Duit: 11 Cara Praktis Kelola Duit agar Bebas Masalah Keuangan

Posted on

Duit

Duit 11 Cara Praktis Kelola Duit agar Bebas Masalah Keuangan

Melulu bicara duit dibilang materialistis, tak berduit pahitnya selangit. Ya, begitulah fenomena duit  sejak jaman old hingga jaman now. Dalam berumah tangga, bendahara keuangan biasanya adalah ibu. Meski ibu adalah wanita karir dan berpenghasilan, ada alokasi dana tersendiri dari para suami untuk mengcover kebutuhan rumah tangga dan anak-anak.

Anda mungkin sering mendengar betapa berbahayanya gaya hidup hedonisme jika yang bersangkutan sebenarnya belum mampu untuk menjalani gaya hidup tersebut. Dengan income yang pas-pasan, memaksakan diri untuk menjalani gaya hidup ala orang kaya ini tentu bukan pilihan yang tepat.

Sebaliknya, bagi mereka yang punya kapasitas untuk menjalani gaya hidup tersebut, mampu secara finansial, dan itu menjadi pilihan mereka, tidak ada masalah. Namun bagi kita yang secara finansial masuk dalam kategori cukup, akan lebih baik jika kita me­­­-manage duit dengan baik agar cukup untuk kebutuhan harian, kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan renovasi rumah, kebutuhan kesehatan, asuransi kendaraan, dsb.

Dalam kondisi cukup, tanpa hutang sama sekali, meski tidak memegang banyak uang, kita akan merasa tenang dan nyaman. Yuk, kontrol duit secara bijak dengan cara dibawah ini!

1. Buat Alokasi Dana

Awal bulan setelah gajian, alokasikan pendapatan tersebut untuk keperluan Anda di bulan itu. Income masing-masing orang berbeda. Begitu juga dengan kebutuhan setiap orang yang tidak sama dari bulan satu ke bulan yang lainnya. Terkadang kebutuhan tersebut lebih banyak, terkadang stabil sesuai dengan perkiraan Anda, dan seringkali kebutuhan tersebut berada di luar jangkaun kita. Kenapa demikian? karena ada faktor X yang kita tidak tau pastinya bagaimana.

Usahakan agar besaran gaji tersebut cukup untuk mengcover kebutuhan Anda. Mulai dari kebutuhan pokok harian, kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, kebutuhan yang sifatnya incidental, dan masih banyak lagi. Tidak lupa alokasikan dana untuk tabungan yang fungsinya untuk antisipasi di masa mendatang.

Yang terpenting adalah, komitmen kita pada list alokasi dana yang kita buat. Untuk menjalani komitmen tersebut, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk melawan keinginan dari dalam diri. Di perjalan sepulang dari kantor mungkin kita ingin mampir shopping, atau kita ingin makan di restoran elite, dan sebagainya. Tidak masalah jika alokasi dana mencukupi.  Tapi jika faktanya tidak demikian, mari kontrol keinginan agar keuangan bulanan tidak mengalami defisit.

2. Ide Menukar Pakaian

Saat dewasa, tinggi badan sulit bertambah. Beda halnya saat masih bayi dan kanak-kanak. Tinggi badan si kecil bertambah dengan begitu cepat. Ini berdampak pada kebutuhan keuangan yang harus Anda alokasikan terutama untuk kostum yang dikenakannya. Agar duit yang dikeluarkan terkontrol dan efektif, langkah cerdas mengatasinya adalah dengan ide menukar pakaian.

Anda bisa menukar pakaian si kecil dengan pakaian sepupunya yang sesuai dan tidak dipakai. Atau, Anda bisa bertanya apakah ada baju keponakan atau saudara yang tidak dipakai dan masih bisa dimanfaatkan. Bukan maksud meminta-minta sih.

Saat Anda melakukannya, yakinlah mereka yang Anda mintai bantuan akan sangat bersemangat untuk memberikannya. Biasanya, mereka enggan memberikan baju bekas karena malu  sebab mungkin akan ditolak jika diberikan. Selain manfaat sosial, pastinya masalah duit akan lebih terkontrol dan Anda bisa alokasikan dana itu untuk kepentingan lain yang lebih urgent.

