9 Tips Pahami Psikologi Anak Lebih Baik Lagi yang Wajib Parent Terapkan!

Posted on

Psikologi

9 Tips Pahami Psikologi Anak Lebih Baik Lagi

Ada dua perkembangan pada anak yang harus mendapatkan perhatian yang sama besarnya, yaitu perkembangan fisik dan perkembangan psikis. Kita cenderung fokus pada perkembangan fisik dan sering kali lupa akan perkembangan psikis. Faktanya, keduanya harus mendapatkan porsi perhatian yang sama besarnya.

Jika pertumbuhan fisik erat kaitannya dengan nutrisi yang cukup, olahraga, dan faktor genetic, maka pertumbuhan psikis lebih ke arah vitamin jiwa yang kita dapatkan. Sebagai orang tua yang tidak hanya ingin agar anak yang Anda sayangi secara fisik menarik, Anda juga harus memberikan dukungan kejiwaan yang total sehingga anak memiliki perkembangan emosional yang stabil.

Memiliki anak yang temperamen, dan cenderung negatif tingkah lakunya membuat kita merasa sedikit tidak nyaman. Untuk itu, memahami psikologi anak lebih baik lagi adalah cara yang tepat bagi kita untuk mengamati perubahan psikologis yang mungkin terjadi pada anak sejak dini.

Secara lebih spesifik, cakupan psikologi anak meliputi cukup banyak  aspek, diantaranya adalah kemampuan motorik, kemampuan kognitif, kemampuan berbahasa, management emosi, dan sebagainya.

Setidaknya, ada dua alasan kenapa Anda sebagai orang tua sebaiknya memahami psikologi anak lebih mendalam lagi. Diantaranya adalah-

  • Terkadang atau bahkan seringkali kita salah dalam menafsirkan apa yang sebenarnya anak inginkan. Akhirnya, kita salah memahami apa kemauan anak dan bahkan sering kali salah dalam menilai anak. Ini bisa sedikit kita kurangi dengan berusaha memahami psikologi anak. Tafsiran yang salah itu membahayakan pada diri anak, dan hubungan antara orang tua dan anak.
  • Selain itu, peran orang tua adalah kunci dalam perkembangan psikologis anak. Tipikal orang tua yang kurang memahami perkembangan psikologis anak pada akhirnya akan memberikan penilaian yang salah pada anak sehingga proses parenting yang dilakukan pun tidak maskimal.
  • Sudah tidak asing lagi bagi kita bahwa karakter anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua dalam mengedukasi anak-anaknya. Apa yang di edukasikan orang tua kepada anaknya, hal tersebut berpengaruh pada kondisi psikis anak. Sempurnakan pengetahuan mengenai bagaimana cara memahami perkembangan psikis anak sehingga kontribusi kita sebagai orang tua maksimal terhadap tumbuh kembang psikologis dan mental anak.

Menjadi orang tua tidak hanya bertujuan untuk memberikan kenyamanan materi kepada anak, tetapi juga  memastikan bahwa anak-anak secara emosional nyaman dan aman. Apa yang bisa Anda upayakan untuk mencapai tujuan tersebut? berikut beberapa tips yang siap Anda terapkan kepada si kecil.

1. Amati Kebiasaan dan Karakter Anak

Semakin banyak data yang Anda kumpulkan saat mengamati anak, semakin Anda memahami bagaimana karakter anak itu sesungguhnya. Data mengenai karakter anak yang sesungguhnya bisa Anda dapatkan dari proses observasi setiap harinya.

Mengamati tingkah laku anak, bagaimana saat mereka berinteraksi dengan orang lain, bagaimana saat mereka mengeluhkan kondisinya, bercerita tentang temannya di sekolah, dan bagaimana saat mereka menghadapi konflik bersama teman-temannya.

Mendengarkan adalah skill yang harus kita miliki. Berhenti membandingkan karena itu adalah hal yang menyakitkan bagi anak-anak (dan juga mereka yang sudah dewasa). Tanamkan pada diri bahwa setiap anak adalah unik. Membandingkan anak justru membuat mereka merasa minder, dan kita pribadi pun semakin tertekan.

Praktisnya, pengamatan ini bisa kita lakukan dengan menanyakan apa yang anak-anak suka dan tidak suka. Saat menghadapi sesuatu yang mereka tidak suka, apa yang akan mereka lakukan, seberapa tingkat sosialisasi mereka, dan seberapa mereka terbuka terhadap lingkungannya.

