Budaya Keluarga: Pengertian dan Alasan Pentingnya Menumbuhkan Budaya Keluarga

Posted on

Budaya Keluarga

Budaya Keluarga Pengertian dan Alasan Pentingnya Menumbuhkan Budaya Keluarga2

Beberapa dari Anda mungkin berfikir “kayaknya aku nggak punya budaya keluarga deh”. Jika itu pernyataannya, apa yang Anda ungkapkan kurang tepat. Setiap keluarga memiliki budaya keluarga.  Kita sekeluarga memiliki kebiasaan seperti membaca, berolahraga, nonton tv bareng anak, konsumsi makanan sehat, sopan pada yang tua dsb. Budaya keluarga adalah cara Anda menjalani momen sehari-hari.

Singkatnya, Apa itu budaya keluarga? Tidak hanya bangsa yang memiliki budaya. Keluarga pun memilikinya. Budaya keluarga adalah tradisi, kebiasaan, penerapan, dan nilai-nilai yang dimiliki keluarga yang menjadi pedoman dalam melakukan rutinitas dan kebiasaan setiap harinya.

Budaya keluarga menjadi family identity yang menjadikan keluarga berbeda dengan keluarga lain di seluruh dunia. Setiap keluarga memiliki dinamikanya masing-masing. Budaya keluarga adalah cara bagaimana Anda menjalani rutinitas, memecahkan masalah, merancang sebuah tujuan, dan menjalin hubungan antara satu orang dengan yang lain. Masalahnya adalah, tidak semua orang menyadari betapa pentingnya budaya ini.

Pada kesempatan kali ini akan kita bahas alasan pentingnya memiliki budaya keluarga, bagaimana cara membentuk kebiasaan keluarga, dan apa manfaat yang didapat.

Alasan Pentingnya Menumbuhkan Budaya Keluarga

Budaya keluarga tercipta baik karena kita menginginkannya maupun tidak. Meskipun kita tidak pernah berkumpul membicarakan nilai, norma, dan tradisi dalam keluarga, kita masih menjalankan budaya keluarga. Kaitannya dengan itu, orang tua (secara tidak sadar) mungkin menerapkan pengalamannya saat masih kecil dengan cara meninggalkan kebiasaan yang dianggap negatif dan meneruskan kebiasaan positif untuk anak-anaknya.

Apakah Anda ingin budaya keluarga yang dijalankan karena faktor kebetulan saja? Atau Anda ingin benar-benar menciptakan budaya tersebut dengan sadar yang menunjukkan konsistensi dan membantu saling terhubung satu dengan yang lain?. Ini alasan kenapa budaya keluarga penting untuk Anda miliki.

1. Memiliki Tujuan

Visi itu menyatukan, mengarahkan untuk fokus, mendominasi percakapan, dan menginspirasi kesuksesan (Miller 1995).

Manusia bekerja keras saat mereka tahu apa yang penting dalam hidupnya. Tujuan yang jelas menginspirasi dan memotivasi seseorang untuk sampai pda tujuan tersebut. Tujuan mengarahkan kita pada sebuah makna, menjadi pedoman dalam memutuskan apa yang baik dan yang tidak baik bagi masa depan Anda sekeluarga.

Seringkali saat kita sedang menjalankan budaya keluarga, kita tidak benar-benar ingin melakukannya (karena faktor malas dan selfish). Tapi kita paham bahwa itulah yang terbaik. Tujuan tersebut membutuhkan konsistensi dari seluruh anggota keluarga untuk melakukannya.

2. Mendefinisikan Sistem Keluarga

Sebagai anggota keluarga, tidak semua dari kita sadar dan ingin melakukan nilai, norma, dan aturan yang ada dalam keluarga. Pada saat tersebut, masalah mulai muncul.

Seorang anak mungkin mengeluh mengapa mereka memiliki tugas melipat baju, mengapa mereka harus memasak, kenapa mereka harus membantu adiknya mengerjakan PR, dan sebagainya.

Rasa tidak puas terkait peran yang harus dijalankan menyebabkan ketidakharmonisan dan ketidakseimbangan dalam keluarga.

Solusinya, cobalah menjalin komunikasi saat sedang luang. Bicarakan apa yang kita inginkan dan mengapa kita menginginkan hal tersebut dari anak. Tujuannya adalah, agar setiap anggota keluarga memberikan kontribusi terbaiknya untuk sampai pada tujuan keluarga yang diharapkan bersama.

Setidaknya, yang paling penting disini adalah setiap orang merasa didengarkan dan tulus dalam melakukan peranannya.

