Perkembangan Anak: 10 Tips Kembangkan Sisi Emosional dan Sosial pada Anak

Posted on

Perkembangan Anak

Perkembangan Anak 10 Tips Kembangkan Sisi Emosional dan Sosial pada Anak

Homo homini socius, manusia lahir tidak hanya sebagai individu yang bertujuan memperoleh kebutuhan pribadinya, tetapi sekaligus menjadi makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lain. Dalam bahasa agama kita sering menyebutnya dengan muamalah. Ini berarti tidak hanya konsep ilmiah saja yang menyarankan individu untuk memiliki kemampuan sosial yang bagus, tetapi agama pun memerintahkannya.

Seorang anak secara naluriah memiliki keinginan untuk saling terhubung dengan anak atau orang lain yang ada di sekitarnya. Hubungan orang tua dan anak yang bagus dengan kecukupan edukasi dan kasih sayang, nantinya akan dipraktikkan saat anak memasuki dunianya bersama teman-temannnya.

Parent dan family yang menunjukkan hubungan sosial dan emosional yang baik dengan anak berdampak pada bagaimana anak menjalani hari-hari bersama temannya, me-manage perasaannya saat berinteraksi dengan siapapun, menunjukkan bagaimana karakter dirinya, dan bagaimana mereka menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Bicara perkembangan anak dari segi sosial dan emosional, ada tiga aspek yang saling terlibat di dalamnya, yaitu:

Kontrol diri; kontrol diri atau yang biasa di sebut dengan self regulation adalah kemampuan anak dalam mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, bagaimana tingkah lakunya, dan bagaimana perasaannya saat berada di tengah-tengah masyarakat secara umum. Kontrol diri cukup sulit.

Tidak hanya pada anak-anak, mereka yang sudah dewasa pun sering kali over control. Kontrol diri adalah bagaimana seorang anak mampu bersikap tenang saat ingin marah, dan bagaimana seorang anak beradaptasi saat menghadapi tugas yang sulit. Mereka tidak lantas marah dan berbicara dengan nada tinggi, tetapi bersikap lebih tenang dan berusaha mencari jalan keluar dibandingkan dengan mencari-cari pembenaran diri. Ini adalah penanda bahwa anak mulai dikendalikan oleh akal sehatnya.

Kesadaran Emosional; kesadaran emosional kaitannya dengan bagaimana seorang anak menyadari dan memahami perasaan dan tingkah lakunya sendiri dan orang lain yang ada di sekitarnya. Mereka pun mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri dan orang lain saat menunjukkan sikap atau tingkah laku tertentu baik itu tingkah laku positif maupun tingkah laku negatif.

Interaksi Sosial; interaksi sosial fokus pada bagaimana hubungan yang kita jalin bersama teman dan orang lain yang ada di sekitar. Praktisnya, interaksi sosial tersebut meliputi keinginan untuk membantu orang lain, belajar untuk bersabar dan menunggu giliran, bagaimana bekerjasama dengan teman sekolah dan sepermainan, dan masih banyak lagi.

Mengedukasi anak agar memiliki perkembangan sosial dan emosional yang baik tidak lepas dari tantangan dan kebahagiaan yang Anda dapatkan. Sebagai orang tua, Anda harus menyesuaikan antara usia anak dengan bagaimana cara Anda memberikan instruksi kepada mereka. Instruksi tersebut seyogyanya disampaikan dengan cara yang sederhana agar anak bisa menangkap apa yang Anda inginkan darinya. Instruksi yang sulit dicerna dan terlalu panjang menyebabkan anak gagal memahami inti dari instruksi tersebut dan semakin frustasi. Lambat laun image yang menempel pada diri kita selaku orang tua adalah cerewet.

Perlu digaris bawahi bahwa, perkembangan anak secara sosial dan emosional berbeda-beda. Mereka berkembang sesuai dengan cara mereka sendiri. Anak-anak membutuhkan cara edukasi dan pengajaran yang berbeda. Cobalah untuk memahami bagaimana karakter anak, dan ketahui apa yang mereka butuhkan agar parent dapat mengedukasi anak sesuai dengan porsinya. Berikut tips maksimalkan perkembangan anak secara sosial dan emosional sebagai bekal anak untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas nantinya.

