Pendidikan Karakter: Tanamkan Pendidikan Karakter dengan Menanamkan Sikap Baik Ini!

Posted on

Pendidikan karakter

Pendidikan Karakter Tanamkan Pendidikan Karakter dengan Menanamkan Sikap Baik Ini!

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki seseorang. Ciri khas tersebut ada yang bersifat bawaan lahir dan ada yang sifatnya bentukan. Ciri khas bawaan adalah sesuatu yang paten seperti bentuk fisik dan wajah. Sedangkan ciri khas yang sifatnya bisa di usahakan adalah dalam bentuk tingkah laku, kepandaian, dan hubungan sosial yang baik yang kali ini akan kita bicarakan dengan tema pendidikan karakter.

Bicara pendidikan karakter berarti kita sedang bercakap-cakap mengenai bagaimana cara kita agar diri kita sendiri, atau orang lain yang mendapatkan edukasi tersebut memiliki sikap yang baik. Parameter baik dan buruknya sikap seseorang adalah berdasarkan norma, nilai, dan nalar aktif untuk menimbang apakah kita sedang melakukan kebaikan ataukah melakukan pelanggaran. Secara otomatis, mereka yang di didik dengan pendidikan karakter yang bagus memiliki self-control yang bagus saat melakukan tindakan yang menyalahi aturan, norma dan moralitas.

Sebelum anak-anak mendapatkan pelajaran kognitif untuk perkembangan kecerdasannya, disarankan bagi kita selaku orang tua untuk menanamkan pendidikan karakter terlebih dahulu. Pendidikan karakter tersebut merupakan proses penanaman nilai, norma, dan moralitas yang baik agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakat. Serta menjadi pribadi yang paham akan etika dan mampu memposisikan diri dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Berikut nilai-nilai pendidikan karakter yang sebaiknya parent internalisasi-kan kepada anak sejak dini.

1. Ajarkan Sikap Jujur pada Anak

Jujur secara definisi adalah berkata sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Secara konsep tampaknya mudah. Tinggal berkata apa adanya saja, tidak perlu berbelit dan berkelit. Sayangnya, saat dihadapkan pada sesuatu yang sulit yaitu kejujuran itu berisiko dan membahayakan diri sendiri, alternatif yang lebih sering dipilih adalah dengan berbohong.

Berbohong entah itu untuk skala kecil maupun besar tidak disarankan sama sekali. Dan, untuk mengantisipasi munculnya tingkah laku negatif ini adalah dengan mengajarkan sikap jujur pada anak sejak dini. Secara praktis, berikut langkah yang bisa kita tempuh untuk menanamkan pendidikan karakter jujur.

Konsep jujur

Saat masa-masa golden age, apa yang kita edukasi-kan kepada anak akan lebih mudah di ingat. Pada saat ini, kita bisa berikan mereka pengarahan mengenai konsep jujur dengan cara yang mudah. Diantaranya adalah dengan memberikan pemahaman bahwa bohong itu dosa dan orang-orang yang berdosa akan masuk neraka.

Bermain role play

Buatlah contoh real dengan melakukan role play bersama anak. Anda mainkan peran sebagai kriminal yang melakukan kebohongan dan biarkan mereka menjadi polisi yang memberikan tindakan tegas pada pelaku kriminalitas. Spontan mereka akan mengeluarkan apa sanksi yang akan diterima oleh mereka yang melanggar nilai, norma dan moralitas. Pada level yang lebih tinggi kebohongan bisa berdampak negatif pada kehidupan diri sendiri dan orang lain dan bahkan menyebabkan kematian.

Pahamkan Logika Berfikirnya

Pahamkan anak mengenai akibat kebohongan yang dibuatnya. Seringkali anak-anak tidak berfikir jauh dan hanya mengamankan diri pribadinya saja. Saat mereka (misalnya) mengambil uang kakaknya yang berada di meja belajarnya, pahamkan apa dampak negatif dari tindakan mereka itu kepada orang lain.

