7 Cara Mendidik Anak yang Baik agar Sukses di Sekolah

Posted on

Cara Mendidik Anak yang Baik

7 Cara Mendidik Anak yang Baik agar Sukses di Sekolah

Cara mendidik anak yang baik—Suksesnya pendidikan yang di tempuh anak saat ini tidak lepas dari peran penting yang dilakukan orang tua. Agar prestasi anak maksimal di sekolahnya, langkah ini bantu anak mencapai prestasi terbaik di sekolahnya.

1. Menghadiri Pertemuan Wali Murid

Saat Anda mempercayakan pendidikan anak di lembaga pendidikan tertentu, hal pertama yang harus  dilakukan adalah mengenal dengan siapa nantinya anak-anak akan belajar. Menghadiri pertemuan wali murid adalah aktivitas wajib yang harus diagendakan. Pertemuan wali murid di awal taun ajaran baru memberikan gambaran pada Anda tentang apa tujuan dari lembaga pendidikan tersebut dan nyamankah Anda jika si kecil terlibat dalam kegiatan belajar mengajar disitus.

Selain itu, Anda akan tahu tenaga pengajar yang ada di sekolah. Anda akan mendapatkan informasi seputar Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah dan berkesempatan untuk sharing mengenai banyak hal terkait aktivitas anak saat di sekolah.

Adapula momen pengambilan rapot. Anda yang ingin mengetahui lebih jauh bagaimana anak saat di sekolah, bagaimana kemampuan belajarnya, kedisiplinan dan etikanya, bisa Anda peroleh pada saat itu. Informasi yang Anda dapat bisa Anda olah untuk memperbaiki sesuatu yang kurang maksimal pada diri anak sehingga  prestasi akademik anak meningkat.

Berdiam diri di rumah, tanpa mengetahui bagaimana karakter dan kemampuan anak yang sebenarnya adalah sikap yang egois. Amati bagaimana kebiasaan anak saat di rumah. Bandingkan dengan kebiasaan dan kemampuan anak saat di sekolah, lalu carilah strategi yang tepat sesuai dengan karakter anak. Cara mendidik anak yang baik tidak lepas dari kebiasaan kita untuk membaca bagaimana karakter anak lalu mencari strategi yang tepat untuk mendidiknya.  

2. Berkunjung ke Sekolah dan Pelajari Website Sekolah secara Rinci

Parent dan anak terasa berjarak saat orang tua belum memahami bagaimana dunia si kecil yang sebenarnya. Anda mungkin kurang familiar dengan cerita anak mengenai nenek penjaga kantin sekolahnya, atau Anda mungkin sedikit bingung saat anak bercerita tentang taman bunga di depan kelasnya.

Satu saat anak mungkin cerita tentang gym di sekolahnya, kantor guru yang dekat dengan kelasnya, laboratorium, UKS dan perawatnya, serta café sekolah dengan menu yang beragam. Agar lebih nge-blend, atau menyatu dengan apa yang dibicarakan si kecil, tidak ada salahnya Anda berkunjung ke sekolahnya sesekali, mengamati bagaimana layout sekolah, apa saja bangunan yang ada di situ, dimana lokasi kelas si kecil, berkenalan dengan nenek penjaga kantin, dan mengetahui dengan siapa anak-anak bermain menghabiskan waktu istirahatnya.

Saat ini, mayoritas sekolah telah memiliki website pribadi masing-masing. Website tersebut bercerita secara detail kepada public mengenai profil sekolah secara lengkap, prestasi yang dicapai,  program sekolah, kegiatan peserta didik, informasi terkait staf, kalender pendidikan, jadwal PTS dan PAS, dsb.

Bahkan, untuk mempermudah komunikasi dengan wali murid, masing-masing guru membuat website pribadi yang berisi kegiatan belajar mengajar di kelas dan apa saja program ke depannya. Parent  cukup mengunjungi website tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar aktivitas anak di sekolah.

Pengetahuan yang kita miliki tentang bagaimana lingkungan anak di sekolah membantu kita agar tetap terhubung satu dengan yang lain. Baik itu yang kita peroleh dengan cara berkunjung langsung atau dengan cara mengumpulkan informasi via website. Keduanya bisa kita manfaatkan sebagai bahan obrolan bersama si kecil. Relasi yang terjalin dengan baik membuat anak merasa nyaman. Dan, ini adalah salah satu cara mendidik anak yang baik.