1. Menunjukkan Rasa Kasih Sayang saat Berinteraksi dengan Anak Sejak Masih Bayi

Menumbuhkan rasa cinta kasih pada anak sebaiknya Anda tunjukkan pada anak sejak dini, diantaranya adalah:

  • Merangkul, saling bercerita, dan bermain dengan anak dengan rasa cinta kasih yang Anda tunjukkan padanya memberikan rasa nyaman dan terlindungi pada diri anak. Lakukan itu saat Anda menyuapi si kecil, menyusuinya, menidurkannya, dan mengganti bajunya. Rasa kasih sayang yang kita tunjukkan pada mereka dan respon yang kita berikan saat mereka menginginkan sesuatu pada akhirnya membuat anak merasa bahagia dan nyaman.
  • Berbicaralah dengan anak setiap hari tentang apapun. Dengarkan mereka saat bercerita tentang dunianya. Luangkan waktu untuk bermain dengan anak, dan mengaji bersama mereka dengan cara yang sesuai dengan cara anak-anak. Balita belajar bersosialisasi dengan orang lain melalui interaksi yang dibangun di lingkungan keluarga.
  • Pada usia beberapa bulan pertama, cobalah untuk membiasakan anak untuk melakukan aktivitas rutinnya di rumah, mulai dari tidur rutin, makan, mandi dan memakai bajunya. Ketahui apa yang mereka inginkan dan butuhkan agar anak nantinya memiliki kontrol individu yang lebih baik lagi sehingga mereka pun terkontrol saat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan barunya nanti, merasa lebih percaya diri, dan nyaman.
  • Anda perlu memperkenalkan anak pada situasi dan kondisi yang baru. Dengan membelikan mainan untuk anak, atau dengan memperkenalkan anak pada pengasuh barunya. Usahakan saat Anda memperkenalkan si kecil pada baby sitter, Anda tidak menunjukkan rasa khawatir sama sekali. Tunjukkan ekspresi wajah yang natural dan bahagia sebab si kecil memahami betul perubahan ekpresi yang Anda tunjukkan itu melalui ekspresi wajah dan juga gesture yang Anda tunjukkan.

2. Bermain Permainan yang Sederhana dan Seru dengan Anak-anak

Luangkan waktu untuk bermain permainan yang seru bersama anak-anak. Melalui permainan itu, Anda memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan si kecil. Cara pendekatan  yang demikian nantinya sangat bermanfaat untuk membentuk relasi sosial yang bagus antara anak dengan teman-temannya.

3. Menjadi Role Model yang Konsisten

Meski usianya masih sangat muda, namun anak- anak memperhatikan bagaimana cara Anda berbicara, membaca ekspresi wajah, dan mengamati bagaimana tingkah laku Anda. Tunjukkan cinta Anda dengan memberikan respon yang tenang, menunjukkan perasaan bahagia dan tunjukkan bagaimana sikap terbaik yang Anda harapkan dari anak dengan memberikan contoh terlebih dahulu.

4. Cobalah menirukan suara dan ekspresi wajah si kecil

Cara mudah berinteraksi dengan anak khususnya saat mereka masih kecil adalah dengan menirukan bagaimana nada suara mereka, apa yang senang mereka bicarakan, dan menirukan bagaimana ekspresi wajah yang ditunjukkan.

Cara ini adalah cara kita sebagai orang tua dalam mengakrabi dunia anak. Saat kita berinteraksi dengan anak sebagaimana kita berinteraksi dengan orang tua, anak-anak akan merasa  berjarak secara psikis dengan kita.

5. Arahkan Anak agar Bersedia Mengungkapkan Bagaimana Perasaannya

Perkembangan anak utamanya dari segi emosionalnya berjalan dengan baik jika anak memiliki saluran yang tepat untuk mengeluarkan perasaanya itu dengan cara yang sesuai. Saat anak tampak sedih, kita sebagai orang tua harus peka dan menanyakan kenapa mereka bersedih dan katakan bahwa mungkin kita sebagai parent bisa membantunya merasa lebih baik. Cara ini menunjukkan kepada si kecil bahwa Anda memberikan perhatian padanya dan Anda ada untuk mereka. Anak akan merasa lebih nyaman.

