Cari Cara Agar Anak Cerdas? Ini 11 Langkah yang Siap Anda Praktikkan!

Posted on

Agar anak cerdas

Cari Cara Agar Anak Cerdas Ini 11 Langkah yang Siap Anda Praktikkan!2

Agar anak cerdas—Setiap parent jika ditanya apakah bahagia memiliki anak cerdas? Jawabannya tentu saja bahagia. Kata cerdas adalah kata sifat yang baik yang diharapkan ada pada diri anak diantara sekian banyak sifat baik yang lain. Jika dibandingkan dengan memiliki anak yang kurang cerdas, parent tentu lebih memilih memiliki anak yang cerdas. Ada rasa bahagia dan ada rasa bangga memiliki anak yang cerdas.

Masa kanak-kanak adalah masa dimana otak si kecil berkembang sangat cepat. Ini berhubungan dengan perkembangan intelektualitasnya yang nantinya bermanfaat untuk dunia akademik, kehidupan sosial dan kontrol emosionalnya. Agar anak cerdas, tentu membutuhkan usaha yang intens dari orang tuanya. Usaha kita sebagai orang tua untuk mengasah kecerdasan si kecil, nantinya berdampak positif pada kehidupannnya saat dewasa.

Agar anak cerdas, berikut cara praktis agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. Simak ya!

1. Berikan Rangsangan Positif Sejak Dini

Sejak masih berada di ranjang bayi, para peneliti menyarankan Anda untuk memberikan rangsangan yang positif. Rangsangan tersebut berupa pemberian rasa cinta dan kasih sayang yang maksimal. Karena fisik anak masih lemah, hindari pemberian rangsangan dengan gesture, perkataan, nyanyian yang berlebihan. Cobalah untuk memberikan rangsangan berupa kasih sayang yang maksimal pada tahap ini.

2. Bacakan Buku untuk Anak dan Biarkan Mereka Menjadi Pembaca yangBaik

Bacakan si kecil buku bacaan sejak dini meskipun mereka belum memahaminya. Ada proses pembiasaan di sini dimana anak akan mulai terbiasa dengan aktivitas tersebut. Nantinya, anak-anak yang sudah terbiasa berinteraksi dengan buku, lambat laun akan mencintai membaca, bagus prestasinya saat di sekolah, dan yang pasti akan bermanfaat bagi kehidupannya di masa mendatang.

Diantara sekian banyak cara agar anak cerdas,  membaca adalah key factor yang harus dibiasakan sejak dini. Semakin dini anak mulai mencintai membaca, semakin banyak pemahaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Mereka pun memulai membuka wawasannya itu dengan lebih dini dibandingkan dengan teman-temannya. Tidak heran jika mereka tumbuh cerdas lebih cepat dari anak-anak yang lain. Ciptakan lingkungan yang kondusif yang meng-fasilitasi anak gemar membaca sejak di rumah, dan sedini mungkin.

Anak-anak yang setiap harinya terbiasa dibacakan cerita, lambat laun akan belajar membaca, dan terbiasa membaca. Membaca banyak sekali manfaatnya bagi anak. Ini adalah sikap positif yang harus kita biasakan agar anak tumbuh cerdas.

Membaca merangsang anak agar lebih menyukai ilmu pengetahuan. Anak-anak yang menyukai ilmu pengetahuan tinggi rasa ingin tahunya. Mereka ingin tahu lebih banyak terkait materi pelajarannya di sekolah maupun di lembaga pendidikan non-formal yang ditempuhnya. Pada akhirnya, mereka pun selangkah lebih maju dari teman-temannya.

3. Berkomunikasilah dengan Mereka

Perkembangan skill berbahasa anak salah satunya ditunjang oleh kebiasaan berkomunikasi antara anak dan orang tuanya. Anak-anak yang terbiasa komunikasi secara intens dengan parent di rumah, terbukti memiliki aktivitas otak yang lebih aktif dan memiliki tata cara berbahasa yang baik. Biasakan berkomunikasi dengan anak, dengan cara sharing pengalaman, atau berbagi opini dengan anak.

Jangan sampai kita mendominasi pembicaraan. Bertanyalah kepada anak, tunggu bagaimana respon yang diberikan agar kemampuan komunikasinya semakin meningkat. Dengan si baby yang mungil dimana kemampuan berbahasanya masih cukup terbatas. Cobalah menjaga kehangatan hubungan dengan anak dengan cara saling bercumbu, dan menggodanya dengan mimik wajah yang lucu.

