7 Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter & Kognitif Anak

Posted on

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan 

7 Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter dan Mencerdaskan Anak 2

Apakah Anda seringkali adu argumen di depan anak-anak? Apakah tetangga Anda menggangu kedamaian rumah tangga Anda? Jika Anda dipusingkan dengan dua pertanyaan tersebut saat ini, Anda wajib membaca tulisan ini.  Akan ada diskusi menarik mengenai peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak yang penting bagi perkembangan anak.

Tahukah Anda, bahwa tingkah laku anak dan proses belajarnya tidak hanya bergantung pada sisi IQ-nya saja, tetapi juga bergantung pada lingkungan sekitar? Saya sarankan Anda baca artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui bagaimana lingkungan mempengaruhi perkembangan karakter anak, dan bagaimana Anda mampu menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif. Lingkungan tersebut merupakan salah satu media bagi anak untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak dan bertingkah laku positif.

Lingkungan masyarakat dimana anak berkembang, termasuk sesuatu yang mereka lihat, berpengaruh pada proses belajarnya. Anak-anak berpindah  dari satu tempat ke tempat yang lain, mereka ada di rumah, di sekolah, di tempat penitipan anak, bermain di rumah tetangga, dan di tempat-tempat yang mereka inginkan untuk menghabiskan waktunya.

Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak di masa awal pertumbuhan sangat penting. Lingkungan dimana anak-anak tinggal berpengaruh pada naik turunnya mood, kemampuan anak  untuk membangun hubungan sosial, termasuk berpengaruh pada kesehatan anak. Ada setidaknya dua alasan kenapa lingkungan berperan penting dalam membangun karakter anak, yaitu:

  1. Anak-anak di masa awal pertumbuhan, mengalami proses perkembangan otak yang cepat. Beberapa tahun pertama, otak anak terkoneksi dengan lebih baik. Sepertinya inilah yang menjadi alasan kenapa anak memiliki memory yang kuat di masa-masa awal pertumbuhan.
  2. Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak, penting peranannya karena banyak waktu yang mereka habiskan untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Anak-anak menghabiskan waktunya bermain bersama temannya dalam sebuah kelompok, seperti saat belajar di taman kanak-kanak, mereka menghabiskan setidaknya 4000 jam lebih.

Pendidikan tidak hanya berhubungan dengan kecerdasan kognitif anak-anak. Saat anak terjun di tengah-tengah masyarakat, ada aspek penting lain yang harus dipenuhi yaitu, pendidikan karakter. Berikut peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak dan meningkatkan sisi kognitifnya yang bisa Anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Brain Power dan Executive Function

Saat  ditanya mengenai kekuatan pikiran (brain power), kita seringkali merelasikan hal itu dengan pengetahuan dan intelegensi seseorang. Psikolog menyebutkan bahwa manusia memiliki apa yang disebut dengan executive function untuk belajar mengenai keterampilan hidup. Istilah tersebut mungkin cukup asing bagi kita, namun setelah saya menulis ini saya semakin paham bahwa kehidupan membutuhkan executive function untuk menjalaninya, termasuk anak-anak. Executive function dikelompokkan menjadi empat keterampilan utama, yaitu:

  • Attention

Fokus pada materi, pahami materi tersebut, dan gunakan disaat yang tepat. Jika kaitannya dengan obyek benda, maka fokus pada benda tersebut, pahami kegunaannya bendanya dan pakai di saat yang tepat.

  • Working memory

Kemampuan untuk meng-handle, memilih dan menggunakan gagasan sesuai dengan konteksnya.

  • Impulse control

Kemampuan seorang anak untuk tidak selalu melakukan atau mengatakan apa yang ada dalam pikiran. Akan banyak impulse atau rangsangan yang berkelabat dalam pikiran.Ini tidak berarti setiap impulse tersebut harus dikatakan atau dilakukan karena ada pertimbangan lain, yaitu melihat situasi dan kondisinya.

  • Planning

Mampu merencanakan dan mewujudkan serangkaian aksi untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah. Planning harus dilengkapi dengan alternative untuk menyesuaikan perencanaan tersebut jika situasi berubah.

Adele Diamond seorang profesor cognitive neuroscience di Universitas British Columbia manyampaikan banyak penelitian yang membuktikan bahwa executive function lebih penting dari pada IQ dan kemampuan membaca dan berhitung si kecil saat akan masuk sekolah ketika masuk sekolah.

