Ketar-ketir Kontrak Kerja Segera Berakhir? Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan!

Posted on

Kontrak kerja

. Ketar-ketir kontrak kerja segera berakhir? ini persiapan yang harus Anda lakukan

Setelah lulus kuliah, para fresh graduate akan disibukkan dengan mencari kerja, entah itu di sektor formal, informal maupun memilih berwirausaha. Dan, ada sebagian dari kita yang melanjutkan study ke jenjang selanjutnya.

Selepas wisuda, kita akan sibuk kesana kemari membawa lamaran untuk mendapatkan pekerjaan. Saat salah satu dari sekian ratus lamaran yang kita sebar mendapatkan panggilan untuk interview, kita pasti girang bukan main. Apalagi jika akhirnya di terima dan menjadi bagian dari profesi yang selama ini kita impikan. Ini adalah dunia baru dimana kita memasuki dunia kerja yang real dan bersiap-siap untuk menjadi pribadi yang mandiri seutuhnya. Level baru kehidupan di awali dari sini.

Jenis pekerjaan dikategorikan menjadi dua, yaitu jenis pekerjaan tanpa kontrak dan jenis pekerjaan berkontrak. Jenis pekerjaan tanpa kontrak berarti saat kita diterima bergabung di instansi tersebut kita menjadi pegawai tetap dan mendapatkan pesangon atau pensiun di masa senja. Lain halnya dengan pekerjaan yang terikat kontrak kerja dalam durasi waktu tertentu. Bisa jadi kontrak kerja tersebut akan ditambah atau justru akan selesai sebelum waktunya.

Mana yang lebih baik dan lebih aman? Jika dipertimbangkan secara logika, kerja yang berkontrak jauh lebih berisiko. Satu saat karena faktor tertentu, atau karena masa kerja yang sudah habis, kita akan berhenti bekerja dan penghasilan pun terhambat.  Agar dapur tetap mengepul, tentunya kita harus mencari pekerjaan yang baru di masa transisi itu.

Tidak memiliki pekerjaan, apalagi jika kita sudah memiliki keluarga, menyebabkan konflik yang serius. Banyak rumah tangga yang berakhir karena masalah perekonomian. Agar hal buruk itu tidak sampai kita alami, mempersiapkan segalanya sedini mungkin termasuk bersiap-siap menghadapi habisnya masa kerja sangatlah penting.

Meski kerja kontrak tidak senyaman mendapatkan pekerjaan tetap, namun pekerjaan tetap yang terbatas kuotanya itu, dan tertentu waktu perekrutannya itu tidak selamanya tersedia untuk kita. Apalagi dengan jumlah pesaing yang membludak dan meningkat setiap tahunnya. Yuk terapkan tips berikut ini agar kita tidak ketar-ketir saat ada warning bahwa besok adalah hari terakhir kita bekerja di instansi yang bersangkutan.

1. Bekerja Semaksimal Mungkin

Kontrak kerja berakhir dengan dua jawaban, yaitu masa kerja selesai dan kita tidak lagi terlibat dalam instansi tersebut. Atau, justru akan di perpanjang masa kerjanya. Kontrak kerja staf berakhir sesuai dengan perjanjiannya dan karena pihak perusahaan sudah tidak lagi membutuhkan. Sebaliknya, saat masih membutuhkan, peluang untuk kembali di rekrut sangat besar dengan pertimbangan bahwa karyawan lama itu memiliki pengalaman yang cukup. Pihak instansi tidak perlu memberikan training sehingga lebih praktis.

Pihak instansi memiliki pertimbangan tersendiri saat perekrutan. Staf tersebut kembali di pilih untuk menjadi bagian dari instansi itu karena memiliki kinerja yang bagus. Pihak instansi tentunya memiliki track record kinerja karyawan. Oleh sebab itu, dimanapun Anda bekerja, bekerjalah dengan maksimal, siapa tau meski saat ini Anda adalah pegawai kontrak, di lain kesempatan saat instansi membutuhkan staf lebih, dan kinerja Anda terbilang bagus, Anda akan direkrut kembali. Yuk, maksimalkan kesempatan yang Anda miliki saat ini.