3. Pantau Pekerjaan Rumahnya

Pekerjaan Rumah memiliki dua fungsi, yaitu untuk mengukur kapasitas intelektual anak dan memahamkan akan pentingnya mengerjakan tanggung jawab pada diri anak. Anak yang perduli pada PR yang diberikan guru kepadanya berarti yang bersangkutan merasa memiliki tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Rasa tanggung jawab tersebut tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan anak saat ini tetapi juga untuk semua aktivitas yang dilakukan di luar sekolah.

Apa yang sebaiknya Parent lakukan agar tujuan dari pengadaan PR tersebut tercapai?

  • Ciptakan suasana belajar yang kondusif. Ada kesan bahwa Anda selaku parent menganggap PR adalah hal yang diprioritaskan. Penciptaan lingkungan yang kondusif itu seolah menyampaikan kepada anak bahwa Anda mendukung mereka untuk menyelesaikan tanggung jawabnya karena itu adalah prioritas. Ciptakan suasana yang kondusif dengan mempertimbangkan kenyamanan, dan ketenangan di tempat itu. Hindari hal-hal yang memecah fokus atau konsentrasi anak seperti menyalakan televisi keras-keras, atau berbincang dengan anggota keluarga yang lain di dekat tempat anak mengerjakan PR. Bantu anak membuat jadwal mengerjakan PR setiap harinya pada jam tertentu agar anak lebih terstruktur.
  • Perhatikan berapa lama waktu belajar anak. Anak-anak yang duduk di kelas 1 cukup menghabiskan waktu selama 10 menit untuk mengerjakan PR-nya. Untuk level yang lebih tinggi, masing-masing meningkat selama 10 menit.
  • Libatkan diri Anda secara langsung dengan menanyakan soal pada PR anak untuk mengukur pemahaman mereka. Selain itu, pandu anak untuk menyelesaikan PR-nya, dan minta si kecil untuk mengecek ulang PR yang sudah dikerjakan.
  • Hindari memberikan jawaban secara langsung kepada anak. Kebiasaan ini melemahkan rasa tanggung jawab anak, skill akademiknya tidak terasah, dan menggantungkan diri pada Anda.

4. Pastikan Anak Berangkat ke Sekolah dalam Kondisi Siap untuk Belajar

Cara mendidik anak yang baik tidak melupakan apa saja yang harus Anda siapkan saat anak berangkat ke sekolah. Berikut cara Parent bantu anak agar siap belajar di sekolah baik secara fisik maupun psikis.

  • Sarapan Bernutrisi. Pastikan anak berangkat ke sekolah dalam kondisi perut yang sudah terisi. Sarapan memberikan kecukupan energi bagi anak sehingga si kecil lebih siap mengikuti pelajaran di sekolah. Anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar sering kali ke UKS dengan keluhan sakit perut. Akibatnya, mereka akan absen mengikuti pelajaran.

Jenis makanan yang direkomendasikan bagi anak untuk meningkatkan konsentrasi dan memori anak adalah  makanan yang kaya serat dan protein, rendah gula, dan berbahan dasar gandum utuh. Jika dirasa anak-anak tampak kurang berenergi, cobalah untuk memberikan buah segar dan kacang-kacangan.

  • Pastikan Anak Memiliki Waktu Tidur yang Cukup. Ada beberapa alasan kenapa si kecil sulit tidur. Diantaranya adalah karena banyaknya PR, olahraga ekstra, atau karena banyaknya les yang di ikuti setelah pelajaran sekolah. Setidaknya, anak-anak seusia elementary school tidur lebih kurang 10 jam setiap malam.

Tercukupinya waktu tidur bantu anak tingkatkan konsentrasinya saat mengikuti pelajaran di sekolah, dan anak-anak lebih tenang. Kurang tidur memicu anak untuk hiperaktif,  dan menurun konsentrasinya. Pastikan waktu tidur anak tercukupi di malam hari agar fokus anak terbantu saat mengikuti pelajaran di sekolah.

5. Ajari Anak agar Terorganisir dengan Baik

7 Cara Mendidik Anak yang Baik agar Sukses di Sekolah2

Melakukan pengecekan PR, tugas, dan hasil ujian anak harus dilakukan secara kontinyu dan dimulai sejak dini. Agar hasil pekerjaan anak di sekolah terorganisir dengan baik siapkaan book file atau folder khusus yang berisi serangkaian hasil PR, hasil ulangan, PTS dan PAS-nya. Selain itu, kelompokkan buku materi dan buku PR untuk memudahkan pencarian.

