Manajemen Keuangan: 10 Langkah Praktis Anak Mampu Kelola Keuangan dengan Baik

Posted on

Manajemen keuangan

Manajemen Keuangan 10 Langkah Praktis Anak Mampu Kelola Keuangan dengan Baik

Tidak hanya pendidikan formal saja yang harus diperhatikan sejak dini. Ada pendidikan lain yang sebaiknya dipikirkan dan diterapkan agar nantinya anak-anak tidak mengalami kesulitan di masa mendatang.

Boros adalah salah satu karakter negatif yang harus dikendalikan kemunculannya sejak anak masih kecil. Pendidikan mengenai manajemen keuangan yang baik akan menekan kehadiran sifat boros yang berdampak pada kontrol keuangan yang buruk dan menyusahkan diri sendiri.

Anak-anak yang sejak kecil biasa dituruti, dan di manja dengan gelimang harta tanpa ditekankan padanya akan proses untuk mendapatkan uang dengan kerja keras, akan kesulitan mengontrol keinginannya sendiri di kemudian hari. Meskipun anak tersebut lahir dari parent yang serba berada, sikap boros tidak seharusnya ditanamkan.

Sikap boros akan berdampak pada hal negatif lain seperti emosi yang tidak terkendali saat anak tidak bisa memenuhi kebutuhannya, menjadi pribadi yang tidak sabaran, dan serba ingin enak. Tanamkan manajemen keuangan yang baik agar anak tumbuh dengan pengelolaan keuangan yang baik. Kemampuan dalam mengelola keuangan dengan baik berpengaruh positif pada kepribadian anak.

Beberapa manfaat pengelolalan keuangan yang baik seperti yang kita tau adalah agar terhindar dari masalah hutang, agar bersikap bersahaja dan menghargai proses, serta tidak materialistis. Tentunya masih banyak lagi manfaat manajemen keuangan yang baik yang kita terapkan pada anak. Parent ingin mengedukasi anak sekarang juga? Yuk, coba  cara sederhana berikut ini. Meski sederhana, jika dipraktekin hasilnya bagus banget, lho Bun!

1. Ajak Anak Terlibat dalam Rutinitas Bisnis Anda

Baiklah, fokus pada pendidikan anak di sekolah memang penting. Namun apa salahnya jika Anda mengajak mereka untuk terlibat dalam bisnis Anda sesekali di waktu senggang. Misalkan saja, Anda memiliki bisnis pembuatan aksesoris dan mainan anak-anak di tempat yang terpisah dari kediaman Anda.

Ajak anak-anak bermain ke lokasi bisnis sesekali lalu amati apakah mereka memiliki rasa tertarik pada bisnis yang Anda jalankan ataukah malah sebaliknya. Jika tertarik, tidak masalah Anda memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkarya dengan membuat aksesoris yang awalnya mencontoh dari model yang sudah Anda.

Hasil yang sudah jadi bisa Anda apreasiasi dengan memberikan sedikit uang. Darisini, sebenarnya Anda sedang mengedukasi anak bahwa anak akan mendapatkan sesuatu melalui proses, bukan dengan meminta apalagi menunggu pemberian dari orang tua. Selain itu, Anda akan melihat ada tidaknya bakat bisnis dalam diri anak. Semakin dini Anda menemukan bakat tersebut, semakin besar kesempatan si kecil untuk sukses finansial sejak dini.

2. Berikan Buku Catatan

Anak harus bertanggung jawab pada keuangan dirinya sendiri, dan bukan Anda selaku orang tua. Untuk mengontrol keuangan yang Anda berikan baik secara harian, mingguan, maupun bulanan, berikan anak catatan khusus untuk mencatat pengeluaran dan pemasukannya.

Sebelumnya, ajarkan anak meng-kalkulasi besar pemasukan dan pengeluaran dari uang jajan yang Anda berikan. Jike pemasukan yang Anda berikan adalah sekian, maka pengeluarannya adalah sekian. Pemasukan haruslah lebih besar dari pengeluaran. Anak wajib mencatat setiap pengeluarannya di buku catatan.

