Menyeimbangkan Kerja dan Keluarga: 13 Tips Jitu untuk Mama Karir

Posted on

Kerja dan keluarga

Menyeimbangkan Kerja dan Keluarga 13 Tips Jitu untuk Mama Karir

Menyeimbangkan kerja dan keluarga bukanlah hal yang mudah bagi seorang mama karir. Anda mengalaminya juga? Mama karir berusaha membagi waktunya untuk bekerja seharian dan mengurus keluarganya. Kerja dan keluarga akan terasa seimbang jika Anda tau bagaimana cara mengatasinya.

Saat ini, data dari center for American Progress menyatakan bahwa dari setiap 10 mama, ada 4 mama yang sekaligus bekerja full-time di luar. Secara tidak langsung, ini menyebabkan munculnya perasaan bersalah karena terkesan meninggalkan keluarga untuk bekerja. Kunci sukses menyeimbangkan kerja dan keluarga ada pada kata fokus, rencanakan segala sesuatunya dengan baik, dan terapkan 13 cara praktis menyeimbangkan kerja dan keluarga berikut ini.

1. Jauhi Perasaan Bersalah

Daripada merasa bersalah karena tidak punya banyak waktu untuk si kecil di rumah, cobalah untuk berpikir dengan sudut pandang yang lain. Renungkan apa manfaat yang Anda berikan bagi keluarga jika Anda bekerja. Misalkan, dengan reward yang di dapat, Anda bisa memasukkan anak ke sekolah favorit atau untuk mengambil les keterampilan yang diinginkannya. Atau, dengan reward tersebut Anda bisa menabung untuk biaya anak kuliah.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan mama karir dalam mengurangi rasa bersalah itu. Salah satunya cobalah menerima kenyataan bahwa ada hari yang menyenangkan dan ada hari yang melelahkan karena menjalani dua fokus sekaligus. Anda bisa temukan komunitas mama-mama yang mengalami hal yang sama untuk sharing dan mendapatkan solusi.

2. Cari Asisten Rumah Tangga Berpengalaman

Anda merasa tidak bisa menyeimbangkan diri karena jadwal yang padat? Solusinya, carilah informasi mengenai penyedia jasa babysister, atau daycare center yang berpengalaman. Sebelum bertemu dengan mereka untuk interview, Anda bisa membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu yang sekiranya  mengarah pada kriteria yang Anda harapkan.

Buatlah jadwal kapan akan bertemu untuk interview dengan pihak penyedia jasa babysitter atau daycare center secara langsung. Sharon Tepper selaku president of Brownstone Nannies, Inc menyarankan Anda untuk mengecek rIiwayat pengalaman kerja yang bersangkutan terlebih dahulu. Anda bisa tanyakan berapa lama mereka bekerja pada keluarga tertentu.

Lama tidaknya durasi waktu bekerja tersebut menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan berbagai karakter keluarga, mampu merawat si mungil yang baru lahir dengan baik dengan tetap perhatian pada kakak-kakaknya yang memerlukan bantuannya untuk menyelesaikan PR. Asisten rumah tangga yang seperti ini sangat membantu sekali.

3. Ciptakan Suasana Pagi Hari yang Mudah dan Bersahabat

Cobalah untuk tidak memulai hari dengan persiapan yang berat di malam harinya. Ini akan membuat Anda merasa terbebani karena sepulang bekerja Anda harus meluangkan waktu untuk kembali mendata apa saja yang harus Anda lakukan. Make it simple!.

Anda bisa memulai pagi dengan mengemas makan siang si kecil, menyiapkan pakaiannya, dan memastikan mereka sudah mandi. Anda bisa letakkan tas kerja di gagang pintu agar Anda bisa mengambilnya dengan mudah sembari mengunci rumah saat keluar. Ini akan menciptakan suasana bersahabat dengan anak.

Cobalah membuat agenda keluarga bersama pasangan terkait jadwal yang akan dikerjakan di hari berikutnya, seperti siapa yang akan pergi ke toko makanan, siapa yang akan memakaikan baju si kecil, dan siapa yang akan memasak makanan untuk keluarga. Ini akan menjadi momen menyenangkan bagi Anda dan pasangan untuk berbincang mengenai jadwal keluarga dan inovasi-inovasi yang ingin Anda ciptakan. Anda bisa meninggalkan rumah dalam kondisi rapi dan tidak terburu-buru saat sarapan pagi.

