8 Peran Keluarga Dalam Pembentukan Kepribadian Anak, Sudah Kah Anda Melakukannya?

Posted on

Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak

peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak

Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak memang sangat penting. Kepribadian anak sedikit banyak bergantung pada tauladan dari orang tua setiap harinya. Semakin bagus tauladan yang diberikan, semakin baik pula tingkah laku yang ditunjukkan anak saat ini dan di hari kemudian. Ya, buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Bagaimana gambaran anak di masa mendatang tidak jauh dari tauladan orang tua saat mendidiknya. Orang tua bersikap sopan di depan anak, maka anak pun akan berlaku sama. Dan saat orang tua bertingkah sebaliknya,  anak pun akan mencontoh kebiasaan negatif tersebut dalam kehidupannya.

Karakter adalah sesuatu yang melekat pada diri dan menjadi identitas pribadi. Karakter tidak lepas dari proses pembiasaan yang dilakukan orang tua atau anggota keluarga yang lain kepada anak-anaknya sejak dini. Karakter yang baik akan memberikan output yang baik pada anak, dan karakter yang buruk pun akan memberikan pengaruh yang sebaliknya pada anak. Karakter yang baik semisal pribadi yang disiplin, suka menolong, giat beribadah, pintar, cerdas, dan ber-akhlaqul karimah akan mendapatkan apresiasi yang bagus di mata masyarakat dan menjadi sarana mudahnya mencapai cita-cita yang diimpikan selama ini. Sedangkan karakter negatif yang dibiasakan sejak dini seperti bangun siang, malas-malasan, tidak mengerjakan PR, boros, akan berpengaruh pada bagaimana nantinya karakter anak di masa mendatang. Anak lahir dalam keadaan tabularasa. Bagaimana gambaran karakter anak ke depannya tergantung pada peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Masyarakat ada karena adanya sekumpulan keluarga yang membentuknya. Kumpulan keluarga tersebut patuh pada aturan, nilai dan norma yang berkembang di masyarakat. Di dalam keluarga, terdapat anggota keluarga yang disebut dengan “orang tua” dan “anak”. Keduanya menjalani fase kehidupan yang sama. Orang tua sekarang, dulunya adalah seorang anak, dan anak sekarang nantinya akan menjadi orang tua pula.

Anggota keluarga yang hanya tersusun dari orang tua dan anak semata adalah keluarga kecil yang akan berubah menjadi keluarga besar jika ada tambahan anggota keluarga yang lain, seperti kakek, nenek, om, tante, dan sebagainya. Mereka pun disebut anggota keluarga yang juga memberikan kontribusi yang nyata kepada perkembangan kepribadian anak. Tidak hanya orang tuanya saja, tetapi juga seluruh anggota keluarga besar berperan dalam pembentukan pribadi anak agar menjadi lebih baik. Lalu, apa peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak yang semestinya Anda bicarakan dan Anda pratikkan dengan anggota keluarga yang lain?

 1.   Pondasi pendidikan agama yang kuat

Sebagai penganut agama tertentu, tentunya Anda yakin bahwa orang hidup memiliki goal, memiliki tujuan yang sesuai dengan apa yang diajarkan agama. Islam mengenal adanya hari kemudian dimana dunia adalah tempat untuk mengumpulkan bekalnya agar nantinya bisa bahagia hidup di alam selanjutnya. Ini tentunya tidak lepas dari syariat yang harus dijalankan setiap harinya dan juga ilmu agama yang luas.

Siapa yang akan memberikan pemahaman dan pondasi agama yang kuat kepada anak-anak? Jawabannya adalah orang tua. Memang, mencari ilmu adalah kewajiban yang dibebankan kepada manusia sejak masih dalam buaian hingga sampai ke liang lahat. Bersyukur sekali jika Anda sebagai orang tua memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan agama yang kuat dan bisa mengajarkan kepada si kecil secara langsung. Namun jika Anda tidak dibesarkan dengan background agama yang mumpuni, yang harus Anda miliki adalah kesadaran untuk memahamkan anak akan ilmu agama, entah itu dengan cara menyekolahkannya di sekolah-sekolah religius atau dengan mendaftarkannya ke pesantren. Sekali lagi yang harus digarisbawahi disini adalah, Anda harus memberikan tauladan yang baik kepada anak, dengan cara rajin berjamaah, rajin mengaji, rajin bersedekah, dan lain sebagainya.