Memang, terkadang anak-anak yang sangat terbuka terkesan sedikit cerewet. Namun saat Anda menghadapi tipikal anak introvert, justru akan lebih sulit karena mereka cenderung tertutup dan tidak mudah sharing dengan orang lain. Kita akan sulit menebak bagaimana perasaan anak yang sebenarnya.

2. Agendakan Quality Time Bersama Anak-anak

Saat ini, banyak orang tua yang mengerjakan banyak aktivitas sekaligus. Tidak hanya pekerjaan intinya saja, tetapi sekaligus meng-handle pekerjaan sampingan yang tidak hanya satu. Terbatasnya waktu yang kita miliki seringkali menjadi alasan kita tidak memiliki cukup quality time bersama anak-anak.

Sesibuk apapun Anda sebagai orang tua, selalu timang psikis dan emosional anak dengan menjadikan mereka selalu spesial. Salah satunya adalah dengan menciptakan quality time bersama anak-anak. Fokus perhatian Anda hanya pada si kecil dan tidak membicarakan masalah pekerjaan saat sedang bersama mereka.

Mengalokasikan waktu khusus untuk anak-anak seperti dengan bermain bersama, atau dengan berbincang bersama mereka membuka kesempatan yang lebih bagi Anda untuk memahami bagaimana perkembangan psikologi anak.

Selanjutnya, percakapan yang intens memberikan gambaran bagi Anda mengenai apa saja yang mereka alami saat di sekolah bersama  teman-temannya. Anda berkesempatan bertanya mengenai apa musik favorit anak-anak, apa yang mereka suka dan yang tidak mereka suka. Apakah quality time identik dengan menghabiskan waktu beraktivitas bersama? Tentu saja tidak.

Kesempatan Anda untuk mengobservasi anak, untuk membangun chemistry antara orang tua dan anak itulah yang terpenting. Ikatan yang Anda jalin akan membangun keakraban dan menjadikan Anda sebagai tempat kembali yang nyaman.

3. Fokus Pada Aktivitas yang Anda Lakukan saat Bersama Si Kecil

Baiklah, Anda mungkin punya banyak aktivitas, dan adalah orang tua karir. Wajar saja, begitulah mayoritas orang tua saat ini yang tentunya tujuannya adalah baik, yaitu demi kesejahteraan keluarga dan masa depan anak.

Satu hal penting yang harus Anda perhatikan adalah, saat Anda memutuskan untuk mengagendakan quality time activity bersama si kecil, cobalah untuk fokus hanya pada aktivitas tersebut saja. Lupakan agenda kegiatan apapun selain menikmati kebersamaan Anda bersama si kecil saat itu.

Biarkan chemistry Anda menyatu, biarkan anak menikmati kebersamaannya bersama Anda, biarkan anak percaya dan yakin bahwa Anda memprioritaskannya daripada yang lain. Anak akan selalu merindukan kebersamaan dan waktu yang langka ini. Mereka akan semakin terbuka dan menjadikan Anda tempat kembali, hanya Anda dan bukan teman-temannya di sekolah yang berhak tau lebih banyak tentang diri anak.

4. Perhatikan Kondisi Lingkungan Anak

Yup, penting bagi Anda untuk memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan dimana anak Anda tinggal. Lingkungan berpengaruh pada perkembangan otak anak yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana cara berbahasanya dan juga tingkah laku dan interaksi sosialnya.

Jika Anda ingin si kecil memiliki etika yang bagus, gaya berbahasa yang sopan, dan sosialisasi yang bagus, penting bagi Anda untuk memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan si kecil.

Jika tiba-tiba seorang anak mengalami perubahan sikap yang mencolok, dari yang semula periang menjadi pendiam, dari yang semula gemar bersosialisasi menjadi lebih senang mengurung diri, perlu Anda teliti bagaimana lingkungan anak saat ini.

5. Perhatikan Bagaimana Perkembangan Fungsi Otak Anak

Memori otak anak dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka lalui. Dari pengalaman tersebut, anak-anak belajar bagaimana cara merespon situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Jika pengalaman yang di dapat adalah pengalaman yang baik dan positif, mereka akan memberikan respon yang sama baik dan sama positifnya saat menghadapi situasi dan kondisi tertentu.

