Memilih Cerita Anak-anak yang Mendidik untuk Pendidikan Karakter Anak

Posted on

Cerita anak-anak

Memilih Cerita Anak-anak yang Mendidik untuk Pendidikan Karakter Anak2

Sebagai pengajar, saya cukup miris saat mengetahui oknum yang kurang bertanggung jawab menyisipkan materi yang kurang pas untuk dikonsumsi anak-anak di bangku sekolah. Ada yang melalui buku bacaan atau buku kerjanya.

Selain menyusup melalui dunia literasi, tontotan yang dikonsumsi pun tidak sesuai dengan perkembangan usia anak, seperti yang ada di televisi dan gadget yang di pegang si kecil. Ada pihak yang sengaja menyusupkan kepentingannya sendiri untuk meng-kontaminasi cara berfikir, gaya berbahasa, dan tingkah laku anak.

Kecanggihan teknologi yang memberikan banyak manfaat bagi kita, juga disertai dengan dampak negatifnya. Yaitu berupa game dengan teknik bermain yang meningkatkan kepongahan, kekerasan, ke-egois-an, dan sifat-sifat negatif yang lain.

Tidak heran jika beberapa dari anak jaman sekarang memiliki cara berfikir yang lebih dewasa sebelum waktunya. Gaya berbahasa yang vulgar, sikap yang kasar, dan cara berfikir yang manja. Fenomena ini tidak bisa kita tangkis kedatangannya karena  menyerbu dari arah mana saja. Namun, ini tidak berarti anak-anak tidak bisa kita proteksi dari pengaruh negatif tersebut.

Bicara dunia literasi, ada dua aktivitas yang tidak bisa lepas dari dunia literasi tersebut, yaitu membaca dan menulis. Saat pertama anak-anak memasuki lembaga pendidikan, mereka akan dikenalkan dengan permainan yang seru dan menyenangkan, huruf, mengeja, membaca, dan menulis.

Sewaktu anak dapat membedakan satu persatu huruf dan mengejanya dengan baik, orang tua pasti sangat senang. Apalagi saat mereka mulai lancar membaca, menulis dan bahkan jika sampai memiliki kelihaian mengarang.

Cerita anak-anak yang di karang oleh penulis yang bertanggung jawab selalu mempertimbangkan dampaknya pada anak, apakah ke arah positif ataukah negatif. Tidak hanya unsur fisik buku saja yang harus diperhatikan (yaitu cover, adanya tulisan dan alur cerita), tetapi amanat yang ada di dalamnya pun harus dijadikan pertimbangan saat memilih buku tersebut. Amanat inilah yang nantinya memancing cara berfikir anak, bagaimana caranya bersikap, dan caranya berbahasa pada kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan mendongeng kepada anak sebelum tidur memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah:

  • Anak-anak menjadikan membaca sebagai kegemaran dan kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan;
  • Anak-anak tidak menjadikan membaca sebagai beban karena sadar akan manfaatnya;
  • Anak-anak memiliki wawasan yang luas;
  • Terpacu untuk selalu ingin tau;
  • Lebih maju dari teman sebayanya.
  • Bagi kita selaku orang tua, tidak sulit mengarahkan anak untuk membaca karena kebiasan itu telah terbentuk sejak dini.

Cerita anak-anak yang awalnya parent ceritakan padanya sebagai pengantar tidur, di kemudian hari membantu tingkatkan rasa cintanya pada membaca. Pendidikan karakter pun bisa kita mulai dari sini, yaitu dengan memilih tema cerita anak-anak yang berpengaruh baik pada psikis maupun emosional anak.

Dalam memilih tema buku cerita anak-anak, perlu Anda cermati beberapa elemen berikut:

1. Penulis cerita

Penulis cerita senior dengan banyak karya biasanya memproduksi buku dengan kualitas yang sesuai dengan harapan masyarakat. Dalam hal ini khususnya adalah penulis cerita anak-anak. Ketahui riwayat penulis dari mesin pencari. Anda akan mengetahui buku apa saja yang sudah ditulis, apa visi dan misi yang ingin dicapai penulis, bagaimana gaya penulisannya, bagaimana bahasa yang digunakan, reward yang diperoleh dan sebagainya.

