9 Cara Mengatasi Anak Nakal yang Paling Ampuh

Posted on

Cara mengatasi anak nakal

9 Cara Mengatasi Anak Nakal yang Paling Ampuh2

Menghadapi si kecil tidak selamanya mudah. Satu ketika anak menjadi ujian yang begitu berat bagi orang tuanya. Khususnya saat mereka bertingkah nakal dan tidak patuh pada aturan entah saat di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Kenakalan anak ada yang bersifat temporer, dan ini di anggap sebagai sesuatu yang wajar. Dan, ada kenakalan anak yang berlangsung dalam rentang waktu yang lama. Ada anak yang selalu bersikap nakal dan ada anak yang bersikap nakal hanya pada situasi tertentu saja.

Yang perlu kita sadari sebagai orang tua adalah, sikap yang ditunjukkan anak tersebut pada dasarnya mengganggu kita selaku parent namun tidak demikian halnya dengan anak. Anak merasa enjoy dan tidak terganggu dengan kebiasaannya itu. Kenakalan tersebut adalah upaya anak untuk mendapatkan apa yang di inginkan dan belum tercapai.

Ciptakan cara bagaimana agar anak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya dan apa yang diinginkan dari Anda. Usaha kita antara lain adalah dengan menciptakan ruang komunikasi, dengan sedikit demi sedikit membuat batasan, dan mengakrabi alasan kenapa anak-anak tantrum dan bertingkah laku kurang baik.

Proses pengakraban itu lambat laun mengarahkan tingkah laku anak ke arah yang lebih baik. Praktisnya, cara mengatasi anak nakal berikut bantu parent untuk mengatasi kenakalan anak dan mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik lagi.

1. Buat Aturan yang Jelas

Cara mengatasi anak nakal yang pertama adalah dengan membuat seperangkat aturan yang jelas. Aturan tersebut di buat dengan menyesuaikan usia anak yang bersangkutan. Anak-anak yang masih kecil cara pemahamannya pun cukup sederhana. Oleh sebab itu, buatlah aturan yang sederhana yang sifatnya lebih strict. Lain halnya dengan anak-anak yang sudah sedikit lebih dewasa, sifat aturan sedikit berbeda yaitu dengan membuat aturan yang lebih kompleks dan dengan melihat bagaimana situasi dan kondisinya.

Adapun langkah pembuatan aturannya adalah sebagai berikut:

  • Jika Anda menemukan sikap anak yang sedikit menyimpang dan mengindikasikan kenakalan, segeralah untuk meng-transfer informasi bahwa itu adalah sesuatu yang di larang. Langkah ini sifatnya lebih ke hubungan antara stimulus dan respond.
  • Di dalam aturan yang Anda buat, masukkan aturan yang Anda ingin anak melakukannya demi kebaikan, seperti cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum tidur, merapikan mainannya yang berserakan, dan menggosok gigi tiga kali sehari.
  • Ajak anak terlibat dalam proses pembuatan aturan yaitu dengan menanyakan kepada mereka mengenai apa saja aktivitas yang harus dilakukan sebelum tidur. Tanyakan apa pendapat mereka dan arahkan, lalu masukkan ke dalam daftar aturan yang Anda buat. Diskusikan mengenai aturan dengan anak sehingga lambat laun mereka paham apa yang diharapkan darinya dan anak pun merasa nyaman dengan adanya aturan itu. Mereka akan melakukannya tanpa beban dan tidak merasa terpaksa.

2. Sampaikan Apa Konsekuensinya Ketika Anak Bersikap Nakal

Cara mengatasi anak nakal selanjutnya adalah dengan mengungkapkan konsekuensi yang akan di tanggung jika anak tersebut nakal. Buatlah prioritas aturan. Anak-anak yang dirasa melanggar aturan yang sifatnya penting akan mendapatkan sanksi yang lebih berat dibandingkan dengan anak-anak yang melanggar aturan yang sifatnya ringan.

Hindari kebiasaan memukul anak sebagai konsekuensi dari aturan yang sudah di langgar. Carilah konsekuensi lain yang sifatnya logis dan mendidik agar anak tidak melakukan hal yang sama pada teman atau saudaranya yang lebih lemah darinya.

