9 Cara Sederhana Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Nyaman

Posted on

Lingkungan Keluarga

9 cara mudah menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman

Lingkungan keluarga yang nyaman berpengaruh pada betah atau tidaknya anggota keluarga berada di rumah. Faktor penentunya diantaranya adalah bagaimana hubungan antar anggota keluarga dibangun di dalamnya dan bagaimana penampilan fisik dari rumah tersebut.

Seringkali kita dengar ungkapan “rumahku adalah surgaku”. Kata “surga” disini merujuk pada artian positif, yaitu pada kesempurnaan tempat tinggal. Berada di rumah serasa berada di surga jika kita merasa bahagia di dalamnya. Sebaliknya, jika kebahagiaan tidak kita didapatkan, berarti lingkungan keluarga tersebut membuat penghuninya tidak nyaman dan ada alasan dibalik ketidaknyamanan tersebut. Alasan inilah yang harus kita cari untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat.

Nah, agar anggota keluarga selalu rindu rumah, dan ingin berlama-lama di dalamnya, mari kita coba terapkan cara mudah menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman dengan cara ini;

1.    Ibadah tepat waktu

Ibadah adalah bukti penghambaan terhadap Tuhan yang Maha Pengasih. Rumah yang nyaman ditandai dengan keberkahan yang dilimpahkan oleh Tuhannya. Meski ibadah yang kita lakukan tidak sebanding dengan karunia Tuhan, namun ibadah  yang dilakukan dengan rutin dan penuh kesadaran adalah bukti bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Sebagai hamba, kita harus menjalani takdir-Nya dengan ikhlas dan lapang dada termasuk dalam mengarungi perjalanan rumah tangga. Tanpa rasa sombong saat berada di atas dan tanpa rasa pesimis saat sedang berada di bawah.

Ibadah yang dilakukan secara kontinyu akan berpengaruh pada kebersihan hati. Hati yang bersih  senantiasa menahan diri dari berperilaku keji dan mungkar. Suami yang taat beribadah memuliakan istri dan anak-anaknya. Istri yang sholeha menghormati suaminya dan mencintai anak sepenuh hatinya. Dan anak yang sholeh sholeha senantiasa berbakti pada orang tuanya. Bersamaan dengan ikhtiar yang kita lakukan dalam bentuk usaha dan doa, semoga Tuhan melimpahkan keberkahan pada lingkungan keluarga tercinta kita.

2.   Terjalin komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik menjadi kunci ketenangan dalam rumah tangga. Komunikasi tidak dilakukan antara orang tua saja, tetapi juga ada keterlibatan anak di dalamnya. Ada banyak fungsi komunikasi dalam rumah tangga, diantaranya adalah;

  • Komunikasi adalah pertanda hubungan baik

Saat kita bersama orang yang sangat cerewet, kita akan berbisik dalam hati “Aduh, cerewet sekali orang ini!” dan ketika kita sedang dekat dengan orang lain yang menyapa pun tidak, melihat wajah kita pun tidak, menoleh pun tidak padahal sebelumnya tidak demikian, apa yang kita tanyakan pada diri? “Ada apa ya, kenapa dia tiba-tiba diam, apa ada yang salah?”.  Pertanyaan seperti inilah yang akan kita tanyakan.

Istri yang tiba-tiba diam, atau suami yang tidak berucap sepatah katapun dalam durasi waktu tertentu adalah pertanda adanya sesuatu yang tidak beres.

  • Komunikasi adalah sarana menyelesaikan masalah.

Ya, serumit apapun masalah keluarga, jika dikomunikasikan dengan cara yang baik akan ada jalan keluarnya. Yang jelas, jangan sampai kita pendam masalah itu sendirian. Mari kita bicarakan apapun masalah yang kita hadapi dengan anggota keluarga yang lain.

Jika di kantor, kita mengalami konflik dengan karyawan yang lain, atau dengan atasan, istri tidak akan mengetahuinya kecuali kita menceritakannya secara gamblang. Siapa tau jika kita bersedia membicarakan masalah kita kepada istri, dia akan menyampaikan jalan keluar yang bagus yang belum terfikirkan oleh kita sebelumnya.

