Rahasia Menjalin Hubungan Keluarga yang Harmonis

Posted on

Hubungan keluarga

Rahasia Menjalin Hubungan Keluarga yang Harmonis

Berinteraksi setiap hari dengan orang yang sama terkadang membuat kita lepas kontrol dan keluar karakter aslinya. Beda lagi dengan orang yang intensitas bertemunya terbilang jarang. Kita lebih bisa menjaga image saat bertemu dengannya.

Itu adalah kebiasaan dari keluarga yang anggotanya masih berada di kediaman yang sama. Lain lagi dengan anggota keluarga jaman sekarang. Mayoritas anggotanya nomaden dengan tujuan untuk menuntut ilmu atau bekerja di kota dan bahkan ke luar negeri.

Bagaimanapun kondisi keluarga saat ini, entah untuk yang masih berkumpul satu dengan yang lain, atau yang sudah terpisah, menjalin hubungan keluarga agar tetap harmonis adalah sebuah keharusan.

Selain kondisi tersebut, ada pula kondisi dimana keluarga berkumpul dengan anggota keluarga besar yang tidak sedikit jumlahnya. Ada banyak alasan kenapa keluarga besar akhirnya berkumpul, seperti untuk menjaga perusahaan agar tetap berada di bawah kendali satu keluarga.

Apapun bentuknya, yang pasti hubungan keluarga harus terjalin dengan baik. Beberapa langkah praktis mencapai keluarga harmonis adalah:

1. Menerapkan nilai-nilai positif selama berada di rumah

Langkah pertama adalah dengan menerapkan nilai-nilai positif yang ada di rumah. Beberapa karakter positif yang harus di jaga dengan baik, di pupuk dan di kembangkan agar harmony keluarga terbentuk adalah;

Kejujuran: kejujuran adalah nilai yang harus ada dan melekat pada keluarga harmonis. Jujur adalah pondasi kuatnya hubungan anggota keluarga. Ada banyak masalah dalam keluarga yang didasari kebohongan, seperti perselingkuhan, ke-tidak-transparan-an, dsb.

Membiasakan jujur sejak mulai berumah tangga sangatlah penting. Dan, mengedukasi anak untuk senantiasa bersikap jujur adalah sama pentingnya agar nantinya mereka tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung tinggi kejujuran.

Integritas: Rasa kesatuan adalah nilai yang harus dikembangkan dalam menjalin hubungan keluarga yang baik. Ada dedikasi yang kita tujukan kepada keluarga. Ada rasa ingin membela keluarga yang lemah, dan rasa ingin melindungi anggota keluarga lain karena merasa satu darah. Perlu adanya kesadaran yang dilandasi rasa kasih sayang bahwa keluarga adalah satu kesatuan.

Membangun integritas salah satunya dengan cara tidak saling menjatuhkan, dan tidak saling mengungkit kesalahan di hadapan anggota keluarga yang lain. Tindakan menyudutkan seperti ini biasanya memicu dendam yang selanjutnya memecahkan rasa harmonis dalam keluarga.

Perduli:

Hubungan keluarga yang baik tidak jauh dari nilai kepedulian yang ada di dalam lingkungan keluarga. Rasa peduli adalah rasa saling memperhatikan yang didasari pada kasih sayang dan saling memiliki. Orang tua yang perduli pada anaknya, sebagai timbal baliknya, akan menjadi tempat kembali bagi anak tanpa diminta.

Lain lagi dengan orang tua yang cuek, yang fokus pada mencari materi saja, atau pada urusan pribadinya semata, secara psikis akan jauh dari anak. Anak tidak mengingat nama parent-­nya saat mengalami konflik batin. Anak menyimpan sendiri masalahnya itu karena dalam pikiran mereka terbersit gumaman;

Ah, Mami-papi nggak bakalan perduli sama urusanku. Toh, mereka selama ini sibuk dengan urusannya sendiri.

Anak-anak perlu tempat menyalurkan unek-uneknya. Ada anak yang menyalurkan kepenatannya itu pada hal yang positif, namun tidak jarang dari mereka yang terjebak dalam obat-obatan terlarang.

Barulah pada akhirnya, saat anak menjerumuskan dirinya pada lubang yang tidak tepat, orang tua akan sadar bahwa selama ini anak tidak mendapatkan atensi yang cukup dari orang tuanya.

