Cara Nasehati Anak Agar Nurut yang Paling Efektif, Coba Tips Ini!

Posted on

Cara Nasehati Anak Agar Nurut

Cara Nasehati Anak Agar Nurut yang Paling Efektif, Coba Tips Ini!

Cara nasehati anak agar nurutMenasehati anak adalah salah satu cara mengingatkan si kecil atas tingkah lakunya yang kurang sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, baik itu di rumah, di sekolah, maupun saat berada di tengah-tengah masyarakat. Apakah mudah? Pada dasarnya iya jika kita sebagai parent tau bagaimana cara nasehati anak agar nurut. Dengan trik yang tepat, anak-anak akan merespon nasihat kita dengan positif dan sesuai dengan harapan.

Faktanya, banyak parent putus asa saat nasehatnya tidak digubris. Bahkan berujung perang mulut dan anak menunjukkan sikap-sikap yang menjengkelkan. Bunda yang menghadapi tipikal anak seperti ini pesimis pastinya. Parahnya lagi, saat anak sulit dinasehati, cenderung membantah dan menunjukkan sikap perlawanan terus-menerus, berakibat pada down-nya psikis kita sebagai orang tua.

Seberat itukah menasehati anak? Cara nasehati anak agar nurut perlu Parent pahami dengan seksama. Strategi menasehati anak tidak lepas dari kategori usia anak. Apakah mereka anak-anak, remaja, atau dewasa. Masing-masing kategori usia tentu membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Saat kita memberikan advice dengan cara seperti ini misalnya:

Kamu kok makan coklat sih. Coklat kan nggak baik buat kesehatan.

Bagaimana respon anak? tidak hanya anak-anak, remaja dan dewasa pun akan marah, membantah dan melawan. Atau mereka akan mengernyitkan dahi lalu meninggalkan Parent sendirian. Sebagai orang tua, Anda lantas pesimis, sambal berfikir apa sebenarnya yang salah dengan cara menasehati dengan ungkapan itu.

Apa yang kita sampaikan pada dasarnya baik tujuannya. Oke, kita semua sepakat dengan itu karena tidak satupun orang tua yang ingin mengarahkan anaknya ke kebiasaan negatif. Anda ingin agar anak tidak bernasib sama dengan kita yang kurang beruntung (misalnya). Namun bagaimana rasanya hati orang tua jika cara nasehati anak agar nurut itu tidak mempan?

Kenapa Memberi Nasihat itu Tidak Mudah?

Ada hal mendasar yang harus Parent pahami kenapa menasehati itu tidak mudah. Ada sesuatu yang alamiah yang bermain disini.

  • Menerima nasihat bukanlah hal yang mudah. Anak-anak maupun dewasa merasakan hal yang sama. Ada perasaan bahwa kita selaku orang yang dinasihati adalah tipikal pribadi yang stupid atau lambat berfikirnya. Secara alamiah, tidak ada satupun orang yang suka dianggap bodoh. Ada kesan inferior dimana tidak semua orang bisa menerima dirinya diposisikan dalam konteks tersebut. Sementara itu, mari kita renungkan bagaimana perasaan kita pribadi sendiri sebagai seorang ibu yang dinasehati oleh orang tua atau pasangan?. Tidak selamanya kita bisa menerimanya.
  • Cara nasehati anak agar nurut yang disampaikan seperti saat mengajarkan materi dalam kelas menyebabkan kebosanan dan lelah. Anak akan berfikir seperti ini;

Aku lho nggak minta dinasehatin, tapi Bunda ngomong terus.

  • Anak atau orang yang kita nasihati merasa bahwa Anda sedang ingin mengontrolnya. Cara nasehati anak agar nurut ini kurang efektif karena anak berfikir Bunda selalu mencampuri apa yang akan dia lakukan. Anak akan jenuh saat kita mengatur anak untuk melakukan ini atau itu.
  • Anak menganggap kita sebagai orang yang aneh. Mereka mungkin tidak membantah. Tetapi mereka beranggapan kita banyak omong karena mereka sudah pernah memikirkan isi nasihat Anda. Mereka ingin menegaskan bahwa mereka tidak stupid sedangkan Parent dirasa sangat mudah meng-claim bahwa anak tersebut stupid dan begitu saja menasihatinya.