3. Membuat Keputusan dengan Penuh Kesadaran

Apa yang Anda lakukan saat dihadapkan pada masalah seperti anak remaja yang sulit di atur, resign dari pekerjaan dan mencari pekerjaan baru? Salah satu solusinya adalah, mencari masukan dari beberapa sumber dari luar seperti dari anggota keluarga besar, teman, parenting book, blogs, dan sebagainya.

Apakah mengumpulkan keseluruhan sumber tersebut tidak terlalu berlebihan?, Anda bisa mengukur apakah referensi tersebut berlebihan atau tidak dengan melihat selaras atau tidaknya apa yang ada dalam referensi dengan budaya keluarga.

Fokus pada poin-poin yang selaras dengan budaya keluarga, skip yang menurut Anda tidak sesuai dengan budaya tersebut, dan yang penting adalah turuti intuisi dan kata hati. Keputusan yang diambil dengan penuh kesadaran berarti Anda meletakkan sesuatu pada tempatnya. Meski mayoritas poin dari referensi tersebut bagus, namun tidak semuanya bisa jadikan solusi untuk mengatasi masalah diatas.

Seperti kutipan Roy Disney “ Tidak sulit membuat keputusan jika Anda tau apa nilai yang ada dalam keluarga”

4. Memperbaiki Setiap Keadaan

Budaya keluarga membantu meningkatkan kualitas setiap momen yang Anda jalani. Bagaimana anggota keluarga menghargai setiap nilai yang ada di dalamnya, bagaimana mereka berdamai dengan konflik, dan bagaimana orang tua mendisiplinkan anak tanpa menegasikan perasaan cinta kasih.

Tujuan dari budaya keluarga bukanlah untuk membentuk keluarga yang high class, tetapi untuk menekankan pada kebiasaan keluarga yang baik. Anda tidak perlu melakukan banyak hal. Anda hanya perlu melakukan sesautu tersebut secara berulang-ulang.

Cara  Menciptakan Budaya Keluarga

Jika Anda sudah memiliki budaya dan identitas keluarga, Anda cukup menjalankannya secara rutin, atau Anda bisa tambahkan sedikit aturan yang ingin Anda terapkan. Cara praktis menciptakan budaya keluarga adalah:

  • Visualisasikan Budaya Keluarga Anda

Anak-anak, Anda dan pasangan mungkin saja lupa peran mereka dalam keluarga, dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Untuk mempermudah mengingatnya, cobalah siapkan kertas dan bolpen (yang artistik) tuliskan motto dan nilai keluarga, lalu gantung dengan tali.

Himbau anak-anak agar senantiasa memperhatikan note yang ada di ruangan. Dengan demikian, mereka akan mengerti apa peran, nilai, dan tingkah laku yang harus dilakukan setiap harinya.

Tempelkan foto keluarga dengan kuotasi penuh makna yang menjadi dasar budaya keluarga. Kuotasi tersebut bisa Anda sarikan dari kitab suci, dari para filsuf dan penyair, dari para motivator, dan sebagainya.

  • Biasakan Melakukan Ritual dan Tradisi Rutin

Setiap harinya, cobalah untuk mengadakan tradisi atau ritual bersama keluarga. Tradisi tersebut tampak dalam rutinitas harian yang simple seperti sarapan atau makan malam bersama, mengunjungi kamar anak menjelang tidur lalu bercerita sebentar bersama mereka, dan menikmati weekend di luar.

Jika anak Anda suka dengan kegiatan membuat es krim setiap sabtu sore, kenapa tidak melakukannya? jika anak Anda suka dengan acara berkunjung ke rumah nenek setiap weekend kenapa tidak menjadikannya sebagai rutinitas? Momen kebersamaan tersebut adalah momen yang mengesankan dan selalu di ingat oleh anak-anak.

  • Tekankan Budaya Keluarga dengan Lakukan Berulang-ulang

Akan sangat menguntungkan jika Anda seringkali membicarakan nilai, tradisi, dan ritual yang ada di dalam keluarga. Ini memberikan kesempatan bagi anak untuk merasa nyaman, merasa memiliki dan merasa bangga atas budaya keluarga yang dimilikinya.

Dalam percakapan tersebut gunakan frase “keluarga kita dst” untuk menunjukkan rasa saling memiliki. Seperti keluarga kita adalah keluarga yang senang berbuat baik kepada orang lain, keluarga kita tidak membiarkan seseorang berada di luar sendirian, keluarga kita pecinta buku.

Atau, di keluarga kita, tidak ada reward bagi anggota keluarga yang kasar. Di keluarga kita, tidak ada rasa saling mendendam dan membenci. Keluarga kita suka nonton film bersama, dan senang bermain di pantai.