Contoh dari hasil penelitian Prof. Adele tersebut dibuktikan dengan penelitian lain bahwa, seorang anak yang mampu menunggu antara 15 sampai 20 menit untuk makan marshmallow, terbukti lebih baik saat mengikuti pelajaran di sekolah 12 sampai 14 tahun mendatang. Lain halnya dengan anak yang tidak tahan menunggu selama 2 menit saja. Anak-anak dengan executive function yang baik jarang bermasalah dengan tingkah lakunya di sekolah, lebih dapat dipercaya dan diandalkan.

Singkatnya, apa itu executive function? Ini adalah bahasan penting yang tidak hanya di rancang untuk siap menghadapi materi di sekolah, tetapi anak-anak siap untuk menghadapi kehidupan dengan bekal emosional yang stabil.

Yang unik dari executive function disini adalah lebih banyak terpengaruh dari proses pengasuhan, pengalaman, dan interaksi anak dengan orang lain dibandingkan dengan intelegensi yang dimilikinya. Memang, sulit bagi kita untuk mengubah IQ seseorang, tetapi sangat mungkin bagi kita untuk mendorong anak agar tetap fokus, berusaha untuk mengerjakan tugasnya dengan baik, dan menghubungkan satu gagasan dengan gagasan yang lain.

Perlu dicatat bahwa, executive function tidak identik dengan kepatuhan-dimana anak-anak hanya duduk diam dan mendengarkan-tetapi ini lebih kepada cara mendukung anak untuk mencapai tujuannya dengan rasa enjoy, bukan dengan orientasi untuk mendapatkan reward atau hukuman. Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak akan lebih maksimal dengan dimilikinya pemahaman mengenai executive function ini.

2. Transfer Pengetahuan

Seorang guru memberikan pengajaran, meng-transfer filosofi, nilai-nilai, dan kepercayaan tentang anak dalam proses pengajaran baik secara global maupun terperinci. Pesan tersebut tidak hanya sampai pada anak tetapi juga pada orang tua dan staf yang ada di sekolah.

Anita Rui Olds, perancang lingkungan ternama, percaya bahwa kita sebaiknya mendesain lingkungan yang menakjubkan bagi anak di masa pertumbuhan, dan bukan merancangnya dengan setengah-setengah. Anita menambahkan bahwa:

“Anak-anak adalah keajaiban. Percayalah bahwa anak adalah kekuatan yang mampu mengubah cara kita mempehatikan mereka. Jika kita menerima kehadiran anak sebagai keajaiban, diri dan lingkungan kita siap untuk menerimanya. Akan Anda ciptakan hiasan bunga, berinteraksi dengan mereka dalam keadaan bersih dan wangi, membersihkan ruangan, membersihkan pikiran dari hal negatif dan menggantinya dengan cinta di dalam dada. Kita lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas dan terciptalah ruangan yang penuh dengan keajaiban. Aksi mengikuti keyakinan. Mari kita usahakan untuk merubahnya. Kita rancang ruangan untuk sebuah keajaiban (yaitu anak)”

3. Kedekatan Emosional dengan Anak

Lingkungan pertama dan utama bagi anak adalah rumah. Lingkungan yang dia lihat dan dia rasakan berpengaruh pada karakter pribadi anak sejak kelahirannya. Kdekatan yang Anda jalin dengan anak membantu mereka memahami dan belajar cara mengekspresikan cinta,  rasa takut, dan ungkapan perasaan yang lain.

Rumah membantu anak berinteraksi dengan orang yang dekat dengannya. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak memberikan rasa percaya diri dan aman.

Hubungan yang stabil dan rasa cinta yang terus mengalir membantu membangkitkan rasa bahwa Anda menganggap mereka penting dan bernilai.

Pastikan Anda memiliki cukup waktu bagi mereka untuk menunjukkan rasa cinta kasih itu. Pegang tangannya dan selalu ada untuk mereka.

4. Kekompakan dengan Pasangan

Hubungan Anda dan pasangan berpengaruh pada perkembangan anak dan emosional anak.

Anda dan pasangan adalah orang yang paling dekat dengan anak, dan mungkin andalah pasangan yang pertama kali mereka lihat.

Bagaimana cara Anda berinteraksi dengan pasangan dan menunjukkan kasih sayang di depan anak adalah contoh bagi si kecil untuk mengungkapkan rasa saling mengasihi dengan sesama.

