Kelompok Keluarga: 9 Tema Obrolan yang Dilarang Saat Kumpul Keluarga

Posted on

Kelompok keluarga

Kelompok Keluarga 9 Topik Obrolan yang Harus Dihindari Saat Kumpul Keluarga2

Merencanakan kumpul-kumpul dengan sekelompok orang yang amat kita cintai seperti keluarga akan memperkuat ikatan keluarga yang kita bina. Kelompok keluarga tidak selamanya mudah untuk diajak kumpul bersama karena kesibukan, jarak, dan karena faktor yang lain.

Salah satu cara ampuh mengadakan kumpul keluarga adalah dengan berkumpul setiap minggunya. Tujuannya adalah untuk menciptakan harmoni, meningkatkan kedekatan psikis dan hubungan antar sesama.

Pada acara tersebut kita memiliki kesempatan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik agar antara anggota keluarga satu dan lainnya lebih dekat. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk bersenang-senang. Dukungan dan pemahaman yang di dapatkan selama berkumpul bersama keluarga meningkatkan cinta kasih antar anggota keluarga.

Kumpul bersama kelompok keluarga pada dasarnya adalah perwujudan dari silaturahim yang diperintahkan agama, seperti dalam surat An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:

Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Kumpul keluarga adalah salah satu cara memelihara hubungan kekeluargaan seperti yang diperintahkan dalam ayat diatas. Merencanakan dan meng-sukses-kan acara tersebut adalah hal positif.

Sayangnya, tidak semua acara yang digelar berjalan lancar karena beberapa tema pembicaraan yang dilontarkan dalam acara tersebut yang sifatnya menyinggung perasaan orang lain. Hindari tema itu agar kumpul kelompok keluarga menjadi momen membahagiakan dan selalu dirindukan.

Tema Pembicaraan yang harus Dihindari saat Kumpul Keluarga

1. Status Relationship

Saat musim liburan tiba, orang akan packing barang-barangnya, mengendarai mobil dan berkumpul kembali bersama kelompok keluarga besarnya yang jauh di mata. Ini akan sangat bermanfaat bagi Anda dan menjadi pengalaman yang menyenangkan selama kita tidak membahas masalah status hubungan kita dengan mereka.

Keluarga besar Anda tidak tertarik dengan dating yang Anda lakukan bersama pacar sampai Anda benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri. Membicarakan dating dengan orang yang belum sah menjadi pasangan hidup adalah aib. Bagi keluarga besar Anda, ini akan meninggalkan memori pahit dan ilfil atas tingkah laku Anda.

2. Pekerjaan Anda

Meskipun Anda adalah dokter, astronot, pilot, ahli mesin, atau Anda memiliki keluarga yang berprofesi di bidang itu, jangan sebutkan apapun tentang pekerjaan Anda. Anda akan dianggap berpikiran picik dan diremehkan, dan Anda akan membuat orang lain down saat karir yang Anda sebutkan itu jauh diatas karir mereka.

Anda akan menjadi lelucon saat salary yang Anda dapatkan rendah. Begitu juga anggota keluarga lain enggan mengajak berkumpul kembali karena pendapatan Anda yang jauh diatas rata-rata. Lebih banyak diam dalam hal pekerjaan adalah pilihan yang tepat saat kumpul kelompok keluarga.

3. Keputusan Terkini yang Sudah Anda Ambil

Jika Anda membuat keputusan yang sangat penting dalam kehidupan, plis kendalikan diri untuk berbagi dengan yang lain saat kumpul keluarga.

Mungkin Anda akan membuka pembicaraan dengan kalimat “Aku telah mempertimbangkannya matang-matang…”, atau “Aku telah mencurahkan tenaga dan pikiran sekuat tenaga…”, dan sebagainya. Jangan sharing-kan itu saat kumpul kelompok keluarga.

Apakah keputusan yang Anda ambil itu salah, atau Anda melakukan sesuatu yang pada akhirnya membuat Anda menyesal, tahan dulu ambisi Anda untuk menceritakannya. Lets enjoy the moment!

4. Sentimen Politik

Kumpul keluarga bukanlah arena untuk memborbardir pengetahuan politik yang Anda miliki dan yang saat ini sedang menjadi passion Anda. Hindari keinginan untuk bombardir pengetahuan tersebut atau bahkan mengarahkan anggota keluarga untuk menjadi bagian liberalism, democratism, new criticism, dan lain sebagainya.

5. Anak

Percaya atau tidak, keluarga besar Anda serasa memiliki otoritas atas anak-anak Anda. Gambarannya seperti ini, jika Anda memiliki calon pasangan, yang mereka inginkan adalah segeralah menikah dan segera miliki anak.

Jika Anda menikah, tetapi Anda belum dikaruniai anak, segeralah miliki keturunan. Jika Anda masih single segeralah cari pasangan untuk menikah dan miliki baby segera. Jika Anda dikaruniai satu anak, miliki anak lebih, dan jika Anda miliki banyak anak, adopsikan satu anak Anda untuk orang lain. Saat topic tentang anak muncul ke permukaan, segera alihkan pembicaraan.

6. Olahraga

Tampaknya, topik olahraga adalah topik yang aman. Namun nyatanya tidak. Ada anggota keluarga keluarga yang fanatic dengan klub olahraga tertentu dan ada yang tidak. Alihkan pembicaraan sebab topic bahasan ini menunjukkan perbedaan yang berujung seteru dengan anggota keluarga yang lain.

7. Usia

Tidak ada seorang pun yang merasa nyaman jika diingatkan pada usianya yang beranjak tua. Begitupun saat ada anggota keluarga yang membicarakan kenangan perayaan ulang tahun Anda dahulu yang meriah.

Selalu ada satu keluarga yang ingat kapan ultah Anda. Mereka mengingatnya karena Anda lahir 10 bulan lebih awal dari anaknya atau dari adik suaminya. Ini akan menimbulkan friksi antara Anda dan anggota keluarga yang lain. Cobalah untuk tidak membicarakan usia saat sedang bersama keluarga besar karena ini cukup sensitif.

8. Personal Interest

Kelompok keluarga yang terdiri dari beragam orang dengan bermacam ketertarikan, bukanlah tempat yang tepat bagi Anda untuk berbicara banyak mengenai ketertarikan Anda pada apapun, sebut saja music, buku, film, artis, dan sebagainya.

Ini karena mereka akan membuang-buang waktu untuk mendengarkan ambisi atau keinginan Anda yang menggebu untuk bercerita hanya demi menghargai saudara sendiri.  Boleh saja Anda berbagi cerita jika memang mereka memiliki ketertarikan yang sama. Namun jika tidak, pilih tema yang lain yang sekiranya bisa dinikmati oleh semua yang sedang berkumpul bersama Anda.

9. Bersiap Menghadapi Dangerous Personality

Kelompok Keluarga 9 Topik Obrolan yang Harus Dihindari Saat Kumpul Keluarga

Bagi mayoritas orang, hari libur adalah hari yang spesial. Liburan kali ini adalah waktunya Anda bertemu dengan seluruh anggota keluarga besar.  Momen kumpul kelompok keluarga ini tidak selamanya menyenangkan jika kebetulan kedatangan tipikal pribadi yang membuat takut sekaligus khawatir dan hobby mencari perhatian atau yang biasa disebut dengan dangerous personality.

Tipikal pribadi tersebut kerap mengatakan sesuatu yang salah, bertindak  tidak semestinya, menyakiti orang lain, suka jika menjadi pusat perhatian, selalu datang terlambat dan berharap Anda akan menunggunya, dan tidak segan mengharapkan penderitaan menimpa orang lain.

Tipikal pribadi demikian tidak peduli mereka menggangu siapa, melukai dan menyakiti siapa. Mereka tidak memperdulikan orang lain. Karakter tersebut membuat anggota keluarga putus asa namun tidak berpotensi membuat orang lain meng-imitasi tingkah lakunya. Berikut gambaran detail yang membuat kelompok keluarga tidak nyaman saat berkumpul.

  1. Dangerous personality tidak bertanggung jawab pada apa yang dikatakan dan dilakukannya. Mereka tidak khawatir menyinggung atau melukai orang lain. Mereka cukup sembrono dan tidak ingin menyaring perkataannya.
  2. Pribadi yang bersangkutan menunjukkan kemarahan yang intens dan ledakan emosi yang seringkali tidak sesuai dengan situasi yang ada. Singkatnya, over reaktif.
  3. Berada disamping pribadi demikian membuat Anda merasa tidak bahagia, tidak mampu mengontrol emosi, tidak bermakna, sedih, dan merasa terasingkan. Dan Anda khawatir jangan-jangan setelah ini ada ada perilaku orang lain yang menyinggung dan melukai (sering paranoid).
  4. Cenderung keras pendiriannya, kaku dalam berfikir, curiga tanpa sebab, tidak ada hasil, keras dan kejam, menikmati konflik bahkan dengan obyek anggota keluarganya sendiri.
  5. Ingin diperhatikan sepanjang waktu dan mudah marah saat ditinggalkan, misal saat berbicara lalu lawan bicaranyameninggalkannya, tidak dilibatkan dalam sebuah event keluarga, tidak diajak jalan-jalan bersama, dan sebagainya.
  6. Saat Anda berada disamping pribadi yang demikian, Anda akan merasa tersiksa, mudah marah, khawatir, mudah tersinggung, dan sebagainya.
  7. Siapa saja yang dekat dengan tipikal pribadi yang demikian, entah itu teman, saudara, keluarga, dan sebagainya, harus sering-sering mengecek mood yang bersangkutan. Dan, mereka yang dalam keseharian kurang dekat dengan seseorang tersebut harus berhati-hati saat sedang bersamanya.
  8. Argumen yang seharusnya selesai dalam beberapa menit saja, menjadi berlarut-larut dan berkepanjangan tidak hanya berjam-jam tetapi sampai berhari-hari dan tidak ada I’tikad untuk mengakhirinya.
  9. Seringkali berprilaku sebagai korban untuk mendapatkan perhatian dan seringkali berprilaku seperti princess untuk mendapatkan perlakuan khusus. Gemar menuduh orang lain tidak adil padanya
  10. Pribadi pengumpul luka masa lalu. Senang mengingat kesalahan masa lalu, saat diremehkan, dan mengalami ketidakadilan yang dipakai untuk mendebat orang lain secara panjang lebar. Tidak ada kata memaafkan dan melupakan bagi tipikal pribadi tersebut meski kejadian itu telah selesai berpuluh tahun yang lalu. Fakta menyakitkan tersebut dikumpulkan dan diolah untuk digunakan sebagai senjata di kemudian hari.

Beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk menghadapi tipikal pribadi diatas saat kumpul kelompok keluarga adalah:

  • Sadar akan realitas dan jangan begitu menghiraukan mereka. Tiap orang melihat orang lain dari bagaimana cara mereka bertingkah dan jangan begitu memperdulikan hal berbahaya yang mereka lakukan.
  • Anda harus membuat batasan, apa yang masuk dalam wilayah toleransi dan apa yang tidak.
  • Ajak anggota keluarga lain untuk membuat kesepakatan bahwa dalam kumpul kelompok keluarga ada topik yang sebaiknya tidak masuk dalam pembahasan karena topik tersebut hanya akan berdampak buruk pada yang lain. Jangan sampai percakapan tersebut masuk dalam ranah yang mengadu-domba, memisahkan satu dan yang lain, serta selfish.
  • Lebih strict dalam hal waktu. Buat batasan yang jelas, semisal dinner dimulai pukul 7, maka akan dimulai tepat pada saat itu juga. Biasanya, tipikal pribadi dangerous personality suka datang terlambat, ingin menjadi pusat perhatian, dan ingin mendominasi. Jangan biarkan itu terjadi.
  • Adapun tingkah laku yang berbahaya adalah seperti keinginan untuk memisahkan, bersifat antagonis, suka melukai, dan menyakiti. Itu adalah tingkah laku diluar batas toleransi. Buat aturan jika kumpul keluarga di gelar rumah Anda. Dan jika di adakan di rumah anggota keluarga yang lain, Anda sebaiknya tidak memilih untuk hadir atau lebih membatasi diri saat sedang berada di tempat tersebut.

Kumpul keluarga adalah hal positif yang harus diagendakan setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahunnya. Tujuan dari kumpul kelompok keluarga adalah untuk menjalin ikatan keluarga yang lebih kuat dan tidak terpisahkan. Untuk itu, mari berhati-hati dengan tema pembicaraan saat sedang kumpul kelompok keluarga dan hindari karakter dangerous personality. Semoga bermanfaat dan kerukunan antar keluarga terjaga dengan menerapkan tips diatas.

Referensi:

https://www.psychologytoday.com/us/blog/emotional-fitness/201209/10-tips-holding-family-meeting?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1937844884

https://www.psychologytoday.com/us/blog/spycatcher/201411/ten-ways-keep-family-members-ruining-your-holidays

8 Conversation topics to avoid at Family Gatherings

One thought on “Kelompok Keluarga: 9 Tema Obrolan yang Dilarang Saat Kumpul Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.