3.   Menyadari hak dan kewajiban masing-masing

Paham akan hak dan kewajiban masing-masing adalah ciri rumah tangga yang “dewasa”. Tanpa disuruh, seorang ayah yang paham kewajibannya bekerja mencari nafkah di siang hari. Seorang istri yang fokus pada urusan domestic menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga. Anak-anak membersihkan tempat tidurnya di pagi hari agar tidak merepotkan si mama. Keluarga yang demikian adalah keluarga yang “dewasa”, keluarga yang menjalankan kewajiban masing-masing dengan penuh kesadaran, tanpa instruksi dan tanpa saling menyalahkan.

Adalah hak ayah untuk mendapatkan perlakuan baik dari pasangannya. Istri yang kehabisan uang belanja pun berhak meminta kepada suaminya. Dan anak yang berangkat ke sekolah berhak atas uang sakunya. Hak dan kewajiban yang dilakukan tanpa mengungkit pemberian dan tanpa banyak keluh kesah, menciptakan rasa nyaman dalam lingkungan keluarga.

4.   Tidak temperamental

Pribadi temperamental dalam pergaulan cenderung dihindari teman-temannya. Kenapa? karena dekat dengan orang yang suka marah-marah itu tidak nyaman. Sama halnya ketika memiliki pasangan yang emosional.

Karakter temperamental muncul karena beberapa faktor, seperti tekanan dari lingkungan, karena faktor genetic, dan karena ketidakmampuan untuk mengontrol ambisi. Tekanan lingkungan bisa jadi berasal dari keluarga yang kurang mendukung dan memberikan banyak tuntutan. Adapun faktor genetic terjadi karena memang orang tua yang bersangkutan suka marah-marah dan medidik dengan cara yang emosional sehingga kebiasaan tersebutpun diwarisi oleh anaknya. Ambisi yang tidak terkendali dan menjadi fokus diri menjadikan seseorang lebih temperamental termasuk di lingkungan keluarga sekalipun.

Sifat temperamental ini bisa ditekan dengan adanya keinginan untuk memperbaiki kualitas diri. Emosi yang tidak terkontrol akan membuat anggota keluarga yang lain tertekan, enggan berbicara karena takut salah, dan yang pasti merasa tidak nyaman. Keluarga yang penuh kelembutan namun tetap tegas adalah ciri keluarga idaman. Tegas tidak berarti temperamental, tetapi tau kapan harus mengambil keputusan yang disampaikan dengan cara yang lembut.

9 cara mudah menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman 2

5.   Mudah memaafkan dan mudah minta maaf

“Manusia adalah tempat salah dan dosa”, ungkapan yang klise memang, namun inilah kenyataanya. Meski mawas diri, kesalahan tidak bisa dihindari. Karena apa? Karena kita tinggal bersama banyak orang di dalam keluarga dan di masyarakat. Mereka tidak selamanya setuju dengan pendapat dan cara pandang kita. Sehingga disini mulai muncul gesekan.

Suami yang berjanji berlibur dengan anak istri di akhir pekan, namun ternyata ingkar karena lalai, berarti dia salah. Sebagai pihak yang salah, meminta maaf itu harus. Istri anak yang dimintai maaf pun harus memaafkan. Perlu kita ingat bahwa, saling memaafkan tidak sekedar simbol. Tangan yang saling berjabat dan saling memaafkan ini harus disertai dengan hilangnya memory buruk tentang kesalahan dari kepala masing-masing. Sering kita dengar istilah “memaafkan itu mudah, tapi melupakan kenangan buruk itulah yang susah”.

Memaafkan sekaligus melupakan kesalahan, tanpa mendendam dan mengungkitnya di masa mendantang adalah tugas yang berat. Namun jika kita bisa melampauinya, sungguh ringan rasanya hidup tanpa rasa benci di dalam dada. Karakter anggota keluarga yang seperti inilah yang membuat keluarga terasa nyaman

6.    Saling Pengertian

Memang, di lingkungan keluarga ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga. Tetapi, perlu disertakan pula rasa saling pengertian disini. Kita sebagai suami bisa menuntut hak kita untuk diperlakukan dengan baik oleh istri, dengan catatan istri sedang dalam keadaan sehat dan luang.

