Gaya Hidup Minimalis: 9 Tips dan Manfaat Jalani Gaya Hidup Minimalis

Posted on

Gaya hidup minimalis

Gaya Hidup Minimalis 9 Tips dan Manfaat Jalani Gaya Hidup Minimalis2

Gaya hidup minimalis saat ini sedang booming di Jepang semenjak diperkenalkan oleh Mari Kondo, seorang penulis sekaligus konsultan kerapian di Negeri Sakura itu. Mari Kondo menyebut konsep tersebut dengan sebutan Konmari.

Jauh sebelum Mari Kondo menyuarakan konsep hidup minimalis, konsep ini telah dijalankan oleh pengikut Buddisme Zen di Jepang. Ajaran Zen mengajak masyarakat mengurangi gaya hidup konsumtif dengan cara membatasi jumlah barang-barang yang dimiliki, dan mengontrol keinginan untuk memiliki barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Seorang pengikut gaya hidup minimalis yang saat ini banyak diberitakan adalah Fumio Sasaki, seorang editor muda yang tinggal di apartemen sederhana di Tokyo. Sejak 2 tahunan yang lalu, Sasaki memutuskan menjalani gaya hidup minimalis dengan 3 kemeja, 4 pasang kaos kaki, 4 celana, dan beberapa benda penting lain yang menemani hari-harinya. Sasaki memutuskan menjalani kehidupan tersebut bukan karena tidak punya uang, namun karena ingin mendapatkan manfaat hidup minimalis.

Sebenarnya, bagaimana sih gaya hidup minimalis itu? gambarannya seperti ini, seseorang yang menerapkan gaya hidup minimalis tidak hanya berusaha mengurangi pembelian barang-barang pribadi baik yang dikenakan dalam keseharian maupun yang ada di rumah. Pengikut trend ini berusaha untuk tidak terikat pada pada barang-barang tersebut secara fisik dan psikis.

Terbukti, siapa saja yang menerapkan gaya hidup minimalis secara psikis tidak rawan stres, rumah menjadi luas, lapang, dan rapi. Anda  yang pernah membaca konsep hidup dan merasa cocok, biasanya langsung menyingkirkan barang-barang yang ada di rumah. Padahal, bukan demikian cara yang tepat untuk memulai gaya hidup minimalis.

Tahap awal memulai gaya hidup minimalis adalah dengan menyingkirkan rasa sayang terhadap barang-barang yang Anda rasa tidak berguna untuk segera disortir dan didonasikan. Tertarik dengan gaya hidup ini? berikut tips praktis memulai gaya hidup minimalis.

1. Barang yang Anda miliki adalah Barang yang Dibutuhkan, bukan Simbol Status Maupun Kekayaan

Seringkali, barang yang kita miliki tidak memberikan kebahagiaan dan juga tidak meningkatkan kualitas hidup kita. Barang tersebut seringkali dibeli dengan alasan ingin mengesankan “sesuatu” kepada orang lain.

Barang-barang itu menjadi simbol kekayaan/ status sosial dan tidak dibeli karena membutuhkan. Langkah pertama, pastikan barang yang Anda miliki adalah benar-benar berkorelasi dengan kebutuhan sehari-hari Anda.

2. Langkah Real Pertama adalah dengan Menyortir Barang yang Ada di Kamar

Setelah proses meyakinkan diri sendiri atas apa yang Anda butuhkan dan yang tidak, silahkan awali gaya hidup minimalis Anda dengan menyortir barang yang ada di kamar. Barang tersebut bisa berupa buku, baju, dekorasi, furniture, dan seperangkat alat nge-game.

Anda akan merasa lega setelah proses penyortiran itu dan kamar pun terasa lebih lapang. Pastikan setelah langkah penyortiran ini Anda lakukan, Anda tidak belanja barang-barang yang tidak diperlukan lagi di kemudian hari.

3. Tidak Terobsesi

Bicara fashion dan gadget, produsen senantiasa berinovasi merilis produk baru untuk menarik animo masyarakat. Jarak launching produk satu dan yang lain pun cukup dekat. Ini berarti ada begitu banyak baju dan gadget yang menggoda di depan mata dengan berbagai spesifikasi. Setiap kali ada yang baru, kita selalu ingin memilikinya. Keinginan yang begitu banyak itu bersarang pada satu tubuh.

