Mengawetkan Makanan: 23 Cara Alami agar Makanan Tidak Cepat Basi

Posted on

Mengawetkan makanan

23 Tips Mengawetkan Makanan yang Alami Tanpa Mengurangi Nutrisinya

Saat ini, cukup sulit bagi kita membeli makanan tanpa bahan pengawet. Mayoritas penjual tidak ingin merugi karena menjual jenis makanan yang cepat basi. Beberapa alasan penggunaan bahan pengawet adalah untuk menekan munculnya mikroorganisme, menghentikan proses oksidasi, menjaga nutrisi makanan, dan agar makanan bertahan lebih lama.

Fakta mengenai makanan yang diawetkan adalah:

Makanan Tidak Cepat Basi

Makanan akan basi cepat atau lambat. Jenis makanan yang cepat rusak adalah makanan hewani seperti susu, sedangkan makanan yang mampu bertahan lama terbuat dari tanaman seperti kacang-kacangan.

Beberapa faktor yang menyebabkan makanan cepat basi adalah:

  • Jamur, bakteri, serangga, cahaya matahari dan oksigen.
  • Karena faktor penyimpanan yang sudah terlalu lama sehingga makanan

Tidak Selalu Berpengaruh Buruk bagi Kesehatan

Bahan pengawet makanan dibagi menjadi dua, yaitu bahan pengawet alami dan buatan. Hingga kini, bahan pengawet kimiawi diragukan pengaruhnya bagi kesehatan. Namun tidak demikian halnya dengan bahan pengawet alami. Selain menggunakan kedua bahan pengawet tersebut, beberapa cara lain untuk mengawetkan adalah dengan proses pengeringan, pemanasan, dan proses pengeringan.

Mayoritas Bahan Pengawet yang Digunakan Bukanlah Bahan Sintetis

Proses pengawetan makanan pada dasarnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu dengan melakukan proses pengawetan fisik, biologis dan kimiawi.  Adapun proses pengawetan fisik yang dimaksud adalah proses pengalengan, pemanasan, pendinginan, pengentalan, pembuatan tepung, dan pengeringan.

Lain halnya dengan pengawetan secara biologi dan secara kimiawi seperti pengasinan dan pemanisan. Meski kita sering paranoid dengan adanya penambahan zat sintesis pada makanan, faktanya tidak banyak makanan berpengawet yang menggunakan bahan pengawet sintetis.

Frozen Food Tidak Sama dengan Fast Food

Makanan berpengawet tidak sama dengan makanan yang dibekukan. Proses pembekuan adalah salah satu proses pengawetan makanan yang hanya sedikit pengaruhnya pada nutrisi makanan. Lain halnya dengan fast food yang menurunkan nutrisi dalam makanan itu. Makanan yang dibekukan seperti daging merah mampu bertahan secara efektif hingga 4 bulan.

Bahan pengawet kimia riskan meningkatkan potensi terkena penyakit apalagi jika dikonsumsi terus-menerus. Agar risiko tersebut tidak Anda alami, coba manfaatkan bahan alami untuk mengawetkan makanan berikut ini!

1. Garam

Konon, garam adalah bahan klasik yang digunakan untuk mengawetkan makanan. Ya, garam menjadi bahan pengawet makanan sejak dahulu kala.  Beberapa manfaatnya adalah:

  • Bahan yang efektif menyerap air
  • Merupakan tempat tumbuhnya mikroorganisme sehingga makhluk hidup tersebut tidak tumbuh pada makanan.
  • Bakteri penyebab basi pun tereduksi.
  • Ragi dan jamur berpotensi kecil untuk tumbuh sebab makanan yang diberi pengawet makanan ini senantiasa dalam keadaan kering.

2. Gula

Rata-rata bahan yang digunakan untuk mengawetkan makanan secara alami berasal dari bumbu-bumbu yang ada di dapur. Salah satunya adalah gula. Bahan makanan ini efektif menyerap air yang ada pada makanan. Ini akan mempermudah mencegah bakteri dan mikroorganisme yang menyebabkan proses dekomposisi pada makanan.

Sama halnya dengan garam yang dijadikan bahan pengawet sejak ribuan tahun lalu. Bangsa Mesir memakai bahan makanan ini untuk mengawetkan makanan dalam bentuk madu. Karena adanya kandungan gula di dalamnya, jeli dan selai tidak mudah basi saat dibuka. Bahan makanan ini pun menjadikan bunga yang ada dalam vas senantiasa dalam kondisi segar.