Berikan efek jera pada anak bahwa jika mereka melanggar rumus pemasukan lebih besar dari pengeluaran, mereka akan mengalami kesulitan yang menjadikan salah satu kebutuhan harian, kebutuhan mingguan, atau kebutuhan bulanannya tidak tercover. Cara ini perlahan akan membuat anak berfikir selangkah lebih dewasa dari teman-temannya yang tidak menerapkan manajemen keuangan yang baik.

3. Sesekali Apresiasi Mereka dengan Imbalan Uang

Meniatkan segala sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan uang memang bukan hal yang baik sebab ini akan menimbulkan rasa pamrih. Namun tidak  ada salahnya sesekali Parent memberikan reward berupa imbalan uang khususnya saat anak menyelesaikan pekerjaan rumahnya dengan baik, atau karena prestasinya di sekolah yang membanggakan. Dengan demikian, anak-anak akan terdorong untuk lebih konsisten lagi dalam melalukan hal-hal yang positif.

Anda bisa sampaikan pada mereka reward yang mereka dapat bisa dimasukkan ke dalam tabungan. Semakin banyak uang terkumpul, semakin cepat target yang mereka inginkan tercapai, entah itu untuk membeli baju, sepatu, atau untuk target yang lain.

4. Siapkan Celengan di Rumah Khusus untuk Si Kecil

Orang tua adalah role model bagi anak-anaknya. Anda bisa membeli celengan khusus untuk menabung uang receh kembalian belanja dan letakkan celengan itu di tempat yang mudah di akses  anggota keluarga yang lain. Cara ini adalah cara yang efektif dibandingkan dengan Anda harus menasihati anak-anak terus-menerus untuk menabung apalagi dengan menyampaikan teori ekonomi di depan anak-anak. Itu akan membuat anak-anak bosan.

Saat anak antusias dan mulai bertanya tentang celengan Anda, ajak mereka membeli celengan untuk dirinya sendiri yang secara fisik diminati oleh anak. Tanyakan apa target anak selama 6 bulan hingga 1 tahun ke depan dan ajak mereka menabung bersama-sama. Jangan lupa sampaikan pula target Anda kepada anak-anak dan mari membiasakan kebiasaan nabung di rumah dengan media celengan.

5. Ajarkan Anak untuk Tidak Berhutang

Kebiasaan berhutang terjadi ketika seseorang tidak bisa mengontrol keinginannya sendiri. Keinginan manusia tidak ada habisnya. Namun kita memiliki pilihan untuk menuruti atau mengabaikannya. Jika keinginan tersebut selalu kita turuti, kita akan menjadi terbiasa dan lambat laun menggunakan cara untuk memenuhi keinginan tersebut.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan berhutang. Saat ini, berhutang tidak perlu face to face dengan pihak yang kita pinjam uangnya. Namun kini banyak cara mudah berhutang yang mengakibatkan membengkaknya tagihan, sebut saja penggunaan kartu kredit.

Boleh lah berhutang selama dalam kondisi terpaksa. Tapi untuk kebiasaan konsumtif, pastikan anak memiliki kebiasaan menabung terlebih dahulu untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Kebiasaan berhutang dengan memanfaatkan kartu kredit akan menyebabkan kesulitan di masa mendatang dan anak pun tumbuh menjadi pribadi yang kurang sabar.

6. Ajari Bagaimana Cara Bersyukur

Manajemen Keuangan 10 Langkah Praktis Anak Mampu Kelola Keuangan dengan Baik2

Bersyukur adalah sikap normatif yang bagus untuk mengontrol keuangan dengan baik. Sesekali ajak mereka berwisata ke tempat yang baru. Pahamkan pada anak bahwa tidak semua anak seusianya bisa menikmati momen liburan seperti itu. Ajak mereka merenungkan apa saja yang sudah di dapat dengan menghitungnya satu persatu, mulai dari ayah ibu yang penyayang, bersekolah di sekolah unggulan, uang saku yang cukup, antar jemput mobil setiap hari, dst. Ajak anak untuk tidak fokus pada apa yang diinginkan saja dimana saat mereka tidak mendapatkan keinginan itu mereka akan marah-marah. Alihkan perhatiannya dengan cara mengedukasi yang tepat.

7. Jangan Terus Menerus Mengikuti Kemauan Anak

Senjata anak saat keinginan mereka tidak dituruti adalah marah-marah, merengek, menangis, menjerit, memukul, dan membanting apapun yang ada di sekelilingnya. Wajar, karena mereka belum bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, antara emosi dan logikanya.

Sebagai orang tua, parent tidak sebaiknya melulu menuruti apa yang diminta si kecil. Ini akan menimbulkan kebiasaan manja, dan kebiasaan boros yang buruk dampak bagi dirinya di kemudian hari. Perhatikan kapan Anda harus menuruti kemauan anak dan kapan tidak. Saat anak sedang tantrum karena keinginannya yang tidak terpenuhi, percayalah bahwa ini hanyalah momen sesaat yang harus dilalui meski sedikit agak perih.

8. Sesekali Biarkan Anak Menghabiskan Uangnya

Sebagai orang tua, Anda memang harus mengontrol keuangan anak dengan baik dengan beberapa cara yang disebutkan diatas. Namun, sesekali parent bisa coba biarkan mereka menghabiskan uang jajannya. Ini bertujuan untuk memberikan pelajaran dan efek jera pada anak-anak.

Kira-kira pada saat anak menghabiskan uang jatah bulanannya selama 2 minggu, bagaimana dengan hari-hari setelah 2 minggu itu. Dari pengalamannya sendiri, pengalaman pahit yang dirasakan karena boros me-manage keuangan akan menyebabkan dirinya kesulitan. Biarkan mereka habiskan uangnya dan usahakan untuk tidak terpengaruh saat anak merengek meminta tambahan uang jajan pada Anda.

9. Ajari Cara Berbagi

Di dalam rejeki kita, ada rejeki orang lain. Sebagai parent yang banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga, disitu Allah menitipkan rejeki anak-anaknya padanya. Begitulah konsep berbagi. Dalam kehidupan, miskin dan kaya adalah sunnatullah. Ini adalah cara dan takdir Allah yang harus kita jalani dengan baik.

Sebagai pribadi yang kurang beruntung, kita harus menerima keadaan tersebut dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan dengan giat bekerja. Sebaliknya, jika sejak kecil seorang anak berada di lingkungan yang mencukupi, ajari anak untuk berbagi dengan orang lain sejak dini.

Beberapa contoh berbagi mulai dari yang paling sederhana adalah berbagi kue, berbagi uang kepada pengemis, bersedekah di depan anak-anak, dan masih banyak lagi. Ajarkan ini sejak dini yang tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan rasa kemanusiaan dan kesadaran bahwa di sebalik rizki yang kita miliki ada hak orang lain.

Manajemen keuangan yang disertai dengan konsep berbagi seperti ini akan terasa lebih bermakna dan sebagai upaya membentuk pribadi yang tidak materialistis.

10. Bantu Anak Alokasikan Uang Jajannya

Di awal-awal proses edukasi, Anda sebagai orang tua bisa mengajarkan anak bagaimana caranya mengalokasikan uang jajan dengan baik. Bagi anak yang masih SD, sebaiknya parent memberikan uang jajan setiap hari agar bisa mengontrol alokasi keuangan setiap harinya. Sedangkan bagi yang sudah masuk SMP dan SMA, akan lebih baik jika Anda memberikannya setiap bulan.

Sebagai tahap awal mengedukasi anak, cobalah membantu anak membuat rincian alokasi dana. Uang jajan yang diberikan tentu tidak hanya untuk alokasi uang jajan saja, tetapi bagaimana caranya agar anak memiliki sisa uang untuk di tabung dan juga untuk berbagi. Untuk mewujudkan itu, Anda sebagai parent harus memberikan nominal yang masuk akal. Selalu cek alokasi uang jajan anak untuk membentuk kebiasaan manajemen keuangan dengan cara yang baik.

Manajemen keuangan adalah salah satu dari sekian banyak edukasi yang harus kita berikan kepada anak sejak dini. Proses edukasi yang baik dan berhasil memberikan pengaruh positif bagi kepribadian anak di masa mendatang. Yuk, perbanyak referensi mengenai bagaimana cara mengedukasi anak dengan baik selain menerapkan poin-poin di atas. Keuangan adalah elemen vital yang jika tidak dikontrol sejak dini akan menyusahkan  anak di masa mendatang. Selamat mencoba ya Parent.

One thought on “Manajemen Keuangan: 10 Langkah Praktis Anak Mampu Kelola Keuangan dengan Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.