4. Tunjukkan Hubungan yang Hangat dengan Anak

Agar anak cerdas dibutuhkan relasi yang harmonis antara anak dan orang tuanya. Tunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak yang sepenuh-penuhnya. Luangkan waktu untuk bermain dengannya, rangkul anak dengan penuh kasih agar kinerja otak dan memory anak meningkat. Rasa cinta yang kita berikan, pelukan yang kita berikan kepada anak, dan interaksi yang hangat dengan mereka efektif tingkatkan kemampuan emosional anak.

Tidak hanya itu, rasa saling cinta antar sesama, dan cara kita sebagai orang tua untuk saling berinteraksi dengan baik antar sesama menjadi landasan bagaimana nantinya anak berinteraksi dengan sesama. Semua itu adalah bekal untuk mengeskplor dunia di masa mendatang.

Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan curahan kasih sayang dari orang tuanya, dan sekaligus anak-anak yang jarang sekali di rangkul, dan saling melempar canda tawa dengan anak, lambat laun mereka tumbuh menjadi pribadi yang pemurung, tertekan, sulit berkembang, depresi dan bukan tidak mungkin mereka akan memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Agar anak cerdas, pada dasarnya lakukan hal yang sewajarnya orang tua lakukan pada anaknya. Curahkan cinta dan kasih sayang untuknya agar nantinya mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas. Secara naluriah, kebiasaan memarahi anak, dan menjaga jarak dengan anak adalah sesuatu yang menyimpang dari kewajaran.

5. Pilih Jenis Mainan yang Mengembangkan Imaginasi dan Biarkan Mereka Bermain

Agar anak cerdas, bukan berarti anak harus mengurung diri di dalam kamar dan terus-menerus membaca buku. Ada saatnya anak-anak ingin bermain bersama teman-temannya. Biarkan mereka bermain agar keseimbangan emosionalnya terjaga.

Fasilitasi mereka dengan jenis permainan yang mengembangkan imajinasi. Ya, mainan tersebut tidak harus mahal, apalagi jenis mainan yang sekali dipakai langsung rusak. Tentu bukan ini solusinya! Sediakan mainan yang bisa dipakai berulang kali dan meningkatkan daya kreativitas anak. Cara ini bantu memenuhi kebutuhan emosional si kecil agar tetap stabil, sekaligus meningkatkan kemampuan intelektual anak agar lebih cerdas.

6. Menjadi Role Model yang Cerdas

Anak-anak cenderung meng-imitasi apa yang parent lakukan setiap harinya. Orang tua yang melakukan hal-hal yang cerdas di rumah, yaitu dengan memperbanyak membaca buku, berdiskusi ilmiah, menulis, berkarya, memperbanyak beribadah, maka anak cenderung mencontoh kebiasaan baik itu dalam kehiduannya sehari-hari.

Anak-anak berfikir bahwa itulah kebiasaan yang benar yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak mencontoh apa yang orang tuanya lakukan. Orang tua yang cenderung melakukan hal-hal positif menjadi tauladan bagi anak untuk melakukan hal yang sama. Sekedar memberikan instruksi agar anak melakukan hal-hal yang cerdas hasilnya berbeda jauh dengan saat kita sebagai orang tua memberikan tauladan secara langsung. Instruksi yang kita berikan harus disertai dengan praktik yang nyata.

7. Membiarkan Anak Merasa Bosan? Boleh Saja!

Cari Cara Agar Anak Cerdas Ini 11 Langkah yang Siap Anda Praktikkan!

Agar anak cerdas, tau nggak parent apa tips yang unik yang sebaiknya diterapkan? Yaitu membiarkan anak-anak merasa bosan. Boleh nih sesekali membiarkan anak merasa bosan. Bosan adalah indikasi bahwa anak mulai berfikir dan tumbuh dewasa. Anak mulai memikirkan kenyamanan psikis dan emosionalnya. Anak-anak tidak ingin terjebak dalam kubangan aktivitas yang tiada henti. Mereka juga ingin merasa enjoy, jeda sementara dari aktivitas untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang dalam kondisi tertekan. Break sejenak dari aktivitas adalah usaha menyeimbangkan kebutuhan psikis, emosional dan intelektual si kecil.