Manfaat Menjalankan Budaya Keluarga

Budaya Keluarga Pengertian dan Alasan Pentingnya Menumbuhkan Budaya Keluarga

Tradisi dan ritual keluarga keduanya memberikan manfaat bagi keluarga. Beberapa diantaranya adalah:

1. Membantu untuk Tetap Terhubung Satu dan yang Lain

Tuntutan kehidupan menjadikan hari-hari kita sangat sibuk. Seorang ayah fokus mengurus pekerjaan di kantor, mama karir berangkat pagi pulang petang, kakak sibuk dengan study-nya, dan sebagainya. Lalu, bagaimana caranya agar tetap terhubung satu dan yang lain? caranya adalah dengan rutin menjalani budaya keluarga, entah itu sarapan bersama atau dinner bersama, dan lain sebagainya.

Kebersamaan dalam melakukan tradisi keluarga itu memberikan kesempatan bagi Anda untuk tetap terhubung satu dan yang lain meski setiap harinya Anda disibukkan dengan jadwal masing-masing.

2. Menciptakan Stabilitas dan Susunan yang Rapi

Anak-anak tumbuh dengan pesat jika mereka tau apa yang akan terjadi kemudian dan apa yang orang lain harapkan darinya karena tradisi keluarga adalah sesuatu yang terprediksi. Tradisi membantu Anda menciptakan stabilitas dan lingkungan keluarga yang tertata.

3. Mengajarkan Keterampilan Praktis

Budaya keluarga memberi kesempatan bagi Anda untuk mengajarkan keterampilan yang penting kepada generasi selanjutnya. Keterampilan tersebut mungkin saja tidak tidak diajarkan selama di sekolah. Contohnya adalah menyiapkan makanan di meja makan, dan bagaimana bersikap ramah.

4. Memberikan Pengarahan tentang Waktu kepada Anak-anak

Anak-anak mungkin tidak paham mengenai konsep bulan dan tahun. Anda bisa adakan tradisi keluarga yang berhubungan dengan hal itu, termasuk tradisi keluarga yang berkaitan dengan musim-musim yang ada. Segera mereka akan mengetahui bahwa yang bersangkutan sedang berada dalam waktu ini atau dalam waktu itu dengan adanya tradisi keluarga yang dijalankan sebagai penanda waktu.

5. Membantu Mengatasi Trauma

Kehilangan salah satu anggota keluarga, atau mengalami bencana alam, adalah sesuatu yang menyedihkan. Budaya keluarga berperan penting untuk berdamai dengan trauma dan kejadian tersebut, semisal dengan mengadakan acara makan bersama selepas pemakaman, berkumpul dan saling menasihati tentang apa hikmah di sebalik kejadian tersebut, dan masih banyak lagi.

6. Menghubungkan dengan Masa Lalu

Budaya keluarga yang Anda terapkan saat ini, mungkin adalah warisan dari nenek moyang, semisal berziarah setiap dua bulan sekali. Tradisi yang dilakukan hingga sekarang, akan menghubungkan antara anak dengan pendahulunya. Anda bisa ceritakan tentang kakek nenek mereka saat menjalani budaya tersebut.

7. Sebagai Identitas Keluarga

Budaya keluarga ada yang berbentuk kegiatan umum, dan ada yang berupa kegiatan khusus dan unik. Semisal, setiap satu bulan sekali, ibu mengajak anaknya memasak dan membagikan makanan itu kepada anak yatim. Ini merupakan identitas diri dimana tidak semua orang melakukannya. Dan, karena budaya tersebut, keluarga menjadi unik di mata masyarakat.

8. Melindungi Diri dari Kekerasan dan Penyiksaan

Berdasarkan riset, keluarga yang menjalankan ritual dan tradisi keluarga dengan rutin, lebih kecil potensinya untuk mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau mengonsumsi alkolhol.

9. Membantu Meningkatkan Intensitas Komunikasi

Tidak hanya komunikasi yang bisa Anda jalin bersama anak-anak saat menjalani rutinitas ini. Akan tetapi, Anda berkesempatan untuk menyampaikan sesuatu yang mungkin tidak terkatakan sebelumnya.

Budaya keluarga besar pengaruhnya bagi mental, dan emosional individu. Budaya tersebut berkaitan dengan nilai dan tingkah laku yang dilakukan sehari-hari dengan tujuan menjadi keluarga yang lebih baik dalam segala hal. Sudahkah Anda terapkan budaya keluarga setiap harinya?

Referensi:

3 reasons why a family culture is important (and why you should give it some serious thought)

Family Culture: A guide To Building Strong Families (Pt. 1) 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.