10 Tips Ampuh Dapatkan Beasiswa Luar Negeri. Begini Caranya!

Posted on

Beasiswa luar negeri

Tips Ampuh Dapatkan Beasiswa Luar Negeri. Begini Caranya!

Sedikit cerita, di lingkungan saya yang notabene pedesaan, saat saya mengatakan:

Oh, si A itu keren, kuliahnya dapat beasiswa.

Respon yang ditunjukkan menurut saya asing dan agak sedikit aneh di dengar. Mayoritas mereka mengatakan:

Dapat beasiswa kok bagus. Beasiswa ya untuk orang ndak punya toh.

Itu segelintir pandangan mengenai beasiswa di desa saya. Bagaimana dengan di tempat Anda?

Mayoritas orang yang paham beasiswa apalagi beasiswa luar negeri, tanpa pikir panjang akan mengungkapkan hal yang sama seperti saya, yaitu keren, keren, dan keren. Jelas ya! Mereka yang mendapatkan beasiswa luar negeri umumnya memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Bahasa inggrisnya keren
  • Otaknya encer
  • Prestasinya bagus
  • Sertifikat akdemik dan non-akademiknya banyak
  • Memiliki kemampuan tertentu yang di apresiasi oleh penyedia beasiswa.

Nah, dari gambaran itu saja sebenarnya sudah jelas saya kira bagaimana caranya menjadi pribadi yang layak mendapatkan beasiswa luar negeri.

Penerima beasiswa luar negeri setidaknya memiliki tiga kesempatan emas. Mereka berhak traveling ke luar negeri. Berhak mendapatkan pengajaran dari para profesional berkelas internasional, free living cost dan biaya sekolah;  berhak atas image keren yang menempel dan tidak menutup kemungkinan akan diterima bekerja di lembaga formal dan non formal yang bonafit. Apa modalnya? Pintar, atur waktu dengan baik, atur strategi dengan baik, dan tingkatkan hubungan spiritualitas karena segala sesuatu Allah yang atur.

Tips berikut tidak lagi mengupas bagaimana seharusnya kualitas pelamar beasiswa yang pastinya sudah jago pake banget. Tetapi lebih kepada bagaimana sih teknik menaklukkan beasiswa luar negeri untuk mendapatkan golden ticket belajar bersama mahasiswa terbaik di seluruh dunia. Tuh, keren ‘kan! Masa’ sudah begini masih di bilang ndak keren. Hemm.

1. Atur Waktu dan Buat Strateginya

Yup, tips yang pertama ini bisa saya bilang langkah jarak jauh yang kita ambil. Begitu dapat info beasiswa, tidak perlu tunggu nanti. Apalagi mengulur waktu hingga H-3 menjelang deadline. Wait!!!, banyak lho, para calon pelamar yang urung lolos karena mengirim lamaran mepet deadline. Mau? Tidak dong!

Persiapkan segala sesuatunya dengan baik sejak jauh-jauh hari. Tidak perlu tunggu nanti. Apalagi sampai berfikiran Ah, batas akhirnya ‘kan lama. Masih 2 bulan lagi. Ubah pola pikir tersebut. Cermati apa saja persyaratan yang diberikan dan siapkan saat ini juga. Tidak perlu tunggu nanti ya Guys. Persyaratan itu bisa jadi mudah, dan bisa juga sangat sulit. Nah, persyaratan yang sulit pastinya butuh waktu lama untuk membuatnya, betul?

Ada beberapa penyedia beasiswa yang memberi syarat cukup sulit seperti membuat video, membuat project, dan sebagainya. Otomatis dan tentu saja persyaratan tersebut harus disiapkan jauh-jauh hari ya. Butuh manajemen waktu yang baik pastinya.

Selain manajemen waktu, strategi yang bagus pun harus di atur. Terkadang, pribadi yang secara akademik lebih berkualitas kalah beruntung dibandingkan dengan mereka yang memiliki strategi ampuh dalam berkompetisi, meski secara intelektual terbilang biasa saja.

Siapkan pisau sebanyak-banyaknya dengan membaca pengalaman pelamar yang lolos beasiswa sebelumnya.  Atau, dengan berkomunikasi langsung dengan mereka. Ada clue A yang merupakan clue utama yang akan kamu praktikkan. Sayangnya perjalanan tidak selamanya mulus. Persiapkan planning lain sebagai alternative jika situasi dan kondisi sedang tidak mendukung. That’s strategy!

2. Kuasai Bahasa Inggris

Jelas ya!  Apply beasiswa luar negeri wajib mahir cas cis cus bahasa inggris. Apa cukup dengan berkata Pak, saya mahir bahasa inggris lho!, Tidak!.

Ini dibuktikan dengan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris seperti IELTS dan TOEFL yang skornya wajib tinggi. Secara, bahasa tersebut dipakai untuk bahasa pengantar selama kuliah, membaca literasi dalam bahasa inggris, dan menulis paper dengan bahasa yang sama. Syarat mutlak ini dibuktikan dengan skor yang bagus yang tertoreh di sertifikat kemampuan berbahasa kalian.

Apa mesti harus mahir ngomong bahasa inggrisnya? Nggak juga!. Asal bukti tertulisnya bagus dulu sebab tidak semua penyelenggara beasiswa mengadakan sesi interview. Tapi kalau sudah mahir bicaranya, tambah baguuus.

3. Sudah yakin dengan Jurusan yang Mau Diambil?

Kenapa ya ada orang yang setengah-setengah saat belajar di bangku kuliah. Padahal, orang tuanya sudah mati-matian banting tulang buat bayar biaya kuliahnya yang jelas tidak murah. Apa nggak kasihan?

Alasannya bisa jadi karena mereka belum yakin dengan apa jurusan yang diambil. Merasa belum match antara keinginan di hati, bakat dan minat yang ada, dengan bagaimana gambaran di masa mendatang. Kita kebingungan men-definisi-kan keinginan. Akhirnya, kita menapaki momen kuliah tersebut dengan rasa tidak yakin, mengambang dan tidak ada semangat. Terombang-ambing seperti ombak.

Mantapkan, yakinkan apakah kamu ingin mengambil jurusan itu atau tidak. Caranya?

  • Cek semua berkas rapot kamu dari SD sampai SMA. Mana nilai mapel yang bagus yang kamu suka dan kamu mampu di bidang itu.
  • Atau, untuk beasiswa luar negeri S2, pertimbangkan jurusan sebelumnya yang sudah kamu ambil agar linear.
  • Pertimbangkan bagaimana kesempatan di masa mendatang dengan jurusan yang kamu ambil itu.
  • Boleh kok minta pertimbangan orang tua atau orang yang sekiranya tahu betul kapasitas kamu agar kamu lebih yakin.
  • Jika ada yang berkata ini dan itu yang sifatnya menyurutkan semangat, abaikan saja!

4. Kumpulkan Data Universitas yang Ada di Masing-Masing Negara

Selanjutnya, sebelum memutuskan dimana kamu akan berkuliah setelah ini, jauh-jauh hari kumpulkan data universitas yang akan dituju di berbagai negara. Ada istilah tak kenal makanya tak sayang. Jangan sampai kita bersekolah di tempat yang sama sekali tidak kita ketahui latar belakang universitasnya.

Agar lebih mudah, kumpulkan data universitas yang memang sesuai dengan jurusan yang di ambil. Kemudian, kategorikan di negara mana kamu ingin menempuh study lanjut itu. Setelah terpilih beberapa universitas di negara yang ingin di tuju, kerucutkan menjadi  tiga atau empat universitas saja dan telisik kembali detail universitas tersebut.

Jika kamu suka tantangan dan ingin kompetitor yang lebih sedikit, pilihlah jenis beasiswa luar negeri dengan persyaratan yang sedikit berat. Biasanya, beasiswa tersebut lebih sedikit pesaingnya.

5. Apa ya Kira-Kira Alasan Adanya Beasiswa Luar Negeri Itu?

Tema beasiswa luar negeri saat ini bermacam-macam, ada beasiswa khusus santri, ada beasiswa khusus aktivis, atau beasiswa khusus untuk mereka yang berasal dari daerah tertinggal. Kamu yang memenuhi kriteria pelamar beasiswa tersebut bisa segera mengajukannya. Siapa tau keberuntungan memihak. Jika tidak memenuhi syarat lebih baik cari beasiswa yang lain saja ya biar nggak salah “rumah”.

