• Kategori

  • Archives

  • Ads Link

    « Renungan untuk Keluarga | Home | Ufid 1 bulan »

    Sistem Keamanan

    By kodhim | December 7, 2007

    Saat ini era nya wireless network, banyak tempat-tempat di Indonesia sekarang ini menerapkan free internet area yang lebih dikenal dengan HOT SPOT. Ada yang menerapkan secara free dan ada yang menerapkan dengan cara berbayar, bahkan ada operator telekomunikasi yang turut serta mengembangkan di segment bisnis ini.

    Di beberapa area lokal, penggunaan wireless network sangat cukup membantu. Hal ini dikarenakan tidak perlunya mengulur kabel yang begitu panjang nya untuk sarana berkomunikasi komputer satu dengan komputer yang lain. Hanya saja beberapa orang banyak sekali mempermasalahkan tentang keamanan dari wireless network ini.

    Bicara tentang keamanan tidak akan lepas dari unsur ekonomi, seperti layaknya berbisnis, merampok bahkan. Orang tidak akan mengamankan lebih jika yang diamankan hanya berupa data-data biasa.. berbeda jika data-data yang berada dibalik semua itu bernilai ekonomi yang tinggi. Artinya begini, misalnya kita ingin mengambil sebuah data yang sangat penting di balik sebuah perusahaan tertentu. Namun untuk membobol sistem keamanan nya kita harus menyediakan puluhan perangkat PC. Disini kita akan berhitung, seberapa besar potensi nya data tersebut dengan biaya yang harus kita keluarkan. Begitu juga dengan tingkat keberhasilan untuk melakukan hal tersebut. Itulah sebabnya banyak perbankan, penyedia jasa di dunia maya menyarankan untuk mengganti PIN atau password secara berkala. Dan sebisa mungkin gunakan berbagai kombinasi diantaranya, huruf kecil dan besar termasuk angka didalam password atau PIN tersebut.

    Sehingga bicara keamanan, di dunia ini tidak ada yang benar-benar mutlak aman. Rumah yang kita kunci berlapis-lapis pun sebenarnya masih bisa di bobol. Hanya masalah waktu saja untuk membobolnya, makin banyak lapisannya makin lama kita harus membobol kunci-kunci tersebut. Begitu juga dalam dunia maya, tetap semua nya tidak ada yang aman secara mutlak. Sehingga semuanya berbalik pada aspek nilai ekonominya.

    Topics: technopedia |

    Comments