6. Mengedukasi Anak agar Lebih Tenang dan Berikan Apresiasi pada Anak

Perkembangan Anak 10 Tips Kembangkan Sisi Emosional dan Sosial pada Anak2

Edukasikan kepada anak agar lebih tenang dan lebih terkontrol emosinya saat menghadapi masalah. Tidak masalah jika anak pertama-tama menunjukkan respon dengan mengisap jarinya untuk mengontrol emosinya. Respon tersebut tidak berarti anak-anak lambat atau stupid. Ini adalah awal bagi si kecil untuk me-manage perasaanya agar lebih terkendali.

7. Jeli Membaca Mood Anak

Sebagai orang tua, Anda harus jeli dalam membaca bagaimana mood anak. Anak kecil mampu membaca tingkah laku, perkataan, dan ekspresi yang kurang pas yang kita tunjukkan pada mereka. Pelajari mood anak agar Anda bisa memberikan respon terbaik yang seharusnya Anda tunjukkan pada mereka.

Anda bisa mengamati apakah anak berinteraksi dengan tersenyum dan wajah ceri. Jika demikian, berikan respon yang sama dengan pelukan hangat, senyuman, dan berinteraksi lebih hangat lagi dengan anak.

Sebaliknya, saat anak-anak datang kepada Anda dengan tangisan, jeritan, dan wajah yang murung, jangan berikan respon yang berlebihan. Cobalah untuk menanggapi mereka dengan lebih lembut, memberikan rangkulan hangat, sampai anak merasa tenang. Anda bisa bertanya bagaimana perasaan mereka saat anak-anak merasa lebih tenang.

8. Dukung Apa Hobby dan Kebiasaan Anak selama itu Positif

Perkembangan anak yang menyangkut perkembangan emosional dan perkembangan sosialnya harus di dukung secara maksimal. Ketahui apa kebiasaan positif yang digemari anak dan dukung kebiasaan tersebut agar berkembang dengan baik. Semisal anak-anak hobby membuat kaligrafi dan lukisan, fasilitasi anak agar semakin maksimal dengan terlibat langsung pada proses kreatif yang mereka jalani. Akan tumbuh rasa percaya diri dan rasa dihargai pada diri anak.

9. Ciptakan Rutinitas yang Menimbulkan Rasa Nyaman pada Anak

Ciptakan rutinitas yang membangun rasa nyaman pada diri anak. Semisal membacakan dongeng si kecil sebelum tidur dan mengantarkannya tidur dengan rangkulan hangat dan sharing tentang apa yang mereka alami pagi tadi. Rutinitas yang dilakukan secara konsisten seperti ini memberikan rasa nyaman dan aman dan anak menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari yang harus dilalui.

10. Saling Bertukar Cerita dan Mengungkapkan Perasaan Masing-masing

Perkembangan anak kaitannya dengan perkembangan emosionalnya, bergantung pada bagaimana anak-anak mampu mengungkapkan perasaanya dengan  baik dan tidak selalu menyimpannya dalam hati.

Saat momen face to face dengan anak, Anda bisa ceritakan bagaimana perasaan Anda dan tanyakan pada anak bagaimana perasaan yang dirasakan anak. Anda bisa memulai sharing mengenai bagaimana perasaan mereka setelah mendengar dongeng yang Anda ceritakan. Apakah mereka merasa happy, sedih, gemas, atau menunjukkan ekspresi yang lain.

Penting bagi Anda untuk mengedukasi anak tentang bagaimana memahami perasaan orang lain dengan bertanya mengenai tokoh-tokoh yang ada dalam dongeng tersebut. Amati bagaimana cara anak bersimpati pada tokoh yang ada dalam cerita itu. Nantinya, saat anak berinteraksi dengan lingkungan dan dunia barunya, secara tidak langsung dasar-dasar interaksi yang dipelajari bersama Anda akan diterapkan bersama teman-temannya.

Perkembangan anak secara emosional dan sosial yang baik tidak bisa didapatkan secara instan. Anda perlu mengedukasi anak sejak dini yang bisa Anda lakukan dengan beberapa cara seperti di atas. Saat anak memiliki kendali atas emosinya, dan memiliki hubungan sosial yang bagus dengan teman-teman di lingkungannya, potensi anak akan berkembang maksimal dan semakin dicintai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.