Keluarga: Manfaat Traveling dan Tips Sukses Adakan Family Trip

Posted on

Keluarga

Keluarga Manfaat Traveling dan Tips Sukses Adakan Family Trip

Keluarga adalah segalanya. Tujuan berkarir tidak lain adalah untuk keluarga. Karena banyaknya aktivitas yang dijalani setiap harinya, ada saat dimana kita merindukan momen-momen kebersamaan bersama keluarga.

Parent sibuk dengan pekerjaannya di kantor, dan anak-anak sibuk dengan study-nya di sekolah. Apalagi saat ini banyak sekolah menerapkan metode full day school yang mengharuskan anak untuk berangkat pagi dan pulang sore. Belum lagi les tambahan setelah maghrib sehingga jadwal anak-anak tidak kalah padat dengan jadwal kita sebagai Parent.

Berada di tengah-tengah kesibukan yang demikian padat, baik Anda sebagai Parent maupun anak-anak tentu sama-sama lelah, lelah fisik dan lelah psikisnya. Pulang ke rumah dalam kondisi capai dan ingin segera istirahat dan bersiap untuk aktivitas keesokan harinya. Jika setiap hari rutinitas itulah yang kita jalani, tentunya ada momen kebersamaan yang hilang.

Family trip adalah cara mengesankan menjaga kebersamaan bersama keluarga. Bagaimana tidak, family trip dengan destinasi yang beragam itu memberikan suasana baru, keseruan baru, pengalaman baru, dan pengetahuan yang baru. Yuk, rencanakan family trip yang seru dan menyenangkan karena perjalanan ini memberikan banyak manfaat. Diantaranya adalah:

  • Tahap Perencanaan

Tahap perencaan family trip bisa menjadi lebih seru daripada vacation itu sendiri. Pada tahap ini, kita sebagai parent dan juga anak-anak serta anggota keluarga lain terlibat dalam mencari referensi dimana kah destinasi trip yang menarik. Kita sama-sama mencari informasi di program televisi, atau di internet, bertanya pada yang berpengalaman lalu mendiskusikannya bersama-sama.

Momen diskusi tersebut menjadi wadah membangun kebersamaan keluarga. Tidak hanya menentukan tujuan, kita pun sharing tentang apa yang harus dipersiapkan, dan kapan hari H-nya. Ada proses musyawarah disini yang mengedukasi anak-anak untuk membiasakan musyawarah sebelum mengambil keputusan.

Memang betul, vacation adalah kesempatan dimana kita keluar dari rutinitas membosankan setiap harinya. Dan, planning itu sendiri adalah cara menjaga kehangatan keluarga dalam bentuk kerjasama dan komunikasi dengan tujuan utama yaitu vacation.

  •  Perjalanan Menuju Destinasi Trip

Perjalanan menuju destinasi yang kita sepakati bersama bisa kita analogkan dengan proses mencapai tujuan tertentu yang menyenangkan, seperti saat kita berproses untuk menamatkan bangku sarjana, magister, membuat karya buku, dst. Selama perjalanan, kita merasa lelah karena jauhnya jarak yang di tempuh dan kita harus belajar bersabar.

Sepanjang perjalanan, kita menyaksikan banyak scenery menarik dengan hati yang bahagia. Sesekali kita berhenti di tempat yang sejuk dan makan bersama keluarga tercinta. Perjalanan menuju destinasi ini menjadi momen sharing dengan anak-anak mengenai aktivitasnya di sekolah dan tentang teman-teman barunya yang seru.

  • Belajar dari Pengalaman

Well, membaca referensi adalah salah satu cara memperkaya pengetahuan. Namun pengetahuan itu tidak sekuat dan tidak sebegitu bermakna jika dibandingkan dengan pengalaman real yang di dapat di lapangan. Pengalaman lebih mengena dan lebih mudah di ingat. Tidak heran jika salah satu cara mengedukasi anak yang disarankan adalah dengan memperbanyak praktikum di kelas.

Pengalaman yang kita dapat saat traveling ke lokasi tertentu adalah memberikan gambaran real dari apa yang kita baca dan informasi yang kita peroleh dari media massa dan media elektronik. Anak-anak akan belajar budaya di lokasi yang baru, termasuk menjajal kuliner yang berbeda dari tempat dimana dia tinggal. Dia akan belajar tradisi dan karakter masyarakat di tempat yang lain.

