Begini 9 Cara Praktis Lejitkan Kreativitas Anak

Posted on

Kreativitas anak

Begini 9 Cara Praktis Lejitkan Kreativitas Anak

Kreativitas anak adalah hal yang positif. Banyak orang tua mengganggap bahwa kreativitas anak adalah sesuatu yang sifatnya  given dan ada sejak lahir. Faktanya tidak demikian. Kreativitas adalah skill yang bisa di bentuk dengan bantuan usaha maksimal dari orang tua.

Kreativitas anak memiliki muara yang luas, tidak hanya pada bidang seni seperti musik, lukis, dan sebagainya, tetapi kreativitas sangat di butuhkan pada bidang akademik seperti matematika, science, dan bahkan dalam mengolah emosi dan cara menjalin hubungan sosial dengan orang lain di lingkungannya.

Saya pribadi merasa takjub dengan teman atau kerabat yang meski kurang nyaman dengan tetangga atau lawan bicaranya, namun selalu ada cara bagaimana agar rasa tersebut tidak tampak di hadapan orang lain. Mereka bersikap welcome, tetap ramah sebagai tuan rumah, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Berpaling muka, atau bahkan menunjukkan rasa tidak nyaman dalam hati agaknya bukan sikap pribadi yang dewasa, dan itu tidak mudah lho!. Hanya pribadi yang kreatif yang menimbang risiko dari tingkah lakunya yang bisa melakukan itu dengan baik.

Anak-anak yang kreatif dan ekspresif umumnya lebih bahagia dan lebih sehat secara fisik maupun psikis. Mereka melakukan apa yang di inginkan tanpa adanya tekanan, tanpa merasa terbebani, dan bereksplorasi dengan hal-hal baru yang tidak semua orang berkesempatan menjangkaunya. Memori pikiran mereka memiliki lebih banyak variabel, yang siap digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Seorang anak yang kreatif memegang kayu lalu dijadikan tongkat untuk bermain drama bersama temannya. Atau, mereka memakainya untuk bermain perang-perangan bersama teman-temannya. Perusahaan pembuat mainan anak sengaja mendesain begitu banyak mainan yang tujuannya adalah agar kreativitas anak semakin berkembang. Lalu, apa langkah yang bisa kita lakukan sebagai parent? Beberapa tips sederhana yang siap kita terapkan antara lain:

1. Berikan Ruang untuk Berekspresi

Parent dan anak-anak pastinya memiliki ketertarikan yang berbeda. Antara dunia orang tua dulu saat masih kecil, dan dunia anak-anak yang kekinian, pastinya berbeda jauh. Untuk meningkatkan skill kreativitas anak, siapkan ruangan khusus untuk menumpahkan kreativitas itu semau mereka. Satu saat anak-anak mungkin tertarik bermain lego, maka biarkan mereka bermain lego sepuas hatinya di ruangan itu. Takut berantakan? No! sebab ini adalah bagian dari mengasah skill kreativitas anak.

Atau, biarkan anak yang bakat melukis, menggambar di dinding garasi dengan media yang sudah Anda sediakan. Anak-anak yang hobby menari dan bermain alat musik bisa Anda siapkan ruangan khusus dengan tema kids art center di rumah untuk menggali bakat seninya. Ruangan yang Anda siapkan itu akan menjadi teman akrab bagi si kecil yang membantu Anda mengasah kreativitas anak.

Di lain kesempatan, Anda yang sudah paham dimana kecenderungan hobby si kecil bisa bertanya kepada ahlinya kira-kira apa hadiah yang cocok untuk anak yang hobby nggambar. Anda mungkin akan mendapatkan saran untuk memberikan kamera, alat lukis, dan peralatan menggambar yang lain yang intinya adalah agar kreativitas anak tersebut terfasilitasi dengan baik. Ini adalah bagian dari mencegah potensi anak untuk nakal sebab mereka sudah memiliki pengalihan kegiatan yang sifatnya positif. Tidak ada lagi waktu yang mereka gunakan untuk hal-hal yang negatif.

