Mendidik Anak Hiperaktif: 7 Cara Efektif Mendidik Anak Hiperaktif

Posted on

Mendidik anak hiperaktif

Mendidik Anak Hiperaktif 7 Cara Efektif Mendidik Anak Hiperaktif2

Mendidik anak hiperaktif—Baiklah, tulisan kali ini saya mulai dengan statement mendasar yang harus kita pegang dan kita yakini sebagai orang tua, yaitu:

Anak hiperaktif tidak berarti anak tersebut buruk. Mereka hanya membutuhkan lebih banyak kesabaran dan perhatian dari Parent, serta melakukan aktivitas yang tepat yang bisa menyalurkan stamina anak yang sepertinya tidak pernah habis.

Setelah kita sama-sama meluruskan pandangan mengenai anak hiperaktif, mari kita bahas lebih jauh apa itu hiperaktif dan bagaimana Parent menghadapi tipikal anak yang seperti ini. Haruskah pesimis? No! ada banyak cara mendidik anak hiperaktif seperti dalam tulisan ini, jangan lewatkan ya Moms.

Gambaran Kepribadian Anak Hiperaktif

Saat Bunda ditanya, apakah anak Bunda hiperaktif? Mayoritas Bunda meng-iya-kan karena (mungkin) sudah lelah menghadapi tingkah laku anak yang padahal masih dalam koridor wajar. Anak hiperaktif secara tingkah laku tampak tidak stabil dan sulit konsentrasi. Mereka berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain dengan energi yang sepertinya tidak terbatas dan tanpa rasa lelah sedikitpun.

Adapun kriteria lain dari anak hiperaktif adalah sulit fokus, susah mengkondisikan diri dan tidak bisa duduk manis di kursi sekolahnya. Anak-anak ini seringkali memaksa untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa pernah pikir panjang dan belum bisa mempertimbangkan apa akibat dari yang dilakukannya itu.

Selain gambaran diatas, indikasi lain dari anak-anak hiperaktif adalah sulit memahami dan patuh pada instruksi yang diberikan, banyak  bicara dan suka menyela, secara gesit berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dan tipikal anak ini mudah sekali frustasi, marah, dan sedih.

Itu adalah gambaran singkat mengenai anak hiperaktif. Bagaimana Bun? Yakin anak Bunda masuk dalam kategori hiperaktif? Berikut cara mendidik anak hiperaktif agar lebih terkontrol dan bisa bersosialisasi dengan baik saat bersama teman-temannya.

1. Berikan Instruksi dengan Cara yang Paling Sederhana

Penting bagi Parent untuk memberikan instruksi dengan singkat dalam mendidik anak hiperaktif. Perhatikan mereka, dengarkan apa yang mereka katakan dengan seksama dan pahami mereka. Saat memberikan instruksi, berikan instruksi yang singkat, dan rinci. Jangan sampai anak bingung mendeskripsikan apa yang parent inginkan sehingga mereka menjadi bad temper.

Buat list apa saja aktivitas yang harus dilakukan si kecil dan sampaikan itu pada mereka satu persatu.Saat Anda menyampaikan semua instruksi sekaligus, si kecil merasa Anda cerewet dan membebaninya. Akibatnya, mereka terpancing untuk marah dan semakin tidak terkontrol.

2. Salurkan Energi yang Melimpah Ruah itu dengan Baik dan Pada Tempatnya

Tugas Anda bersama pasangan adalah memikirkan apa kira-kira aktivitas yang cocok sehingga energi si kecil yang sepertinya tidak pernah habis itu tersalurkan dengan baik. Anak-anak hiperaktif memiliki kecenderungan tidak bisa diam, mereka aktif bergerak dan berputar-putar dari satu tempat ke tempat yang lain.

PR Parents adalah, cobalah mencari aktivitas yang membuat si kecil fokus sehingga lebih terkontrol dan energi mereka tersalurkan dengan baik. Salah satu kegiatan yang direkomendasikan oleh penyandang sindrom hiperaktif adalah dengan menyediakan activity box yang saat ini tersedia untuk si kecil mulai dari usia 2-12 tahun. Beberapa perusahaan menyediakan media ini dalam jumlah terbatas dan dengan tema yang unik yang diproduksi setiap bulannya.