  • Sarana Menjaga Ikatan Keluarga

Karena rutinitas, kita merasa berjarak dengan anak-anak yang kita lahirkan sendiri. Kita tidak paham betul bagaimana kebiasannya, dan apa yang mereka suka maupun tidak suka. Ada banyak kegiatan mengisi liburan keluarga, seperti berenang bersama, membuat api unggun di halaman rumah maupun di lokasi lain yang eksotis, dst.

Momen kebersamaan itu menjadi perantara kita untuk lebih dekat dengan anak. Anak tau bahwa orang tuanya tidak melulu memikirkan pekerjaan dan paham akan tipikal orang tuanya yang hangat. Sebaliknya, kita sebagai orang tua pun paham apa yang anak suka dan yang tidak. Ikatan yang terbentuk antara Parent dan anak meningkatkan kualitas hubungan emosional yang berpengaruh pada rutinitas sehari-hari.

  • Meningkatkan Kesadaran Sosial

Sedikit cerita, tinggal di Jogja, saya dipertemukan dengan anak gadis keturunan Cina-Palembang yang saat itu duduk di bangku SMA kelas X sekolah favorit. Pulang-pergi sekolah antar jemput sopir pribadi, dengan rumah yang berpagar tinggi dan tertutup rapat setiap hari. Gadis cantik itu belajar bahasa Jawa bersama saya.

Saat les, gadis yang hobby menulis fan-fiction dengan background keluarga multi-language itu sering melempar candaan seperti ini,

Ya, beginilah, aku nggak punya kehidupan sosial. Berangkat sama sopir, pulang di jemput sopir. Masuk rumah, belajar, nonton teve, besok begitu lagi. Dia mengutarakannya sambil tertawa kecil.

Salah satu elemen penting dalam kehidupan yang harus dipenuhi adalah elemen sosial. Ada manfaat tersendiri saat kita berhadapan langsung dengan masyarakat di kanan kiri kita. Saat traveling anak-anak belajar bersosialisasi di lingkungan yang baru.

Mereka belajar tradisi masyarakat setempat dan belajar cara berinteraksi dengannya. Bukan tidak mungkin perkenalan yang singkat itu akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menambah teman baru. Anak-anak belajar apa itu toleransi, belajar meningkatkan kesadaran sosialnya, dan cara menghadapi konflik.

Anak-anak mungkin bisa membaca informasi tersebut di buku, namun mereka tidak punya pengalaman yang melekat dan ter-internalisasi dalam diri seperti yang mereka dapat saat nge-trip bersama keluarga.

  • Mendapatkan Energi Baru dan Lebih Santai

Keluarga Manfaat Traveling dan Tips Sukses Adakan Family Trip2

Tidak hanya orang tua, anak juga butuh waktu untuk santai dan lepas bebas dari rutinitas hariannya. Family trip adalah cara kita untuk melupakan apapun tentang pekerjaan, tentang sekolah, dan hanya fokus pada momen santai bersama keluarga.

Pilihan kegiatan travelling sangat beragam. Mulai dari berjemur di pantai, naik gunung, berwisata edukasi dan wisata religi yang membantu kita untuk sejenak melupakan beban dalam hidup keseharian. Anda dan anak-anak akan merasa rileks, seolah mendapatkan energi baru untuk kembali pada rutinitas harian yang sama dalam rentang waktu yang lama.

  • Memperkaya Pengetahuan

Traveling membuat kita lebih enjoy dengan diri sendiri. Saat kita bisa menikmati kehidupan dan bisa lebih bersyukur, akan ada rasa tenang dan lebih percaya pada diri sendiri. Energi positif ini membantu kita untuk menapaki hari-hari dengan lebih menyenangkan.

Beberapa dari kita yang semula tidak bisa mengendarai boat, dan memilih berwisata di pantai, kita bisa mencoba skill tersebut dan lebih mengakrabinya. Jika skill itu kita kuasai, kita akan merasa lebih percaya diri. Saat kita berinteraksi dengan masyarakat setempat yang kebetulan bahasa dan tradisinya sedikit berbeda, kita bisa jadikan itu sebagai kesempatan untuk memperkaya skill kebahasaan yang kita miliki. Di lain waktu, memory yang kita miliki tersebut bisa kita gunakan saat berjumpa dengan orang dengan background budaya yang sama dengan yang kita jumpa.