Anak-anak akan memahami apa yang Anda harapkan darinya jika Anda menyampaikan konsekuensi yang akan di tanggungnya secara jelas. Sampaikan aturan yang harus dipatuhi di rumah, sekolah, dan di tengah-tengah masyarakat sekaligus sampaikan pula konsekuensinya.

Anda bisa merancang konsekuensi untuk anak-anak yang masih kecil, sedangkan untuk anak-anak yang sudah dewasa, cobalah untuk mendiskusikan apa kiranya konsekuensi yang cocok untuk pelanggaran yang dilakukan. Ini adalah salah satu upaya untuk melatih musyawarah dan mengasah kemampuan untuk mengungkapkan pendapatnya.

3. Buatlah Aktivitas yang Bervariasi

Anak-anak cukup mudah merasa jenuh. Apalagi jika mereka berada di satu lokasi dengan kegiatan yang monoton. Buatlah kegiatan yang bervariasi agar anak-anak tidak jenuh. Anak yang jenuh dan bosan dengan situasi saat itu bukan tidak mungkin akan mencari pelarian aktivitas yang tidak selalu positif. Rancang aktivitas yang bervariasi setiap harinya, luangkan waktu untuk bermain bersama anak-anak saat di rumah, dan berikan waktu bermain khusus untuk si kecil di luar jam belajarnya.

4. Buatlah Jadwal Harian Anak

Anak-anak yang merasa frustasi cenderung bersikap melanggar norma dan aturan yang sudah di buat. Ini adalah upaya untuk menerabas kebosanan karena tidak adanya schedule yang jelas. Anak-anak yang sudah masuk ke lembaga pendidikan tentunya lebih terkontrol. Lain halnya dengan anak-anak pra-sekolah dimana mereka membutuhkan agenda yang disiapkan dengan matang oleh Bundanya.

Anak-anak yang memiliki schedule yang rutin setiap harinya terbiasa menjalani agendanya itu dengan baik. Kemungkinan anak-anak untuk bosan dan frustasi atas waktunya akan semakin kecil dan menekan kemungkinan untuk bersikap nakal.

Rutinitas tersebut antara lain seperti membiasakan anak untuk tidur siang pada waktu yang sama setiap harinya, gosok gigi sebelum tidur. Jika Anda berhalangan untuk menepati aturan yang sudah Anda buat, Anda bisa mencarikan alternative kegiatan yang lain agar anak tidak krisis kepercayaan terhadap perkataan yang Anda sampaikan.

Anak-anak yang tidak memiliki jadwal yang rutin tidak memiliki pijakan yang kuat. Mereka seperti tidak memiliki aturan di tempat dimana mereka tinggal. Anak-anak yang tidak makan pada waktu yang semestinya, anak-anak yang tidak tidur pada jam yang sama setiap harinya, akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan kenyamanan jiwanya. Tidak heran jika ini lambat laun menyebabkan tantrum.

5. Atasi dan Abaikan Tantrum

Anak nakal salah satunya identik dengan kebiasaannya untuk bersikap tantrum. Cara mengatasi anak nakal yang cenderung tantrum (membantah, berteriak, menggedor-gedor pintu, dan sebagainya), Anda bisa usahakan bagaimana caranya agar sikap anak itu tidak di lihat orang lain.

Jika Anda sedang berada di pusat perbelanjaan, lalu anak mulai tantrum, Anda bisa segera membawa anak keluar untuk menghindari sikap tantrum yang lebih parah lagi. Atau, Anda yang sedang sibuk dengan aktivitas yang lain, lalu menemui anak sedang tantrum, Anda bisa berhenti sejenak dari aktivitas tersebut lalu mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya bertingkah yang benar di hadapan banyak orang. Anda bisa pelajari bagaimana cara yang tepat untuk menyampaikan itu agar anak nyaman dan Anda pun tidak kehilangan kedekatan dengan anak.

Respon yang diberikan orang tuanya saat anaknya tantrum antara lain adalah dengan mengasihaninya, atau Anda malu dengan sikap anak yang dilihat oleh banyak orang. Abaikan tantrum! jangan sampai rengekan, dan jeritan anak tantrum itu lebih kuat daripada keinginan Anda untuk mengendalikan kebiasaan anak.