Begitupun saat istri ingin minta beli baju, istri sebaiknya memahami keadaan suami, apakah suami sedang berkelebihan atau tidak. Kebutuhan tersier seperti ini bisa ditunda dan diagendakan untuk waktu-waktu berikutnya. Kita tidak bisa semena-mena terhadap pasangan yang menyebabkan mereka “kecil hati” dan tidak nyaman tinggal di rumah.

7.   Quality time terjaga

Berumah tangga adalah usaha untuk menjadi “dewasa” secara psikis. Jika bicara kesibukan tentu tidak ada habisnya. Apalagi jika kita mengikuti slogan “time is money”, sangat mungkin kita akan melupakan waktu istirahat dan waktu kebersamaan bersama keluarga. Break sejenak dari pekerjaan adalah keputusan yang harus kita ambil untuk membayar waktu kita yang hilang bersama keluarga.

Quality Time bisa kita agendakan disela-sela kesibukan. Ide untuk mengisi momen berharga ini cukup banyak, mulai dari nge-game bersama, masak bersama, dinner di luar, mengunjungi tempat wisata, nonton, ziarah, atau bahkan sekedar ngobrol di teras rumah sambil memandangi tetangga yang lalu lalang di jalan. Meski tidak setiap hari quality time itu kita miliki, kita bisa agendakan waktu kumpul keluarga ini seminggu sekali.

8.   Desain rumah sesuai harapan

Selain poin-poin diatas, nyaman tidaknya kondisi rumah secara fisik perlu diperhatikan, baik itu untuk desain rumah yang mewah maupun yang sederhana. Setidaknya rumah tersebut bisa meng-cover kebutuhan dasar anggota keluarga, diantaranya adalah;

  • Kamar untuk masing-masing anggota keluarga;
  • Ventilasi yang cukup agar tidak pengap dan kebutuhan atas cahaya pun terpenuhi;
  • Tersedia sarana fasilitas hiburan bagi yang membutuhkan;
  • Adanya dapur yang bersih, ruang tamu, ruang makan, tempat beribadah dan ruang keluarga.

Sarana yang lengkap seperti tersebut di atas (meski tidak mewah) akan memberikan rasa nyaman bagi anggota keluarga. Mereka bisa mengakses hiburan di rumah (dengan televisi), mereka bisa beribadah di tempat yang disediakan, masak di dapur yang bersih, dan sebagainya.

Sarana hiburan tidak harus berhubungan dengan barang-barang elektronik, kita bisa jadikan halaman belakang rumah sebagai kolam ikan untuk tempat memancing kala senggang. Atau kita bisa tanam beberapa bunga di halaman rumah untuk dirawat dan untuk mengisi waktu luang.

9.   Rumah dalam keadaan bersih

“Kebersihan adalah sebagian dari iman”. Menjaga kebersihan rumah adalah kewajiban siapa saja yang berada di lingkungan keluarga tersebut. kebersihan ini mencakup bagian luar dan bagian dalam rumah. Rumah yang bersih bebas dari kotoran, bebauan yang tidak sedap, dan menjaga penghuninya dari serangan penyakit dari yang paling ringan hingga yang paling berbahaya.

Adanya jadwal bersih-bersih rumah akan sangat membantu, seperti nyapu dan ngepel setiap pagi dan sore, dan memberikan tanggung jawab pada anak-anak untuk membersihkan ruangan mereka masing-masing. Tidak lupa, sediakan tempat sampah di halaman depan dan halaman belakang rumah. Beri contoh pada anak-anak untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya, jika perlu berikan sanksi bagi mereka yang melanggar peraturan ini.

Libatkan anak-anak sejak dini agar mereka sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan keluarga. Berikan pengertian mengenai dampak buruk rumah tinggal yang kotor, seperti pada kesehatan, tidak sedap dipandang, dan menjadi representasi dari karakter pemiliknya. Tekankan pula bahwa lingkungan rumah yang kotor akan menjadi bahan perbincangan masyarakat sekitar.

Selain rumah yang bersih, pastikan badan pun dalam keadaan bersih, agar kita merasa nyaman saat beraktivitas dan terhindar dari penyakit akibat kuman, virus dan bakteri. Semoga uraian mengenai cara menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman diatas menjadi solusi bagi permasalahan keluarga yang sedang dihadapi. Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “9 Cara Sederhana Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Nyaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *