9 Topik Perbincangan Menarik tentang Keluarga Bersama Istri Tercinta

Posted on

Tentang Keluarga

 10 topik perbincangan menarik tentang keluarga

Tentang keluarga?, tentang keluarga memang selalu ada hal yang menarik untuk diperbincangkan. Berkeluarga merupakan keinginan siapa saja terutama mereka yang sudah siap. Ada banyak tujuan dalam berkeluarga. Berkeluarga tidak hanya untuk mengakhiri masa lajang dan bersenang-senang saja, namun tujuan berkeluarga cukup kompleks dan harus dibicarakan dari hati ke hati dengan istri tercinta khususnya diawal pernikahan. Inisiatif ini perlu diambil agar bagaimana gambaran pernikahan ideal yang diinginkan oleh suami istri nantinya bisa terwujud (meski kita bukan penentu takdir, namun apa salahnya berusaha untuk kebaikan rumah tangga yang dibina).

Perbincangan atau komunikasi yang berjalan dengan baik sejak awal pernikahan adalah syarat menuju keluarga yang harmonis. Komunikasi dalam keluarga sangat penting, komunikasi merupakan er Apalagi jika tujuannya adalah untuk mengurai benang kusut dalam keluarga pertanda baiknya sebuah hubungan dan cara untuk mengatasi konflik yang ada dalam rumah tangga. Komunikasi tentang keluarga perlu dibiasakan sejak dini agar suasana rumah tangga penuh cinta yang diharapkan menjadi kenyataan. Apa saja topic berbincangan menarik tentang keluarga itu?

1.    Desain rumah

Bicara desain rumah dengan istri tercinta membuat kita tau bagaimana karakter dan ide masing-masing. Jika kita saja yang membuat desainnya, mungkin rumah akan terkesan masculine, dan saat istri tercinta saja yang membuat desainnya, rumah akan terkesan feminine. Namun jika kita kombinasikan ide brilian masing-masing, kombinasi desain rumah yang manis dan mewakili karakter masing-masing nampaknya lebih unik. Ada sentuhan baru disitu. Memperbincangkan apapun dengan istri adalah cara kita untuk belajar toleransi, belajar tenggang rasa, dan yang paling penting adalah meniadakan dominansi yang nantinya tidak memberikan ruang nafas yang lega untuk keberadaan pasangan di dalam rumah.

Obrolan tentang keluarga, khususnya tentang desain rumah yang menarik sebaiknya dibahas sampai tuntas sebelum memulai proses pembangunan. Bagaimana frame dasarnya, seluas apa ruangan masing-masing (dengan mempertimbangkan kegunaannya), tata ruang, material yang digunakan, kombinasi warna yang menarik, hingga detail ornament yang digunakan. Harapannya, dengan menuangkan ide masing-masing untuk desain rumah, suami, istri, dan anak-anak akan merasa nyaman saat tinggal di rumah. Semoga Tuhan menjadikan rumah kita sebagai surga kita.

Baiklah, lebih spesifik lagi, “Kapan waktu yang tepat untuk membicarakan desain rumah?”, saat finansial sudah siap. Jika saat ini Anda dan pasangan sudah memiliki tabungan yang cukup dan berencana membangun rumah, ngobrol desain rumah dengan istri adalah ide bagus. Namun jika faktanya sebaliknya, kita memulai kehidupan berumah tangga dari nol dan belum ada tabungan sama sekali, maka mari kita fokus bekerja agar pikiran tidak terbebani dan tidak menjadi panjang angan. Hindari obrolan tentang keluarga ini terlebih dahulu, Fokus pada usaha dan banyak berdoa.

2.   Pendidikan anak

Pendidikan anak adalah tema penting yang harus sering kita obrolkan bersama pasangan. Apa alasannya? Karena ini menyangkut masa depan anak dan tanggung jawab kita sebagai orang tua. Pendidikan anak tidak hanya mengacu pada pendidikan kognitifnya saja, tetapi juga pendidikan etika yangn harus dipupuk sejak dini.

Saya pribadi suka dengan ungkapan ini “tata krama/ tingkah laku itu diatas ilmu”, yang artinya mendidik anak untuk bertingkah laku positif/  berakhlak baik itu penting. Bahkan akhlak harus didahulukan, diperkenalkan sejak dini agar terbentuk tingkah laku positif.