3. Beli Barang Grosiran

Membeli secara grosir, tidak ecer atau secara paketan secara harga jauh lebih murah. Pertanyaannya, untuk barang yang bagaimana Anda harus membeli secara grosir? Jawabannya adalah barang-barang yang sekiranya Anda butuhkan dalam waktu yang lama dan terus-menerus.

Ini penting untuk Anda pertimbangkan mengingat antara harga ecer dan grosir terpaut jauh. Selisih harga tersebut bisa Anda manfaatkan untuk keperluan yang lain. Meski jumlah duit selisih tidak banyak, namun jika diakumulasi terus-menerus jumlahnya menjadi besar.

Yang menjadi masalah adalah jumlah duit yang digunakan untuk membeli barang grosir saat itu juga. Juk Anda tidak punya cukup duit,  solusinya, tanyakan kepada teman, kerabat, dan tetangga. Mungkin mereka memerlukan barang yang sama dan bersedia join untuk membeli barang grosiran tersebut.

Perlu di ingat jenis barang yang dibeli dalam jumlah banyak sebaiknya adalah barang yang tahan lama, tidak cepat basi, dan memberikan manfaat jangka panjang.

4. Hunting Sale

Ada dua tipe orang dalam membeli barang-barang. Pertama adalah tipe orang yang lebih suka membeli barang dengan harga terjangkau asal bisa dipakai dan gonta-ganti.  Kedua adalah tipe orang yang lebih nyaman membeli barang-barang branded harga selangit yang dirasa lebih awet dan tidak mudah rusak.

Nah, jika Anda adalah tipikal orang kedua, Anda tidak perlu buang-buang banyak duit untuk keperluan konsumtif ini. Solusinya? Ketahui kapan pusat perbelanjaan tersebut menggelar sale dengan banting harga dan diskon besar-besaran. Anda perlu sedikit bersabar untuk menunggu momen tersebut dan ikuti kabar digelarnya sale.

Atau, Anda bisa dapatkan baju bekas berkualitas untuk menghemat duit. Banyak kok baju bekas yang masih bagus dan bahkan hanya dipakai satu dua kali oleh pemiliknya. Yuk cermat menghemat duit dengan cara ini.

5. Masak Sendiri

Gaya hidup simplicity adalah gaya hidup anti ribet, praktis, dan hemat waktu. Nggak masalah sih buat mereka yang secara finansial berkecukupan. Yang bersangkutan memilih sarapan dengan menu delivery, siang ke restoran, sore delivery lagi.

Lalu jika duit yang ada di kantong pas-pasan apakah kita akan menjalani gaya hidup tersebut demi gengsi? Yang ada, akhirnya kita akan terlilit hutang dan hidup menjadi tidak tentram. Anda bisa siapkan sarapan di rumah. Membawa bekal makan siang dari rumah. Membuat kopi hangat yang dimasukkan dalam termos agar tidak perlu beli saat di kantor, dst.

Mari kita kalkulasi, membuat kopi di rumah kira-kira duit yang Anda keluarkan adalah 1000 rupiah saja. Harga naik menjadi 3 bahkan 10 kali lipat saat kita memilih ngopi siang bersama teman kantor di warteg atau di café elite tergantung tempatnya. Hemat kah? Tentu tidak!

Meski agak sedikit membuang energi untuk menyiapkan masakan sendiri, namun pengaruh dari rutinitas yang Anda lakukan setiap hari ini cukup besar hubungannya dengan duit yang Anda kelola dan kesehatan Anda. Ya, menyiapkan masakan sendiri lebih terjamin higienitasnya dan membuat fisik lebih aktif bergerak

6. Atur Berapa  Besaran Tabungan

Duit 11 Cara Praktis Kelola Duit agar Bebas Masalah Keuangan

Dari sekian jumlah gaji yang diterima, Anda bisa mengatur berapa kisaran tabungan yang Anda simpan. Besar kecilnya tabungan tergantung dari target yang ingin dicapai. Selain itu, tabungan juga bergantung dari persentase kebutuhan wajib yang harus dikeluarkan pada bulan tersebut.

Sekiranya setelah Anda menghitung berapa banyak kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan, Anda  bisa memprediksi berapa besar duit yang akan ditabung. Dana untuk tabungan pada dasarnya adalah dana sisa dari kebutuhan pokok yang biasanya digunakan untuk kepentingan konsumtif yang sifatnya tidak mendesak dan berdasarkan pada keinginan semata.