Biasanya ada visi misi tersendiri yang ingin dicapai oleh pemberi beasiswa. Misalkan saja apa yang didapat selama di bangku kuliah di salurkan kepada masyarakat setempat di kampung halaman. Kamu bisa tunjukkan itu melalui project atau essay mengenai dedikasi yang diberikan kepada masyarakat setelah ini. Sinkronisasi antara apa yang kamu buat atau kamu tulis dengan visi dan misi yang diharapkan pihak penyedia beasiswa sangat berpengaruh terhadap lulus tidaknya  kita sebagai pelamar beasiswa luar negeri itu.

6. Surat Rekomendasi yang Meyakinkan dan Essay yang Berkualitas

Beasiswa luar negeri tanpa surat rekomendasi atau essay? Eits, lalu apa yang membuat penyelenggara beasiswa yakin bahwa kamu adalah kandidat terbaik yang layak menyingkirkan ribuan pelamar di luar sana?

Surat rekomendasi atau essay adalah gambaran mengenai bagaimana karakter diri kita sebenarnya. Sebelum meminta rekomendasi kepada pihak professor, pastikan kamu memberikan gambaran mengenai karakter diri dan apa saja pencapaian akademik yang di dapat. Jelaskan pula mengenai gambaran singkat universitas yang dituju.

Untuk essay, tulis essay dengan cara yang natural, seolah itu adalah benar pengalamanmu sendiri dan tidak di buat-buat. Utarakan apa yang akan kamu lakukan di masa mendatang sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat setelah lulus  dari perkuliahan itu. Berikan alasan kenapa kamu layak menjadi kandidat terbaik penerima beasiswa luar negeri dengan cara yang mengesankan.

7. Miliki Rencana Alternatif

Tidak selamanya yang kita rencanakan lancar dan mulus. Sebagai pelamar beasiswa yang ingin mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, caranya tentu tidak mudah. Plan A tidak sukses berarti kita harus memiliki plan yang lain. Tujuannya agar waktu yang kita miliki tidak terbuang percuma dengan menunggu kesempatan opening beasiswa untuk tahun yang akan datang.

Buat rencana alternative agar planning tersebut bisa terlaksana tahun ini juga tanpa harus tunggu nanti. Semoga!

8. Apply Sebanyak Mungkin

Semakin banyak beasiswa yang kamu apply, semakin besar kesempatan untuk lolos pada salah satu beasiswa tersebut. Kompetitor pelamar beasiswa sangat banyak karena mereka berasal dari berbagai negara dengan kualitas keilmuan yang mantap. Apply beasiswa luar negeri sebanyak mungkin sesuai dengan jurusan dan universitas yang ingin kamu tuju. Ini bertujuan untuk memperlebar kesempatan kamu mendapatkan beasiswa. Sebelum itu, langkah yang harus di tempuh adalah dengan menelisik atau mengumpulkan data mengenai universitas yang ada di seluruh dunia yang membuka jurusan yang kamu inginkan.

9. Percaya Diri

Bersikap percaya diri berarti kita menunjukkan sikap optimis. Apa yang ada di depan kita pasrahkan kepada takdir namun maksimal dalam berusaha. Jangan risaukan hasil karena hasil mengikuti usaha yang kita lakukan. Selalu percaya diri bahwa kita memiliki kesempatan yang sama besarnya dengan pelamar yang lain. Kita sudah melakukan yang terbaik, kita berusaha semaksimal mungkin sehingga pikiran kita tidak dirundung kekhawatiran akan bagaimana hasil yang di dapat di masa mendatang.

10. Hindari Penyedia Jasa Lolos Beasiswa

Ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka jasa lolos beasiswa luar negeri dengan memberikan jaminan palsu. Hindari penyedia jasa tersebut karena kamu bisa mengikuti prosedurnya langsung di website resmi masing-masing tanpa harus mengeluarkan biaya untuk apply beasiswa luar negeri itu.

Beasiswa luar negeri? Siapa sih yang tidak pengen. Mahasiswa luar negeri identik dengan pencapaian akademiknya yang bagus, image-nya yang keren, dan profesi bergengsi di depan mata. Untuk mendapatkan itu semua diperlukan usaha keras yang wajib disiapkan sejak dini. Perlu waktu dan perlu strategi, semoga keberuntungan memihak. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.