Keluarga

Posted on

KeluargaKeluarga – Anda pernah mendengar istilah keluarga? Tentunya pernah, ya. Atau bahkan malah sering mendengarnya. Lalu, anda paham artinya? Ternyata artinya sangat luas, bahkan bermacam-macam. Ada yang mengartikan dari konteks bahasa.  Ada yang mengartikan secara sempit atau dalam cakupan yang lebih luas.

 

Menurut KBBI

Menurut kamus besar bahasa Indonesai atau sering di singkat KBBI, arti dari keluarga adalah kata yang berasal dari ke-lu-ar-ga dimana kelas katanya adalah kata benda. Ada beberapa arti, yaitu :

  1. Dalam artian bapak ibu beserta anak-anaknya ; seisi rumah. Ini yang dimaksud adalah di dalam satu hubungan yang di sana ada bapak, ibu, ada dan seisi rumah.

Contoh : seluruh keluarganya pindah ke Bandung.

  1. Orang seisi rumah yang menjadi tanggungan ( batih ). Yang artinya, jika di dalam rumah itu ada sepupu yang ditanggung, jadi sepupu itu adalah keluarga kita.

Contoh : ia pindah ke Jakarta bersama keluarganya.

  1. Sanak saudara, kaum kerabat. Ini maksudnya semua saudara yang masih ada hubungan kekerabatan dengan kita.

Contoh : ia sering berkunjung ke Jakarta karena banyak keluarganya tinggal di sana.

  1. Satuan kekerabatan yang mendasar dalam masyarakat.

 

Menurut Bahasa Sansekerta

Ada juga arti keluarga dari bahasa sansekerta, yang berasal dari kula dan warga kemudian menjadi keluwarga yang artinya anggota, kelompok kerabat. Atau bisa diartikan dengan sebuah lingkungan di mana beberapa orang tersebut masih memiliki sebuah hubungan darah, bersatu. Di sini juga beartikan ada anak, bapak dan ibu.

Karena memang kata ini bisa diartikan dengan banyak versi, tapi tetap intinya sama yaitu sebuah kekerabatan yang berhubungan darah. Meski begitu tidak hanya dalam hubungan darah saja yang disebut keluarga. Dalam sebuah komunitas misalnya. Tentunya dalam sebuah komunitas itu tidak mungkin kan dari anggotanya memiliki hubungan darah semua. Bahkan ada sebuah komunitas yang tidak memiliki hubungan kekerabatan seperti itu. Tetapi mereka tetap menamakan mereka adalah satu keluarga. Jadi, kalau kita bisa artikan dari contoh ini, artinya seperti ini sebuah perkumpulan atau banyak orang yang mempunyai tujuan yang sama. Dan yang semacam ini konteksnya lebih luas tidak sekedar bapak, ibu dan anak. Oh iya, ini lebih mengaju arti dalam KBBI yang nomer empat.

Menurut Beberapa Pendapat

Lalu, masih ada arti lain tidak? Misal dari beberapa pendapat. Oh, jelas ada. Di antaranya adalah :

  1. Menurut Burgess dkk dalam Friedman ( 1998 ) ini berdasarkan sebuah tradisi dan nanti bisa diartikan secara luas, yaitu : bahwa di dalamnya harus ada sebuah ikatan perkawinan, darah maupun adopsi. Selanjutnya, para anggota di dalamnya itu mereka hidup bersama-sama dalam sebuah rumah tangga, andaikan mereka hidup berpisah tidak dalam satu atap, mereka tetap menganggap bahwa mereka hidup dalam satu rumah tangga. Kalau yang ini sih, semacam suami istri yang hidup berjauhan, misal karena sebuah pekerjaan. Kemudian, sesama anggota keluarga itu saling berinteraksi satu sama dengan yang lain dalam peran-peran sosial masing-masing, suami dan istri, bapak dan ibu, anak perempuan dan anak laki-laki, saudara dan saudari. Dan dalam hubungan kekerabatan tersebut mereka menggunakan kultur hidup yang sama, yaitu kultur dari masyarakat setempat yang mereka tinggali.
  2. Menurut Whall dalam Friedman ( 1998 ), dia mengartikan ini sebagai suatu kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan anggotanya, yaitu terdiri dari dua individu atau lebih, di mana dalam asosianya mereka dicirikan oleh istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak ada keterikatan darah ataupun hukum, tetapi karena itu berfungsi dengan sedimikian rupa yang menjadikan mereka menyebutnya dalam satu keluarga. Ini yang saya contohkan tadi, semisal seperti sebuah komunitas tadi.
  3. Menurut Friedman dalam Suprajitno ( 2004 ), yang mengartikan dengan sebuah perkumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama, tentunya dengan sebuah keterikatan oleh sebuah aturan dan emosional, sedang setiap individu tersebut mempunyai perannya masing-masing, yang peran tersebut merupakan bagian dari keluarga.
  4. Menurut Salvicion, diartikan dengan dua atau lebih dari individu yang tergabung karena sebuah ikatan darah, hubungan perkawinan ataupu pengangkatan ( adopsi ), kemudian mereka hidup dalam suatu rumah tangga. Dalam satu rumah tangga itu mereka berinteraksi satu sama lain. Setiap anggota mempunyai perannya masing-masing, dan dalam peran dan interaksinya itu mereka tetap mempertahankan suatu kebudayaan.

Di atas adalah uraian dari berbagai pendapat tentang arti. Yang intinya, menurut saya sih, hampir sama, hubungan kekerabatan antar dua individu entah itu mempunyai hubungan darah atau tidak, setiap individu tersebut mempunyai perannya masing-masing. Mereka hidup entah satu atap atau tidak tetapi mereka tetap hidup dalam satu rumah tangga. Tentunya mereka mempunyai kesamaan tujuan, kultur, bahkan mereka hidup dalam sebuah tradisi atau kebudayaan yang sama. Itu sedikit mengulik dari pendapat beberapa pakar di atas. Nah, jika dalam konteks keluarga dalam arti sempit dan luasnya, apa? Oke, di bawah ini saya akan mencoba mengulik konteks sempit dan luasnya.

Menurut Arti Sempit dan Arti Luas

Keluarga dalam arti sempit, bisa diartikan dengan sebuah hubungan kekerabatan yang di sana ada bapak, ibu dan anak. Hidup dalam sebuah ikatan darah, ikatan sebuah pernikahan yang sah. Ikatan seorang anak dalam artian yang pengangkatan atau adopsi juga masih dalam konteks ini menurut saya. Baik hidup dalam satu atap atau berjauhan karena sebuah pekerjaan atau menempuh pendidikan atau karena suatu hal tertentu tetapi mereka tepat menganggap bahwa mereka tetap hidup dalam satu rumah tangga. Ada contoh begini, seorang sepupu diangkat anak oleh bapak dari seorang anak, dan mereka dalam satu rumah tangga ini saya kira masih dalam konteks yang sempit. Contoh lagi, seorang anak atau seorang suami yang harus hidup berjauhan atau bisanya disebut dengan LDR gitu. Mereka hidup terpisah ini karena sebuah pekerjaan atau menempuh pendidikan ini menurut saya juga masih satu keluarga dalam konteks yang sempit.

Selanjutnya, keluarga dalam konteks luas, apa? Nah, kalau dalam konteks luas bisa diartikan yaitu sekumpulan individu yang di sana entah mempunyai kekerabatan dalam hubungan darah atau tidak. Dalam hubungan kekerabatan yang terikat sebuah pernikahan atau tidak tapi mereka tetap menamakan diri mereka satu keluarga. Ini bisa disamakan dalam satu kelompok masyarakat kecil, sih. Kadang karena mereka juga ada hubungan darah juga semisal kakek, nenek dengan om, tante atau bisa di sebut satu keluarga besar karena memang nenek moyang kita sama. Sedang yang tidak mempunyai garis keturunan dalam darah, kadang mereka kadang berkumpul itu karena mempunyai kesamaan hoby, kesamaan tujuan, kesamaan pandangan. Biasanya mereka sering nongkrong bareng, jalan-jalan bareng atau semacam bakti sosial. Kadang mereka juga atribut sendiri. Semisal, kaos, jaket atau apa pun itu sesuai jenisnya. Dan mereka kadang juga lintas generasi, lintas daerah, tapi karena masih satu tujuan maka mereka menyebut diri mereka adalah satu keluarga.

Itu sedikit penjelasan saya, tentang artinya, karena merujuk dari banyak arti tersebut di atas maka saya akan mencoba menjabarkan strukturnya atau beberapa bagian dari itu. Meski dalam bagian yang sempit atau luas, entah dari pendapat siapa juga.

Bagian atau yang disebut anggota keluarga:

  1. Bapak
  2. Ibu
  3. Anak
  4. Kerabat : kakek, nenek, om, tante, sepupu, keponakan.
  5. Teman yang sehobi.
  6. Masyarakat dengan kesamaan.

 

Nah, jika dalam sebuah perkumpulan ada beberapa struktur masyarakat seperti di atas bisa di pastikan mereka adalah keluarga.

Demikian beberapa pengetahuan tentang Keluarga. Semoga kita bisa saling menebar kebaikan dan semoga bermanfaat. Artikel di saring dari beberapa sumber. Terima kasih.

 

Baca juga :

Keluarga Harmonis

2 thoughts on “Keluarga

  1. Pingback: Keluarga bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.