3. Larutan Cuka

Cuka dibentuk dari 3 komponen utama, yaitu kadar asam asetat yang tinggi, gula yang difermentasi, dan air. Fungsi larutan cuka antara lain adalah:

  • Mencegah makanan agar tidak cepat busuk dengan cara menekan kemungkinan tumbuhnya mikroba.
  • Digunakan untuk mengawetkan makanan seperti acar dan makanan kaleng.
  • Mencuci ayam, daging, dan ikan sebelum dimasukkan ke dalam freezer agar mampu bertahan lebih lama.

4. Minyak

Pernahkah Anda berfikir kenapa makanan yang digoreng memiliki ketahanan yang lebih lama? Alasannya karena minyak yang berfungsi sebagai media penggorengan efektif dalam mencegah proses oksidasi dan memperkecil potensi tumbuhnya mikroorganisme dalam makanan.

5. Jeruk Lemon

Jeruk lemon mengandung banyak sekali vitamin C di dalamnya. Nutrisi tersebut mencegah tumbuhnya mikroorganisme perusak gizi dalam makanan. Jenis jeruk yang digunakan untuk program diet ini mengandung zat antioksidan dalam jumlah banyak yang mencegah terjadinya oksidasi. Tips bagi Anda sebelum menyimpan sayur, ikan, dan daging dalam kulkas, coba beri perasan jeruk lemon agar tidak mudah basi dan tahan lama.

6. Chitosan

Chitosan merupakan produk turunan yang berasal dari zat tanduk pada hewan laut yang berkulit keras, sebut saja udang, rajungan, dan kepiting. Chitosan biasanya digunakan untuk mengawetkan ikan asin dan bakso.

7. Kunyit

Bumbu dapur yang efektif memperkecil potensi tumbuhnya mikroba adalah kunyit. Selain digunakan untuk membuat nasi kuning, kunyit adalah bahan alami yang bagus untuk mengawetkan tahu dengan cara dioleskan pada permukaannya.

8. Cengkeh

Salah satu rahasia mengawetkan makanan yang digunakan oleh bangsa India dan Cina adalah cengkeh. Bahan makanan ini mudah didapatkan di Indonesia dan cocok Anda pakai untuk mengawetkan makanan.

9. Kayu Manis

Kayu manis dengan aroma alami yang khas, kaya akan kandungan asam benzoat dan zat antioksidan dalam jumlah banyak. Kayu manis ampuh mencegah tumbuhnya jamur jenis tertentu karena tidak semua jenis jamur dapat diatasi dengan menggunakan bahan pengawet makanan yang satu ini.

10. Karagenan

Apa itu karagenan? Ini adalah bahan pengawet makanan alami yang dibuat dari bahan dasar rumput laut. Makanan yang diawetkan dengan menggunakan bahan alami yang satu ini kaya akan serat, terasa kenyal, dan memiliki kandungan antioksidan dalam jumlah yang tinggi. Beberapa makanan yang memanfaatkan karagenan sebagai bahan pengawet adalah nugget, bakso, dan mie basah.

11. Ekstrak Daun Rosemarry

23 Tips Mengawetkan Makanan yang Alami Tanpa Mengurangi Nutrisinya2

Rosemarry adalah jenis tanaman hias yang telah dimanfaatkan beratus tahun lamanya untuk mengawetkan makanan. Sejak dulu, ekstrak daun ini digunakan untuk memberikan rasa harum pada makanan. Di dalamnya, terdapat banyak sekali kandungan anti oksidan. Ekstrak daun rosemarry didapatkan dengan cara penyulingan yang berkhasiat mencegah oksidasi dan pembusukan makanan.

12. Air Kelapa

Air kelapa saat ditambahkan mikroba ke dalamnya berubah menjadi asam sitrat yang mudah sekali Anda dapatkan di toko-toko kimia. Jika ingin lebih ekonomis, Anda bisa membuatnya dari bahan tersebut diatas dengan proses pembuatan yang mudah.  Bahan makanan yang ditambahkan pengawet asam sitrat akan bertahan lebih lama.

13. Asap Cair

Asap cair dimanfaatkan untuk mengawetkan makanan seperti daging dan ikan yang mampu bertahan hingga 25 hari lamanya. Asap cair berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, antibakteri, dan antijamur.

14. Air Endapan Abu Merang

Air endapan abu merang bermanfaat sebagai bahan alami untuk mengawetkan mie. Anda bisa membuatnya sendiri dengan mudah di rumah dengan cara membakar merang padi, ambil abunya saja, larutkan dengan cukup air dan biarkan hingga terpisah antara abu dan airnya. Gunakan endapan abu tersebut untuk mengawetkan makanan.