Media ini membantu anak terlibat secara fisik, psikis, dan konsentrasi pada apa yang mereka lakukan. Cara ini cukup efektif mengurangi ketidakstabilan anak dan agar anak terbantu konsentrasinya tanpa rasa dipaksa.

3. Bantu Anak untuk Mengontrol Dirinya Sendiri

Cara mendidik anak hiperaktif tentu berbeda dengan anak yang calm down pada umumnya. Anak hiperaktif memiliki karakter mudah marah, mudah tersinggung, mudah frustasi, dan gampang sekali khawatir. Ini karena mereka belum memiliki kemampuan mengendalikan diri dengan baik.

Anak hiperaktif untuk cope dengan dirinya sendiri saja sudah susah. Apalagi jika mereka harus berinteraksi, mendapatkan instruksi dari orang lain, dan disakiti oleh orang disekitarnya. Dengan sudut pandang ini, kita akan melihat apa yang dilakukan si kecil tidak lagi sebagai kenakalan, tapi justru rasa iba dan ada rasa tangung jawab untuk ingin membebaskan si kecil dari konflik batin tersebut. Parent perlu mengarahkan anak untuk tau mana hal yang positif yang harus dilakukan dan mana yang tidak.

4. Refreshing

Mendidik Anak Hiperaktif 7 Cara Efektif Mendidik Anak Hiperaktif

Sebisa mungkin sempatkan diri Anda untuk mengajak anak bersantai sejenak dengan menikmati segarnya pemandangan hijau di lingkungan sekitar. Salah satu pemicu bad temper pada anak adalah  banyaknya gangguan dan juga waktu berinteraksi dengan layar televisi, komputer, dan hp yang cukup intens.

Hindari gangguan tersebut dan cobalah untuk mengajak mereka jalan-jalan menikmati indahnya pemandangan alam yang ada di sekitar. Ajak anak fokus, ambil nafas dalam-dalam, rasakan segarnya suasana di lingkungan sekitar. Si kecil perlahan akan menjadi lebih tenang. Cobalah untuk melakukan ini secara rutin setidaknya seminggu sekali di akhir pekan.

Padatnya jadwal sekolah—seperti  halnya anak-anak yang saat ini masuk dalam sekolah full day school—secara psikis memberikan beban yang cukup berat pada tipikal anak hiperaktif dan Anda perlu mencarikan solusi agar anak-anak keluar dari kejenuhan itu.

5. Menyatu dan Fisik dan Psikis Anak

Mendidik anak hiperaktif yang paling efektif adalah dengan menjadi bagian dari diri anak. Saat kita menyatu dengan fisik dan pikiran si kecil, dan mampu memberikan wadah untuk menyalurkan energinya yang hiper, anak merasa seperti memiliki teman yang mengerti dirinya. Dengan cara ini mereka akan lebih patuh pada Parent sebab mereka merasa Anda tidak hanya sebagai orang tua yang mengarahkan, tetapi juga sebagai teman yang mengerti dirinya.

6. Libatkan dalam Beberapa Aktivitas Berikut

Parent bertanya-tanya, kira-kira apa aktivitas yang cocok untuk mengarahkan energi si kecil itu agar lebih tepat guna? Beberapa aktivitas berikut membantu Anda mendidik anak dengan baik, diantaranya adalah:

  • Melibatkan anak dalam seni bela diri

Ya, seni bela diri adalah salah satu aktivitas pengalihan energi yang ampuh dalam mendidik anak hiperaktif. Cobalah untuk memasukkan anak dalam kelas karate atau cabang olahraga bela diri yang lain. Kenapa memilih karate? Sebab seni bela diri yang satu ini dirancang dengan berbagai jurus, berbagai aksi atau gerakan tubuh yang tidak monoton. Ini adalah cara efektif bagi anak untuk menyalurkan kelimpahan energi yang dimilikinya sehingga digolongkan menjadi anak hiperaktif.

Beberapa manfaat lain yang dirasakan anak dengan terlibat dalam kelas seni bela diri adalah pikiran lebih fokus, lebih tenang, dan membantu konsentrasinya. Jika satu saat anak menguasai seni bela diri ini, mereka akan jauh lebih percaya diri, belajar koordinasi fisik dan psikis yang arahnya anak akan menjadi lebih tenang.