Adapun pondasi agama yang kuat direpresentasikan dalam bentuk penanaman nilai keagamaan, bersikap jujur, menerapkan nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak hanya itu, Anda sebagai orang tua berkewajiban memberi teladan serta membimbing anak agar selalu patuh pada ajaran agama yang dianut, membiasakan diri untuk tepat janji dan membiasakan berperilaku positif sesuai dengan anjuran agama.

2.   Pondasi pendidikan sosial dan budaya

Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak selanjutnya adalah sebagai pondasi dari pendidikan sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat. Seperti yang kita pahami bersama bahwa, Indonesia adalah negara yang heterogen, yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, dan budaya yang berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang harus dipahamkan disini adalah jangan sampai sang anak menganggap bahwa mereka tinggal dalam masyarakat yang homogen dan hanya apa yang dianutnya sajalah yang benar. Untuk itu, Anda harus memahamkan heterogenitas itu kepada anak-anak sejak dini.

Metode konkretnya adalah berikan pengertian kepada anak akan pentingnya toleransi, suka menolong, saling menghormati, rasa kebersamaan, dan masih banyak lagi. Untuk mengukur sukses tidaknya Anda dalam memahamkan pondasi sosial budaya pada anak-anak adalah dengan mengamati sikap mereka setiap harinya, apakah mereka bertingkah dengan selalu menjunjung tinggi toleransi, mengasihi, gemar bekerjasama, ataukah sebaliknya. Jika mereka dalam praktiknya justru melakukan tindakan-tindakan yang separatis, Anda bisa memberikan sanksi dan memberikan pemahaman ulang kepada anak-anak.

3.   Tempat menumbuhkan kasih sayang

Apa beda benda hidup dan benda mati? Benda hidup seperti manusia dan hewan memiliki naluri untuk saling kasih mengasihi, dan sayang menyayangi. Lain halnya dengan benda mati, seperti halnya uang yang tidak dapat menggantikan kasih sayang orang tua. Kasih sayang yang tumbuh pada diri anak akan memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan anak di hari kemudian.

Anak yang sejak kecil tumbuh dengan kasih sayang penuh dari orang tuanya, besar kemungkinan nantinya akan menjadi pribadi yang mudah berempati, pribadi yang tidak emosional, pribadi yang tidak egois, pribadi yang loyal pada sanak keluarga, pribadi yang ringan membantu, dan penuh tanggung jawab. Itulah manfaat kasih sayang yang Anda berikan saat diaplikasikan pada kehidupan nyata.

Selain itu, dampak dari kasih sayang yang diberikan orang tua kepada diri pribadi anak cukup besar. Anak akan merasa bahwa dalam diri pribadinya tidak kekurangan suatu apapun, jiwanya utuh, pikirannya tenang, dan menyenangkan saat dijadikan teman. Anak yang selama proses tumbuh kembangnya Anda penuhi dengan rasa cinta kasih, akan memberikan cinta kasih yang sama besarnya pada Anda di usia senja.

4.   Sebagai tempat berlindung

Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak dalam kaitannya dengan memberikan perlindungan tidak hanya dalam bentuk proteksi terhadap kondisi fisik semata, tetapi juga psikis. Saat ini, di era global yang semuanya serba transparan, anak perlu mendapatkan pemantauan yang lebih ekstrim. Anak-anak yang sudah terbiasa berinteraksi dengan gadget harus Anda proteksi dan Anda pantau lebih jauh agar tidak ter-kontaminasi hal-hal negatif yang ada didalamnya, seperti isu radikalisme, pornografi, dan sebagainya. Yang perlu digarisbawahi disini adalah, anak adalah pribadi yang masih labil, yang akan meng-imitasi apapun yang dia saksikan. Tanpa kontrol yang baik dari orang tua, anak-anak akan dengan mudah meniru apa-apa yang mereka saksikan dalam gagdet yang dipegang setiap harinya.