2. Merancang Alternatif Pekerjaan Selanjutnya

Jauh-jauh hari sebelum kontrak Anda berakhir, pikirkan terlebih dahulu apa pekerjaan yang ingin Anda tekuni selanjutnya. Apakah Anda ingin menjadi staf dari instansi yang sama yang berada di daerah lain, apakah Anda ingin menekuni bidang lain, atau Anda ingin menjadi owner dari usaha kecil-kecilan yang Anda tekuni sendiri. Pertanyaan itu harus Anda temukan jawabannya terlebih dahulu sebelum Anda melangkah ke tahap selanjutnya.

Agenda itu harus ada jauh sebelum kontrak kerja Anda habis. Misalkan massa kontrak kerja tersebut adalah 5 tahun, berarti setidaknya 1 tahun terakhir Anda sudah merancang apa agenda ke depannya. Jangan sampai agenda tersebut baru terfikir satu atau dua hari menjelang habisnya masa kontrak. Persiapan yang matang ini membantu Anda untuk menjalani masa transisi dengan lebih santai dan tetap happy. Rancang apa profesi selanjutnya yang akan Anda tekuni, bagaimana proses mewujudkannya, dan usahakan di hari terakhir bekerja, Anda sudah siap memulai pekerjaan yang baru.

3. Tidak Pilih-Pilih

Sebagai manusia kita ingin memilih yang terbaik dan yang termudah. Sayangnya, seringkali apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan harapan. Memasuki masa transisi setelah kontrak kerja berakhir, langkah yang harus Anda lakukan adalah menjalani pekerjaan apa saja selama itu baik.

Pekerjaan tersebut sebagai pengisi masa transisi untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak yang Anda inginkan. Sambil menunggu masa transisi itu, tidak ada salahnya jika Anda mengambil apa saja job yang ada di depan mata agar pendapatan tetap mengalir sebagaimana mestinya.

4. Perbanyak Saving

Ya, tidak ada ruginya sama sekali siapa saja yang memperbanyak saving. Baik itu pegawai tetap maupun pegawai kontrak. Gaya hidup hemat dan antisipatif harus kita jalankan sejak dini untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi di masa mendatang.

Kita bisa memanfaatkan saving yang kita miliki untuk membuka usaha saat sudah habis masa kerjanya. Sadari sejak dini bahwa pekerjaan yang Anda jalani saat ini satu saat akan berakhir dan Anda harus dalam kondisi finansial yang siap saat masa itu tiba.

Rencanakan berapa persentase saving yang harus Anda alokasikan sejak dini dan berapa kira-kira saving yang Anda miliki di akhir masa kerja. Dengan keuangan yang sudah Anda kumpulkan, apa kira-kira bisnis yang ingin Anda bangun.

5. Membuka Bisnis Mandiri

Pada dasarnya, setiap orang lebih nyaman menjadi owner dari bisnis yang di kelolanya sendiri. Memang, merintis bisnis bukanlah hal yang mudah. Hal ini yang seringkali membuat banyak orang mundur dan urung menjalankan bisnis. Mereka kembali ke kebiasaan sehari-hari dengan menjadi staf dimana pendapatan yang mereka dapatkan stagnan atau dengan peningkatan yang relatif sedikit.

Bayang-bayang ketakutan saat akan memulai bisnis adalah ketakutan untuk rugi, ketakutan tidak memiliki modal, dan ketakutan pada proses marketingnya. Bagi Anda yang sudah berani beraksi dan siap membuka bisnis baru, berarti Anda telah melawan ketakutan itu dan siap untuk sukses menjalankan bisnis mandiri Anda setelah kontrak kerja habis.

6. Perbanyak Link

Ketar-ketir Kontrak Kerja Segera Berakhir Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan!

Saat berada di lingkungan kerja, tujuan yang ingin kita capai tidak hanya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keuangan. Ada tujuan lain yang cukup penting yaitu menjalin silaturahim dengan teman, dengan rekan bisnis, dan dengan atasan.

Tentunya apa yang kita bicarakan setiap harinya tidak melulu mengenai pekerjaan, akan tetapi banyak pula yang kita bahas di luar itu, seperti sharing pengalaman dan bertanya mengenai link untuk masuk di instansi tertentu. Mereka yang sudah dekat dengan kita tidak akan segan untuk membantu memberikan informasi yang kita butuhkan. Tidak heran kita sering mendengar istilah banyak teman, banyak saudara, banyak link, berarti banyak rejeki.