Mari sejenak kita tengok topic-topic berita di televisi saat ini, ada anak yang bahkan memukul gurunya hingga wafat, atau ada anak yang membicarakan kejelekan orang tuanya, membentak-bentak ibunya padahal meski hanya berkata “ah” saja tidak boleh. Tanggung jawab siapa jika anak sudah seliar ini? orang tua!

Apa kita senang anak kita ranking di sekolah tapi tidak punya tata krama dengan orang tua? Akalnya main luar biasa, matematikanya oke, bahasa inggrisnya fasih, tetapi saat masuk ke dalam rumah mengucap salam pun tidak, membentak ibunya hampir tiap hari. Alangkah bangganya jika kita sebagai orang tua memiliki anak yang akhlaqul karimah mendarah daging padanya, dan ilmu yang dia miliki tidak lantas menjadikannya sombong. Didik anak nilai-nilai yang baik untuk bekal interaksi sosial dan hubungan baik dengan Tuhannya, dan pahamkan anak tentang ilmu Tuhan yang maha luas untuk bekal dirinya di masa mendatang.

Penting bagi seorang istri untuk membantu suami mengetahui dimana bakat anak melalui kesehariannya. Kita bisa menjadikan obrolan tentang keluarga ini untuk bahan diskusi harian bersama istri.  Apakah anak tertarik di eksak atau di sosial, pantau pula etikanya sejak kecil. Ceritakan pada suami tentang cita-cita anak yang diceritakan pada Anda. Sampaikan pula tentang bakat anak agar suami tahu materi pendidikan apa yang cocok untuk menunjang kesuksesan si kecil di hari kemudian.

3.   Pembagian tugas mengurus anak

Anak adalah amanah, sekali lagi “anak adalah amanah”. Anak yang dilahirkan ke dunia diberkahi dengan akal dan hati. Hati si kecil bahagia jika cukup kasih sayang yang diberikan. Dan, hati si kecil merana kasih sayang itu tergantikan dengan materi yang Anda limpahkan setiap harinya. Kecukupan materi yang kita berikan memang membuatnya bahagia, tapi adakala si kecil ingin merajuk, ingin bermain petak umpet sebentar saja dengan maminya, ingin makan malam bersama, ingin tidur di samping ayahnya sambil di elus kepalanya. Manusiawi sekali.

Problem yang dialami anak saat ini salah satunya adalah karena kurang kasih sayang dari orang tuanya yang super sibuk. Anak-anak sungguh ingin diperhatikan. Jika tidak dapat di rumah, mereka akan beralih mencari perhatian di luar dengan cara mereka sendiri, bahkan kenakalan yang ditunjukkkan di sekolah tidak lain adalah karena ingin diperhatikan, dimana perhatian itu tidak diperoleh dari orang tuanya.

Sesibuk apapun kita sebagai orang tua, anak-anak tetap harus kita prioritaskan. Jikalau kita sebagai kepala rumah tangga tidak bisa memberikan banyak quality time untuk si kecil, bisa kita minta kerelaan istri untuk menjaga si kecil di rumah. Sungguh, saat kita berkesempatan mendampingi si kecil pada masa-masa itu, dan melihat pola tingkahnya yang lucu, tidak ada sesuatupun yang lebih membahagiakan daripada ini.

4.   Karier

Obrolan tentang keluarga yang menjadi salah satu dasar kuatnya rumah tangga adalah mengenai pekerjaan. Istri dan anak-anak berhak mendapatkan nafkah lahir yang cukup. Bahkan, sah-sah saja istri menggugat suami yang tidak memberinya nafkah dalam rentang waktu tertentu. Nafkah adalah kebutuhan, dan cara mendapatkannya pun harus baik.

Tentunya kita pribadi seringkali bergumam, “Uang segitu banyak, larinya kemana ya kok cepet habisnya?”, bisa jadi ini karena jalan kita mencari rejeki tidak diberkahi. Cara meng-identifikasi-nya mudah. Apakah pekerjaan kita menyakiti orang lain ataukah justru menolong, apakah pekerjaan kita sesuai syariat atau tidak, apakah pekerjaan kita mengambil hak orang lain atau tidak, apakah si kecil semakin nakal, apakah istri semakin tidak bisa diatur. Jika faktanya demikian, sangat mungkin alasannya adalah karena cara kita mencari nafkah kurang baik.