6. Buatlah Batasan

9 Cara Mengatasi Anak Nakal yang Paling Ampuh

Sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk memahami apa yang anak-anak harapkan dari Anda. Terkadang, apa yang anak-anak inginkan tidak selamanya baik. Dan, Anda perlu lakukan menyortirnya dengan melibatkan anak menimbang apakah keinginannya itu sudah sesuai dengan aturan, norma, dan kemampuan orang tuanya ataukah tidak.

Setiap anak merasa bahagia jika mendapatkan apa yang diinginkan dari Anda, tentunya selama apa yang mereka inginkan adalah baik. Singkatnya, menyortir apa yang anak-anak inginkan sangatlah penting.

Memberikan apapun yang di inginkan anak tanpa menyortirnya sama halnya dengan mengarahkan anak untuk menjadi tantrum, dan kekanak-kanakan. Kebiasaan anak yang demikian mengharuskan mereka untuk siap menanggung risiko yang besar dengan menjadi pribadi yang sangat bebas. Anak-anak terlalu kecil untuk menanggung tanggung jawab sebesar itu.

Lambat laun mereka akan berfikiran bahwa mereka harus memutuskan sesuatu yang sangat besar untuk kehidupannya sendiri. Sedangkan, fokus Anda selaku orang tua hanyalah memberikan apa yag mereka inginkan.

7. Berikan Kebebasan

Seringkali kita sebagai orang tua beranggapan bahwa anak masih terlalu kecil untuk memahami bagaimana aturan, norma, dan etika yang benar. Bahkan untuk hal yang sangat sepele sebut saja memilih baju warna pink dan bukan warna coklat pun kita sebagai orang tua memilihkannya.

Secara logika, Anda mungkin seratus persen benar. Namun, jika di timbang dari segi perasaan dan kenyamanan anak, tentunya anak yang berada di bawah bayang-bayang aturan terus-menerus akan mengalami kebosanan dan merasa tertekan.

Anak-anak yang merasa tertekan pada akhirnya akan memberontak dengan cara yang lebih berani. Cara mengatasi anak nakal dengan sedikit memberikan kebebasan kepada mereka sangatlah penting. Kebebasan tersebut tentunya kebebasan yang terbatas.

8. Bersikaplah Konsisten

Tabiat manusia pada umumnya adalah terkadang happy, terkadang sedih, terkadang banyak tertawa dan terkadang menangis. Itu adalah sesuatu yang wajar. Satu saat Anda akan bersikap sangat ramah dan sangat baik kepada anak, dan di saat yang lain, saat mood sedang down, Anda mungkin lebih sering marah-marah tanpa sebab.

Apakah anak-anak memahami apa alasan Anda bersikap tidak konsisten? Yang jelas tidak! Anak-anak di buat bingung oleh sikap dan perkataan orang tuanya yang tidak konsisten. Oleh sebab itu, me-manage emosi dengan baik, dan menjaga konsistensi sikap dan perkataan di depan anak-anak sangatlah penting. Hal ini untuk memastikan anak tidak bingung dengan apa yang mereka lihat, dan untuk menghindari kemungkinan anak-anak bersikap tantrum.

Cara mengatasi anak nakal yang satu ini memang membutuhkan self control yang tinggi. Pembiasaan sangatlah penting untuk me-manage emosi agar tidak naik turun. Anak-anak cenderung mengimitasi apa yang mereka saksikan.

9. Jangan Berteriak di Depan Anak

Seringkali cara mengatasi anak nakal yang banyak dilakukan adalah dengan meneriakinya. Cara tersebut bukanlah cara yang tepat mengatasinya sebab teriakan yang Anda tujukan pada anak memberikan pelajaran kepada anak. Nantinya, bukan tidak mungkin anak-anak akan berteriak balik di depan Anda.

Semua orang tua ingin agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang pintar dan beretika baik. Namun, antara dunia parent dan dunia anak tentu jauh berbeda. Perlu kelihaian yang luar biasa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin namun tetap bebas dan bahagia. Tips di atas bantu Anda mewujudkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.