Dengan mengetahui bagaimana track record penulis tersebut, dan membeli beberapa buku karyanya untuk mendongeng kepada si kecil sebagai pengantar tidur, Anda akan lebih yakin bahwa buku tersebut layak untuk di konsumsi anak-anak. Tidak lupa perhatikan setiap amanat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

Anak memang tidak sedang belajar bersama gurunya di sekolah, namun mereka belajar nilai dan karakter dengan cara yang lebih mudah, yaitu dari dongeng yang Anda bacakan untuk mereka. Atau, dari cerita yang mereka baca sendiri di waktu senggang.

Kebiasaan membaca anak harus mendapatkan pengarahan yang tepat. Jangan sampai mereka salah dalam memilih obyek bacaan yang meng-kontaminasi cara berfikirnya. Pemilihan subyek bacaan harus berdasarkan pemantauan dari Anda selaku orang tua.

2. Ketahui Penerbitnya

Kualitas buku yang diterima oleh penerbit pemula dan penerbit kawakan tentu berbeda. Penerbit pemula biasanya kurang selektif dalam memilih naskah yang diterima karena peminatnya masih sedikit. Sedikitnya persaingan itu menjadikan kualitas konten tidak begitu diperhatikan. Untuk tim editor penerbit pemula pun masih terbatas. Ini dikarenakan mereka masih dalam proses trial and error untuk menentukan posisinya di dunia penerbitan.

Lain cerita dengan penerbit senior. Biasanya penerbit ini memiliki beberapa editor handal. Naskah yang masuk di edit ulang dengan cermat hingga layak di pasarkan. Seleksi naskah sangat ketat utamanya terkait dengan konten yang ada di dalamnya.  Naskah yang masuk jumlahnya lebih banyak dengan kualitas yang beragam. Dari sekian banyak naskah yang ada, naskah yang diterima adalah yang berkualitas dan naskah yang perlu perbaikan akan di kembalikan.

Proses seleksi yang ketat tersebut belum dimiliki oleh penerbit pemula.  Memilih buku cerita anak-anak salah satunya adalah dengan mempertimbangkan siapa penerbitnya. Penerbit yang besar cenderung memproduksi buku berkualitas daripada penerbit yang baru memulai karirnya di dunia penerbitan.

3. Dimana Buku Tersebut di Distribusikan

Ketahui dimana buku tersebut di distribusikan. Apakah distribusi buku berlangsung secara legal atau tidak. Buku anak berkualitas dengan penulis handal meramaikan toko buku ternama yang ada. Dapatkan buku cerita anak-anak di toko buku ternama yang ada untuk memastikan kualitasnya. Toko buku ternama memiliki divisi penyeleksi yang kompeten untuk menentukan layak dan tidaknya buku itu untuk dikonsumsi publik.  Selain toko buku offline, Anda bisa mendapatkannya di beberapa online store terpercaya.

4. Ada dan Tidaknya Rekomendasi dari Penulis Lain

Di halaman sampul, atau di website resmi penulis dan distributor buku, umumnya disertakan testimony dari rekan seprofesi. Tidak hanya rekan seprofesi, buku yang berpengaruh umumnya mendapatkan apresiasi dari tokoh-tokoh kenamaan yang ada. Baca testimony yang tercantum di masing-masing buku tersebut untuk meyakinkan bahwa buku tersebut berkualitas dan cocok untuk dikonsumsi anak-anak.

5. Baca Sinopsisnya

Sinopsis buku memberikan gambaran apa isi buku secara keseluruhan. Apakah gaya bahasa, dan amanatnya sesuai untuk anak-anak seusia si kecil ataukah jauh melampaui batas usianya. Baca sinopsisnya untuk menentukan apakah amanat yang ingin disampaikan sesuai dengan harapan Anda selaku orang tua.

Testimony dan synopsis adalah parameter awal dalam memilih buku pengantar tidur anak. Pertimbangkan apa amanat yang ingin disampaikan apakah sudah sesuai dengan harapan Anda selaku orang tua atau tidak.

6. Pahami Unsur-unsur yang Tidak Sebaiknya ada Pada Buku Cerita Anak-anak

Mengenalkan anak pada dunia literasi adalah tujuan yang baik. Namun, perlu adanya filter apakah obyek yang di baca atau obyek yang ditulis itu berpotensi meningkatkan kualitas intelektualitas dan juga moralitasnya, atau justru sebaliknya menurunkan  moralitas dan intelektualitas anak.