4. Coba Buat Kalendar Keluarga

Membuat calendar keluarga adalah cara cerdas menyeimbangkan kerja dan keluarga untuk para mama karir. Apa saja yang masuk dalam daftar calendar tersebut? diantaranya adalah kapan tanggal gajian, tugas rumah untuk anak-anak, daftar kegiatan keluarga dan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler anak-anak, hari ulang tahun, dan sebagainya.

Anda bisa gunakan Google Calendar yang bisa di share dan disinkronisasi ke smartphone masing-masing. Setidaknya Anda harus luangkan waktu selama 15 menit untuk mereview jadwal minggu berikutnya. Ini akan mengurangi rasa kaget ketika ada jadwal dadakan yang belum ada masukkan dalam list tersebut.

Penting bagi Anda untuk nge-share jadwal tersebut dengan babysitter. Usahakan lingkugan dalam keadaan bersih dan sediakan kotak saran keluarga di dekat pintu masuk. Maksimalkan ruangan keluarga sebagai tempat kumpul bersama. Agar lebih menyenangkan, cobalah mendesain ruangan senyaman mungkin dengan menghias ruangan tersebut se-estetis yang Anda bisa.

5. Berkomunikasilah dengan Asisten Rumah Tangga

Sebelum menyatakan deal bahwa Anda akan hire asisten rumah tangga, atau baby sitter, cobalah bicara empat mata, dari hati ke hati dengan mereka. Anda bisa tanyakan apakah mereka memiliki jadwal yang fleksibel ataukah tidak. Dari obrolan tersebut Anda bisa mempersiapkan diri kapan Anda harus meluangkan waktu untuk keluarga saat mereka tidak sedang bekerja.

Ya, dua hal penting yang harus Anda tanyakan adalah seberapa banyak waktu yang mereka miliki untuk bekerja pada Anda dan seberapa besar Anda harus membayar. Keterbukaan ini akan menguntungkan Anda sebagai pengguna jasa dan juga mereka yang bekerja pada Anda. Anda sebagai mama yang ingin menyeimbangkan kerja dan keluarga memiliki kesempatan untuk menyiasati waktu kerja Anda saat mereka tidak sedang di rumah.

6. Tetap Terhubung dengan Anak-anak Sepanjang Hari

Menyeimbangkan Kerja dan Keluarga 13 Tips Jitu untuk Mama Karir2

Meski secara fisik Anda tidak bersama dengan si kecil, Anda bisa tetap terhubung dengan anak-anak sepanjang hari dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Untuk si kecil, Anda bisa merekam suara Anda, atau bernyanyi lalu kirimkan rekaman itu. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih tua, cara mengungkapkan perhatian adalah dengan memberikan note spesial untuk event penting yang diikutinya. Anda bisa pajang foto bersama suami di kamarnya sebagai obat rindu. Saat libur, Anda bisa manfaatkan waktu untuk mendengarkan keluhan mereka agar lebih dekat.

7. Kurangi Kebingungan dan Hal-hal yang Menghabiskan Waktu

Mama karir memiliki peran double, untuk kerja dan keluarga. Bersikaplah disiplin dengan memprioritaskan waktu untuk hal-hal yang penting saja. Cobalah kurangi waktu ngobrol dengan teman di telefon, berselancar di sosial media, dan hal-hal remeh lain yang bisa Anda lakukan saat si kecil sedang tidur.

Kurangi waktu nonton TV dan cobalah berbincang lebih banyak dengan pasangan terkait apa yang terbaik untuk keluarga. Ketika sedang bersama si kecil, usahakan tidak fokus pada hal lain agar anak tidak merasa terabaikan. Di tempat kerja, lakukan hal-hal produktif dan tinggalkan kebiasaan buang-buang waktu, seperti ngerumpi, membalas email, main sosmed, googling, dan makan siang berlama-lama. Fokuslah pada pekerjaan dan alokasikan waktu untuk ngobrol dengan teman kerja saat sedang istirahat dan secukupnya saja.

8. Buatlah Kegiatan yang Menyenangkan Bersama Anak-anak

Meluangkan waktu untuk anak baik di akhir pekan maupun sepanjang hari adalah hal penting yang harus mama karir lakukan. Tujuannya adalah agar ikatan keluarga terjalin lebih kuat dan sebagai cara untuk mewujudkan cinta kasih pada anak.

