13 Cara Alami Menjaga Kesehatan Reproduksi

Posted on

Kesehatan Reproduksi

13 Cara Alami Menjaga Kesehatan Reproduksi

Bicara kesehatan reproduksi adalah sesuatu yang mendasar yang harus di jaga dengan baik tidak hanya oleh wanita tetapi juga pria. Ada banyak faktor yang menyebabkan kesehatan reproduksi terganggu, entah karena faktor internal maupun karena penyebab eksternal. Yang jelas, kesehatan reproduksi dan kesehatan badan secara keseluruhan berhubungan langsung satu dengan yang lain. Sangat mungkin, kesehatan reproduksi yang terganggu meng-indikasi-kan adanya masalah kesehatan yang serius pada tubuh.

Kesuburan wanita dan pria berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Organ reproduksi perlu di jaga dengan baik sejak saat ini sebab berhubungan dengan regerenerasi dan kelanggengan hubungan yang terjalin antara pasangan suami istri.

Menjaga lebih baik daripada mengobati. Anda tentu ingin memiliki organ reproduksi yang subur dan tidak ingin melakukan perawatan di hari kemudian dikarenakan masalah ketidaksuburan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi antara lain adalah masalah makanan yang dikonsumsi, kondisi kesehatan, gaya hidup, dan masih banyak lagi. Kesehatan reproduksi secara tidak langsung menjadi penyebab masalah emosional seperti stres dan kekhawatiran berlebihan.

Ketahui apa saja faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi agar nantinya Anda bisa menghindari penyebab masalah tersebut. Beberapa tips menjaga kesehatan reproduksi yang harus dilakukan antara lain;

1. Perhatikan Menu Makanan yang Dikonsumsi Setiap Hari

Langkah pertama adalah dengan selektif memilih menu makanan yang di konsumsi setiap harinya. Menu makanan tersebut sebaiknya bukanlah makanan cepat saji yang mengandung pewarna, pemanis, dan penyedap seperti MSG. Zat-zat tersebut besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi.

Alihkan kebiasaan konsumsi makanan yang tidak sehat itu dengan konsumsi makanan yang sehat seperti sayur, buah, konsumsi cemilan sehat seperti kacang. Hindari konsumsi daging atau makanan yang diawetkan cukup lama. Pilih jenis makanan yang segar seperti daging, buah dan sayur segar yang masih alami. Untuk cemilan, jauhi coklat yang menjadi salah satu penyebab obesitas.

2. Konsultasikan dengan Tim Medis

Kebiasaan negatif yang harus dihindari adalah membiasakan diri menyimpan sendiri keluhan kesehatan yang di alami sehingga lebih parah. Saat memasuki tahapan yang lebih parah, penyakit lebih sulit di sembuhkan dan membutuhkan penanganan yang lebih serius.

Terkait kesehatan reproduksi, jika Anda mengalami keluhan sekecil apapun, usahakan untuk segera konsultasi dengan tim medis. Anda akan terbantu untuk mengidentifikasi apa masalah kesehatan yang di alami saat ini dan mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.

Selain itu, usahakan agar Anda terhindar dari beberapa masalah kesehatan yang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan reproduksi. Diantaranya seperti mengalami masalah dengan kelenjar tiroid, masalah anatomi tubuh, diabetes, dan kekurangan nutrisi tertentu.

Jaga agar masalah kesehatan tidak terganggu dengan cara menjaga kondisi medis tersebut dalam keadaan terkontrol. Cara ini selain menjaga kesehatan reproduksi, juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

3. Hindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alcohol adalah musuh besar kesehatan. Rokok tidak disarankan baik pada laki-laki maupun wanita. Asap rokok menyumbat pembuluh arteri sehingga aliran darah kurang lancar dan menyebabkan kejang. Pada pria, kondisi tersebut menurunkan kemampuan ereksi sehingga kualitas hubungan intim menurun.

Demikian halnya dengan konsumsi alkohol. Alkohol menyebabkan masalah serius pada bagian hipotalamus di otak, mempengaruhi kinerja hormon pituitary, testis dan ovarium. Tidak hanya itu, hormon testosterone yang memiliki hubungan langsung dengan kesuburan mengalami penurunan kuantitas di dalam darah.

