saudara dan keluarganya. Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Memasuki pre-school, berarti ini adalah kali pertama anak memasuki dunia baru di luar rumahnya. Yang perlu kita pertimbangkan disini adalah bagaimana kapasitas teacher hadir sebagai seorang pendidik yang kompeten.

Beberapa karakter yang harus ada pada pre-school teacher adalah memiliki tendon kasih sayang yang melimpah, sabar, dan telaten serta selalu mengabarkan bagaimana progres setiap anak secara berkala kepada orang tua. Pre-school teacher profesional punya banyak strategi untuk menghadapi tipikal anak yang berbeda. Mereka paham apa kelebihan dan kekurangan masing-masing anak yang akan dikomunikasikan kepada wali murid.

Teacher yang Anda harapkan di pre-school adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menangkap apa kekuatan yang dimiliki anak, mengetahui bagaimana latar belakang anak dengan detail, paham apa bakatnya dan bagaimana kondisi emosional anak. Tidak kalah penting adalah memberikan laporan kepada wali murid terkait pencapaian prestasi anak.

Tipikal guru yang Anda perlukan untuk si kecil yang ada di pre-school adalah mereka yang senang pada progres pendidikan anak, dan selalu melakukan inovasi dengan melakukan metode-metode baru selama proses pengajaran. Anda mungkin cukup sering menemukan tipikal guru yang otoriter yang berlaku agak keras kepada anak. Hindari lembaga pendidikan dengan tipikal guru yang demikian apalagi untuk level pre-school student. Singkatnya, kriteria guru pre-school yang Anda butuhkan adalah yang memiliki kedekatan dengan murid.

2. Kelas yang Kondusif dengan Memperbanyak Kosakata di Tahun Pertama Pengajaran

Kembali lagi ke level pre-school, pada level ini adalah saatnya anak-anak memperbanyak kosakata dan memperlancar komunikasinya. Kelas kondusif untuk anak pre-school adalah kelas yang mengkondisikan mereka untuk belajar kosakata sebanyak-banyaknya.

Kelas tersebut dilengkapi dengan koleksi buku yang mudah dijangkau, teacher yang memberikan instruksi verbal yang jelas dan story telling dengan cara yang menarik. Teacher memberikan pengarahan yang cukup tentang bagaimana membaca masing-masing suku kata dengan cermat dan jelas, atau yang biasa disebut dengan syllabication.

3. Perkenalkan Matematika sejak Dini

Ada yang beranggapan bahwa, fokus anak saat usianya masih kecil adalah membaca, membaca dan membaca. Seolah-olah matematika menjadi hal yang tabu, tidak tersentuh, dan wajib diberikan kepada anak pada level yang lebih tinggi, dan bukan saat ini.

Pen-jarak-an yang dilakukan sebagai bentuk dari adanya keyakinan bahwa matematika sangat sulit, dan  merupakan konsep abstrak harus kita hindari agaknya sedikit berbahaya. Matematika bisa kita edukasikan kepada anak sejak dini di rumah dengan cara sederhana. Sebut saja dengan mengajak anak menghitung berapa banyak mangga yang ada di meja makan, berapa banyak permen dalam toples, dan sebagainya.

4. Tidak Perlu Fokus pada Score Test Lembaga Pendidikan Tertentu

Kualitas sekolah tidak bergantung pada score test murid-muridnya. Ada yang beranggapan sekolah ini atau sekolah itu bagus karena score test yang di dapat oleh anak didiknya. Ada dua kemungkinan/ Pertama, sekolah yang bersangkutan mengajarkan semua materi yang ada di dalam kurikulum sekolah dan hasil yang di dapat oleh peserta didik secara keseluruhan memuaskan.

Kedua, kegiatan belajar mengajar hanya fokus pada materi test dan memprioritaskan materi tersebut saja sehingga mengabaikan materi yang lain. Perlu dicermati lebih jauh bagaimana kegiatan belajar mengajar yang ada di lembaga pendidikan anak yang bersangkutan. Pastikan anak mempelajari keseluruhan materi yang ada di dalam kurikulum sehingga pengetahuan yang di dapat lebih kaya.

5. Say No untuk Sekolah Tanpa Waktu Istirahat

Pada dasarnya, istirahat sama pentingnya dengan olahraga fisik yang kita lakukan di gym. Olahraga fisik itu menjadikan tubuh sehat dan kuat serta fungsi otak semakin meningkat. Istirahat yang dimaksud sama seperti tidur nyenyak, atau break sejenak dari pelajaran dan menikmati waktu santai bersama teman-teman.

Ada yang beranggapan bahwa, semakin banyak KBM yang diajarkan di dalam kelas, semakin banyak materi pelajaran yang di dapat. Ini adalah asumsi yang kurang tepat sebab anak-anak perlu waktu santai dan terbebas dari tekanan, meski hanya 20 menit setiap harinya.

Cermati bagaimana lingkungan fisik sekolah. Apakah sekolah tersebut hanya berupa bangunan saja tanpa adanya area bermain, tanpa adanya sarana penyaluran hobby, dsb. Hindari tipikal sekolah yang hanya memaksimalkan pengajaran namun tidak mempertimbangkan kondisi psikis anak karena anak punya hak untuk istirahat dan bebas dari kekakuan.

6. Perhatikan Kualitas Guru

Pilih Lembaga Pendidikan Anak? Pertimbangkan 12 Hal Berikut!