15. Ekstrak Wortel

Wortel kaya akan beta karoten yang biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan ketajaman penglihatan. Kaitannya sebagai bahan alami untuk mengawetkan makanan, ekstrak wortel efektif menghambat terjadinya proses penguraian, pengasaman, dan fermentasi yang disebabkan oleh mikroorganisme dengan cara mencegah tumbuhnya mikroorganisme tersebut. Dengan ekstrak wortel, kandungan gizi yang terdapat dalam makanan akan semakin meningkat.

16. Bawang Putih

Mengawetkan makanan dengan bahan alami bawang putih efektif mencegah tumbuhnya bakteri. Diketahui bahwa senyawa allicin pada bawang putih terdapat dalam jumlah cukup banyak yang berfungsi mematikan bakteri gram positif & negatif.

Bawang putih memiliki sifat antimikroba dan menurunkan kadar bakteri aerob, mikroorganisme dan juga kaliform. Oleh sebab itu, bawang putih bermanfaat mencegah makanan agar tidak cepat basi.

17. Daun Gambir

Daun gambir adalah rahasia masyarakat dulu untuk mencegah bahan makanan agar tidak cepat basi. Daun ini digunakan untuk mencegah munculnya mikroorganisme dalam makanan dan menekan terjadinya oksidasi agar makanan tidak cepat basi.

18. Kalowak

Agar ikan selalu dalam kondisi segar, masyarakat dulu mengggunakan kalowak untuk mengawetkan makanan tersebut. Kalowak yang memiliki nama lain buah picung ini efektif menjaga makanan tetap fresh hingga 6 hari. Campurkan kalowak dengan garam agar lebih manjur.

19. Lidah Buaya

Manfaat lidah buaya seringkali digunakan dalam dunia kecantikan, seperti untuk shampoo dan bahan make up. Tidak hanya itu, lidah buaya bisa digunakan untuk mengawetkan makanan. Di dalam lidah buaya, terkandung bahan alami bernama enzim oksidase yang efektif mencegah makanan agar tidak cepat busuk.

20. Paduan Daun Pandan dan Teh

Kedua daun tersebut mengandung nutrisi penting untuk mencegah makanan agar tidak basi, Daun pandan kaya akan saponin dan fenol, sedangkan daun teh mengandung tanin dan flavonoid. Daun pandan berfungsi untuk antibakteri, sedangkan daun teh bermanfaat untuk anti-mikroorganisme. Jika keduanya dipadukan, bahan itu bisa dijadikan bahan pengawet untuk ikan asin dan juga untuk meningkatkan cita rasanya.

21. Menyimpan di Dalam Kulkas

Pada dasarnya, menyimpan makanan dalam kulkas adalah cara praktis mengawetkan makanan. Atur suhu kulkas dalam suhu rendah sampai sedang. Letakkan sayur mayur dalam wadah khusus. Hindari menggunakan wadah plastic sebab plastic mengandung bahan kimia berbahaya.

22. Simpan dalam Alat Penghangat Nasi

Ya, tidak peduli apakah makanan tersebut adalah makanan yang kering maupun yang berkuah. Anda bisa mengawetkan makanan dalam alat penghangat nasi sehingga tidak mudah basi.

23. Bahan Pengawet Sintesi Berbahan Dasar Fosfor

Mayoritas masyarakat yakin bahwa bahan pengawet kimia tidak baik digunakan. Namun, perlu diketahui bahan sintetis tidak selamanya berbahaya. Bahan kimia yang dimaksud adalah hasil ekstraksi phosphoric acid. Fosfor adalah bahan alami yang terdapat pada sebagian besar makanan. Bahan pengawet dengan bahan dasar fosfor di dalamnya mampu mengawetkan makanan tanpa adanya risiko yang membahayakan bagi kesehatan.

Mengawetkan makanan memiliki banyak tujuan dan manfaat, baik untuk kegiatan konsumtif maupun  produktif. Di atas semua itu, tentu kita tidak ingin menomorduakan kesehatan karena salah dalam memilih bahan mengawetkan makanan yang bagus. Bahan pengawet makanan alami adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin mengawetkan  makanan tanpa khawatir efek sampingnya bagi kesehatan.

One thought on “Mengawetkan Makanan: 23 Cara Alami agar Makanan Tidak Cepat Basi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.