Mendukung:

Rumah tangga terbentuk dari pasangan yang saling mencintai dan memiliki visi misi yang sama. Satu keharusan yang harus ada di dalam keluarga adalah saling mendukung. Support yang kita berikan kepada pasangan atau anak-anak adalah energi tersendiri untuk mencapai tujuannya itu.

Dukungan yang diberikan ada banyak macam dan bentuknya. Ada dukungan moral, emosional, psikis dan material yang sebaiknya kita berikan seutuh-utuhnya kepada anggota keluarga yang lain. Memberikan support tentu perlu pengetahuan yang pas. Perbanyak referensi bagaimana cara memberikan dukungan yang baik kepada anak atau anggota keluarga yang lain.

Kebersamaan:

Siapa yang ingin live alone? Saya rasa tidak ada yang menginginkannya. Ada memang momen-momen dimana kita ingin sendiri dan tidak ingin di usik oleh kehadiran orang lain. Namun itu sangat langka, sangat jarang. Pada dasarnya kita ingin hidup bersama, bahagia bersama, dengan orang-orang yang kita cintai. Kebersamaan yang kita ciptakan melalui sarapan bersama, atau melalui liburan akhir pekan yang di ikuti seluruh anggota keluarga, menjadi sarana mempererat kasih sayang antar keluarga.

Dermawan:

Dermawan adalah nilai positif yang semestinya dikembangkan dalam keluarga. Sikap dermawan adalah sikap saling menutup kesedihan orang lain yang disebabkan masalah finansial. Anda punya banyak uang, tetapi paman atau keponakan sedang mengalami krisis dan menghadapi cobaan. Apakah Anda hanya diam? Tidak!

Saya pribadi terharu saat masih duduk di bangku kuliah dan paman saya ngasih uang sambil berkata:

Ini rejekinya kamu yang dititipin Alloh lewat om.

Saling Menghargai:

Mewujudkan hubungan keluarga yang baik tidak lepas dari adanya sikap saling menghargai mulai dari hal sekecil apapun. Saya amati keponakan saya yang saat itu diminta ibunya mengambil piring. Saat dia datang dengan piring di tangan, ibunya bilang:

Bukan yang itu, tapi piring yang ada motif bunga merah di tepinya dan ukurannya lebih kecil.

Keponakan saya pun kembali ke dapur sambil menggerutu. Gerutuan itu tidak lain karena dia sudah menurut, merespon keinginan orang tuanya namun tidak dihargai dengan baik.

Penghargaan yang kita berikan pada masing-masing anggota keluarga memberikan gambaran bahwa kita bersedia menghargai usaha mereka. Ada rasa tersudut, ada rasa disalahkan, dan ada rasa usahanya di remehkan. Siapapun baik anak-anak maupun dewasa tidak akan menyukai hal ini.

2. Perhatikan Hal Ini Bagi Anda yang Tinggal Bersama Keluarga Besar

Rahasia Menjalin Hubungan Keluarga yang Harmonis2

Tinggal bersama keluarga besar tentu sedikit berbeda dengan Anda yang hanya tinggal bersama pasangan dan dengan satu atau dua orang anak. Menempati rumah dengan orang tua, dan dengan kakak-adik serta keponakan, rasanya tentu saja berbeda. Ada banyak subyek yang harus kita pahami. Ada banyak perasaan yang harus kita jaga. Dan, ada banyak keinginan yang mungkin satu saat akan bergesekan dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Dibandingkan dengan tinggal bersama keluarga inti dengan skop yang kecil, tinggal bersama keluarga besar tentu sedikit berbeda. Friksi memang mendewasakan, namun agar tidak berkelanjutan, dan hubungan keluarga tetap aman, Anda bisa menjaga hubungan keluarga yang baik dengan cara berikut:

  • Buat batasan

Betul sekali bahwa Anda dan anggota keluarga yang lain adalah saudara. Saat dulu belum berkeluarga, kita mungkin berada di bawah kendali orang tua atau saudara tertua. Beda lagi saat sekarang, Anda sudah memiliki pasangan dan keluarga kecil yang tinggal dalam satu atap yang sama.