Ajak mereka berfikir logis dengan memahamkan bahwa uang yang diambilnya itu adalah uang yang akan dipakai untuk membeli LKS dimana di dalamnya terdapat PR yang harus dikerjakan. Karena ulah si adik, si kakak harus berdiri dan mendapatkan hukuman dari bapak ibu gurunya di sekolah. Itu terjadi karena apa? Karena tindakan si adik yang mencuri uang kakak.

Ambil tindakan untuk kebohongan sekecil apapun

Ya, sebagai orang tua, jangan sampai kita menyepelekan kebohongan sekecil apapun yang dilakukan anak. Kebohongan kecil itu sangat mungkin akan menjadi kebiasaan dan jika dipupuk akan menjadi kebohongan yang besar.  Berikan sanksi pada anak dengan tegas dan mendidik dan jangan sampai kita tertipu dengan rengekan anak. Kebohongan yang menjadi kebiasaan akan disepelekan oleh anak sehingga membentuk karakter negatifnya.

2. Ajarkan Sopan Santun Pada Anak

Karakter sopan dan santun pada anak tidak terbentuk dengan mudah. Perlu pendidikan karakter yang intens untuk menumbuhkan kebiasaan positif ini. Sopan santun kaitannya dengan bagaimana seseorang bersikap pada yang lebih tua dan yang lebih muda. Tau cara menempatkan dimana posisi diri masing-masing. Namun tidak mudah memang membiasakan anak untuk memiliki tata krama yang bagus. Diantaranya adalah;

  • Memberikan pemahaman tentang apa itu sopan santun.
  • Memahamkan anak tentang apa manfaat sopan santun bagi anak dan bagi orang lain karena telah mendapatkan sikap yang baik dari kita.
  • Memberikan pemahaman akan pandangan orang lain tentang kita jika kita bersikap sopan dan tidak sopan pada orang lain.
  • Menjadi role model yang baik dimana saat berinteraksi dengan orang lain yang ada di kanan dan di kiri kita. Kita tunjukkan sikap yang ramah dengan berjabat tangan saat bertemu dengan orang lain, saling menyapa, saling melempar senyum, dan tidak perlu menggunjingkan hal negatif orang lain.

Anak akan meniru bagaimana cara kita memperlakukan pasangan, anak-anak, dan orang tua saat sedang di rumah. Selalu kendalikan diri bahwa kita tidak sedang beraksi sendiri, tetapi ada si kecil yang selalu mengamati sehingga tingkah laku kita perlu kita pertimbangkan sebelum bertindak.

3. Ajarkan Anak Agar Bertingkah Laku Baik, Berfikir Positif, dan Berhati Baik

Pengaruh kondisi psikis pada kesehatan sangatlah besar. Kebiasaan positif berupa tingkah laku, pemikiran dan hati yang positif harus dibiasakan sejak dini. Pembiasaan positif tersebut bisa dibiasakan dengan upaya:

  • Tingkah laku yang baik

Dalam pergaulan setiap harinya, kita sebagai orang tua bisa menjadi role model atas tingkah laku yang baik utamanya saat berada di depan anak-anak. Tegur anak saat bertingkah yang kurang baik, dan pahamkan mereka mengenai dampak negatif dari tingkah laku negatif itu, seperti dikucilkan masyarakat, mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat, mendapatkan sanksi tegas secara sosial dan hukum.

  • Berfikir yang baik-baik

Mudah melupakan dan mudah memaafkan hal negatif yang dilakukan orang lain pada kita memang bukan hal yang mudah. Namun jika pikiran pikiran negatif itu dipupuk, akan menjadi layaknya api yang memakan kayu bakar. Pikiran didominasi pikiran negatif berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Kendalikan pikiran negatif tersebut dengan mengalihkan pikiran anak ke arah yang positif. Usahakan saat anak berkata negatif tentang teman-temannya, maka usaha kita sebagai parent adalah dengan mengalihkannya ke sudut pandang yang positif.

  • Berhati yang baik

Hati yang baik adalah muasal segala kebaikan di dunia. Hati yang baik memunculkan pikiran yang baik dan perilaku yang baik. Sedangkan hati yang buruk menyebabkan lahirnya banyak hal negatif  di dunia ini yang perlu di waspadai. Berikan pendidikan karakter terkait nilai, norma dan  moralitas yang terinternalisasi ke dalam kepribadiannya.

