Pengertian Lingkungan Keluarga dalam Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Anak

Posted on

Pengertian Lingkungan Keluarga

Pengertian Lingkungan Keluarga dalam Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Anak2

Study yang diakukan oleh Longitudinal Study of Australian Children menunjukkan setidaknya ada empat dimensi dalam lingkungan keluarga yang berpengaruh pada kemampuan membaca dan menghitung anak yang diterapkan sejak dini (empat dimensi tersebut dibahas dalam tubuh tulisan).

Selain study itu, kaitan antara lingkungan keluarga dengan perkembanagan kognitif anak disampaikan oleh seorang ahli neuroscience, bernama Marian Diamond. Dr. Diamond melakukan riset mengenai kaitan antara lingkungan keluarga yang kondusif dengan perkembangan otak anak pada tahun 1960-an.

Sampel dari penelitian tersebut adalah tikus. Sampel dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu dikondisikan dalam lingkungan yang “kaya” dan lingkungan yang “miskin”. Lingkungan kaya yang dimaksud adalah lingkungan bebas pressure, sedangkan lingkungan yang miskin adalah lingkungan yang penuh tekanan.

Tikus yang berada di tempat yang “miskin” mengalami perkembangan otak lebih lambat dibandingkan dengan tikus yang berada di tempat yang “kaya”. Tikus yang berada di lingkungan kondusif memiliki ukuran otak yang lebih besar. Hal tersebut juga terjadi pada manusia.

Dr. Diamond percaya bahwa kebahagiaan sangat penting dalam setiap proses pembelajaran dan perkembangan otak anak. Selain itu, aktivitas fisik tidak kalah pentingnya karena (kaitannya dengan perkembangan kognitif), tubuh perlu otak dan otak perlu tubuh.

Pengertian lingkungan keluarga bukanlah lingkungan yang pasif dan tidak memberikan kontribusi apapun pada anak. Selain kecerdasan genetic, lingkungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan kognitif anak.

Kecerdasan kognitif adalah sesuatu yang diharap-harapkan orang tua untuk ada pada anaknya. Orang tua merasa bangga atas prestasi akademik yang diraih si kecil, seperti saat anak menjadi nomor satu di kelas; menang dalam kompetisi local, nasional, dan internasional; memiliki profesi bergengsi di masa depan, dan kecukupan materi.

Agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan pintar sejak dini, pengertian lingkungan keluarga dan pengaruhnya terhadap kecerdasan anak harus Anda pahami dan terapkan. Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan pengertian lingkungan keluarga yang berpengaruh terhadap kecerdasan kognitif anak? berikut rinciannya!

1. Hasil Study dari Longitudinal Study of Australian Children (LSAC)

Study dari LSAC menyatakan bahwa, ada setidaknya empat dimensi yang harus ada dalam keluarga dalam kaitannya dengan pengertian lingkungan keluarga serta pengaruhnya bagi kecerdasan anak, yaitu:

  • Lingkungan rumah yang mengajarkan anak bernyanyi, bermain game, melakukan aktivitas seni dan meningkatkan kreativitas dengan membuat kerajinan.
  • Jumlah buku yang dimiliki anak.
  • Banyaknya waktu yang disediakan orang tua untuk membacakan buku si kecil.
  • Aktivitas menyenangkan di luar rumah, termasuk mengunjungi kebun binatang, mengunjungi perpustakaan, piknik, dan menghadiri event olahraga.

Banyak keluarga yang melakukan kegiatan diatas. Memang, untuk menciptakan pengertian lingkungan keluarga yang berperan terhadap kognitif anak, tidak selalu melibatkan sesuatu yang wow dan mahal.

Walau begitu, kebiasaan tersebut tidak atau jarang dilakukan oleh mereka yang berasal dari kelas menengah ke bawah, dan dengan ibu yang minim background pendidikannya. Ini berarti, tantangan untuk menjalankan rutinitas tersebut berhubungan dengan masalah sosial dan ekonomi. Singkatnya, pengertian lingkungan keluarga yang kontributif terhadap perkembangan kognitif anak tidak lepas dari perekonomiannya.

Riset membuktikan bahwa anak-anak yang seringkali menjalani empat aktivitas diatas pada usia 2 sampai 3 tahun, memiliki kemampuan membaca dan berhitung yang baik pada usia 3 tahun. Memasuki usia 4 tahun, anak-anak yang mendapatkan stimulus tersebut, terbukti memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan siap mengikuti pelajaran di sekolah saat memasuki usia 4 sampai 5 tahun.