Pernahkah Anda berfikir, tubuh yang hanya satu ini kapan memakai koleksi baju yang mengisi satu almari penuh?. Atau, 10 gadget bahkan lebih yang kita miliki itu kapan akan kita gunakan jika dalam sehari kita hanya memiliki 24 jam saja dan tidak lebih?

Mari mencoba menikmati dan merasa bahagia tanpa memiliki sesuatu itu dengan cara merenungkan apakah kita benar-benar membutuhkannya atau sebenarnya kita hanya menginginkannya saja. Mari kita identifikasi hal itu.

4. Pikirkan Kembali Apakah Hidup Anda Hanya Bergantung pada Materi atau Tidak

Memiliki koleksi benda-benda mahal, baik itu yang dipakai sehari-hari, barang yang ada dalam almari, furniture, perhiasan, dan sebagainya bukanlah hal yang positif. Mengingat, memiliki banyak barang mahal justru akan menambah beban dan rasa was-was.

Tanamkan pada diri bahwa Anda tidak perlu membeli barang-barang lagi kecuali jika Anda membutuhkannya. Tanpa Anda sadari, barang-barang yang menumpuk itu justru menambah beban  bagi hidup Anda.

5. Membeli Barang-barang Berkualitas dalam Jumlah Terbatas

Membeli barang berkualitas tidak selalu berarti pemborosan. Alasannya adalah, barang berkualitas dijamin lebih awet jika dibandingkan dengan barang-barang yang kualitasnya rendah namun mudah rusak.

Jika dikalkulasi, barang yang awet karena bagus kualitasnya jauh lebih hemat dibandingkan dengan barang yang terjangkau namun mudah rusak dan seringkali ganti.

Kelebihan lain memakai barang berkualitas adalah saat dikenakan tampak classy. Anda bisa membeli baju berkualitas satu atau dua tahun sekali dalam jumlah yang terbatas.

6. Mulailah dengan Menyortir Pakaian

Gaya hidup minimalis bisa Anda mulai dengan menyortir pakaian yang menumpuk di dalam lemari. Biasanya, banyak orang menyimpan baju yang sudah tidak dipakai dalam almari, entah itu baju yang terkena noda, kaos kaki yang tinggal satu saja, maupun koleksi kerudung yang menumpuk.

Anda bisa mendonasikan pakaian yang tidak terpakai sehingga lebih bermanfaat dan meningkatkan jiwa humanis dan sosial.

Bisa dikata, Fumio Sasaki adalah pengikut trend hidup minimalis garis keras. Awalnya tentu ini tidak mudah dilakukan. Mungkin sebagian dari kita berfikir bagaimana menahan hasrat membeli pakaian dan gadget model terbaru di tengah-tengah masyarakat yang trendy dan konsumtif.

Karakteristik gaya hidup minimalis masih mungkin diadaptasi selama diri pribadi bersedia melatih. Caranya adalah membeli barang tidak secara impulsif, membeli barang hanya yang perlu-perlu saja dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Barang-barang tersebut haruslah dipilah dengan teliti sesuai dengan kebutuhan. Anda pun bisa berbagi dengan sesama dan memaksimalkan barang-barang yang ada.

7. Minimalis dalam Anggaran Keuangan

Gaya Hidup Minimalis 9 Tips dan Manfaat Jalani Gaya Hidup Minimalis

Langkah awal memulai gaya hidup minimalis kaitannya dengan anggaran keuangan adalah membuat susunan anggaran keuangan yang baru. Buat prioritas kebutuhan dan alokasikan dana pada pos pengeluaran Anda sesuai dengan perhitungan tersebut.

Mulai saat ini juga, hindari pengeluaran yang sekiranya tidak perlu dan hanya didorong oleh keinginan saja. Contoh, membeli baju dan make up dalam jumlah banyak sekaligus. Penting bagi Anda untuk menghindari sifat konsumerisme ini dan alokasikan dana tersebut untuk menambah saldo tabungan Anda. Yang terpenting adalah, jalankan komitmen itu dengan konsisten.

8. Jalani Aktivitas dan Hobby yang Hemat

Ada macam-macam hobby yang tidak kita sadari ternyata menguras kantong kita. Sebut saja nongkrong di café beberapa kali dalam seminggu, shopping, beli beberapa buku sekaligus namun tidak juga dibaca, beli CD film baru dan masih banyak lagi.

Aktivitas tersebut pada dasarnya tidak memberi cukup manfaat bagi Anda, pun hobby tersebut justru menguras kantong. Mulai saat ini juga, coba cari aktivitas lain yang sekiranya memberikan manfaat tanpa harus menguras kantong.