Selain itu, sikap bersahabat pun harus Anda bangun dalam berinteraksi sehari-hari dengan mereka. Anda bisa ciptakan rasa yang aman, memberi tauladan yang baik dengan cara mudah memaafkan dan tidak mendendam, responsif terhadap masalah yang dihadapi si kecil, peduli, dan luangkan waktu untuk komunikasi secara intens dengan si kecil. Dengarkan apa yang mereka keluhkan dan temukan solusi atas permasalahan si kecil dengan tanpa men-justifikasi atau bahkan menyudutkan mereka.

5.   Pondasi Pendidikan Reproduksi

peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak

Dahulu, mungkin pendidikan reproduksi dianggap tabu, apalagi jika disampaikan kepada anak dibawah umur. Beda dengan konteks sekarang, sebagai orang tua, Anda diwajibkan untuk memberikan pendidikan mengenai reproduksi dalam konteks yang tepat kepada anak. Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak terkait hal ini sangat penting. Tujuannya adalah agar anak lebih paham mengenai kesehatan reproduksi dan menjaga organ tersebut agar digunakan sesuai dengan norma agama dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Saat ini telah banyak anak yang menyalahgunakan organ reproduksi pada konteks yang tidak semestinya. Untuk itu, Anda bisa memberikan pengarahan kepada anak-anak sejak dini dengan cara memberikan pendidikan seks, memberikan pemahaman mengenai kesehatan organ reproduksi, dan memberi pemahaman mengenai norma yang berlaku di masyarakat tentang seks. Selain itu, yang paling penting dalam hal ini adalah memberikan pemahaman kepada anak mengenai larangan dan sanksi seks pra nikah. Ini adalah peran penting yang harus Anda lakukan dan lakukan pemantauan lebih jauh mengenai apa yang disaksikan si kecil di gadget masing-masing.

6.   Agen Sosialisasi

Manusia memiliki dua peran sekaligus dalam hidupnya, yaitu sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Seimbang dalam kedua aspek tersebut penting adanya. Manusia sebagai makhluk individu bertujuan untuk memenuhi hal-hal yang sifatnya personal, sedangkan manusia sebagai makhluk sosial memiliki peranan dan kewajiban terhadap masyarakat di sekitarnya. Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak dalam bidang sosialisasi bisa direalisasikan dalam bentuk memberikan teladan kepada anak-anak dan melatih mereka agar lebih percaya diri saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, memberikan support kepada anak agar bersedia gotong royong, melatih si kecil agar pandai-pandai bersyukur dan meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik saat berada di tengah-tengah masyarakat.

7.   Pondasi pendidikan ekonomi

Manusia hidup tidak lepas dari kebutuhan ekonomi untuk mencukupi kebutuhannya di hati ini dan di masa mendatang, entah yang mencakup kebutuhan pribadi, keluarga, maupun kebutuhan sosial. Agar fungsi perekonomian berjalan dengan baik, perlu perencanaan keuangan yang bagus yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Bagaimana caranya? Beberapa diantaranya adalah dengan memberi teladan untuk berhemat, lebih cermat, dan berhati-hati dalam mengelola keuangan. Membimbing anak agar tidak mudah putus asa dalam berusaha, dan meningkatkan kedispilinan yang tujuannya adalah agar kelak anak-anak dapat mengelola keuangan dengan baik.

8.   Motivator bagi Anak

Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan motivasi yang sebesar-besarnya kepada si kecil. Saat si kecil sedang down karena ada konflik yang dialami bersama teman dekatnya di sekolah, Anda sebagai orang tua wajib memahamkan anak bahwa konflik itu wajar terjadi. Selanjutnya si anak harus pandai-pandai memaafkan dan jika salah si anak dianjurkan meminta maaf. Saat anak tidak berhasrat sekolah karena satu dan lain hal, Anda bisa arahkan bahwa sekolah itu penting untuk masa depan. Mari maksimalkan kehidupan dan masa depan anak dengan menjalankan peran keluarga dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.