Anak belajar pentingnya hubungan yang kuat dan bagaimana cara menghargai orang lain dari Anda dan pasangan.

Tunjukkan rasa saling cinta di hadapan anak (tidak berlebihan), dengan berpegangan tangan atau saling merangkul. Itu akan menunjukkan pada anak begitulah ekspresi cinta yang alami.

5. Kebebasan Finansial

7 Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter dan Mencerdaskan Anak

Kebebasan finansial berpengaruh pada pengalaman masing-masing anak di masa kecilnya. Semakin sejahtera sebuah keluarga, semakin beragam rutinitas yang mereka lakukan atas arahan Anda.

Keuangan menentukan di lingkungan yang bagaimana Anda akan berkumpul, dan di sekolah atau tempat pengasuhan anak yang bagaimana yang akan Anda pilih.

Pada beberapa kesempatan, seorang anak akan mengamati kebiasaan belanja Anda dan bagaimana Anda menghabiskan uang. Mereka akan membandingkan kebiasaan tersebut dengan kebiasaan teman dan juga orang tua teman mereka. Mereka akan mengutarakan apa yang mereka rasakan sebagai respon dari kebiasaan Anda. Pada tahap tersebut, mulailah muncul kesadaran pada diri anak.

Penting bagi Anda untuk menginformasikan kepada anak tentang apa itu uang, pentingnya uang, tentang pekerjaan Anda dan yang bersangkutan dengan itu. Namun, yang perlu Anda pahamkan disini adalah,  bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada uang dan apa yang bisa didapatkan darinya.

6. Padatnya Lingkungan Tempat Anda Tinggal

Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak penting untuk Anda maksimalkan. Lingkungan tempat tinggal Anda dan hubungan Anda dengan tetangga berpengaruh pada tingkah laku anak.

Jika Anda tinggal di lingkungan yang penuh sesak, padat penduduk, bising bukan main, ini akan berimbas buruk pada pribadi anak.

Terlalu banyak orang yang tinggal dalam satu rumah, berpengaruh pada kedekatan Anda dengan anak, karena Anda akan merasa sangat sibuk dengan orang selain anak. Alhasil, waktu luang yang Anda miliki lebih banyak digunakan untuk berkumpul daripada memperhatikan anak-anak.

Selanjutnya, Anak Anda mencoba membangun benteng pertahanan, membatasi hubungan keluarga dan dengan tetangga dan jarang komunikasi. Bagi tipikal anak yang introvert, mereka akan lebih memilih tinggal di dalam kamarnya dan asyik dengan dirinya sendiri.

Alokasikan waktu bersama anak-anak meski hanya sebentar. Jika menghabiskan waktu di rumah tidak memungkinkan, Anda bisa ajak si kecil keluar, jalan-jalan berdua, mengikuti kegiatan olahraga, atau menuruti keinginannya jalan-jalan di taman tengah kota.

7. Lingkungan Belajar yang Kondusif

Anda adalah guru pertama bagi anak-anak sebelum mereka terlibat dalam institusi pendidikan formal. Penting bagi Anda untuk merangsang anak mengembangkan keterampilannya dan menciptakan ingkungan yang membantu perkembangan karakter anak. Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak bisa Anda usahakan semaksimal mungkin sejak dini.

Lingkungan yang positif dan rileks di rumah, akan membantu anak fokus pada study dan perkembangan karakter positif anak. Ciptakan ruang bagi anak untuk mengeksplore kreativitasnya di dalam rumah dan dorong anak untuk aktif bertanya dan mencari solusi. Ini akan membantu mereka mendapatkan lebih banyak pengetahuan selama proses pertumbuhan.

Peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak diatas tidak luput dari peran aktif orang tua yang aktif mengakses referensi mengenai pendidikan karakter anak, menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif dan selektif dalam menyaring input dari masyarakat terhadap anak. Selamat menerapkan peran keluarga dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak di atas.

Referensi:

https://googleweblight.com/i?u=https://www.education.com/reference/article/environment-important-children-learning/&hl=en-ID&grqid=iHEY39cy

https://googleweblight.com/i?u=https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/1547688X.2017.1354646&hl=en-ID

http://www.momjunction.com/articles/environment-influence-on-child-growth_00332016/

 

2 thoughts on “7 Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Pendidikan Karakter & Kognitif Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.