9. Belanja Dan Gunakan dengan Baik

Membeli barang-barang sesuai kebutuhan saja tidaklah cukup. Pastikan Anda membeli barang tersebut dan memang akan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini perlu Anda berlakukan bagi setiap area ruangan, termasuk untuk dapur.

Ya, dapur adalah area yang penting untuk diperhatikan. Usahakan untuk tidak masak terlalu banyak dan membeli bahan-bahan masakan yang memang sedang dibutuhkan. Hindari membuang-buang makanan karena ini adalah bentuk pemborosan. Kelola bahan-bahan makana tersebut dengan cermat.

Manfaat Menjalani Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis diterapkan oleh para miliarder yang ada di dunia maupun di Indonesia. Jika Anda amati penampilan Bob Sadino dan Mark Zuckerberg, kita akan mendapati tampilan mereka yang begitu sederhana dengan pakaian yang itu-itu saja.

Setelah memahami konsep hidup minimalis, dan menerapkan tips-tips diatas dengan konsisten, berikut manfaat yang akan Anda dapatkan.

1. Hemat waktu, hemat tenaga, bebas stres

Semakin sedikit barang yang ada di rumah, semakin sedikit pula waktu yang Anda alokasikan untuk beres-beres dan juga tenaga yang Anda gunakan untuk merapikan rumah. Kelebihan waktu dan tenaga itu bisa Anda manfaatkan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

Melihat barang-barang berantakan disana-sini, apalagi sepulang kerja, akan menimbulkan stres dan tersulut emosi. Lain halnya jika jumlah barangnya terbatas dan Anda pun tidak perlu menyiapkan banyak waktu agar rumah kembali bersih dan rapi. Pulang kerja, Anda punya me time yang cukup dan puas beristirahat dengan kondisi rumah yang bersih.

Anda tentu pernah alami stres karena barang yang baru saja kemarin Anda bereskan, saat ini sudah berantakan lagi dan Anda harus membereskannya kembali. Jika Anda menerapkan gaya hidup ini, tentu mudah bagi Anda untuk merapikannya kembali dan Anda tidak akan mengalami masalah klasik ini. Minim stres tentu minim pula ongkos ke dokter.

2. Meningkatkan Kesadaran untuk Berbagi

Yang dimaksud dengan “berbagi” disini adalah berbagi waktu, berbagi tenaga, dan berbagi benda-benda dengan orang lain. Jika barang-barang di rumah banyak dan perlu dibereskan, tentu waktu dan tenaga yang Anda miliki akan terforsir untuk kegiatan beres-beres. Waktu berbagi bersama teman menjadi sangat terbatas.

Memutuskan gaya hidup minimalis berarti Anda hanya membutuhkan sedikit sekali barang-barang di rumah. Barang yang tidak terpakai bisa Anda donasikan. Ini adalah salah satu wujud berbagi selain berbagi waktu dan tenaga.

3. Mengurangi Rasa Khawatir

Membeli barang dengan harga sedang dan dengan jumlah yang terbatas mengurangi rasa was was dari incaran orang-orang jahat. Anda pun akan merasa lebih tenang saat bepergian.

4. Menghindari Konsumerisme

Seberapa besar gaji yang didapat tidak akan bisa memenuhi semua keinginan manusia. Sifat hidup konsumerisme yang mudah tertarik dengan gemerlap dunia benda adalah salah satu sifat yang harus dihindari. Caranya adalah dengan menjalani gaya hidup minimalis dan meningkatkan rasa syukur atas apa yang kita miliki saat ini.

5. Menambah Saldo Tabungan

Gaya hidup minimalis memang identik dengan gaya hidup hemat di satu sisi. Dengan membatasi pengeluaran (dengan cara membatasi membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan), berarti Anda bisa alokasikan dana untuk meningkatkan saldo tabungan. Walau demikian, hidup minimalis tidak selamanya identik dengan berhemat.

Manfaat mendasar gaya hidup minimalis adalah mengontrol keinginan diri sendiri agar tidak konsumtif, tidak berambisi untuk selalu ingin memiliki sesuatu, dan tidak materialistis. Bukankah hidup yang menyenangkan adalah hidup yang tenang dan bebas stres? Caranya pun simpel, yaitu dengan menerapkaan gaya hidup minimalis dalam kehidupan sehari-hari.

 

One thought on “Gaya Hidup Minimalis: 9 Tips dan Manfaat Jalani Gaya Hidup Minimalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.