  • Berenang

Aktivitas lain yang cocok untuk mengarahkan energi anak adalah dengan berenang. Renang membantu anak meningkatkan kedisiplinan diri. Luangkan waktu secara rutin di akhir pekan dan lakukan secara kontinyu agar terasa hasilnya. Kenapa memilih berenang dan bukan yang lain? sebab berenang membantu membakar banyak kalori dalam tubuh, membantu anak agar lebih disiplin. Adanya gerakan yang konstan dan kontinyu sehingga anak lebih fokus dan lebih terarah.

  • Mendengarkan musik

Musik adalah salah satu media mendidik anak hiperaktif yang cukup efektif. Musik membantu menenangkan pikiran sehingga anak hiperaktif memiliki skill untuk meng-handle banyak tugas sekaligus. Dalam kondisi tenang, otak membantu menyimpan memori yang masuk lebih banyak lagi. Riset membuktikan, manfaat musik antara lain adalah untuk menyeimbangkan antara fungsi otak kiri dan otak kanan anak yang bermanfaat untuk perkembangan skill dan kognitif si kecil.

Saat anak-anak terlibat dalam paduan suara misalnya, berarti mereka mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat musik untuk menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanannya serta untuk melatih anak agar bekerja tim dengan baik.

7. Teacher Perlu Lakukan Ini Saat Mendidik Anak Hiperaktif

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat mendidik anak hiperaktif di sekolah. Sebenarnya tips berikut tidak hanya untuk teacher saja, tetapi bisa diaplikasikan oleh orang tua di rumah. Mendidik anak hiperaktif terdiri dari tiga komponen, yaitu:

  • Anak hiperaktif kesulitan atau mudah terpancing emosinya saat mempelajari materi yang sulit. Tugas kita sebagai pengajar adalah untuk menyederhanakan materi tersebut agar lebih mudah diterima sehingga tidak memancing emosinya.
  • Selain materi, cara Anda memberikan instruksi harus diperhatikan. Instruksi yang Anda berikan haruslah detail, sederhana, one by one, dan tidak diberikan sekaligus.
  • Anda sebagai pengajar memiliki kapasitas untuk meng-intervensi tingkah laku si kecil. Hindarkan si kecil dari gangguan seperi TV screen, mengalihkan fokus anak dan mencari pengalihan aktivitas untuk menyalurkan energi anak ke arah positif.

Real-nya, beberapa cara mendidik anak hiperaktif yang bisa Anda praktikan di dalam kelas adalah tidak menempatkan anak hiperaktif di tempat duduk dekat jendela atau yang dekat dengan pintu. Lokasi tersebut menyebabkan anak-anak mudah teralih perhatiannya.

Posisikan anak hiperaktif di tempat duduk tengah sehingga perhatiannya fokus pada Anda. Selain itu, upayakan agar ruangan dalam kondisi tenang dan kondusif saat menghadapi ujian. Tujuannya adalah untuk menjaga konsentrasi anak hiperaktif dan tidak sampai bad temper.      

Penting bagi Anda untuk memberikan instruksi sekali dalam satu waktu. Jangan memberikan instruksi secara bersamaan dan jangan mengulangi instruksi tersebut jika tidak perlu. Gunakan media pembelajaran yang menarik seperti gambar, tabel, dan kode-kode agar perhatian anak tidak teralih pada yang lain. Anak tetap fokus pada apa yang Anda sampaikan. Sebisa mungkin usahakan untuk membuat prioritas tugas.Tugas yang sulit dilakukan di pagi hari saat anak masih fresh.

Uraian diatas adalah sebagian kecil dari gambaran cara mendidik anak hiperaktif agar terkendali. Seperti yang kita tau, tipikal anak hiperaktif umumnya banyak gerak, tidak fokus, banyak bicara, mudah marah, mudah khawatir dan masih banyak lagi.

Deskripsi kepribadian hiperaktif yang sedikit mengkhawatirkan itu perlu usaha ekstra dari Parent sekalian agar anak semakin terkontrol. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerima dan mengganggap bahwa anak hiperaktif bukanlah hal yang buruk. Ini hanyalah bagian dari fase tumbuh kembang si kecil yang menuntut kesabaran Anda sebagai orang tua. Selamat membaca dan mempraktikkan tipsnya ya.

One thought on “Mendidik Anak Hiperaktif: 7 Cara Efektif Mendidik Anak Hiperaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.