Sebaliknya, pengalaman negatif yang mereka dapatkan mereka akumulasi dalam memori dan dikeluarkan untuk merespon situasi dan kondisi tertentu dengan cara yang negatif. Respon tersebut bisa saja dikeluarkan dalam bentuk pilihan bahasa yang kurang baik, etika yang tidak sopan, dan karakter negatif seperti dendam, kebencian, dan kemarahan. Selalu dampingi bagaimana perkembangan psikis anak untuk memastikan fungsi otak anak berjalan dengan baik dan dengan konten yang positif.

6. Perbanyak Mendengarkan

Memberikan petuah verbal memang tidak ada salahnya. Namun jika Anda ingin mendapatkan data yang lebih banyak tentang bagaimana diri anak yang sesungguhnya, Anda bisa memberikan porsi mendengarkan yang lebih banyak.

Perbanyak mendengarkan untuk mengetahui apa yang dialami si kecil. Anda akan mendapatkan. Anak-anak mungkin saja tidak membahasakan sesuatu yang ada di dalam pikiran dan perasaannya dengan jelas, namun Anda bisa mengamati bagaimana sesungguhnya perasaan anak dari gesture, dari pilihan katanya, dan dari ekspresi wajahnya.

Anda bisa tanyakan jika ada sesuatu yang kurang jelas. Hindari bertanya berlebihan dan bicara berlebihan sebab ini akan membuat si kecil tertutup, terdiam, dan merasa Anda sedang meng-introgasi dan mungkin akan memarahinya.

7. Pahami Bagaimana Cara Anak Mengungkapkan Perasaanya

Anak-anak mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hatinya tidak hanya dengan berkata-kata. Namun banyak cara lain yang digunakan untuk mengungkapkan perasaanya itu. Beberapa diantaranya adalah:

  • Melakukan beberapa aktivitas penting yang mereka suka. Jika anak Anda adalah pecinta menggambar, dukung mereka untuk maksimal dalam hobby-nya itu. Seperti dengan mendukung si kecil untuk ikut lomba menggambar, dan meng-fasilitasi mereka dengan peralatan menggambar yang lengkap.
  • Minta anak untuk membuat jurnal yang isinya tentang aktivitas si kecil pada hari itu. Tanyakan bagaimana perasaan anak dan apakah mereka merasa bahagia dengan aktivitasnya itu. Bagi anak yang menyukai dunia menggambar dan mereka banyak menggambar pada hari itu, mereka akan merasa lebih bahagia apalagi dengan tema-tema menggambar yang baru.
  • Apresiasi hasil gambarannya. Anda bisa sedikit menanyakan apa maksud dari gambarannya itu. Tidak perlu bertanya secara mendetail dan berlebihan. Apalagi memberikan komentar bahwa gambaran tersebut tidak bagus dan anak harus berkarya lebih baik lagi. Biarkan si kecil bercerita tentang gambarannya itu dan tanyakan bagaimana perasaannya.

8. Bertanya dengan Cara yang Benar

Saat Anda ingin mengetahui perkembangan psikologis anak lebih jauh, salah satu cara untuk mendapatkan data secara lengkap adalah melalui bertanya dengan metode yang benar.

Hindari pertanyaan dengan jawaban yes/no. Tetapi pakailah pertanyaan yang membantu anak berbicara lebih banya, semisal apa pendapatmu tentang permainan dakon itu, daripada bertanya kamu tadi main dakon?

Saat Anda merasa kesulitan menjawab pertanyaan si kecil, pending terlebih dahulu dan cari jawabannya agar anak merasa Anda memberikan perhatian dan peduli padanya.

9. Lengkapi Pengetahuan Sebanyak-banyaknya

Mempelajari psikologi anak dan perkembangannya memerlukan referensi yang cukup agar setiap langkah pengasuhan yang kita ambil tepat. Semisal dengan membaca buku, jurnal dan sesekali sharing dengan ahlinya. Semakin lengkap referensi Anda, semakin banyak tool yang Anda gunakan untuk memperlakukan anak dengan baik sesuai perkembangan psikologisnya.

Menyadari perkembangan psikologi anak sangat penting. Apa yang kita lakukan sebagai parent berhubungan dengan pemahaman kita terhadap perkembangan psikologis anak yang nantinya berhubungan dengan gaya bahasa anak, sosialisasi anak, dan etikanya.  

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.