2. Ciptakan Atmosfer Rumah yang Penuh dengan Kreativitas

Selanjutnya, ciptakan atmosfer rumah yang penuh dengan kreativitas dengan mengikuti tiga langkah berikut:

  • Rangsang anak untuk menuangkan ide-ide menarik yang mereka miliki. Seperti, ajak mereka bergabung pada acara keluarga akhir pekan dengan penampilan yang berbeda, selama itu baik dan selama itu tidak melanggar etika. Hindari mengarahkan anak melakukan hal-hal yang tidak mungkin atau yang melampaui batas kemampuan mereka. Yang paling penting disini adalah proses yang dilakukan si kecil dan bukan hasil yang ditampilkan di hadapan Anda.
  • Sadari bahwa trial and error yang berujung pada kegagalan adalah hal yang wajar. Anak-anak yang bersedia mencoba dan berani gagal umumnya tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. Mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari orang tua dan selalu dimarahi saat gagal, cenderung lebih takut dan lebih banyak bermain di zona aman. Anak-anak yang berada di titik aman seperti ini cenderung lebih pasif dan tidak memiliki banyak inovasi setiap harinya. Biarkan anak mencoba, biarkan mereka gagal, dan tetap apresiasi. Anak-anak yang berani mencoba dan gagal akan semakin terasah skill kreativitasnya.
  • Cobalah untuk mengapresiasi kreativitas anak. Bersikap terbuka terhadap kreativitas tersebut. Ungkapkan itu melalui bukti fisik seperti dalam bentuk mural, sharing tentang fotografer favorit, dan manfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini.

3. Biarkan Anak Bebas Mengungkapkan Pendapatnya, dan Mewujudkan Kreativitasnya Itu

Parent cenderung merasa takut saat anak mengeksplor kreativitasnya. Ada rasa khawatir bahwa anak-anaknya tidak akan masuk dalam perguruan tinggi ternama dan tidak akan berkembang nilai akademiknya jika hanya fokus mengembangkan skill kreativitasnya. Bayang-bayang tersebut yang seringkali menjadi alasan para orang tua takut membiarkan anak-anak bahagia dengan kreativitas masing-masing.

Mulai saat ini juga, yuk hindari sikap otoriter terhadap anak. Hindari terlalu banyak berkomentar pada hobby atau kreativitas anak sebab kebiasaan tersebut menyebabkan masalah serius pada cara berfikirnya. Cara berfikir seseorang cenderung lebih fleksibel saat kreativitasnya memiliki wadah dan mendapatkan fasilitas.

4. Batasi Aktivitas yang Membuat Anak Bersikap Pasif dan Membuang-buang Waktu

Bermain game dan nonton TV berlebihan bukanlah aktivitas yang disarankan. Cobalah membatasi waktu anak untuk menonton TV agar waktu yang dimilikinya terdistribusikan secara maksimal. Alihkan waktu yang dimilikinya untuk mengembangkan skill kreativitasnya. Desain ruangan khusus untuk menumpahkan kreativitasnya itu seperti ruang untuk melukis, menari, bermain musik, bermain teater, dan sebagainya.

Lingkungan yang mendukung memberikan semangat bagi anak sehingga secara otomatis mereka akan mengembangkan kreativitas tersebut di rumah. Anak yang sudah memiliki kegiatan positif dan mencintai kegiatan itu akan teralihkan dari aktivitas yang membuang-buang waktu.

5. Berikan Kesempatan pada Mereka untuk Berfikir secara Berbeda

Begini 9 Cara Praktis Lejitkan Kreativitas Anak2

Satu ketika Anda bisa mengajak anak bermusyawarah. Berikan kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan pendapatnya. Anak-anak kreatif akan mengungkapkan pendapat secara berbeda. Pendapat itu wajib kita apresiasi agar kreativitas anak semakin berkembang.

Anak-anak mungkin tidak menyukai satu aktivitas yang pada umumnya di sukai teman-temannya. Namun, mereka bisa jadi menyukai rutinitas yang nyentrik seperti menyukai taek wondo, menari balet, dsb. Apresiasi pilihan tersebut dan jangan pernah membandingkan hobby yang disukai anak dengan kegiatan yang digemari teman-temannya.

Apresiasi yang Anda berikan mengangkat beban anak, menjadikan anak lebih happy dan bebas, sehingga psikisnya lebih bebas, dan pikirannya pun tidak tegang. Saat ingin mengontrol anak secara berlebihan selalu pahami bahwa anak-anak bukan diri kita, dan mereka memiliki keinginan dan pilihannya sendiri untuk mengembangkan kreativitasnya.

