Keluarga Bahagia

Posted on

Keluarga BahagiaKeluarga Bahagia – Apa yang ada dalam benak kita, ketika ada yang bertanya? Kamu lebih memilih agar keluarga bahagia atau teman? Kalau saya yang diberi pertanyaan itu tentunya saya memilih keluarga. Saya lebih memilih memprioritaskan kebahagiaan mereka, meski saya juga memikirkan soal teman. Tapi, saya yakin kalian juga pasti akan memprioritaskan seperti saya. Karena apa? mereka itu adalah sumber insipirasi dalam hidup saya. Ketika saya benar-benar merasa tidak ada nilainya di mata orang lain, tapi di mata orang-orang di rumah, saya sangat ternilai. Bahkan, saya sangat ingat ketika, ayah saya berkata, “Hidup, Ayah itu untuk kamu.” Bagaimana tidak terharunya saya sebagai anak. Nah, semua ini yang mewajibkan saya harus membuat keluarga bahagia. Ketika seorang Ayah saja bisa bilang begitu, masak kita tidak berbuat apa-apa untuk sebuah keluarga yang bahagia.

Nah, merujuk dari pernyataan di atas, di mana-mana orang pasti sangat memprioritaskan keluarga itu, sangatlah benar. Keluarga bahagia itu telah menjadi sebuah kewajiban untuk diwujudkan bagi setiap anggotannya. Entah seorang suami dan istri, anak dan orang tuanya. Yang jelas di antara itu memang saling berhubungan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Banyak gambaran juga dari keluarga bahagia. Ada yang mengacu tentang bahagia finansial, tapi ada juga bahagia yang mengacu dari non finansial. Yah, meski tak dapat kita pungkiri, jika finansial itu juga faktor untuk mendapatkan kebahagiaan. Walaupun itu bukan patokan utama dalam menentukan setiap bahagia dari setiap keluarga. Ada banyak contoh juga, finansial tidak menjanjikan kebahagiaan. Malah bisa menimbulkan sumber dari ketidak bahagiaan dari sebuah keluarga. Maka dari itu, kebahagiaan yang mengacu dari finansial itu bukan menjadi patokan utama. Finansial hanyalah menjadi alat untuk menuju ke kelas bahagia. Semua tetap kepada individu masing-masing.

Sebelum terlalu jauh pembahasan di atas, saya akan menjelaskan bagaimana cara kita membuat keluarga bahagia. Entah itu dari kacamata seorang ayah, ibu, anak, suami atau istri. Bagaimana cara kita bersikap agar semua itu bisa kita wujudkan. Jika memang keluarga bahagia adalah sebagai prioritas utama dalam setiap hidup kita.

  1. Keluarga bahagia dari kacamata seorang Ayah.

Seorang ayah adalah faktor pendukung dari keberlangsungan hidup dalam keluarganya. Ayah juga sangat mempengaruhi bagaimana kehidupan dari seluruh anggota keluarganya. Ayah adalah sebagai penentu dari kebijakan-kebijakan di sebuah rumah tangga. Ayah jugalah sebagai penopang untuk keluarga. Ayah juga yang menentukan roda dari biduk rumah tangga yang dibangung. Karena ayah akan bertugas menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya sedang suami untuk istrinya. Ayah ini harus benar-benar seimbang. Harus bisa membagi semuanya.

 

Sikap ayah ke anak :

Jadilah ayah yang baik untuk anak-anaknya. Karena tingkat kebahagiaan dari seorang anak juga dari ayahnya. Jadilah sosok yang bisa menjadi panutan, ketika seorang anak kehilang seorang panutan maka satu dari sumber kebahagiaan seorang anak itu akan hilang. Itu salah satu yang menyebabkan tidak akan terbentuk keluarga bahagia.