Guru terbaik bukanlah guru yang menyampaikan materi pelajarannya secara keseluruhan lalu selesai. Guru profesional bukanlah guru yang berasal dari universitas terbaik dengan nilai cum laude. Bukan itu!. Selain kemampuan kognitif guru yang berisi materi yang akan disampaikan, guru terbaik yang Anda butuhkan untuk anak-anak adalah guru yang memiliki kriteria berikut:

  • Mampu membaca kelebihan dan kekurangan anak;
  • Memiliki metode yang berbeda untuk menghadapi kriteria anak yang beragam;
  • Memiliki kemampuan untuk membangunkan semangat belajar anak;
  • Anak-anak terdorong motivasinya untuk belajar;
  • Mampu mempercepat kemajuan belajar siswa secara keseluruhan;
  • Memiliki kemampuan interpersonal yang bagus dengan siswa.

Sekali lagi, guru yang dibutuhkan anak bukanlah guru yang mengajarkan lebih banyak materi, tetapi lebih kepada guru yang mampu memotivasi anak untuk maju dengan segenap kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya.

7. Cermati dan Jangan Terjebak Pada Nama Sekolah

Berkualitasnya materi pendidikan yang di dapat anak tidak bergantung dari popularitas sekolah tersebut. Lembaga pendidikan privat tidak berarti lembaga pendidikan tersebut mampu memberikan yang terbaik bagi anak. Ada lembaga pendidikan dengan embel-embel nama favorit atau unggulan, bukan berarti  lembaga pendidikan tersebut adalah yang terbaik bagi anak.

Cermati bagaimana karakter anak, bagaimana proses pengajaran yang ada di sekolah, apa fasilitas yang di dapat, bagaimana background teacher dan cara pengajarannya, dan masih banyak lagi. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan bahwa Anda akan menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Saat ini kita tau ada beberapa jenis sekolah, mulai dari charter school, public school, home schools, online public schools, dan alternative school. Sekali lagi, jangan sampai kita selaku orang tua terjebak dalam popularitas dari jenis sekolah tertentu yang belum tentu sesuai dengan karakter anak.

8. Pilih Sekolah yang Sesuai dengan Menjawab Pertanyaan Ini

Menemukan manakah sekolah yang cocok untuk pendidikan anak, bisa Anda permudah dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa subjek pelajaran yang Anda inginkan agar anak mempelajarinya, di lihat dari sisi tingkat kesulitan materi dan apa subject yang Anda ingin agar anak memahaminya lebih dalam lagi.
  • Bagaimana gaya belajar terbaik yang Anda ingin untuk anak lakukan.
  • Seberapa banyak jam ekstra di sekolahan itu dan mencakup bidang apa saja.
  • Seberapa besar perhatian pihak sekolah kepada proses sosialisasi anak, dsb.

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, akan mempermudah Anda menentukan dimana lokasi pendidikan anak yang sesuai dengan harapan Anda tanpa menafikkan bakat dan kompetensi yang dimiliki anak.

9. Pilih Sekolah yang Menawarkan Program Khusus

Ekspektasi orang tua dalam memilih pendidikan anak berbeda-beda. Tentukan sekolah yang menawarkan program khusus seperti yang Anda harapkan saat ini. Jika Anda ingin agar anak  memiliki kemahiran dalam berbagai bahasa, Anda bisa memilih sekolah yang menawarkan program tersebut. Atau, Anda yang menginginkan anak memiliki kemahiran dalam bidang agama, Anda bisa memilih sekolah yang menawarkan program keunggulan tersebut.

Cari informasi secara mendetail tentang sekolah yang dituju, dan jadikan tawaran program khusus itu sebagai pertimbangan dalam memilih lembaga pendidikan anak itu.

10. Buat Daftar Sesuatu yang Anda Harapkan Ada di Sekolah Tersebut

Setiap komponen yang ada di sekolah tertentu, berperan penting dalam meningkatkan kualitas peserta didiknya. Semakin bagus komponennya, semakin bagus outputnya pada anak. Beberapa komponen penting itu diantaranya adalah:

  • Ekspektasi sekolah yang tinggi, bukan berarti berambisi, tetapi lebih kepada usaha untuk mencapai target tersebut terbilang maksimal.
  • Guru dan staf terkait memiliki dedikasi yang tinggi.
  • Peserta didik yang disibukkan dengan kegiatan positif dan menyenangkan di sekolah yang tentunya diiringi dengan visi yang jelas.
  • Kurikulum yang bagus disertai dengan hubungan baik yang terjalin antara orang tua dan guru.
  • Guru terbuka pada pertanyaan yang diajukan wali murid, memberikan laporan mengenai progres anak. Paham apa kelebihan dan kekurangan anak serta memiliki seribu inisiatif untuk mengarahkan potensi masing-masing anak agar semakin berkembang maksimal.

11. Tanyakan Bagaimana Perasaan Orang Tua dan Peserta Didik Lain

Untuk meyakinkan bagaimana perasaan anak saat di sekolah, Anda bisa bertanya kepada siswa lain atau wali murid dari siswa tersebut. Tanyakan apakah mereka merasa bahagia, dan senang dengan kegiatan belajar mengajar. Dengan sesama wali murid Anda bisa sharing apa yang sudah disampaikan anak selama berada di sekolah yang sama.

12. Sesekali Temui kepala Sekolah

Sesekali temui kepala sekolah untuk menanyakan apa saja pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Buatlah daftar pertanyaan itu dan tanyakan dengan gaya bahasa yang natural dan mengalir. Kepala sekolah akan terbuka saat mendapatkan kunjungan dari wali murid dan akan menyampaikan apa informasi yang Anda perlukan sesuai dengan pertanyaan yang Anda ajukan.

Pendidkan anak adalah elemen penting yang menentukan bagaimana anak nantinya akan menjalani hidupnya di masa mendatang. Pilihan lembaga pendidikan anak yang baik tidak lepas dari usaha orang tua untuk mendapatkannya yang salah satunya bisa Anda lakukan dengan tips di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.