Fokus Anda tidak lagi pada orang tua yang sedarah, namun juga pada suami yang awalnya adalah orang lain dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda. Jaga hubungan baik dengan keluarga besar dengan tidak mengatakan rasa ketidaknyamanan pasangan saat berada di rumah. Sebaliknya, jika ada keluarga yang kurang cocok dengan pasangan dan mengatakannya pada Anda, biarkan itu menjadi rahasia Anda pribadi.

Buat batasan bahwa Anda saat ini telah memiliki keluarga kecil dengan role dan karakter tersendiri. Adopsi apa masukan yang perlu di serap, dan abaikan jika masukan tersebut meng-intervensi dan mengusik kenyamanan keluarga kecil Anda.

  • Bersikap baik pada siapapun

Sikap baik adalah kunci menjaga hubungan keluarga yang baik dengan siapapun, entah dengan suami, orang tua, anak, dan kerabat dekat. Bersikap baik pada orang yang baik memang mudah. Beda lagi saat kita harus menyesuaikan diri dengan mereka yang sikapnya kurang baik, hobby menyudutkan, dan merasa tidak nyaman dengan kita.

Apapun sikap yang mereka tujukan pada kita, tidak perlu bersikap reaktif. Sikap reaktif ini biasanya berakhir dengan pertengkaran dan adu mulut. Hubungan keluarga dengan kebiasaan seperti akan jauh dari kata harmonis.

  • Buat Aturan dalam Mendidik Anak

Berada dalam lingkungan dengan orang yang beraneka ragam secara sosial bagus bagi kemampuan sosialisasi anak. Ada banyak tangan yang berinteraksi dengannya. Tentunya ada banyak sifat yang bersinggungan dengan mereka.

Kakek atau nenek biasanya agak longgar dalam menghadapi anak. Paman dan bibinya mungkin agak memanjakannya dengan jajanan indomaret dan mengajak menghabiskan liburannya di mall. Sebagai orang tua yang memiliki otoritas atas anak, wajib membuat aturan yang mendidik yang tidak bisa dikendalikan baik oleh kakek-nenek maupun paman dan bibinya. Visi dan misi Anda untuk anak jelas. Memanjakan anak dan memberikan banyak kelonggaran kepada anak nantinya berpengaruh pada kebiasaannya di masa mendatang.

Tidak masalah jika Anda mengalami friksi dengan anggota keluarga yang lain terkait aturan Anda untuk si kecil. Selama aturan tersebut dibuat penuh pertimbangan dan tidak buta. Seringkali orang tua meleleh saat melihat anaknya tantrum. Jangan sampai pancingan tantrum yang mereka berikan mengungguli power Anda sebagai orang tua. Anak yang terbiasa mendapatkan apa yang diminta, nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak terkendali.

  • Miliki Kebersamaan Anda Sendiri

Anda memang berada bersama di satu tempat dengan anggota keluarga yang lain. Namun Anda punya keluarga yang harus di jaga kualitas hubungannya dengan menjaga privacy dan kebersamaan keluarga kecil itu.

Luangkan quality time bersama keluarga kecil Anda. Dengan memanfaatkan waktu libur di akhir pekan, atau dengan menghabiskan momen makan malam sesekali di luar, kebersamaan yang berkualitas akan Anda dapatkan. Momen yang langka itu adalah momen dimana Anda menjadi pribadi yang bebas sepenuhnya.

  • Bersihkan Ruangan saat akan Pergi

Hubungan keluarga terganggu tidak hanya karena masalah yang serius, namun juga karena masalah sepele. Kebiasaan membiarkan kamar atau rumah dalam keadaan kotor, handuk berserakan,  buang sampah sembarangan, adalah pemicu konflik dalam keluarga. Perlu ekstra peka saat tinggal bersama keluarga besar. Pastikan kamar, dan barang-barang pribadi keluarga kecil Anda dalam keadaan rapi saat Anda berangkat bekerja.

Hubungan keluarga yang harmonis tentu memerlukan trik khusus untuk mencapainya. Keluarga harmonis adalah idaman. Berada di dalam keluarga yang tenang itu secara psikis kita akan merasa nyaman. Selanjutnya, keluarga menjadi tempat kembali yang dirindukan selalu kita nantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.