Beberapa unsur yang tidak sebaiknya ada pada cerita anak-anak adalah yang mengandung perpecahan suku, agama, dan ras yang memungkinkan terjadinya konflik dan permusuhan antar anak. Bisa kita bayangkan bagaimana benci dan dendam itu memuculkan atmosfer yang panas dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, topik-topik mengenai kekerasan, dan tema vulgar tidak seharusnya ada pada buku cerita anak-anak.

Pilihlah buku yang di dalamnya mengandung tema perdamaian dan kasih sayang, atau buku dengan tema-tema yang kaya pengetahuan dan penelitian. Apa yang di amanatkan di dalam buku umumnya ter-internalisasi ke dalam pikiran anak sehingga mempengaruhi cara berfikirnya. Berikut tema cerita anak-anak yang bisa Anda jadikan referensi;

  • Tema Animal

Pilihan tema animal adalah tema yang cocok untuk anak-anak. Cerita dengan tema ini biasanya dalam bentuk fabel atau dalam bentuk pengetahuan tentang binatang. Animal masuk dalam skop pengetahuan ilmu pengetahuan alam. Semakin dini anak mengetahui banyaknya animal yang ada, semakin kaya wawasan yang dimilikinya yang berguna untuk masa depannya.

  • Tema Cerita Lucu

Selanjutnya, cerita anak-anak yang direkomendasikan bagi anak-anak adalah cerita yang lucu. Jenis cerita ini cocok sekali menjadi hiburan bagi anak-anak. Cerita lucu yang dimaksud tentunya tetap harus mengandung unsur pendidikan yang kental. Humor yang kocak namun tidak jorok agar pikiran anak semakin fresh.

Dongeng dengan tema yang lucu sepertinya kurang cocok jika digunakan sebagai pengantar tidur. Coba bacakan cerita anak dengan tema yang kocak di saat sedang longgar. Atau, saat anak sedang ingin bersantai bersama Anda.

  • Tema Kerapian

Cerita anak-anak yang mengedukasi salah satunya adalah yang mengandung unsur pendidikan kebersihan dan kerapian. Biasanya, anak-anak enggan untuk menuruti instruksi verbal untuk begini atau begitu. Lambat laun anak merasa bosan sebab mereka menjadi subyek yang selalu diperintah.

Anak-anak yang rajin tidak hanya anak-anak yang aktif masuk sekolah dan mengerjakan PR. Lebih dari itu,  mereka adalah anak yang perduli terhadap kebersihan diri dan lingkungannya. Termasuk terhadap kerapian tempat tidurnya.

Pilih cerita yang mengedukasi seputar kerapian, seperti cara memakai baju yang benar agar terlihat rapi, merapikan tempat tidur dan menata buku setelah selesai belajar. Mereka yang secara tidak langsung mengetahui risiko dari tidak menjaga kerapian, otomatis akan melaksanakannya tanpa diperintah.

  • Tema Respect

Saya pribadi saat mengetahui siswa-siswi tidak respect dengan teman sebayanya, atau dengan gurunya, merasa sedikit resah. Dalam benak saya, mungkin ada yang salah dengan cara kita sebagai orang tua dalam mengedukasi anak.

Melalui cerita anak-anak dengan tema respect, amanat yang ada dalam karya tersebut secara tidak langsung akan sampai kepada anak. Biasanya tema respect dalam sebuah cerita disertai dengan risiko yang harus di tanggung oleh pelaku yang meremehkan orang lain.

Dalam pergaulan, anak-anak akan lebih berhati-hati karena mereka tidak ingin mengalami risiko yang sama dengan meremehkan orang lain.

  • Tema Cinta

Cerita anak-anak tentang tema cinta sangat direkomendasikan. Tema ini bermanfaat menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama, menyukai perdamaian, menghindari pertengkaran dan kebencian, serta selalu menyayangi keluarganya. Tema cinta biasanya identik dengan tema keluarga dan persahabatan.

  • Tema Perjalanan

Hobby anak bermacam-macam, salah satunya ada yang mencintai travelling atau adventuring. Cukup banyak manfaat adventuring, seperti menambah pengalaman, pengetahuan, dan membuat pikiran lebih terbuka. Cerita anak-anak dengan tema travelling memberikan stimulus kepada anak untuk ingin mengeksplor dunia baru.

Buku adalah jendela dunia. Buku ditulis dengan tema yang beragam yang salah satunya dikhususkan untuk cerita anak-anak. Skill membaca dan menulis anak semakin terasah melalui kebiasaan membacakan cerita untuknya. Pilih buku cerita anak yang tepat untuk mendapatkan manfaat yang optimal bagi anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.