Ciptakan kegiatan yang menyenangkan yang tidak mengganggu jadwal kerja. Saat sedang bersama anak-anak, cobalah untuk tidak berbicara pekerjaan. Fokusklah pada kegiatan anak, Anda bisa tanyakan bagaimana sekolah, teman, dan hobby mereka. Saat berinteraksi dengan anak yang lebih tua, hal kecil yang bisa Anda lakukan adalah dengan menanyakan apa kegiatan yang ingin dia lakukan. Cobalah ketahui apa yang mereka butuhkan, dan berusahalah memenuhinya selama keinginannya positif.

9. Luangkan Waktu Bersama Pasangan

Suami adalah orang terkasih yang selalu ada di samping Anda. Luangkan waktu bersamanya setidaknya sekali dalam sebulan. Pasangan adalah orang yang paling tidak dihiraukan namun paling mengerti saat Anda sibuk mengurus kerja dan keluarga secara bersamaan.

Meluangkan waktu romantis bersama pasangan menjaga rasa ketertarikan satu dan lainnya. Menghabiskan waktu bersama-sama tidak harus di luar, tetapi Anda bisa bercengkerama di dalam rumah dengan segelas teh hangat dan kue kering di sore hari.

10. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Anda adalah mama karir yang sibuk mengurus kerja dan keluarga. Setiap hari Anda disibukkan dengan aktivitas kerja dan keluarga yang padat. Bagaimanapun kondisinya, jangan lupa bahagia. Temukan Me Time Anda meski hanya sebentar.

Me Time ini memberikan efek rileks, dan energi baru yang lebih semangat lagi. Jika Anda merasa terbebani, stres, dan seringkali marah-marah, pasangan tidak akan nyaman berada di samping Anda. Me Time bisa Anda habiskan dengan spa, yoga, olahraga, atau fokus pada hobby memasak Anda.

11. Kerjasama yang Baik dengan Pasangan

Mama yang fokus kerja dan keluarga memiliki  beban yang berat dan rawan stres. Hari-hari mereka disibukkan dengan deadline, meeting, rengekan si kecil, rumah berantakan, dan memasak. Solusinya? Bagi tugas dengan suami.

Anda bisa atur giliran menjaga bayi di malam hari dan giliran menggendong si kecil. Anda tidak bisa meng-handle semua pekerjaan rumah sendirian. Cobalah buat daftar pekerjaan yang harus Anda selesaikan, lalu bagi dua bersama pasangan. Ingat, pasangan Anda bukan babysitter. Tanggung jawab untuk mengurus anak adalah tanggung jawab bersama.

12. Totalitas dalam Bekerja dan Mengurus Anak

Memiliki dua fokus sekaligus tidaklah mudah. Tetapi menjadi profesional bisa Anda usahakan sejak dini. Saat di rumah, usahakan untuk tidak menjadikan rumah sebagai kantor. Anda secara fisik sudah di rumah namun Anda tetap sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor atau berbincang tentang itu.

Sebaliknya, saat sedang berada di kantor, Anda bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin dan lupakan sementara urusan rumah karena Anda telah memilih orang yang tepat untuk mengurus anak-anak.

Profesional saat di rumah dan saat di kantor akan menjauhkan Anda dari rasa bersalah kepada teman sekantor dan atasan, dan juga kepada anak dan pasangan. Singkatnya, yuk jadi mama karir yang efisien saat di kantor dan saat bersama keluarga.

13. Mintalah Jadwal yang Fleksibel

Mama karir yang ingin menyeimbangkan kerja dan keluarga bisa berkomunikasi secara langsung dengan atasan. Anda bisa meminta jadwal yang fleksibel sementara waktu, seperti meminta jam kerja lebih awal, atau ikut shift berikutnya. Kurangi jam kerja yang semula full time menjadi part time dengan total jam kerja lebih sedikit dari karyawan yang lain.

Selalu ada cara untuk menjadi mama karir yang sukses dalam dua dunia sekaligus, dunia kerja dan dunia private keluarga. Memang tidak mudah untuk melakukannya, namun bukan berarti tidak mungkin. Anda bisa sukses sebagai seorang seorang wanita karir dan sebagai mamanya anak-anak dengan menerapkan tips menyeimbangkan waktu kerja dan keluarga diatas.

Referensi:

https://googleweblight.com/i?u=https://www.parents.com/parenting/work/life-balance/moms-balance-work-family/&hl=id-ID

http://amp.timeinc.net/fortune/2015/06/06/women-with-big-jobs-and-big-families-balancing-really-isnt-that-hard

2 thoughts on “Menyeimbangkan Kerja dan Keluarga: 13 Tips Jitu untuk Mama Karir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.