Tips Merawat Bayi: Pilih Popok Kain untuk Bayi? Perhatikan Hal Berikut!

Posted on

Merawat Bayi

Tips Merawat Bayi Pilih Popok Kain untuk Bayi Perhatikan Hal Berikut!

Ada dua pilihan popok bayi, yaitu popok sekali pakai dan popok kain yang bisa digunakan berulang kali.  Mana yang lebih ekonomis? Tentu jawabannya adalah popok kain yang mampu “beradaptasi” dengan baik dengan kotoran si kecil.

Memakai popok kain saat merawat bayi berarti Anda menghemat banyak uang pada beberapa tahun pertama kehadiran si kecil. Walau demikian, para mama muda merasa bingung saat memilih popok kain yang tepat untuk bayi mungilnya.

Selanjutnya, dalam artikel ini sesekali saya akan memakai istilah disposable diaper yang merujuk pada popok sekali pakai dan cloth diaper untuk popok kain. Kali ini kita akan bicara panjang lebar mengenai apa sih kelebihan dan kekurangan popok kain dan tips memilih popok yang tepat. Simak ya!

Sekilas Tentang Popok Kain

Apa yang Dimaksud Popok Kain? Apa Keuntungannya jika Menggunakan Popok Kain?

Ya, sebelum membahas lebih jauh mengenai popok kain, akan lebih baik jika terlebih dahulu kita kupas apa yang dimaksud popok kain dan mengapa memilih popok jenis ini dibandingkan popok sekali pakai?

Popok kain adalah popok yang terbuat dari kain yang mampu menyerap kotoran serta dapat digunakan berulang-ulang. Popok dipasang mengitari selangkangan bayi sebagaimana pemakaian under wear yang mampu menampung urine dan pup si kecil. Saat kotor, Anda bisa segera mencucinya. Jika sudah kering, popok ini kembali siap menampung eksplosi pup dan urine si kecil.

Apa manfaatnya jika Anda merawat bayi dengan popok kain ini? Ada banyak keuntungan memakai popok kain dibandingkan popok sekali pakai. Diantaranya adalah:

  • Efektif

Mari hapus mindset bahwa popok kain identik dengan ke-kuno-an dan tidak efektif dalam membantu Anda merawat bayi. Faktanya, cloth diaper yang ada saat ini, dengan desainnya yang modern efektif dan nyaman saat digunakan sebagaimana disposable diaper pada umumnya. Good bye popok yang terbuat dari bahan yang kasar saat dipakai, terasa gatal, pengap, menyebabkan keringat, dan tidak efektif menampung kotoran

  • Dapat Digunakan Berulang Kali

Disposable diaper hanya digunakan sekali lalu di buang ke tanah. Sangat disayangkan karena popok jenis ini mayoritas terbuat dari material yang tidak ramah lingkungan dan sulit untuk diurai. Jika Anda memang peduli dan ingin berkontribusi pada lingkungan, memilih popok kain adalah alternatif yang bagus dibandingkan dengan popok sekali pakai langsung buang.

  • Ekonomis

Meski saat membeli popok kain terasa mahal, namun mahalnya harga tersebut di distribusikan pada penggunaan yang lama dan kontinyu. Lain halnya dengan popok sekali buang yang meski Anda membelinya dengan harga murah, namun Anda harus membelinya lagi dan lagi. Jika di total, mana yang lebih mahal? Saat anak sudah tidak membutuhkan popok lagi, Anda bisa mencuci dan menyimpannya di dalam almari dan bisa Anda manfaatkan di masa mendatang.

  • Lebih Sehat

Ini adalah poin penting yang wajib diketahui oleh para mama muda. Popok kain jauh lebih sehat dibandingkan dengan popok sekali pakai.

Popok kain tersusun dari bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan bayi. Bahkan, disposable diaper yang termasuk kategori ramah lingkungan sekalipun, terbukti di dalamnya mengandung Sodium Polacrylate (Kristal yang ada di bagian pengisap popok).

Bahan tersebut adalah bahan yang dilarang karena menyebababkan sindrom Toxic Shock yang berbahaya. Kenapa Anda sebaiknya memilih popok kain dalam merawat bayi? Karena popok jenis ini secara desain lebih simpel dan terbuat dari bahan alami tanpa pemutih dan tersedia banyak model.