6. Fokus pada Proses

Hasil akhir tidak menjadi tujuan dari kreativitas anak. Kreativitas tersebut menitikberatkan pada proses kreatif-nya. Anak-anak yang meluangkan waktunya untuk mengeksplor kreativitasnya, dan tidak teralihkan untuk melakukan kebiasaan lain yang kurang produktif, berarti anak tersebut serius dalam mengasah kreativitasnya.

Ada konsistensi, ada ketekunan, dan ada keuletan yang harus di apresiasi, dan bukan semata fokus pada hasil. Anak-anak yang menjiwai kreativitas yang dilakoninya itu, satu saat akan mencapai kesempurnaan hasilnya. Karena pada dasarnya mereka tidak perlu berkarya untuk orang lain, akan tetapi hanya untuk aktualisasi diri dan kebahagiannya sendiri.

Fokus pada hasil yang pada saat itu mungkin hasilnya kurang maksimal, akan membuat anak down. Apalagi jika disertai dengan ungkapan rasa kecewa sehingga anak merasa tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekatnya, dalam hal ini orang tuanya. Pada akhirnya, anak-anak akan lebih memilih menarik diri dari aktivitas kreatifnya.

7. Menjadi Role Model yang Kreatif

Anak-anak kreatif tidak jauh dari kebiasaan orang tuanya yang kreatif. Kreativitas anak memang tidak menurun secara genetic dari orang tuanya. Namun, lingkungan yang membentuk anak untuk menjadi kreatif itu besar pengaruhnya untuk menentukan tingkat kreativitas anak.

Orang tua berperan penting dalam hal ini yaitu dengan menjadi role model yang baik. Role model itu bisa melalui beberapa aksi kreativitas yang ditunjukkan di depan anak, seperti pilihan baju yang unik, gemar bermain musik, gemar menulis dan sebagainya. Jika tidak bisa merealisasikan itu di depan anak-anak, Anda tetap bisa menunjukkan sikap dan pikiran terbuka, serta meng-fasilitasi anak agar kreativitas anak semakin berkembang.

Mengapresiasi kreativitas anak bisa Anda tunjukkan melalui beberapa cara, seperti dengan menyediakan ruangan khusus untuk olah kreativitas, menyediakan sarana  dan prasarana yang mendukung kreativitasnya, dan berfikiran terbuka atas ide dan gagasan anak yang berbeda.

8. Berikan Pujian dan Reward

Ada yang bilang bahwa parent tidak sebaiknya memberikan pujian atau memberikan reward yang berlebihan kepada anak. Yang dikhawatirkan adalah, nantinya anak-anak tidak memiliki motivasi yang benar-benar muncul dari dalam diri melainkan hanya bergantung pada iming-iming reward yang akan Anda berikan.

Boleh sesekali memberikan reward kepada anak tetapi tidak membiasakan melakukan itu. Tujuannya agar anak tidak bergantung pada pujian dan reward. Reward bisa digunakan untuk membangkitkan semangat saat anak sedang loyo. Berikan reward dan pujian sewajarnya dan secukupnya saja.

9. Menjadi Pengamat yang Baik

Kreativitas anak semakin melejit dan berkembang saat kita memutuskan untuk menjadi pengamat yang baik. Mengamati bagaimana tingkat imajinasi anak, mengamati kecenderungan anak dan kreativitas yang diminati anak dengan detail, memahamkan kepada kita bagaimana karakter anak yang sesungguhnya.

Anak-anak yang terlalu sering mendapatkan perintah dari orang tuanya, dan terlalu sering di larang, serta tidak memiliki kebebasan perlahan akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak kreatif. Yuk, posisikan diri sebagai pengamat sehingga nantinya anak-anak tumbuh menjadi pribadi dengan kreativitas yang tinggi.

Kreativitas anak tidak sebatas mereka bisa menggambar dan mewarnai dengan baik. Nantinya, kreativitas anak berguna untuk menunjang aktivitas akademik, sosial, dan memperbaiki kualitas emosionalnya. Tips di atas bantu Anda menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas anak. Anak-anak yang tersalurkan kreativitasnya lambat laun menjadi pribadi yang happy, dan menikmati hidupnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.