Ada hal yang dilematis saat menasihati anak. Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka. Tetapi, kadang ini tidak cope dengan tahapan perkembangan anak dimana ada saatnya anak perlu belajar membuat keputusan dan belajar dari kesalahan yang diperbuat.

Yang perlu kita garis bawahi sebagai orang tua dan agar tau cara mendidik anak agar nurut dengan baik adalah, membantu anak agar mereka bisa mendengar apa kata hati mereka dan mendeteksi instinct-nya dengan baik. Kita perlu membantu anak menyadari intuisinya sehingga kesadaran dirinya tumbuh dan memiliki moralitas yang baik.

Terlalu banyak memberikan nasihat berakibat pada terhalangnya proses pertumbahan anak secara mentalitas dan moralitas. Sedikit dilematis memang, sebab anak perlu menyempurnakan tahapan mental dan psikologisnya, sedangkan kita sebagai orang tua memiliki tanggung jawab untuk memproteksi anak baik secara fisik, mental maupun psikis. Kita terprogram untuk itu, dan disinilah seni saling memahami itu diperlukan.

Sejauh itulah analisa akibat dari nasihat yang kita sampaikan pada anak. Agar tidak berdampak demikian, berikut cara nasehati anak agar nurut yang siap Parent aplikasikan saat ini juga. Amati perubahan yang signifikan pada tingkah laku anak dengan solusi berikut ini.

1. Bicarakan tentang Diri Anda Sendiri

Saat sedang berdua bersama si kecil, ajak dia komunikasi dengan bahasa yang santai. Anda bisa ceritakan bagaimana cara Anda mengambil keputusan dalam setiap aktivitas Anda. Contohnya saja seperti ini;

Kemaren ada teman Bunda nelfon. Dia baru saja resign dari kerjaan dan sekarang rencananya mau cari kerjakan di area sini gitu. Rencananya sih mau nginep sampai dapat apartemen baru. So, pagi ini Bunda mau ke pasar, beli keperluan sambil belanja ke grocery. Nanti sore teman Bunda dateng. Bunda mau masak, kayaknya memang harus begitu ya kalau nyambut tamu.

Ini adalah cara Anda mengambil keputusan yang Anda komunikasikan dengan cara yang santai kepada anak. Anda bisa bicarakan tentang cara diri Anda sendiri saat mengambil keputusan sehingga anak mendapatkan referensi baru dari pengalaman Anda. Dengan cara seperti ini, anak tahu bagaimana cara mengambil keputusan tanpa merasa dianggap stupid, dianggap inferior, maupun dikontrol. Anak merasa Anda adalah teman terbaik yang mengerti dirinya.

2. Saat Anak Meminta Nasihat, Berikan Pertanyaan

Cara nasehati anak agar nurut yang satu ini cukup unik. Ketika Anak meminta nasihat, bukan berarti Anda mendapatkan kesempatan emas untuk menumpahkan ungkapan verbal bertubi-tubi dengan dalih mumpung anak sendiri yang minta. Ini bukanlah cara yang efektif.

Lalu, seperti ini ilustrasinya.

Anak: Mami, aku enaknya pakai sepatu biru apa merah ya, Mi?

Bunda: Kakak lebih seneng pakai yang mana?

Atau,

Anak: Mami, aku mau makan bakso tapi takut sakit kepala lagi. Gimana ya, Mi?

Bunda: Kalau menurut Kakak baiknya gimana?

Tanyakan beberapa pertanyaan mendasar seperti;

Kalau menurut Kakak, yang terbaik buat Kakak yang mana?

Apa kata hati Kakak? dst.

3. Berikan Nasihat dengan Kalimat Pembuka yang Menyentuh

Cara nasehati anak agar nurut bisa Anda mulai dengan kalimat pembuka yang menyentuh. Nasihat verbal yang sifatnya dua arah seperti ini tidak perlu sering Bunda utarakan. Akan tetapi, jika terpaksa harus mengutarakannya, Bunda bisa membukanya dengan kalimat seperti:

  • Bagaimana kira-kira pendapatmu, Apakah sebaiknya nabungnya sekarang aja atau nanti?
  • Menurut Kakak Gimana? Apa kakak akan mengerjakan PR itu sekarang atau Kakak tetap resah saja kayak saat ini karena PR-nya belum selesai?