4. Berat Badan Ideal

Menjaga berat badan agar tetap ideal merupakan sesuatu yang penting dan mendasar. Meningkatnya berat badan apalagi secara signifikan berpengaruh pada kesuburan dan keseimbangan hormon yang ada di dalam tubuh. Coba lakukan olahraga secara rutin setiap hari agar berat badan tetap ideal, dan mengontrol agar gangguan kesehatan yang dialami tidak semakin parah.

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Gerakan-gerakan yoga membantu menyeimbangkan antara tubuh dan pikiran. Keseimbangan antara keduanya adalah penentu sehat dan tidaknya tubuh secara keseluruhan, yang salah satunya adalah kesehatan reproduksi. Lakukan yoga secara rutin setiap hari.

5. Lifestyle

Lifestyle memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan tubuh umumnya dan kesehatan reproduksi khususnya. Berada dimana kita setiap harinya, apakah di lingkungan yang penuh asap pabrik dan asap rokok, ataukah di tempat yang sejuk segar dan bebas polusi udara berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Lingkungan yang dilingkupi dengan penggunaan obat-obatan terlarang, rokok, dan alcohol,  secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan tubuh dan kesehatan reproduksi. Lingkungan yang dipenuhi polusi udara mungkin tidak terlalu terasa dampaknya dalam durasi waktu yang singkat. Akan tetapi, jika berada di lingkungan itu dalam durasi waktu yang lama, tubuh akan mengalami kontaminasi yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Hindari bahaya-bahaya yang berhubungan dengan bahan kimia, seperti panas yang berlebihan, penyebab radiasi dan reaksi kimia. Hindari bahan pelarut kimia, dan pestisida agar tidak terjadi masalah kesehatan reproduksi yang serius pada tubuh.

6. Pilih Alat Pengontrol Kehamilan yang Sesuai

Memasuki dunia pernikahan, Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Keluarga Berencana. Ada cukup banyak alat pengontrol kehamilan yang bisa di pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan. Alat pengontrol kehamilan besar pengaruhnya pada kestabilan mood, hasrat seksual, dan juga berat badan.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi setelah menikah, usahakan untuk memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi fisik dan psikis agar nantinya Anda tidak mengalami masalah yang serius bagi kesehatan tubuh.

Agar pilihan Anda tepat, konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak medis. Anda akan mendapatkan gambaran mengenai kondisi fisik saat ini dan sekaligus apa alat kontrasepsi yang pas untuk itu.

7. Biasakan Berhubungan Intim yang Sehat

Kesehatan reproduksi pasca pernikahan tentunya melibatkan aktivitas hubungan intim di dalamnya. Anda dan pasangan wajib menjaga kesehatan organ intim agar tidak saling meng-kontaminasi satu dengan yang lain. Pastikan organ genital dalam kondisi sehat dan tidak mengalami masalah kesehatan apapun. Gunakan alat kontrasepsi yang aman dan tidak membahayakan. Jaga kebersihan setelah berhubungan intim, dsb. Masalah kesehatan yang dialami pasangan sangat mungkin menular karena hubungan intim yang tidak sehat.

8. Catat Siklus Bulanan Anda

13 Cara Alami Menjaga Kesehatan Reproduksi2

Bagi wanita, mencatat dan memahami siklus bulanan sangatlah penting. Siklus bulanan masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang rutin di awal bulan, ada yang molor sampai tengah bulan, dan bahkan ada yang hanya sekali dalam satu bulan.

Mengetahui kapan waktunya menstruasi sangatlah penting sebab siklus mens berhubungan dengan kondisi psikis seseorang. Satu saat Anda mungkin bersikap sangat enjoy,happy, ceria, dan bergairah.

Di waktu yang lain Anda mungkin lebih emosional, berjerawat, dan lebih suka mengurung diri di dalam kamar. Tanda-tanda tersebut biasanya muncul saat mendekati masa menstruasi.  Anda yang ingin merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui kapan tepatnya masa menstruasi tersebut. Berhubungan intim pada masa subur mempercepat proses kehamilan.

9. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Pada dasarnya, konsumsi air putih adalah usaha menjaga kesehatan yang paling mudah dan paling sederhana. Cukup konsumsi air putih bantu tubuh agar tetap ter-hidrasi dengan baik. Tubuh yang mendapatkan kecukupan mineral setiap harinya bantu penuhi kebutuhan cairan tubuh.

Organ reproduksi wanita yang kekurangan cairan umumnya mengalami masalah saat berhubungan intim karena berada dalam kondisi kering. Bukan tidak mungkin, vagina yang dalam kondisi kering akan mengalami infeksi saat berhubungan seksual.

10. Gunakan Pelumas

Kondisi organ reproduksi wanita antara satu dan lain orang berbeda.  Karena faktor tertentu yang mempengaruhi, cairan yang diproduksi pun berbeda-beda. Ada yang basah dan ada yang tetap dalam kondisi kering. Penyebab yang mempengaruhinya cukup banyak. Diantaranya adalah karena kurang terangsang, menopause, karena beban psikis dan masih banyak lagi faktor yang lain.

Menggunakan pelumas tidak berarti Anda tidak nyaman atau kurang puas dengan aktivitas seksual yang dilakukan bersama pasangan, namun ini adalah cara bagaimana agar Anda mendapatkan pengalaman bercinta yang paling seru dan memuaskan. Organ intim yang kekurangan cairan saat proses penetrasi menyebabkan rasa sakit, dan penetrasi pun terhambat. Gunakan alat lubrikasi yang aman, sesuai dengan yang sudah direkomendasikan oleh para dokter.

11. Kontrol Aktivitas Selama Datang Bulan

Ada beberapa gejala yang berbeda antar wanita yang sedang atau akan datang bulan. Ada yang mual, muntah, pusing, temperemen, dan mudah lelah. Saat sedang dalam periode tersebut, usahakan untuk tidak meng-forsir diri dengan berbagai aktivitas sepadat hari-hari biasanya.

Usahakan untuk lebih tenang, mengurangi aktivitas yang menambah beban. Konsumsi teh hangat, mendengarkan musik, agar psikis lebih rileks. Hindari meng-forsir diri dengan begitu banyak aktivitas saat menstruasi sebab ini hanya akan menyebabkan siklus menstruasi yang tidak berjalan semestinya.

12. Hindari Toksin

Mayoritas pasutri dan hampir seluruhnya ingin memiliki momongan. Ya, hadirnya buah hati adalah pemersatu  cinta kasih antar pasangan. Jauhi toksin baik itu yang ada dalam makanan, minuman, dan apapun yang secara langsung berinteraksi dengan Anda demi kesehatan reproduksi masing-masing. Biasakan untuk mengonsumsi bahan alami yang aman agar tidak menimbulkan toksin bagi tubuh.

13. Jaga Kebersihan Organ Reproduksi

Menjaga kesehatan reproduksi yang paling sederhana adalah dengan menjaga kebersihan organ reproduksi secara seksama. Bersihkan dengan air, hilangkan kotoran, dan gunakan sabun atau pembersih alami yang di rekomendasikan oleh dokter. Hindari penggunaan bahan kimia yang belum jelas kandungan yang ada di dalamnya.

Kenakan celana dalam dengan bahan yang menyerap keringat, dan cukup longgar agar kebutuhan akan udara tercukupi. Ganti celana dalam secara rutin setiap kali terasa tidak nyaman dan dirasa sudah terlalu lama dipakai. Setidaknya, ganti celana dalam 3 kali dalam sehari.

Perhatikan kesehatan organ reproduksi secara lebih intens khususnya saat sedang masa menstruasi. Ganti pembalut saat sudah penuh agar area miss V tidak lembab yang berpotensi menjadi tempat tumbuh kembang jamur dan bakteri.

Kesehatan reproduksi berhubungan dengan bagaimana usaha yang kita lakukan setiap harinya. Organ reproduksi yang sehat adalah pertanda kesuburan yang memudahkan pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan. Pastinya setiap pasutri ingin memiliki momongan. Hindari penyebab organ reproduksi tidak sehat dan lakukan perawatan sejak dini dengan cara menjaga kesehatan organ reproduksi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.