Selain bahasa, kita bisa mempelajari budaya dan tradisi yang berbeda. Bagi Parent, hal yang harus kita pahami adalah, anak-anak mudah merasa asing dengan kebiasaan yang dimiliki orang lain. Ini dikarenakan mereka secara pengalaman masih minim dan menganggap bahwa apa yang didapat dari orang tua dan lingkungan keluarganya itulah yang paling benar, tidak ada yang lain. Dengan family trip, anak-anak belajar tradisi masyarakat lain sehingga memiliki pikiran lebih terbuka dan memiliki toleransi tinggi.

Saat anak-anak travelling bersama keluarga-nya, hal menarik yang mereka dapatkan salah satunya adalah merasa lebih baik lagi daripada sebelumnya dan merasa jauh lebih percaya diri.

Untuk mewujudkan perjalanan keluarga yang menyenangkan, berikut sekelumit tips travelling yang layak dicoba.

1. Merasa bahwa Family Trip adalah “Me Time” Bersama Keluarga

Pertama, pastikan bahwa seluruh anggota keluarga mengapreasiasi rencana untuk jalan-jalan bersama. Jangan sampai salah satu dari mereka ada yang merasa terpaksa dan tidak enjoy dengan agenda keluarga itu. Keterlibatan seluruh keluarga dalam menentukan destinasi wisata mana yang ingin dituju dan apa saja persiapan yang dibutuhkan meningkatkan rasa memiliki atas agenda perjalanan itu. Darisini, muncul perasaan me time yang berujung pada enjoy-nya seluruh personal yang ikut dalam acara family trip itu.

2. Berikan Kesempatan pada Seluruh Anggota Keluarga, Jangan Terlalu Mendadak

Segala sesuatu yang sifatnya mendadak hasilnya tidak akan maksimal. Cobalah untuk membuat planning jauh-jauh hari agar perjalanan dan persiapan masing-masing anggota keluarga bisa optimal. Persiapan yang terlalu mendadak membuat fisik capek dan perjalanan tidak menyenangkan. Anda sebagai kepala keluarga yang memiliki gagasan menarik ini sebaiknya mewacanakannya jauh-jauh hari saat sedang santai agar seluruh anggota keluarga bersiap-siap dengan baik. Saat hari H, perjalanan berjalan lancar, tubuh menjadi fresh saat sedang perjalanan, dan kita semua fokus menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.

3. Ubah Definisi dari Bahagia yang Anda Miliki

Seringkali kita memaksakan standar yang kita miliki pada orang lain, khususnya anak-anak kita sendiri. Menerima kekurangan orang lain membantu Anda merasakan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Saat anak lupa membawa perlengkapan pribadinya selama perjalanan, jangan sampai kita mengubah momen bahagia itu menjadi hardikan. Mari mencari cara agar masalah tersebut selesai dengan baik dan tetap menjaga perasaan anak.

4. Lakukan Survey Setiap Tahunnya pada Seluruh Anggota Keluarga

Anda sekeluarga rajin membuat agenda family trip setiap tahunnya? Baiklah, jika demikian, Anda disarankan untuk membuat evaluasi sepulang perjalanan dan saat situasi sudah kondusif. Evaluasi tersebut bukanlah eveluasi formal seperti saat sedang berada di kelas sekolah, tetapi evaluasi dalam bentuk suka tidaknya anak berlibur di tempat tersebut, apa yang kurang dari persiapan ngetrip itu, dan apa yang perlu ditingkatkan untuk travelling berikutnya. Ini memberikan Anda kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan anggota keluarga yang lain dalam bentuk komunikasi yang intens dan sekaligus memperoleh kepuasan pada liburan selanjutnya.

Ada banyak manfaat family trip yang akan di dapat. Baik itu untuk keutuhan anggota keluarga atau untuk pribadi masing-masing. Rencanakan family trips dengan baik jauh-jauh hari agar kepuasaan dan kebahagiaan yang Anda rencanakan bersama keluarga terwujud tanpa kekurangan sama sekali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.