Ada hubungan positif antara simulasi dari lingkungan keluarga dengan kemampuan membaca, berhitung, kemampuan berbahasa dan kesiapan anak mengikuti pelajaran di sekolah. Pengertian lingkungan keluarga yang kondusif dan menjalankan empat dimensi diatas bisa Anda biasakan sejak dini untuk memaksimalkan perkembangan kognitif anak.

2. Bernyanyi Bersama Anak-anak

Anda hobby bernyanyi? Kebetulan sekali!. Ajak si kecil bernyanyi bersama. Putar lagu favorit anak,  perlahan mereka akan menirukannya, lalu bernyanyi dengan sendirinya. Apa fungsi rutinitas ini? fungsinya adalah untuk mempertajam memori anak dan untuk mengidentifikasi kata-kata baru yang berpotensi meningkatkan “gudang ilmu bahasanya”

3. Mengidentifikasi Kebisingan

Tipikal anak-anak audio kerap tertarik pada bunyi-bunyian. Atau, meski mereka bukan tipikal anak audio, ada rasa ingin tahu pada apa yang baru mereka jumpai pertama kali. Sebut saja mereka suka mendengar nyanyian burung, mendengar kecipak air saat hujan, mendengarkan bunyi mobil berderum, dan sebagainya. Ini berarti anak-anak mulai mengidentifikasi dan memahami adanya hubungan antara obyek dan suara yang mereka dengar.

4. Mengeja Huruf

Bantu anak mengeja atau menghafal huruf dengan cara menyenangkan, seperti dengan menyanyikannya. Ajak mereka mengeja lagu alfabetis, bermain puzzle alfabet, dan mengeja buku alfabet. Permainan belajar huruf yang bisa Anda praktikkan salah satunya dengan cara berikut ini:

  • Siapkan kertas (usahakan yang menarik) potong berbentuk kotak (sesuai selera). Tuliskan huruf pada kertas itu dengan spidol warna. Anda bisa kreasikan sendiri untuk medianya agar tampak semakin eye catching.
  • Sebarkan huruf dalam ruangan, entah di tembok, di pot bunga, di sofa, dan sebagainya (selama masih terjangkau, diketahui si kecil, dan aman untuk mencapainya).
  • Mulailah permainan ini dengan meminta si kecil mencari susunan huruf berikutnya untuk kemudian di tempel sesuai urutannya di dinding.
  • Bairkan susunan alfabet itu terpampang di tembok sampai Anda dan si kecil siap untuk bermain lagi di kemudian hari.

5. Belajar Berhitung

Carilah waktu yang pas dan alamiah untuk mengajari anak-anak berhitung. Caranya, cobalah minta si kecil menghitung berapa jumlah sepatu yang ada di rak sepatunya, atau minta mereka merapikan mainan balok sambil menghitungnya keras-keras. Dengan cara tersebut, Anda akan segera paham bahwa si kecil telah banyak praktik menghitung dan mulai pandai berhitung.

6. Belajar Bentuk dan Warna

Pengertian Lingkungan Keluarga dalam Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Anak

Saat berinteraksi dengan si kecil, bantu mereka mengidentifikasi bentuk dan warna yang ada di sekitar Anda. Ketika sedang bermain di taman, coba minta mereka menirukan kalimat Anda sambil menunjuk bendanya, seperti “bola biru itu, bulat”. Atau, saat melihat tanda-tanda lalu lintas, Anda bisa katakan “tanda itu warna merah, segitiga”.

Seiring bertambahnya usia si kecil, cobalah minta mereka untuk mendeskripsikan obyek yang mereka jumpai dari segi bentuk dan warnanya tanpa arahan dari Anda.

7. Tawarkan Pilihan

Memberikan pilihan pada dasarnya membantu anak berfikir secara mandiri dan mempertimbangkan sesuatu matang-matang. Seperti pertanyaan, “Apakah kamu mau pake sepatu warna coklat atau hitam?, atau, “Apakah kamu ingin makan kue dengan taburan kacang atau dengan taburan meses?”.

Dengan memberikan pilihan kepada anak, Anda mengajarinya untuk lebih mandiri dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan yang berpengaruh pada hari-harinya.

8. Bertanyalah

Cara lain untuk mengajari anak berfikir tentang sejauh mana pemahaman yang dimilikinya adalah dengan memberikan pertanyaan, seperti: “Kenapa kita harus menuruni tangga secara perlahan?” atau “Apa mainan yang harus kita bereskan terlebih dahulu saat membersihkan ruangan?”, dsb.

Memberikan pertanyaan pada si kecil meng-stimulus anak untuk belajar memecahkan masalah dan memahami bagaimana cara lingkungan sekitarnya bekerja.