Jika suami sudah cukup gajinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baiknya istri berada di rumah, atau jika ingin bekerja, bisa bekerja dari rumah. Era digital semakin terbuka, dari rumah kita bisa hasilkan materi yang lebih dari cukup.

10 topik perbincangan menarik tentang keluarga bersama istri-2

5.   Interaksi sosial

Interaksi sosial adalah kunci dari berlangsungnya kehidupan di dunia. Kita butuh makanan, butuh pendidikan, butuh material bangunan karena memang ada yang menyediakan. Interaksi sosial secara ekonomis adalah cara agar kebutuhan kita tercukupi. Dalam bahasa lain, hubungan ini adalah hubungan horizontal dimana baik dan buruknya hubungan tersebut secara tidak langsung berhubungan dengan hubungan vertical.

Bekerja sampai larut boleh, kaya boleh, pangkat nggak masalah, cantik aduhai oke saja, akan tetapi semua itu akan semakin sempurna dengan adanya hubungan yang baik dengan sesama. Di sela-sela kesibukan, mari kita sempatkan menghadiri acara gotong royong mendirikan TPQ di hari minggu, atau mari kita hadiri undangan tasyakuran tetangga dengan senyum sumringah dan perbincangan sederhana. Suami tentu akan tambah sayang kepada istri yang ahli muamalah, ahli berinteraksi sosial, dan dicintai tetangga.

6.   Rekreasi

Memang terasa jenuh jika kita harus berhadapan dengan macetnya kota metropolitan setiap pagi. Obatnya? Cukup dengan merencanakan liburan bersama istri dan anak-anak tercinta di akhir pekan. Mau kemana? Bisa didiskusikan. Mau ide seru-seruan yang bagaimana? Bisa diobrolkan. Sukses tidaknya acara tersebut bisa kita ukur dengan pertanyaan pada diri sendiri selepas rekreasi, “Apakah aku happy?”.

7.   Hubungan dengan orang tua

Ridho Tuhan karena ridho orang tua, dan kemarahan Tuhan karena kemarahan orang tua. Baik orang tua sendiri maupun mertua sama saja. Berbuat baik kepada orang tua sendiri pun harus disertai dengan berbuat baik kepada mertua. Secara tidak langsung, ini adalah cara menjaga keutuhan rumah tangga. Coba kita bayangkan, jika kita sebagai suami tidak suka pada mertua, lalu mengumpatnya di depan istri, apa jadinya? jelas konflik!

Telah banyak anak yang sukses karena berbuat baik kepada orang tuanya. Dan telah banyak contoh anak-anak yang gagal, menderita, dan terbelit hutang karena murka orang tuanya.

8.   Aktivitas ibadah

Hubungan vertical yang baik adalah tonggak kokohnya agama dan keluarga yang dibangun. Aktivitas ibadah harus dijalankan dengan baik oleh seluruh anggota keluarga dan harus ada pendisiplinan sejak dini mengenai hal ini. Pembiasaan yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan dan terasa hampa saat ditinggalkan. Sebagai orang tua, mari kita kontrol dengan baik sholatnya si kecil, ngajinya si kecil, tajwidnya si kecil, puasanya si kecil setiap harinya. Sebelum itu, mari menjadi tauladan agar si kecil semakin semangat beribadah.

9.  Menu makanan

Memang perlu sedikit kerelaan khususnya bagi seorang istri yang fokus mengurus masalah domestic. Yaitu tentang waktu menyiapkan makanan. Mungkin menu kesukaan si kecil dan apa yang diinginkan ayahnya berbeda. Dan sebagai istri pun, Anda mungkin memiliki selera menu yang tidak  sama dengan keduanya. Ketahui apa saja makanan yang disukai ayah dan si kecil agar kebutuhan nutrisi anggota keluarga setiap harinya terpenuhi. Obrolan tentang keluarga khususnya menu makanan ini bisa kita perbincangkan di awal-awal pernikahan. Semoga bermanfaat dan semakin harmonis ya rumah tangganya!

2 thoughts on “9 Topik Perbincangan Menarik tentang Keluarga Bersama Istri Tercinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *