Hubungan Individu Keluarga dan Masyarakat Berkualitas? Ini 15 Tips-nya!

Posted on

Hubungan individu keluarga dan masyarakat

15 Cara Tingkatkan Kualitas Hubungan Individu Keluarga dan Masyarakat

Hubungan dengan kualitas yang baik (di sekolah khususnya), memotivasi anak untuk belajar dengan giat dan memperkecil potensi melakukan tingkah laku menyimpang ( Hawley 1982). Kualitas hubungan baik perlu dijaga baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Satu contoh di Amerika, banyak faktor yang menyebabkan anak-anak di negara ini lebih fokus pada masalah pribadinya, dibandingkan dengan pelajaran sekolahnya. Faktor tersebut antara lain adalah kemiskinan, perceraian, tinggal dengan orang tua single-parent, keluarga yang tidak berperan dengan baik sehingga perhatian anak teralihkan saat mengikuti pelajaran di sekolah.

Akibatnya, usaha yang dilakukan agar lebih banyak anak mengikuti pelajaran sekolah dengan maksimal tidak seratus persen berhasil. Walau secara fisik mereka hadir, namun banyak dari mereka yang kehilangan arah dan tujuan belajar. Motivasi belajar di kelas pun kurang. Riset membuktikan bahwa, motivasi anak untuk belajar perlahan muncul melalui jalinan hubungan baik antar guru dan murid. Ini adalah salah satu contoh kasusnya.

Dalam hidup, hubungan individu keluarga dan masyarakat yang terjalin dengan baik menjadikan hidup  lebih bahagia dan berarti. Terkadang, memperbaiki hubungan dengan orang lain adalah sesuatu yang sulit, baik dengan keluarga, teman, maupun pasangan.

Kunci menjaga hubungan individu keluarga dan masyarakat adalah pada penyesuaian tingkah laku dan mengasah kemampuan komunikasi. Dua kunci tersebut membantu meningkatkan hubungan individu keluarga dan masyarakat yang ingin Anda bina dengan baik. Bagaimana teknisnya? Berikut detailnya!

1. Bertanyalah

Sengaja saya gunakan kata “bertanyalah” pada subheading poin ini dan bukan “ajukan pertanyaan” agar terkesan komunikasi yang Anda jalin tidak kaku. Bertanya bertujuan agar orang lain lebih terbuka dan merasa bahwa kita pay attention pada mereka.

Bingung apa yang ingin ditanyakan? Anda bisa tanyakan hal-hal sehari-hari mengenai apa menu makan favoritnya, bagaimana kabar anak yang sekolah di perantauan, atau bagaimana kabar pekerjaannya.

Pertanyaan simpel yang bisa Anda ajukan seperti “oh, iya aku ingat katanya kamu kemaren mau pindah tempat kerja ya, gimana tempat kerja yang baru? Lebih nyamankah?”. Atau, Anda bisa merespon statement partner bicara dengan berkata “Bagus sekali ide itu, kapan kira-kira mau sambang ibu mertua di Jakarta?”, dst.

2. Aktif Dengarkan Orang Lain yang Sedang Bicara

Mendengarkan secara aktif berarti Anda  memahami apa yang orang lain katakan dengan baik dan berempati pada apa yang dirasakannya.

Konsentrasilah pada apa yang mereka katakan sehingga Anda bisa memberikan respon sesuai harapan. Jangan fokus pada apa yang ingin Anda katakan selanjutnya. Gesture yang bisa Anda tunjukkan adalah;

  • Menganggukkan kepala, menjaga kontak mata, dan membaca ekspresi wajah pembicara
  • Atau, Anda bisa katakan ini “Jadi, kamu bilang ngga pantes ya kalau aku bicara denganmu tapi ngga memandangmu? Baiklah, aku paham, maafkan atas kesalahanku itu”.

3. Pahami dan Tunjukkan Rasa Kasih Sayang

Jika Anda tidak setuju dengan pendapat lawan bicara, cobalah pahami cara pandangnya. Berempatilah padanya dengan memposisikan diri di posisinya. Kalaupun Anda tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan atau katakan, baik bagi Anda untuk diam, tidak mencaci maki atau menghinanya.

Saat seseorang mengatakan sesuatu yang membebaninya dan sangat personal, sampaikan hal ini:

“Aku tau sangat berat untukmu untuk mengatakannya, aku hargai itu, yakinlah kamu bisa percaya aku”.

4. Apresiasi

Apresiasi adalah kunci  penting menjaga hubungan individu keluarga dan masyarakat. Umumnya, orang senang dipuji karena prestasinya, dan mereka merasa tidak dihargai jika respon orang lain datar. Apresiasilah hal positif yang mereka lakukan.

Gunakan cara memuji yang benar dengan fokus pada apa yang mereka lakukan, seperti  “Wow, kerja kerasmu pada proyek pertunjukan seni ini pantas diacungi jempol. Great job!”. Atau,  apresiasi sesuatu yang baru yang mereka pakai, seperti “topi baru ya, bagus sekali, suka sama modelnya”, dan seterusnya.

5. Lakukan Hal yang Menyenangkan untuk Orang Lain

Lakukan sesuatu yang menyenangkan orang lain untuk menjaga hubungan individu keluarga dan masyarakat. Sebut saja dengan menyiapkan sarapan untuk keluarga, membantu mengerjakan pekerjaan rumah, dan membelikan hadiah untuk teman dekat yang berulang tahun.

Memberikan hadiah mempererat ikatan batin. Ketahui apa yang mereka sukai dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk mereka.

6. Habiskan Waktu dengan Mereka

Hubungan individu keluarga dan masyarakat terjalin dengan baik jika kita berusaha meluangkan waktu untuk itu. Hubungan baik mustahil terjalin jika kita jarang bertatap muka, dan jarang berkomunikasi dengan sesama.

Cara  praktis memperbaiki hubungan individu keluarga dan masyarakat adalah dengan berbagi makanan, belanja bersama, bermain bersama, atau nonton bersama. Saat sedang bersama mereka, pastikan komunikasi mengalir natural untuk mencairkan suasana.

7. Minta Diri saat Sedang Marah

Ada satu ketika, saya atau Anda merasa terganggu dengan topik pembicaraan tertentu. Kontrol emosi dan bersiaplah untuk itu. Pikirkan topik pembahasan apa yang kira-kira membuat Anda tersinggung dan tidak nyaman saat sedang berinteraksi.

Jika topik pembicaraan tersebut mencuat, coba lakukan coping mechanisme dengan cara tarik nafas dalam-dalam, minta undur diri dengan sopan sebelum amarah meledak.

8. Amankan Gadget

Pemakaian smartphone, bermain social media, atau nge-game berpeluang menciptakan celah antara Anda dan orang lain. Itu adalah penghalang terjalinnya hubungan indiividu keluarga dan masyarakat yang baik.

Jika Anda dan orang lain merasa terganggu dan tidak menjalin komunikasi karena masing-masing dari Anda sibuk dengan gadget, Anda bisa matikan gadget Anda dan mulailah bicara padanya. Dan, jika saat Anda ingin  bicara, tetapi mereka tetap fokus pada gadget dan komputernya, minta mereka untuk mematikannya dan mulailah komunikasi.

9. Kunjungi Psikolog dan Lakukan Terapi

15 Cara Tingkatkan Kualitas Hubungan Individu Keluarga dan Masyarakat2

Ada tipikal orang yang sama-sama keras dan tidak ingin mengalah. Ketika bertemu mereka bertengkar tentang topik yang sama setiap harinya. Solusinya? kunjungi psikolog dan ceritakan pada mereka masalah Anda. Atau, jika adu argumen terjadi antara Anda dan pasangan, tidak berujung dan tidak ada realisasinya, coba kunjungi terapis bersama-sama.

Terapis bersertifikat membantu mengidentifikasi masalah yang dialami, dan menemukan penyebab perdebatan yang tak kunjung usai. Atau, saat Anda kerap perang mulut dengan anggota keluarga lain, libatkan psikolog keluarga agar hubungan individu keluarga dan masyarakat tetap terjaga.

10. Motivasi Anggota Keluarga untuk Menyatakan Perasaannya

Tidak perduli berapapun usia dan apa statusnya dalam keluarga, apakah sebagai cucu, orang tua,  kakek-nenek, ponakan, dan sebagainya. Yang perlu Anda tekankan disini adalah keluarga harmonis tidak lepas dari dialog yang dilakukan secara kontinyu yang dilakukan seluruh anggota keluarga.

Dorong anggota keluarga agar lebih terbuka dan jujur tentang problem yang dihadapinya. Dengan dialog itu, masalah terpecahkan bersama. Jangan sekalipun berkata bohong atau menyembunyikan sesuatu karena ini akan memancing hubungan yang tidak sehat.

11. Luangkan Waktu agar Terhubung dengan Anak

Anak membutuhkan perhatian yang lebih untuk merasa bahagia. Jika Anda dan pasangan sibuk di siang hari, coba bangun komunikasi berkualitas dengan anak saat dinner atau menjelang tidur dengan mengunjungi kamar anak-anak. Bertanyalah tentang harinya, apa yang membuatnya tertarik dan apa yang membuatnya bersedih. Dukung anak sepenuhnya jika apa yang ingin dilakukannya adalah hal positif.

12. Pilih Kasih? Jangan!

Penyulut konflik yang tidak bisa dihindari adalah sikap pilih kasih. Terkadang, orang tua lebih suka dengan anak bungsunya dan menelantarkan anak tengah atau anak sulungnya. Ini bukan hal yang adil. Terlalu sering berinteraksi dengan satu anak saja menimbulkan kecemburuan bagi yang lain. Perbanyak mendengarkan dan dukung seluruh anggota keluarga selama itu positif untuk menjaga hubungan baik.

13. Hafalkan Nama Siswa di Kelas Secepat Mungkin

Di sekolah, agar hubungan baik segera terjalin antara guru dan murid, pertama-tama adalah dengan menghafalkan nama siswa di kelas dan segala yang berhubungan dengan pribadinya. Anak-anak sangat meng-apresiasi hal ini.

Sebarkan selebaran untuk diisi, yang berisi nama anak, nama panggilan yang diinginkan, dimana tempat tinggal mereka, hobby dan ketertarikan, pengalaman yang menyenangkan, tempat menarik mana saja yang mereka kunjugi, dan sebagainya.

Korelasikan nama anak dengan sesuatu yang sekiranya memudahkan Anda untuk mengingatnya. Minta mereka maju satu per satu untuk memperkenalkan diri dan follow up dengan pertanyaan yang mengakrabi dan mencairkan suasana.

Atau, jika kebetulan Anda mengampu mata pelajaran sejarah, Anda bisa sertakan pertanyaan mengenai tempat-tempat bersejarah yang pernah dikunjungi. Tanyakan bagaimana perasaannya, pengalaman apa yang didapat dan apa yang menarik dari tempat bersejarah itu.

14. Lakukan Cara ini agar Lebih Dekat dengan Anak Didik

Di awal pertemuan setelah liburan panjang, mulai sesi pelajaran baru dengan bertanya mengenai hal-hal personal. Tanyakan dimana mereka menghabiskan waktu liburan, bagaimana kesan mereka terhadap daerah baru, atau negara baru yang dikunjungi, dst.

Saat sesi tanya jawab,  tekankan pada diri sendiri bahwa disini tujuan Anda adalah untuk membangun keintiman hubungan antara guru dan murid, bukan untuk menjawab atau meluruskan opini anak-anak dengan jawaban faktual yang Anda miliki. Hindari menguji wawasan mereka. Apa yang Anda lakukan semata-mata hanya untuk menanyakan opini mereka, agar anak-anak berpartisipasi dalam diskusi di kelas dan merasa di dengar, bukan untuk mendapatkan nilai.

15. Beri komentar positif yang cocok dengan situasi dan kondisi

Hubungan individu keluarga dan masyarakat semakin membaik jika Anda berkomentar positif terhadap sesama. Begitupun sebaliknya. Sama halnya jika ini dilakukan di lingkungan sekolah, hubungan guru dan murid semakin intens. Di sekolah, sering kali guru fokus pada tingkah laku dan nilai yang bikin frustasi. Akibatnya mereka lupa hal positif yang dilakukan anak-anak yang patut diapresiasi.

Mari kita sadari usaha, tingkah laku positif, dan kerja sama yang dilakukan anak-anak dengan memberikan pujian. Tidak perlu menunggu hal yang besar untuk melakukannya, Anda bisa memberikan komentar positif atas gaya rambut, suara yang bagus, dan pilihan sepatunya yang lucu.

Jika murid Anda adalah tipikal pemalu jika dipuji gurunya di depan public, ambil kertas, tulis, lalu selipkan komentar positif itu di buku tugasnya.

Hubungan individu keluarga dan masyarakat yang berkualitas tidak lepas dari usaha yang dilakukan. Mengatasi problems tidak sesederhana menyelesaikan pekerjaan rumah karena ini berhubungan dengan perasaan manusia. Seseorang yang memiliki kemampuan menjalin relasi yang bagus menemukan kemudahan dalam segala aspek di masa depan.

Referensi:

https://m.wikihow.com/Improve-Your-Relationships?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9283204573

http://www.socialstudies.org/sites/default/files/publications/se/5901/590107.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.