Keluarga Bahagia? Bangun dengan 7 Tips Praktis Berikut Ini!

Posted on

Keluarga bahagia

Keluarga Bahagia Bangun dengan 7 Tips Praktis Berikut Ini!2

Saya pribadi sering mengamati bagaimana orang yang ada di kanan-kiri kita—meski secara finansial bisa dikata biasa saja—tapi tampak bahagia. Dalam pandangan saya, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang tidak memiliki kebiasaan adu mulut dan saling mengerti.

Adu mulut yang terjadi sesekali wajar saya rasa. Mengingat setiap kepala memiliki pendapat masing-masing. Perbedaan pendapat itulah yang seringkali memicu konflik. Namun jika quarrel tersebut terjadi berulang-ulang, ada yang harus diperhatikan lagi, yaitu sifat egois satu sama lain yang perlu dikendalikan agar keluarga yang dibina aman damai.

Saya rasa definisi dari keluarga bahagia tidak jauh dari gambaran diatas. Keluarga yang merasa bahagia bukanlah keluarga yang terpenuhi secara materi saja (meski terkadang ini perlu), namun keluarga yang mampu bekerja dalam sebuah tim yang kompak untuk saling melindungi, saling menyayangi, saling membantu dan yang terpenting adalah memiliki kemampuan untuk meng-syukuri nikmat yang Tuhan berikan.

Well, mudah memang membicarakan konsep bahagia, namun bagaimana cara real untuk mewujudkannya, itu yang perlu kita ketahui dan praktikkan dari sekarang dengan cara ini.

1. Saling Respect Satu dengan yang Lain

Ada salah satu tetangga saya yang bisa dikata secara finansial pas-pasan. Kepala keluarganya bergantung pada mata pencaharian sebagai petani. Petani dulu saya rasa berbeda dengan petani sekarang.

Dulu, petani tidak berhadapan dengan banyaknya wabah seperti saat ini. Sebut saja wabah tikus yang mengharuskan petani memasang setrum dan menunggu sawahnya hingga larut malam. Singkat kata, menjadi petani sekarang harus siap capek, dan harus siap gagal panen karena faktor X yang tidak bisa kita prediksi kehadirannya.

Karena alasan finansial itu, tetangga saya seringkali membanjiri anak-anaknya dengan kata-kata kasar. Seperti:

Dasar anak bandel nggak tau di untung, ngabisin duit ortu saja.

Dasar kamu itu ya, kebanyakan jajan, nggak tau orang tua lagi seret apa. Dsb.

Entah lah, tapi setiap kali saya dapati orang tua menghardik anaknya, atau bahkan saling kejar dengan membawa batu di tangan, miris sekali rasanya. Dalam diri pribadi saya percaya bahwa anak adalah manusia yang bisa diajak bicara heart to heart. Yang jelas kasus yang terjadi pada tetangga saya bukan simbol respect satu sama lain.

Saling menghargai dalam keluarga adalah simbol keluarga bahagia. Parameternya adalah jangan sampai saat kita pulang ke rumah anak-anak merasa was was dan takut. Pun demikian, tidak sebaiknya kita sebagai Parent merasa ogah saat anak datang selepas bermain di luar bersama temannya. Ada proses pe-negasi-an yang dilakukan disini, dan itu bukan simbol saling menghargai satu dengan yang lain.

2. Menjadi Bagian dari Aktivitas Masing-masing Anggota Keluarga

Keluarga bahagia ditunjukkan dengan adanya rasa saling terlibat dan saling memiliki atas aktivitas anggota keluarga yang lain. Keterlibatan yang dimaksud tidak harus keterlibatan fisik, bisa juga dalam bentuk keterlibatan ide, emosional dan pemberian apresiasi.

Salah satu bentuk pemberian apresiasi dan keterlibatan emosional adalah dengan bertanya mengenai bagaimana aktivitas anak saat sedang di sekolah atau saat sedang bersama teman-temannya. Anda bisa bertanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bakat dan minatnya serta meng-fasilitasinya.

Sedangkan keterlibatan fisik adalah saat Anda mengikuti aktivitas anak secara langsung. Seperti dalam mengikuti lomba, berenang bersama dimana renang adalah hobby si kecil, menemaninya bermain piano dan bernyanyi bersama. Anak akan merasa dekat dengan Anda dengan cara tersebut. Itu adalah bentuk dukungan psikis yang harus selalu Anda tunjukkan kepada anak agar mereka lebih semangat menjalani hari-harinya dan merasa bahagia saat sedang berada di rumah.

Jangan kerjakan apapun yang berkaitan dengan pekerjaan kantor saat sedang di rumah. Ini menunjukkan bahwa Anda sebagai Parent benar-benar memperhatikan anak dan anak merasa bahwa mereka memiliki Anda. Jika yang Anda lakukan sebaliknya, anak-anak akan merasa terabaikan. Sepulang kerja, segera ganti baju formal dengan baju santai di rumah. Makan malam bersama akan menjadi momen sharing menyenangkan bagi anak untuk menceritakan bagaimana aktivitas anak di sekolahnya dan saat sedang bersama teman-temannya.

Usahakan agar anak tidak bosan saat sedang berada di rumah. Ini menjadi penyebab ketidakmaksimalan fungsi keluarga. Lambat laun posisi Anda akan tergantikan dan anak-anak merasa lebih bahagia saat sedang bersama teman-temannya. Jika pengaruh teman lebih besar daripada pengaruh orang tua, Anda bisa bayangkan efek negatifnya bagi anak.

Terkait dengan itu, salah satu tetangga saya yang saat itu duduk di bangku MTs kelas IX, tiba-tiba hilang selama tiga hari setelah ujian nasional. Tidak ada konfirmasi sama sekali hingga 3 hari setelahnya anak tersebut di temukan berada di kota lain. Si anak join komunitas pank dan kedua orang tuanya tidak tau. Setelah di telisik, anak ini secara psikis “tidak penuh”. Dalam artian, dia tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Ibunya, seringkali memakinya dengan perkataan yang kasar.

3. Prioritaskan atau Haruskan Adanya Pernikahan

Keluarga bahagia tidak hanya berdasar pada cinta. Banyak sekali muda mudi jaman sekarang yang melegalkan hubungan intim pra nikah atas dasar suka sama suka. Baiklah,  bicara suka sama suka sepertinya kita akan berdebat panjang mengenai konsep kebebasan. Di luar semua itu, ada hal penting yang harus kita pertimbangkan, yaitu sisi emosional anak saat mereka lahir dalam kondisi “rumah tangga” yang tidak sehat.

Salah satu akibat buruknya adalah anak-anak menjadi bahan bully-an. Tidak hanya anak, sebagai orang tua yang melahirkan dengan status marriage by accident, pribadi tersebut akan menjadi bahan gunjingan dan cenderung di hindari.

Dalam kondisi psikis yang serba tertekan seperti itu, predikat keluarga bahagia akan sulit sekali di dapatkan. Abaikan perasaan suka sama suka yang berujung hal-hal yang melanggar moralitas, adat istiadat, dan hukum Tuhan dan prioritaskan pernikahan sebagai wadah membina keluarga bahagia.

Anak-anak yang lahir di luar pernikahan merasakan beban mental yang berat. Saat mereka sudah tidak lagi tahan terhadap bully-an, mereka akan merasa tersudut dan bukan tidak mungkin akan memilih untuk melarikan diri.

4. Selalu Ada untuk Anggota Keluarga yang Lain

Keluarga Bahagia Bangun dengan 7 Tips Praktis Berikut Ini!

Keluarga bahagia adalah keluarga dimana masing-masing anggotanya merasa bahwa mereka tidak lonely. Rasa kesepian muncul meski saat bersama dengan orang lain. Kesepian yang dimaksud bukanlah kesepian fisik tetapi kesepian psikis.

Kesepian fisik solusinya adalah dengan menemani yang bersangkutan dalam arti yang sebenarnya. Sedangkan kesepian psikis sulit dideteksi dan perlu penanganan intens agar masalah yang dialami bisa benar-benar terkuak.

Usahakan agar Anda sebagai orang tua, selalu hadir untuk anak. Usahakan pula sebagai suami Anda selalu ada untuk pasangan masing-masing. Tinggalkan masalah kantor di kantor, dan saat sedang di rumah mari sepenuhnya hadir untuk pasangan dan anak-anak tercinta. Hindari perbincangan mengenai masalah yang dialami di kantor dan mari ciptakan suasana rumah yang bebas amarah agar ketenangan tetap terjaga.

Jika tertanam mindset bahwa keluarga hanyalah rumah untuk tidur sepulang kerja dan makan, keluarga bahagia akan jauh dari harapan. Ciptakan kebersamaan di sela-sela kesibukan agar ikatan batin tetap terjaga dengan melakukan beberapa aktivitas, seperti masak bersama, sholat jamaah bersama, nonton bersama, weekend dengan berwisata di akhir pekan, dan masih banyak lagi.

5. Tunjukkan Rasa Sayang dan Kehangatan

Penting bagi Anda untuk menunjukkan rasa sayang dan kehangatan dalam setiap kondisi. Kenyataannya, banyak orang tua yang berkata mereka sayang keluarga dan menjadikannya prioritas. Tetapi, saat bertindak apa yang mereka katakan jauh dari aksinya. Wujud cinta yang sesungguhnya terwujud melalui tiga kombinasi elemen, yaitu gesture, perkataan, dan aksi yang sesuai. Buktikan rasa cinta itu melalui perkataan yang lembut dan mendidik, gesture yang menunjukkan kasih sayang dan aksi yang menjelaskan bahwa Anda menyayanginya.

Tunjukkan rasa cinta kasih itu kepada seluruh anggota. Cinta yang tidak dibuktikan melalui aksi berarti tidak ada cinta kasih sama sekali. Buktikan cinta kasih itu melalui perkataan, perbuatan, dan gesture yang mendukung dan real.

Salah satu bentuk kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga adalah dengan memberikan dukungan atas keinginan yang positif. Selalu berikan dukungan pada mereka dalam setiap kegiatan  yang positif termasuk detik detik menjelang kesuksesannya.

6. Komunikasi yang Intens dan Efektif

Komunikasi yang baik dimana perkataan yang diutarakan adalah kata-kata yang positif seperti ungkapan cinta, support, nasihat, masukan adalah cara kita membahasakan cinta. Alokasikan waktu tersendiri untuk membahasakan cinta dan kasih sayang melalui komunikasi yang intens dengan keluarga. Tidak hanya intens, namun komunikasi tersebut adalah komunikasi yang efektif.

Ciri khas dari komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang memberikan dukungan emosional kepada anggota keluarga, baik kepada anak maupun pasangan. Kepada anak, parent wajib memberikan dukungan psikis agar mereka lebih bersemangat dalam belajar dan mencapai cita-cita. Menjadi pribadi yang utuh yang secara etika, dan secara kognitif baik.

Kepada pasangan, quarrel dan saling berteriak satu dengan yang lain bukanlah cara komunikasi yang pas untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Tunjukkan bahasa yang hangat, dan tidak menunjukkan amarah. Tunjukkan pula sikap ingin dekat secara psikis dan ingin memahami satu dengan yang lain. Cara komunikasi yang demikian, membantu meningkatkan kualitas hubungan dalam rumah tangga, dimana antar pasangan dan antara orang tua dengan anak tidak ada ucapan saling menyakiti dan menyalahkan.

7. Aktivitas yang Menunjukkan Rasa Sayang dan Saling Menghargai

Keluarga bahagia salah satunya ditunjukkan melalui adanya ritual atau rutinitas yang dilakukan bersama-sama untuk meningkatkan kualitas hubungan masing-masing anggota keluarga. Aktivitas tersebut seperti dinner bersama, berwisata saat akhir pekan, sholat jamaah bersama, dst. Rutinitas itu membantu kita untuk saling terhubung dan saling akrab. Selain untuk tujuan agar lebih akrab, ini memberikan kesempatan bagi kita selaku orang tua untuk mengedukasi anak-anak agar saling menghargai satu dengan yang lain.

Keluarga bahagia tidak sekedar tercukupi secara materialnya semata. Keluarga bahagia adalah keluarga yang kebutuhan fisik, psikis, dan emosionalnya terpenuhi dengan baik. Dalam kondisi jiwa dan emosional yang tenang, bakat anak akan semakin terarah dan terasah dimana mereka mampu mencapai goal dalam hidupnya tanpa ambisi dan tanpa tekanan. Dukungan keluarga penting sekali untuk mewujudkan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.