Atau, agendakan liburan bersama untuk me-refresh pikiran agar tidak bosan dengan rutinitas harian yang monoton. Agendakan acara bersama baik itu saat akhir pekan, sebulan sekali, atau pada momen liburan tertentu agar tidak jenuh.

8. Berikan Kesempatan bagi Anak untuk Gagal dan Menanggung Konsekuensi dari apa yang Dilakukan

Anak-anak yang berani mengambil risiko dan menghadapi kegagalan adalah anak yang siap menjadi lebih cerdas dari teman-temannya. Ada anak yang terlalu takut mengambil risiko dan takut gagal. Tipikal anak yang demikian umumnya mengalami fobia, dan rendah diri. Ketakutan itu menyebabkan kreativitas anak tidak berkembang dan pengalaman kehidupan yang di dapat pun sedikit.

Banyak orang tua yang terlalu cepat memberikan pertolongan pada anak saat mereka menghadapi masalah, mulai dari masalah yang sepele hingga masalah yang serius sekalipun. Lalu, bagaimana langkah yang sebaiknya kita tempuh?

Biarkan si kecil mencoba mencari jalan keluarnya sendiri agar mendapatkan pengalaman yang baru dalam hidupnya. Jika di rasa si kecil sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya nihil, Anda bisa melakukan intervensi sesuai porsinya.

9. Sugestikan kepada Anak untuk Selalu Mengatakan Aku Bisa

Sikap psikis yang suka mengeluh pada dasarnya memberikan keyakinan bahwa kita tidak bisa mengatasi masalah tersebut. Si kecil sering kali berkata;

“Aku nggak bisa Mi, Aku nggak tau caranya Pi”.

Lalu, kita sebagai orang tua mengambil pekerjaan yang seharusnya dilakukan si kecil atas dasar kasihan. Apakah ini cara yang tepat agar anak pintar? Tentu saja tidak!

Biasakan anak mengatakan Aku Bisa walau tugas yang di hadapi sangat sulit. Keberanian dan keyakinan itu adalah energi yang harus dimiliki si kecil. Dari keyakinan itu, muncul kreativitas agar tugas yang sulit tersebut terselesaikan. Diantaranya adalah dengan memperbanyak waktu belajar, belajar dari yang lebih mahir darinya, dan banyak lagi cara kreatif yang nantinya berguna menambah pengalamannya.

10. Usahakan agar Anak tidak Mendengarkan Ketidakmampuan Anda pada Bidang Tertentu

Jujur memang penting. Namun ada kalanya parent sebaiknya menjaga image agar martabat orang tua terjaga di hadapan anak-anak. Jangan sampai anak-anak meremehkan dan menganggap Anda tidak bisa menjawab soal apapun yang ditanyakan anak. Secara tidak langsung, ini akan menurunkan power kita sebagai orang tua.

Contoh real-nya adalah dengan mengungkapkan:

Kamu harus rajin baca, jangan sampai kaya’ mama yang nggak suka baca.

Atau,

Ah, Nggak! Mama nggak mau bantuin ngerjakan PR-nya.  Mama dulu nilai Math-nya nggak sampe 5, nanti kalau salah gimana.

Hal-hal yang demikian bukanlah etika yang baik yang sebaiknya ditampakkan dihadapan anak-anak. Sembunyikan ungkapan nehatif tersebut untuk memastikan si kecil percaya dan tidak sampai mem-bully orang tuanya pada satu waktu di masa mendatang gara-gara pengakuan itu.

Selain itu, pengakuan tersebut menjadikan anak kurang bersemangat untuk mempelajari materi tersebut dengan alibi:

Mama aja nggak bisa gpp, aku nggak bisa gpp juga dong.

11. Berikan Nutrisi yang Baik bagi Anak

Berikan nutrisi yang bagus bagi anak setiap harinya. Nutrisi yang kaya akan protein seperti ikan, telur dan daging bagus untuk perkembangan otak si kecil. Cukupi konsusmi  proteinnya dan karbohidrat kompleks yang ada pada gandum utuh. Kurangi konsumsi makanan yang kaya gula, fast food, junk food, minuman bersoda yang mengalihkan fokus atau konsentrasi anak selama belajar.

Agar anak cerdas, banyak usaha yang sebaiknya kita lakukan. Terapkan tips di atas agar anak cerdas. Anak yang tumbuh cerdas memiliki kemampuan intelektual yang bagus, sosialnya oke, dan emosionalnya terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.