Kontrol yang dilakukan di akhir apalagi disertai dengan kritik, akan membuat psikis anak down. Pastikan Anda melakukan pengecekan PR dan tugas anak sejak dini. Pastikan mereka memahaminya dan mampu mengerjakan PR-nya secara mandiri. Pandu anak saat mengalami kesulitan.

Pengecekan yang Anda lakukan bantu Anda memahami seberapa jauh pemahaman anak. Sedangkan untuk pengorganisasian yang Anda biasakan bersama si kecil membantu mereka untuk mempermudah mencari manakah file atau folder yang mereka butuhkan. Susun file tersebut dengan urut dan rapi untuk mempermudah pencarian. Kebiasaan mengorganisir seperti ini nantinya akan bermanfaat pada aspek kehidupan anak yang lain.

6. Tumbuhkan Kebiasaan Belajar pada Diri Anak

Apakah Anda sering kali kuwalahan menyuruh anak belajar? Cara mendidik anak yang baik dalam hal ini adalah dengan membiasakan anak miliki kebiasaan belajar sejak dini. Umumnya, anak-anak hanya belajar pada saat PTS dan PAS atau saat akan menghadapi ujian. Sistem Kebut Semalam seperti ini secara hasil tentu kurang maksimal dan anak akan merasa down saat menghadapi ujian.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan antara lain adalah:

  • Mengetahui kapan tes tersebut di adakan. Persiapkan jauh-jauh hari dengan menyicil materi pelajaran sedikit demi sedikit.
  • Pastikan anak memiliki bahan untuk belajar, mulai dari catatan, buku panduan, buku latihan, dsb. Jika kurang lengkap, Anda bisa bantu anak mendapatkannya dengan mengcopy buku teman sekelasnya.
  • Materi ujian yang dikeluarkan mungkin cukup banyak. Melihat kenyataan itu, anak-anak merasa down karena banyaknya materi yang harus dipelajari. Buat batasan materi yang harus dipelajari setiap hari agar anak tidak merasa terbebani.
  • Temukan alasan kenapa anak merasa down menjelang ujian. Apakah karena banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari, waktu persiapan yang cukup mepet, tingkat kesulitan materi, atau karena sebab lain. Temukan terlebih dahulu apa penyebabnya, setelah itu carilah strategi yang tepat untuk mengatasinya. Anda bisa konsultasikan ini dengan teacher anak di sekolah.

7. Ketahui Apa Saja Kebijakan yang Diterapkan di Sekolah

Mengetahui apa saja kebijakan sekolah merupakan cara mendidik anak yang baik agar memililiki prestasi yang memuaskan di lingkungan sekolah. Ketahui kebijakan yang dibuat mengenai harapan pihak sekolah yang harus ditaati dan apa akibat yang harus di tanggung jika tidak memenuhi harapan tersebut. Seperti apa seragam yang dipakai, bahasa yang dilarang di ucapkan, kebijakan pemakaian barang elektronik di sekolah, dst.

Ada pula kebijakan mengenai bagaimana kebiasaan anak yang seharusnya dilakukan saat mengikuti ujian. Seperti dilarang mencontek, dilarang curang, di larang berkelahi atau bahkan di larang untuk membully teman lain di sekolah.

Orang tua yang paham bagaimana kebijakan yang berlaku di sekolah akan mendukung kebijakan tersebut saat di rumah. Parent yang match dengan peraturan sekolah akan membiasakan hal itu pula saat ada di rumah sehingga anak menemukan satu garis selaras antara kebiasaan di rumah dan di sekolah.

Cara mendidik anak yang baik agar mendapatkan prestasi yang memuaskan di sekolah memang perlu strategi khusus untuk melakukannya. Prestasi yang memuaskan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual anak melainkan juga lingkungan belajar yang mendukung. Ketahui apa kebutuhan anak, apa visi ke depannya, dan apa harapan sekolah darinya, sehingga Anda bisa menciptakan strategi terbaik untuk mewujudkan keinginan tersebut. Cara mendidik anak yang baik tentunya memerlukan banyak referensi dan mengalami fase trial and error yang harus dilalui.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.