7. Tutup  Gerbang Promosi

Branding yang dilakukan dengan cara yang praktis selalu membuat kita tergoda untuk membelinya. Anda tidak perlu menonton TV untuk tau iklan tersebut, tetapi cukup melalui email masuk, WA grup, join menjadi anggota grup fashion, dan masih banyak lagi.

Cara-cara menikmati promosi yang praktis itu, entah melalui komputer, laptop, tablet maupun smartphone yang kita bawa kemana-mana memberikan kemudahan bagi kita untuk mengakses informasi yang dilanjutkan membeli barang-barang promosi via online.

Perkecil kemungkinan terjadinya transaksi tersebut dengan cara unfollow email promosi, out dari grup fashion dan sepatu agar duit di kantong tetap aman.

8. Buat Tujuan Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Tujuan yang dimiliki seseorang berpengaruh pada bagaimana cara seseorang tersebut menjalani hari-harinya dan juga menghabiskan duit-nya. Tujuan yang dibuat membuat Anda tetap fokus dan tidak tergoda dengan fokus lain. Anda bisa membuat tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Semisal tujuan jangka pendek adalah mengumpulkan duit sebesar 1 juta rupiah untuk hajatan di rumah dengan undangan sebanyak 25 orang. Sedangkan untuk tujuan jangka panjang, Anda ingin melanjutkan studi s3 di perguruan tinggi ternama setidaknya 3 tahun ke depan dengan kisaran biaya 15 juta per semesternya.

Masing-masing tujuan tersebut memberikan kemudahan bagi Anda untuk menyisihkan sekian duit untuk tabungan jangka pendek dan sekian lagi untuk tabungan jangka panjang. Keep focus pada tujuan tersebut agar apa yang ingin Anda tuju tercapai.

9. Filter Pengeluaran yang Tidak Penting

Agaknya ini cukup sulit dilakukan. Cara praktisnya adalah, cobalah merekap belanjaan setiap harinya selama 1 minggu. Cek apa saja pengeluaran yang Anda belanjakan dan hitung berapa banyak duit yang Anda habiskan.

Darisitu Anda akan tahu bahwa ada pos-pos pembelanjaan yang seharusnya tidak kita lakukan. Seperti membeli baju 2 kali dalam seminggu, ngopi di café, makan di restoran elite, dsb. Gaya hidup tersebut bisa diubah dengan cara menyaring pengeluaran yang tidak perlu.

10. Beli Barang dengan Fungsi yang Sama Namun Harga Lebih Ekonomis

Baiklah, demi duit lebih awet di kantong, kita tanggalkan dulu keinginan untuk memiliki barang-barang branded dengan harga selangit. Alihkan fokus pada barang yang fungsinya sama saja dengan harga yang lebih ekonomis.

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan barang branded akan sedikit kesulitan untuk menyesuaikan diri di awal, namun apa salahnya di coba. Anda bisa membeli barang dengan fungsi yang sama di pasar tradisional agar duit yang dikeluarkan lebih terjangkau.

11. Terapkan Gaya Hidup Minimalis

Di Jepang, gaya hidup minimalis saat ini sedang booming. Mereka yang menjalani gaya hidup tersebut bukanlah orang-orang yang kekurangan secara finansial, namun adalah meeka yang ingin mengontrol kehidupannya agar lebih baik lagi.

Gaya hidup minimalis memberikan kesempatan bagi kita untuk tidak repot dengan urusan domestik sebab barang-barang yang ada di rumah dan yang dikenakan bisa di hitung jari. Anda tidak perlu susah payah membereskan barang-barang yang ada di rumah dan Anda pun tidak perlu membeli banyak barang untuk kebutuhan harian Anda. Ini berarti duit Anda akan lebih awet. Anda bisa tingkatkan terus saldo tabungan dan mengalokasikan duit untuk kepentingan lain yang lebih mendesak.

Keterampilan mengatur duit bukan sesuatu yang mudah. Pelajari sejak dini agar keuangan pribadi dan keluarga bebas dari masalah, baik saat ini maupun di masa mendatang.

 

One thought on “Duit: 11 Cara Praktis Kelola Duit agar Bebas Masalah Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.