Jadilah ayah yang bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Meski kaya bukan mendasar tetapi menjadi ayah yang bisa memenuhi kebutuhan anaknya juga adalah menjadi sumber kebahagiaan. Tetapi, sebagai ayah juga harus mampu menimbang mana yang pantas diberikan kepada anak. Tidak semua kebutuhan anak harus dipenuhi tetapi penuhi kebutuhan yang prioritas. Nah, ketika anak tak mampu menerima itu semua, berikan pengertian yang lembut. Satu hal, jangan sekali-kali mencontohkan sikap kasar kepada anak. Karena anak pasti akan trauma dengan semua itu. Ketika anak merasa trauma hilanglah lagi satu sumber kebahagiaan anak. Jadilah sosok yang ditakuti bukan karena kasarnya, tetapi karena memang tegas.

Berikan anak perhatian-perhatian yang mendasar. Jangan karena sibuk dengan sebuah pekerjaan karena untuk memenuhi kebutuhan finansial seoang anak, sehingga seorang ayah menjadi lupa bahwa perhatian dan waktu itu adalah kebutuhan yang paling sangat dibutuhkan untuk anak. Ketika seorang anak kehilang satu sumber kebahagiaan maka satu syarat keluarga bahagia akan hilang satu persatu. Berikan waktu untuk sekedar liburan bersama dengan anak, misalnya sepekan sekali. Jika itu tak mampu ya, setidak harus ada satu hari untuk anak dalam satu bulan. Karena saat-saat bersama itu anak akan merasa dia dianggap di sebuah keluarga tersebut. Keluarga bahagia yang didambakan akan terpenuhi perlahan.

 

Sikap ayah sebagai seorang suami untuk istrinya :

Jadilah seorang suami yang kaya, penyabar, pengertian kepada seorang istri. Berikan seorang istri cinta kasih, karena cinta kasih adalah sebuah faktor utama langgengnya sebuah hubungan. Walaupun istri yang baik adalah menjadi seorang penurut kepada seorang suami. Tetapi, ketika seorang suami tidak mampu menempatkan dirinya dengan baik sebagai mana mestinya itu sangat menjadi kendala istri menjadi penurut. Bukankah istri penurut artinya istri itu bahagia, dan ketika istri bahagia maka keluarga juga akan bahagia. Ini semua sangat mempengaruhi terbentuknya keluarga bahagia. Cintailah istrimu, berikan dia perhatian maka jadilah dia bahagia, jadilah dia penurut, jadilah dia istri yang menyenangkan.

Penyabar, jadilah suami penyabar. Mengapa? Karena ketika kita ingin menuju keluarga bahagia, pastilah membutuhkan sebuah kenyamanan dalam berumah tangga. Dan dalam berumah tangga pastilah akan membutuhkan saling mengerti satu sama lain. Nah, jika dalam satu keluarga tetapi di sana tidak ada saling mengerti, suami kurang sabar, sedangkan istri ini masih mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan suami. Bisa hancur kalau suami tidak penyabar. Bisa saja menemui jalan yang tidak diinginkan, misalnya cerai. Na’udzubillah. Makanya, harus mempunyai stok sabar yang banyak kepada istri. Agar rumah tangga semakin baik, keluarga bahagia, deh.

Kaya, mengapa harus kaya? Karena memang seorang suami ini tugasnya menafkahi istri. Meski kaya bukan menjadi patokan tetapi bertanggung jawab kepada istri adalah kewajiban. Nah, saya tidak mendasari kepada kayanya saja, tetapi suami harus rajin bekerja. Itu kenapa? Tidak mungkin kan, kita membiarkan istri kelaparan. Dengan suami bekerja maka istri akan bahagia. Selagi suami sudah bekerja, kaya akan menyesuaikan. Bekerja adalah kewajiban, kaya adalah bonus. Perlu digaris tebal, kaya bukan patokan tetapi bekerja adalah kewajiban.

Berikan waktumu untuk istrimu. Menjadi seorang suami tidak hanya tentang pekerjaan saja, tetapi harus memberikan waktu untuk seorang istri. Ini karena apa? Karena seorang istri itu kadang butuh curhat juga. Nah, salah satunya ya dengan berduaan dengan suami. Berikan sedikit waktumu untuk istri, meski beban pekerjaan itu sangat berat. Tapi, saya yakin setelah nanti kamu bisa memberikan waktu pastilah istri bahagia. Istri bahagia artinya keluarga bahagia juga. Yah setidaknya berakhir pekanlah dengan istri. Jika ada anak berakhir pekanlah dengan anak istri. Saya yakin tidak hanya istri yang bahagia, tetapi suami pun bisa bahagia karena saling bertemu dan berbagi dengan pasangan itu sangat menyenangkan.