4. Disiplin

Pendidikan Karakter Tanamkan Pendidikan Karakter dengan Menanamkan Sikap Baik Ini!2

Disiplin adalah bagian dari pendidikan karakter yang harus dibiasakan sejak dini. Disiplin berhubungan dengan ketepatan waktu dan kesadaran bahwa setiap detik waktu yang dimiliki adalah berharga. Be on time adalah sikap yang harus kita tanamkan pada anak-anak.

Untuk praktisnya, mari kita biasakan mereka sholat tepat waktu, bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, makan tepat waktu dan belajar tepat waktu.

Jika menjadi kebiasaan anak-anak akan terbiasa dengan jadwal tersebut dan on time menjalankannya. Disiplin tinggi perlu diterapkan khususnya pada aktivitas-aktivitas yang memerlukan prioritas. Sebagai orang tua, pendidikan karakter yang kaitannya dengan disiplin untuk aktivitas yang santai agaknya bisa sedikit lebih longgar.

5. Kerja Keras

Cita-cita memerlukan kerja keras untuk mencapainya. Seorang anak yang dimandirikan sejak dini akan terbentuk sikap kerja keras dalam dirinya. Seperti dengan memintanya merapikan tempat tidurnya sendiri, mengerjakan PR sendiri sambil tetap memantaunya, dst. Sebagai orang tua, perlu kita terapkan sifat ini kepada anak agar mereka tidak menjadi pribadi yang menggantung dan manja. Biasakan mereka meng-handle sendiri apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya dan mari kita pahamkan mereka apa saja manfaat kerja keras, diantaranya adalah untuk mencapai tujuan yang sudah dicita-citakan, mempercepat tercapainya mimpi di masa mendatang dan menjalani proses mencapai cita-cita yang menyenangkan.

6. Komunikatif

Pendidikan karakter yang penting untuk menjaga kesehatan psikis dan untuk menjaga hubungan sosial yang baik dengan orang lain adalah komunikasi yang berjalan dengan lancar. Komunikasi tidak sekedar bicara. Komunikasi melibatkan etika dalam berdialog sehingga orang lain nyaman saat berbincang bersama kita. Seorang anak yang memiliki kebiasaan komunikasi yang baik dengan orang tuanya terbiasa sharing apapun masalah yang sedang dihadapi sehingga tidak terjadi beban mental. Anak-anak yang memiliki cara komunikasi yang bagus terlihat luwes saat sedang berinteraksi sosial dengan orang lain.

7. Rasa Ingin Tau yang Tinggi

Seorang anak yang pintar, seorang anak yang pandai adalah mereka yang awalnya memiliki rasa ingin tau yang tinggi. Dari rasa ingin tau tersebut mereka otomatis akan belajar bahkan tanpa disuruh sekalipun. Para peneliti memiliki sifat ini sehingga mereka mendedikasikan dirinya untuk menguak rahasia di sebalik obyek tertentu yang ingin diketahui. Rasa ingin tau yang tinggi bisa dirangsang sejak dini. Yaitu dengan memberikan stimulus yang menarik sehingga anak tertarik untuk belajar lebih dan lebih lagi.

8. Peduli Lingkungan

Peduli lingkungan adalah pendidikan karakter yang harus diterapkan pada anak selain menyempurnakan kualitas diri yang sifatnya pribadi. Peduli lingkungan kaitannya dengan kecerdasan sosial yang berguna untuk menjalin baik dengan sesama dan juga untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan indah. Ada rasa tanggung jawab yang harus ditanamkan disini.

Pendidikan karakter adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, dan keluarga khususnya anak-anak. Pendidikan karakter harus diberikan lebih dini dan dengan porsi yang besar agar anak terbiasa dengan sikap positif yang bermanfaat di masa mendatang. Memang, kecerdasan kognitif sangatlah penting. Namun saat sedang berada bersama orang lain, atau berada di tengah-tengah masyarakat, etika yang baik, dan pribadi yang memegang teguh norma dan nilai adalah pribadi yang jauh lebih dicintai dan membuat nyaman siapa yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika pribadi tersebut cerdas secara kognitif dan bagus etikanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.