Intinya, ungkapan pembuka tersebut adalah ungkapan yang sifatnya melibatkan anak dalam interaksi. Anda seolah memahami dan memposisikan mereka sebagai pribadi yang siap diajak berinteraksi dengan baik.

4. Hindari Ungkapan Kan Udah Mama Bilang, Kamunya Sih!

Cara Nasehati Anak Agar Nurut yang Paling Efektif, Coba Tips Ini! 2

Saat anak membuat kesalahan, dimana Anda sudah pernah menasihatinya untuk tidak melakukan itu, ungkapan yang sering kali muncul adalah;

Kamunya Sih, udah dibilangin Mami, kena deh sekarang!

Ini adalah jenis mockery halus yang harus dihindari. Perasaan anak tersudut saat mendengarkan itu. Melakukan sesuatu lalu salah adalah hal yang wajar. Anak akan belajar dari kesalahan yang telah diperbuat. Ini adalah proses alamiah yang seyogyanya dilalui agar anak sadar dengan sendirinya bahwa apa yang dilakukan bukanlah yang terbaik untuknya.

5. Sesuaikan Cara Anda Menasihati dengan Kebiasaan Anak

Berbicara dengan anak tentu berbeda dengan saat Anda berbincang dengan pasangan, atau dengan orang tua. Berbicara dengan anak yang masih duduk di bangku TK membutuhkan skill tersendiri. Sebagai orang tua, Anda harus memastikan bahwa anak benar-benar “melebur” dengan Anda saat berinteraksi.

Pada kesempatan tersebut, dimana mood anak sedang baik, Anda bisa memberikan nasihat  yang sesuai dengan karakter dan cara berfikir anak. Observasi bagaimanakah kebiasaan anak setiap harinya agar Anda bisa menjadi teman sekaligus orang tua bagi anak. Dalam kondisi demikian, kesempatan Anda untuk didengarkan lebih besar.

Anak-anak yang duduk di bangku TK, biasanya gemar bicara apa itu relationship namun mereka tidak benar-benar mengetahuinya. Cobalah untuk berkomunikasi atau memberikan advice kepada anak agar apa yang mereka obrolkan tidak mengarah ke hal yang negatif.

Cara nasehati anak agar nurut khususnya yang duduk di bangku SMP atau SMA, bisa Parent usahakan dengan mengamati apa kebiasaan sehari-harinya. Ada tipikal anak yang hobby nonton TV dan ter-intervensi dengan pesan yang ada dalam media elektronik tersebut.

Ketika itu terjadi, Anda sebagai orang tua harus berusaha bagaimana caranya agar anak terhindar dari efek negatif tersebut. Amati apa saja tontonan yang dilihat si kecil, apakah tontonan tersebut pantas atau tidak.

Apa yang disaksikan anak setiap harinya harus Anda kontrol dan mengerti konten-nya. Referensi yang Anda dapatkan bisa Anda manfaatkan untuk bahan obrolan agar lebih dekat dengan dari diri anak. Jika sudah merasa dimengerti, mudah bagi Anda untuk memberikan pemahaman pada si kecil.

Cara mendidik anak agar nurut tidak lepas dari bagaimana Anda memahami karakter masing-masing anak. Antar anak berbeda karakter dan berbeda potensinya. Ketahui kebiasaan masing-masing anak dan beri nasihat sesuai karakternya. Ada anak yang introvert dan ada tipikal anak yang ekstrovert. Tidak semua anak bisa menerima nasihat Anda saat di depan saudaranya yang lain. Anda bisa membuka komunikasi secara intim dan intens dengan anak face to face.

Cara nasehati anak agar nurut tidak bisa kita lakukan setiap saat. Ada momen dimana anak sedang menyatu dengan Anda. Itu adalah momen yang tepat untuk mengedukasi anak agar lebih baik. Maksimalkan skill mendengarkan agar anak seolah merasa Anda ada untuk mereka.

Menasehati anak tidak sekedar dilakukan dengan mengatakan sesuatu yang penting padanya, lalu urusan selesai. Ada banyak faktor yang harus kita pertimbangkan sebagai orang tua. Beberapa diantaranya adalah waktu yang tepat, cara komunikasi yang benar, dan pemahaman psikis agar anak tidak merasa dinegasikan. Memiliki anak yang nurut adalah impian setiap orang tua. Namun bagaimana cara me-realisasi-kannya adalah PR kita bersama. Yuk Moms, coba tips dan trik diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.