Berapa Banyak Popok yang Harus Anda Sediakan?

Bayi pup lagi dan lagi. Pada dasarnya berapa banyak popok yang Anda butuhkan tergantung dari jadwal mencuci Anda. Setidaknya, jumlah popok kain yang direkomendasikan ahli adalah 24 buah. Jika Anda memiliki bayi kembar, berarti kelipatannya.

Jika bayi pup 6 sampai 10 kali setiap harinya, maka persediaan tersebut cukup untuk setidaknya 2 hari. Anda bisa menggunakan sisa popok sambil menunggu popok yang lain di cuci, kering dan digunakan kembali. Beberapa mama muda setuju bahwa memiliki 36 buah popok kain adalah jumlah yang ideal sehingga kita punya cukup waktu rehat sejenak dari aktivitas cuci mencuci popok.

Apa Kerugian Memakai Popok Kain?

Kelebihan yang dimiliki popok kain tidak lantas menjadi alasan semua orang harus memilihnya. Setiap anak dan orang tua memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda. Berikut alasan kenapa si kecil mungkin saja tidak cocok jika Anda memilih popok kain!

  • Pantat Membesar

Dengan popok kain, si kecil tampil dengan pantat yang sedikit membesar, apalagi saat popok benar-benar penuh. Dibandingkan dengan disposable diaper, popok kain ini sedikit kurang rapi saat digunakan. Sebenarnya, ini bukan masalah yang serius karena kaitannya dengan performance. Saat melihat si kecil memakai popok kain dalam kondisi seperti itu, justru tampak lucu dan menggemaskan.

  • Kekurangan popok

Seperti di singgung di muka, setidaknya jumlah ideal popok yang harus Anda siapkan untuk si kecil kurang lebih adalah 36 pieces jika ingin memiliki sedikit waktu senggang untuk istirahat dari cuci-cuci diaper.

Nah, bagi Anda mama muda yang memiliki persediaan kurang dari jumlah tersebut, dan yang tidak memiliki jadwal rutin mencuci popok setiap hari, kehabisan popok akan menjadi masalah besar. Masalah ini bisa Anda atasi dengan menyediakan cukup popok di rumah dan rutin mencuci popok tepat pada waktunya.

  • Pup yang Belepotan

Saat Anda menggunakan popok kain—entah Anda suka atau tidak—yang pasti pada satu saat Anda tidak sengaja menyentuh pup bayi yang belepotan di popok. Banyak mama muda yang mengeluhkan hal ini di awal-awal. Seiring berjalannya waktu, Anda akan kebal dengan apa saja kotoran si kecil yang ditampung dalam popok kain itu.

  • Kerja Ekstra

Faktanya, dibandingkan dengan disposable diaper yang sekali pakai lalu buang, popok kain membutuhkan perawatan dan pemeliharaan ekstra. Ini harus Anda lakukan jika Anda memilihnya sebagai perlengkapan merawat bayi yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan disposable diaper. Popok kain adalah popok yang lebih efektif, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan ramah lingkungan.

Nampaknya, kekurangan popok kain diatas bukan masalah yang besar. Masih ada cara untuk mengatasinya dan popok kain menjadi pilihan yang tepat bagi Anda dalam merawata bayi.

6 Tips Memilih Popok yang Tepat Bagi Bayi

Tips Merawat Bayi Pilih Popok Kain untuk Bayi Perhatikan Hal Berikut!2

Segera setelah bayi lahir, seorang mama mulai berfikir apa saja yang membuat si kecil nyaman. Merawat bayi dengan maksimal adalah prioritasnya seperti dalam memilih popok yang cocok untuk kulit sensitif bayi.

Meski setiap mama memiliki pilihan popok masing-masing, penting bagi Anda untuk memahami jenis-jenis popok sehingga tepat dalam memilih popok yang terbaik bagi si kecil. Berikut langkah praktis memilih popok yang bisa Anda praktikkan selama merawat bayi.

1. Pertimbangkan Budget

Ada banyak merk popok yang tersedia di pasaran dengan harga yang berbeda-beda. Anda harus ingat bahwa anak-anak memakai popok selama lebih kurang 2 tahun dan bahkan lebih. Anda tidak harus fokus pada brand khusus yang terkenal tetapi di luar jangkauan dan menghabiskan begitu banyak uang untuk itu.