9. Kunjungi Tempat-tempat Menarik

Ajak anak jalan-jalan ke museum, atau ke perpustakaan yang meningkatkan rasa ingin tahu anak dan memberikan mereka pengalaman lapang yang nyata. Bertanyalah menganai sesuatu yang berhubungan dengan tempat yang Anda kunjungi, lalu amati respon mereka dan dengarkan dengan baik. Perjalanan tersebut akan memberikan pelajaran berharga bagi Anda dan si kecil.

10. Bermain dengan Peralatan Sehari-hari

Pengertian lingkungan keluarga dalam meningkatkan kecerdasan kognitif anak tidak selamanya dicapai dengan cara yang rumit dan membutuhkan banyak biaya. Cara mudah untuk mengajarkan anak adalah dengan menggunakan benda-benda sehari-hari yang ada di rumah, salah satu contohnya adalah dengan menggunakan kaca.

Saat si kecil berkaca, coba minta mereka untuk menunjuk hidung, mata, pipi, bibir, sambil menyebutkannya keras-keras. Atau, jika Anda suka menanam bunga, beritahukan kepada mereka apa nama masing-masing bunga tersebut dengan cara yang menyenangkan, misal dengan meminta anak mengelompokkan pot-pot kecil sesuai dengan jenis bunganya.

11. Tawari Beragam Permainan yang Menyenangkan

Mainkan beragam permainan dengan anak-anak agar si kecil terdorong untuk memecahkan masalah dan semakin meningkat kreativitasnya. Anda  bisa ajak mereka bermain peek-a-boo, bermain petak umpet, dan sebagainya.

12. Gaya hidup sehat

Riset dipublikasikan oleh British Medical Journal pada Januari 2012 lalu menginformasikan bahwa kemampuan kognitif seseorang mulai menurun pada usia 45 tahun. Dibandingkan dengan penelitian terlebih dahulu, temuan ini cukup mencengangkan karena terjadi beberapa tahun lebih awal.

Riset yang dilakukan di Center for Research in Epidemiology and Population Health di Perancis menyatakan bahwa, gaya hidup berhubungan dengan kesehatan cardiovascular dan fungsi kognitif masing-masing individu.

Singh-Manoux mengatakan bahwa “Apa yang bagus untuk  organ hati kita, bagus pula untuk perkembangan otak kita”. Jika Anda tidak terbiasa dengan gaya hidup sehat, mulailah memperbaikinya saat ini juga.

Tidak ada kata terlambat. Kabar baiknya adalah, otak dan tubuh kita cukup mudah beradaptasi, dan tidak terlambat bagi Anda untuk mengubah hal yang negatif dengan sesuatu yang positif. Ada setidaknya 6 faktor yang mempengaruhi kecerdasan otak anak yang bisa Anda maksimalkan sejak dini, yaitu:

  • Berikan Makanan Sehat

Selama dirumah, usahakan untuk memberikan nutrisi yang menyehatkan anak, sebut saja makanan yang bergizi dan kurangi konsumsi makanan junk food.

  • Tingkatkan Aktivitas Fisik

Pengertian lingkungan keluarga yang sehat tidak lepas dari kebiasaan Anda sekeluarga termasuk si kecil untuk berolahraga. Ajak seluruh anggota keluarga untuk olahraga atau menggerakkan badan setidaknya 20 menit dalam sehari.

  • Akrabi Tantangan

Coba dorong diri sendiri dan berikan motivasi pada anak-anak untuk senantiasa mengkarabi tantangan. Biasakan diri untuk tidak berada dalam zona aman agar otak makin berkembang untuk menemukan cara mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah.

  • Akrabi Sesuatu yang Baru

Perkaya otak dengan mengkarabi apa saja yang baru setiap harinya. Sesuatu yang baru akan meningkatkan kreativitas otak anak.

  • Jangan Lupa Bahagia

Pastikan anak menjalani hari-harinya dengan bahagia, enjoy, dan menikmati setiap momennya.

  • Hubungan Sosial

Pastikan Anda memiliki hubungan baik dengan sesama. Jaga keintiman hubungan keluarga, anak dan masyarakat.

Buatlah komitmen pada diri Anda sendiri bahwa Anda akan melakukan 6 hal positif diatas demi keluarga dan anak-anak. Dengan cara tersebut, kehidupan serta otak anak akan bertransformasi menuju lebih baik. Pengertian lingkungan keluarga kondusif pun dirasakan Anda sekeluarga, terutama anak-anak dalam meningkatkan prestasi akademiknya.

Referensi:

10 Ways to Promote Your Child’s Cognitive Development

https://googleweblight.com/i?u=https://aifs.gov.au/cfca/2015/09/23/how-does-home-environment-influence-children-s-learning&hl=en-ID

https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201203/enriched-environments-build-better-brains?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4560054166

One thought on “Pengertian Lingkungan Keluarga dalam Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *