Ibu: 10 Kebiasaan Unik Ibu Zaman Now Dalam Dunia Parenting

Posted on

Ibu

Ibu 10 Kebiasaan Unik Ibu Zaman Now Dalam Dunia Parenting

Dari waktu ke waktu, kebiasaan seseorang berubah tergantung dari bagaimana zaman membentuknya. Di era serba canggih seperti sekarang ini, seorang ibu yang dahulu lebih fokus ke ranah domestik, sekarang lebih banyak area yang disentuh. Kebiasaan yang dimilikipun semakin beragam dimana kebiasaan tersebut dahulu sama sekali belum pernah dilakukan.

Ibu identik dengan istri, anak dan parenting. Menjadi seorang ibu tentunya Bunda akan terlibat dalam banyak kegiatan parenting. Ada yang menyiapkan materi parenting tersebut jauh-jauh hari sebelum kelahiran buah hati, dan ada yang belajar sambil praktik merawat si kecil.

Dulu, mendapatkan materi parenting bisa Anda dapatkan melalui buku atau melalui sharing pengalaman dari mereka yang sudah berkeluarga. Saat ini, Anda bisa dengan mudah mendapatkan materi tersebut via dunia maya. Ibu-ibu milenial yang sedang menikmati hari-hari merawat si kecil memiliki kebiasaan baru seperti dibawah ini:

1. Hobby Berbagi Pengalaman Lewat Media Sosial

Salah seorang teman adalah dokter di rumah sakit swasta di Malang. Salah satu postingan menarik yang pernah saya dan cocok menjadi referensi ibu-ibu muda zaman now adalah mengenai cara efektif atasi anak tantrum. Dalam postingannya, bu dokter bercerita jika saat itu anaknya menangis sejadi-jadinya. Ketika si kecil ditanya maunya apa, tidak menjawab dan justru malah kencang menangisnya.

Akhirnya, si anak di kunci dalam kamar dan bu dokter mengatakan akan membuka pintu saat si kecil sudah diam. Itu adalah tips parenting yang dia lakukan untuk mengatasi anak yang sedang tantrum dan terbukti efektif. Bu dokter memposting tulisan tersebut di akun facebook yang menuai banyak komentar positif dari para pembaca terutama ibu-ibu muda yang mengalami masalah yang sama.

Apa yang dilakukan bu dokter adalah salah satu tips parenting yang di posting via media sosial. Saat ini, transparansi dan privacy semakin longgar dengan adanya media sosial. Banyak ibu muda yang memposting kebersamaannya bersama si kecil, tumbuh kembang buah hati, cara atasi anak autis, cara mengontrol anak tantrum, cara berkomunikasi dengan bahasa yang lebih dipahami anak, dan sebagainya.

Postingan tersebut tidak hanya dalam bentuk tulisan yang detail dan informatif, tetapi di dukung pula dengan gambar yang touchy sehingga Anda selaku pembaca bisa merasakan bagaimana interaksi ibu dengan si kecil. Para mama muda memposting kebersamaannya dengan anak yang tujuannya selain untuk mengapresiasi achievement yang dicapai, mengabadikan momen bersama anak-anak, juga menginspirasi mama muda yang lain agar lebih bersemangat menjalani hari-harinya bersama buah hati tercinta.

2. Gaya Parenting yang Benar-benar Baru

Putra dosen saya, yang saat itu duduk di kelas 6 SD berkata pada ayahnya. “Ayah, Aku mau berhenti sekolah saja”. Dosen tersebut yang juga berprofesi sebagai budayawan dan paham akan aliran arus ilmu pengetahuan, menjawab dengan enteng “Ya gpp, terserah kamu”.

Bagi orang tua lain, pilihan anak tersebut cukup berisiko. Alasan kenapa pak dosen meng-iya-kan permintaan anaknya adalah karena saat ini sangat mudah mengakses informasi atau ilmu pengetahuan apapun melalui internet, termasuk informasi mengenai dunia parenting yang dibutuhkan untuk mengurus keluarga.

Akses informasi semakin terbuka. Seorang ibu muda yang ada di Indonesia bisa mengakses kebiasaan parenting yang dilakukan ibu-ibu di Turky, Amerika, Afrika dan sebagainya. Dari sumber yang beragam dan luas itu, informasi parenting yang didapatkan sangat mungkin berbeda dengan apa yang dipraktekkan dalam lingkungan sekitar Anda. Selama konsep tersebut sesuai dengan masalah keluarga yang Anda hadapi/ sesuai dengan kebutuhan keluarga, Bunda bisa menerapkannya sebagai jalan keluar.

Perbedaan yang signifikan antara gaya parenting jaman dulu dan sekarang berkaitan dengan kebebasan yang diberikan pada anak. Dalam metode pembelajaran, ada yang disebut dengan teacher center learning (TCL) dan student center learning (SCL). TCL adalah teknik mengajar jaman dulu dimana pusat kegiatan belajar mengajar adalah guru. Sedangkan SCL menjadikan murid sebagai pusat kegiatan belajar.

Jika dianalogkan, orang tua jaman dulu menerapkan teknik parenting seperti TCL, dimana fokus parenting ada pada apa yang dikatakan orang tua. Lain halnya dengan gaya parenting sekarang yang menerapkan teknik SCL dimana fokus kegiatan belajar mengajar ada pada anak.

Ya, orang tua jaman sekarang memberikan cukup banyak kebebasan pada anak dalam menentukan pilihan. Tidak ada paksaan, tidak ada kekerasan. Orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk menemukan bakat yang ada dalam dirinya dan membiarkan anak tumbuh kembang sesuai dengan passion positif yang dimilikinya.

3. Kompak Mengasuh Anak Bersama Pasangan

Ibu muda jaman sekarang umumnya multitasking, tidak hanya menjadi ibu yang merawat si kecil, tetapi sekaligus menjadi CEO, menjadi owner CV, menjadi journalist, dan sebagainya. Para mama muda rerata tidak ada yang fokus handle satu pekerjaan saja.

Karena alasan tersebut, terjalin komunikasi antar pasangan dalam mengurus anak. Merawat anak tidak lagi menjadi tanggung jawab ibu sepenuhnya, tetapi juga ayah. Perawatan yang diberikan tidak lagi bias gender, tetapi keduanya aktif mengurus segala yang dibutuhkan bayi termasuk mengganti popok, ganti diapers, menyuapi, memandikan, dan masih banyak lagi. Ayah kekinian banyak terlibat dalam mengurus si kecil termasuk untuk hal-hal yang dulu identik dengan pekerjaan wanita.

4. Satu dari Empat Internet Users adalah Seorang Ibu

Riset tahun 2018 terkait pengguna internet di Indonesia menunjukkan hasil yang menakjubkan. Dari total seluruh penduduk Indonesia, 60 persennya adalah internet users aktif. Hampir 80 persen dari total pengguna internet berselancar di dunia maya dengan memanfaatkan smartphone. Persentase ibu pengguna internet cukup besar, 1 dari 4 pengguna internet adalah dari kalangan ibu-ibu.

5. Memanfaatkan Video untuk Belajar

Ibu 10 Kebiasaan Unik Ibu Zaman Now Dalam Dunia Parenting2

Mencari informasi melalui tulisan terkadang agak sulit untuk meng-visualisasi-kannya, perlu waktu cukup lama untuk memahami, dan kurang mudah diingat. Ibu muda yang ingin belajar parenting biasanya berselancar di mesin pencari, menuju ke channel youtube dan mencari video sesuai dengan kata kunci parenting yang diperlukan. Banyak ibu muda yang belajar merawat dan mengasuh anak melalui video youtube. Riset membuktikan dari tahun ke tahun, waktu kunjungan di kanal video youtube yang dilakukan ibu muda semakin meningkat.

6. Riset Produk Bayi secara Online

Tujuh dari total 10 ibu-ibu pengguna internet memilih riset produk yang cocok untuk perawatan si kecil via online. Sebagai ibu muda, saya yakin Anda pernah melakukan hal yang sama dengan cara input kata kunci di  mesin pencari seperti Google, setelah itu ditambahkan brand produk yang sedang dicari.

Dari proses pencarian tersebut, jika dirasa cocok, para ibu multitasking dengan banyak kesibukan lebih memilih membeli secara online. Oleh sebab itu, keluarga yang menggunakan jaringan internet di kediaman masing-masing berpotensi 3,5 kali lebih banyak untuk bertransaksi dengan penyedia brand perawatan bayi tertentu.

Rata-rata para ibu memiliki waktu kurang lebih 7 hari untuk melakukan riset produk perawatan bayi yang akan dibeli. Mayoritas mereka yang sedang perlu barang dalam waktu cepat melakukan riset produk beberapa jam atau menit sebelum membelinya. Kebiasaan ini terbaca oleh produsen brand perawatan bayi sehingga tau apa yang diharapkan konsumen dan apa yang ada dalam pikiran mereka. Dari riset tersebut, potensi closing produk perawatan bayi lebih tinggi.

7. Internet adalah Sumber Informasi Utama

Tidak heran jika toko buku sekarang banyak yang khawatir dengan eksistensi dunia digital. Segalanya bisa di akses dari dunia maya. Salah satu kebiasaan ibu kekinian adalah mencari informasi mengenai apa saja yang berkaitan dengan kehamilan, kelahiran, cara perawatan bayi, dan cara optimal menemani tumbuh kembang si  kecil.

Mereka memanfaatkan smartphone sebagai media pencarian yang praktis dan bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Smartphone adalah media elektronik canggih yang menemani waktu ibu saat sedang senggang. Melalui smartphone juga, mereka melakukan riset produk dan memutuskan apakah akan membeli produk tertentu ataukah tidak.

8. Punya Banyak Grup WA

SMS dan telefon itu dulu. Sekarang sudah jamannya beralih ke whatsapp yang merupakan aplikasi praktis untuk chatting, calling, video call, kirim gambar, kirim video dan tetap memperhatikan sisi privacy pengguna. Kayaknya whatsapp ngerti kita banget ya. Tidak semua percakapan harus di publish. Jika kita ingin ruang internal untuk ngobrol dengan pribadi tertentu, bisa. Jika ingin berbincang dengan komunitas yang lebih luas dan spesifik whatsapp group solusinya.

The right man in the right hole, the square man in the square place. Agaknya ini menjadi salah satu prinsip whatsapp. Seseorang terlibat dalam sebuah komunitas karena memang menginginkannya dan serasa tidak ada “orang asing” dalam komunitas tersebut.

Ibu muda jaman sekarang memanfaatkan fasilitas whatsapp grup ini. Mereka memiliki banyak WAG mulai dari grup SD, SMP, SMA, teman kuliah, PKK, Fatayat, Muslimat, hingga grup khusus pelatihan parenting untuk persiapan kehamilan dan mendidik anak. Meski hanya duduk manis di rumah, namun dunia maya mempermudah interaksi mereka melalui WAG pada smartphone-nya.

9. Suka Belanja Online

Jika ada yang praktis kenapa pilih yang ribet. Belanja online saat ini menjadi pilihan mama muda yang super sibuk. Mulai dari belanja kebutuhan dapur, furniture rumah, sampai pada peralatan bayi. Mereka cukup melakukan riset produk dalam hitungan hari atau jam saja, jika cocok terjadilah transaksi.

Salah satu trauma belanja online adalah saat barang yang datang tidak sesuai dengan gambarnya. Sebaliknya, jika barang tersebut memuaskan, dijamin mama muda akan repeat order bahkan mereka bisa belanja setiap hari seperti apa yang saya alami sebagai dropshipper. Costumer bisa order lebih dari satu barang dalam sehari.

10. Mengikuti Trend Fashion di Dunia Maya

Bagi wanita, termasuk ibu-ibu muda, trend fashion adalah hal penting yang harus diikuti, termasuk saat sedang hamil. Model baju yang dicari sepert baju hamil kekinian, bra busui, baju busui, gendongan bayi, gedong bayi zaman now, dan masih banyak lagi. Seperti pada poin sebelumnya, sekali mereka cocok dengan barang yang diorder, mereka akan kembali memesan barang baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari via online.

Ibu muda jaman now memanfaatkan internet dan smartphone sebagai sumber informasi dan juga transaksi pembelian barang yang dibutuhkan untuk kebutuhan si kecil dan keperluan rumah tangga. Teknologi agaknya memunculkan kebiasaan baru bagi bagi para Bunda seperti yang tersebut diatas. Bunda juga demikian bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.