Pertimbangkan apakah Anda akan memilih disposable diaper yang secara harga lebih ekonomis di awal namun sekali pakai, atau Anda lebih memilih cloth diaper yang dibeli dengan harga mahal namun untuk pemakaian berulang-ulang.

2. Rekomendasi Teman atau Saudara

Anda bisa bertanya pada teman atau saudara mengenai apa popok yang mereka pilih dan kenapa menggunakan itu. Mereka akan berbagi pengalaman dengan Anda terkait kelebihan dan kekurangan dari jenis, tipe, dan merk popok tertentu sesuai dengan pengalaman mereka.

Ini akan menghemat waktu, tenaga dan dana untuk melakukan eksperimen sehingga Anda bisa memilih popok yang tepat bagi si bayi dalam waktu singkat. Akan lebih baik jika Anda mencoba pak popok kecil terlebih dahulu dari beberapa brand yang direkomendasikan dan amati mana popok yang paling cocok untuk bayi Anda.

3. Cek Ukuran yang Cocok

Anda harus selalu menyesuaikan antara ukuran popok dengan berat badan bayi. Biasanya, popok memiliki keterangan untuk berat badan sekian dan sekian. Perhatikan hal ini agar Anda tidak sampai membeli popok yang tidak nyaman bagi si kecil.

Selain berat badan, Anda  harus mempertimbangkan postur tubuh si kecil, apakah bagian kakinya ramping ataukah gemuk. Singkatnya, jangan sampai popok yang Anda pilih terlalu ketat atau terlalu longgar bagi anak.

4. Amati Fitur Diaper-nya

Penting bagi Anda untuk mengetahui fitur masing-masing diaper, seperti beberapa model diaper memiliki daya serap tinggi terhadap cairan, diaper hadir dengan model celana, atau dengan model yang terbuka bagian depannya.

Beberapa model diaper menyebabkan ruam pada bayi dan sebagian yang lain rawan bocor. Beberapa popok di desain cocok untuk malam hari sehingga Anda tidak perlu mengganti popok berulang kali. Pilih popok yang memang sesuai dengan kebutuhan Anda dan cocok untuk si kecil.

5. Nyaman untuk Bayi

Merawat bayi tentunya harus mempertimbangkan sisi kenyamanan si kecil. Misalkan Anda seringkali mengganti popok anak, lalu berdampak ruam-ruam pada pantat si kecil, berarti kualitas diaper tersebut tidak begitu bagus.

Jika Anda melihat indikasi ruam-ruam pada selangkangan bayi, ini berarti Anda harus segera mengganti popok dari brand lain yang cocok. Saat ini, telah hadir popok dari bahan kain yang memiliki daya serap tinggi. Si kecil tidak akan bermasalah dengan ruam-ruam di pantat namun Anda memerlukan ekstra tenaga untuk mencucinya.

6. Pilih Diaper yang Bebas Parfum

Memang, parfum menyebabkan bau wangi namun tidak demikian untuk tempat kotoran si kecil. Anda tidak memerlukan diaper yang wangi untuk itu. Semakin lama popok tersebut dipakai (padahal sudah penuh kotoran), semakin besar potensi si kecil untuk mengalami ruam-ruam. Jika popok tersebut akan dipenuhi kotoran lalu diganti? apa pentingnya memilih popok yang wangi? Nothing!

Selain itu, kulit si kecil sangat lembut dan sensitif. Besar kemungkinan parfum yang menempel pada body si kecil menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering. Pilih diaper yang bebas parfum sehingga aman bagi si kecil.

Memilih popok yang tepat adalah bagian penting merawat bayi di awal-awal kelahiran si kecil. Tidak sembarang popok sesuai dengan postur tubuh, jenis kulit dan kesehatan si kecil. Namun jika ingin lebih aman, Anda bisa pilih popok kain yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.

Referensi:

http://www.proeves.com/blog/index.php/2017/08/08/5-tips-for-choosing-the-best-diaper-for-your-baby/

https://edition-m.cnn.com/2017/10/23/health/moms-babies-crying-response-universal-study/index.html

6 Tips on Choosing Disposable Diapers for your Baby

 

 

 

One thought on “Tips Merawat Bayi: Pilih Popok Kain untuk Bayi? Perhatikan Hal Berikut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.