7. Asah Kemampuan dalam Bidang yang Digemari

Jauh-jauh hari sebelum berakhirnya masa kerja Anda, tanyakan pada diri apakah Anda memiliki passion di bidang tertentu. Passion tersebut yang mendorong Anda untuk memilih pekerjaan tertentu. Apakah Anda memilih melanjutkan profesi yang sesuai dengan passion atau mencari pekerjaan baru.

Jika Anda ingin menekuni bidang yang digemari, Anda perlu mengasah skill agar semakin mahir dalam bidang itu. Waktu untuk belajar skill tersebut bisa Anda sempatkan sembari bekerja agar setelah masa kontrak habis, Anda bisa segera memulai menjalani profesi di bidang yang Anda inginkan. Persiapan yang matang sejak dini membuat Anda siap saat masa kerja berakhir.

8. Perbanyak Pintu Pemasukan

Masa transisi adalah saat dimana Anda masih memandang apa kiranya jenis pekerjaan yang paling pas. Sembari menunggu mana profesi yang cocok menurut selera Anda, Anda bisa memperbanyak pintu pemasukan untuk meng-cover kebutuhan. Biasanya, pada masa transisi setelah masa kerja berakhir, Anda perlu cukup waktu untuk mencari pekerjaan yang baru dan pendapatan yang Anda peroleh pada masa transisi tersebut tentunya belum stabil.

Dari banyaknya pintu pemasukan tersebut, Anda bisa mengakumulasi pendapatan pada masa transisi. Siapa tau ada satu dari sekian banyak pintu pemasukan itu yang membuat Anda tertarik dan ingin berkecimpung lebih jauh lagi.

9. Mencari Info Sebanyak-banyaknya

Proaktif sangatlah penting. Di akhir masa kerja, Anda harus aktif mencari pekerjaan dan bukan menunggu pekerjaan datang pada Anda. Ada begitu banyak kompetitor di luaran sana yang siap menjadi pesaing dan memperebutkan kursi profesi sama seperti Anda. Yuk, aktif cari informasi sebanyak-banyaknya.

Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan, semakin banyak kesempatan yang Anda peroleh jika bersedia proaktif. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari mesin pencari, teman, kerabat, dan media massa. Rencanakan kapan Anda harus apply lamaran sebelum hari H masa kerja berakhir. Siapa tau, di hari terakhir Anda bekerja, Anda mendapatkan kesempatan untuk interview di tempat kerja yang lain.

10. Managemen Waktu yang Baik

Mereka yang bekerja di bawah kontrak kerja, seyogyanya memiliki manajemen waktu yang baik. Pengaturan waktu yang baik itu bukan tanpa tujuan. Salah satunya adalah untuk mempersiapkan apa antisipasi jika Anda tidak lagi bekerja di tempat yang bersangkutan.

Buatlah manajemen waktu yang baik yang meliputi perencanaan aktivitas apa yang Anda lakukan sembari menjalankan pekerjaan utama dan apa profesi yang ingin Anda tekuni di hari kemudian. Selain manajemen waktu yang baik, manajemen keuangan yang baik juga merupakan persiapan yang harus kita matangkan untuk modal dan persiapan saat masa transisi.

Bekerja adalah bukti bahwa kita siap menjadi pribadi yang mandiri. Setelah lulus study, tentu kita tidak ingin selalu bergantung kepada orang tua. Akan tetapi kita ingin mencari pekerjaan baik itu di instansi formal, swasta, maupun dengan berwirausaha. Dalam bekerja, kita mengenal apa yang disebut dengan kontrak kerja. Kontrak kerja adalah masa dimana kita keterlibatan kita pada instansi tertentu akan berakhir. Tidak perlu khawatir, dengan tips diatas, menjelang berakhirnya masa kontrak, Anda bisa mempersiapkan diri dengan baik dan tidak sampai menganggur setelah kontrak kerja habis.

One thought on “Ketar-ketir Kontrak Kerja Segera Berakhir? Ini Persiapan yang Harus Anda Lakukan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.