  1. Kebahagiaan di Mata Ibu

Menjadi seorang Ibu harus mampu menyeimbangkan sikapnya seorang Ibu untuk anaknya, dan menyeimbangkan sikap istri untuk suaminya ( Ayah ). Dan untuk membentuk keluarga bahagia, bagaimana semua itu bisa seimbang?

Sikap Ibu ke Anak

Jadilah Ibu yang bisa menjadikan anak nyaman didekatnya. Ketika anak membutuhkan teman curhat, jadilah teman untuk anakmu yang mampu nyaman diajak curhat.Dengan itu anak akan dekat dengan ibunya, Ibu bisa mengontrol semua kelakuan anak. Jadi terbentuklah sebuah kedekatan secara emosional yang bagus. Kedekatan emosional ini mampu memicu kebahagiaan seorang anak. Anak yang bahagia maka akan membentuk keluarga bahagia. Intinya di sini adalah nyaman. Buatlah anak nyaman di rumah maka keluarga akan bahagia.

Jangan berkata kasar kepada anak, karena Ibu adalah contoh pertama kali untuk anak-anaknya. Bayangkan saja pada umumnya anak itu akan lebih dekat dengan ibunya dari pada sang ayah, karena Ibu yang mengerti perkembangan seorang anak dari masih kecil. Jadinya setiap tindakan Ibu, perilaku Ibu, tutur kata Ibu akan ditiru oleh seorang anak. Jadikan anak menjadi baik dari kecil, sebab keluarga bahagia ini juga sangat berpengaruh dari sikap anak. Anak yang baik, ibu yang baik akan membantu terbentuknya keluarga bahagia.

Sikap Ibu yang baik sebagai seorang istri untuk suami

Jadilah istri yang bisa mengerti tentang suami. Jangan jadi istri yang pecemburu, berilah suami sebuah kepercayaan. Karena tentunya suami kadang sibuk bekerja, nah untuk menghindari ketidak nyamanan antara suami istri, maka istri harus memahami apapun yang suami kerjakan. Selalu dukung jika memang itu positif. Jangan menjadi istri yang nyebelin, karena istri yang nyebelin akan membuat suami tidak nyaman berada di rumah. Jadikan suami kita juga betah di rumah, karena rumah adalah rumah ternyaman dari beban berat pekerjaan.

Penyayang dan lembut, jadilah istri yang penyayang. Karena suami akan menyukai istri yang penyayang dan juga lembut. Kelembutan hati seorang istri pasti akan meluluhkan hati suaminya. Sehingga suasana nyaman dan damai akan terbentuk. Sehingga keluarga akan menjadi keluarga bahagia.

 

  1. Kebahagiaan di Mata Anak

Sikap Anak Kepada Kedua Orang Tua

Jadilah anak yang baik kepada kedua orang tua. Di mana sikap kita sebagai anak akan membuat Ayah dan Ibu bahagia. Sikap-sikap itu adalah :

  1. Jadi anak penurut.
  2. Jadi anak yang berbakti.
  3. Jangan bersikap kasar, bertuturlah lembut.
  4. Harus selalu hormat kepada kedua orang tua.

Mengapa kita harus menjadi anak baik? karena anak adalah sumber dari kebahagiaan orang tua. Sedangkan dalam keluarga anak adalah sangat berpengaruh. Nah ini sebabnya sikap anak pun juga akan memperngaruhi itu semua. Semoga dengan anak yang baik akan mempermudah menjadi keluarga bahagia.

Itulah bagaimana cara kita membentuk keluarga bahagia dengan cara melihat kebahagiaan di mata masing-masing anggota keluarga. Semoga dengan ini mampu membantu keluarga bahagia, ya. Semoga dengan yang sedikit ini bisa bermanfaat.

baca juga :

Keluarga

One thought on “Keluarga Bahagia

  1. Pingback: Ruang Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.