Ini 10 Cara Mudah Ajarkan Kebaikan pada Anak Sejak Dini

Posted on

Kebaikan

Ini 10 Cara Mudah Ajarkan Kebaikan pada Anak Sejak Dini

Tanpa ditanya sekalipun, Anda sebagai parent tentu menginginkan memiliki anak dengan tabiat yang baik. Kebaikan yang melekat pada anak tergantung dari bagaimana cara lingkungan membentuknya. Role model yang kita tampakkan setiap harinya, dan cara mengedukasi anak, berperan penting dalam membentuk tabiat baik pada diri anak.

Saat proses mengajar di sekolah, sering saya sampaikan kepada siswa-siswi (entah statemen yang saya sampaikan ini benar ataukah salah, namun saya pribadi memakai parameter ini untuk mengukur keberhasilan pembentukan karakter pada diri anak). Saya katakana;

Yang paling penting buat bu guru bukan seberapa pandai kalian di bangku sekolah, melainkan seberapa jauh etika yang baik itu kalian terapkan pada kehidupan sehari-hari. Saat sedang bersama teman. Saat bersama orang tua, dan pada bapak ibu guru.

Sebagai orang tua dan juga guru, Anda tentu ingin si kecil tumbuh menjadi pribadi yang baik. Kita tidak ingin si kecil menjadi pribadi yang kejam, gemar berprasangka negatif kepada orang lain, dan bersikap intoleran kepada orang lain. Nantinya, apa yang orang lain ingat tentang kita bukanlah seberapa jenius kita di sekolah, tetapi seberapa sering kita mengulurkan tangan kepada orang lain saat sedang kesusahan. Jika si kecil ingin membantu orang lain dengan inisiatifnya sendiri, sepatutnya kita mendukung bagaimana agar anak mewujudkan keinginannya itu.

Bicara kebaikan tidak selamanya mudah dilakukan. Ada saatnya perut yang masih lapar ingin menghabiskan semangkok bakso itu sendirian tanpa harus berbagi dengan siapapun. Kita pun merasa berat untuk membantu orang lain yang enggan memberikan bantuan dan cenderung bersikap acuh pada kita.

Kabar baiknya adalah, kebaikan adalah sifat yang bisa dipelajari sebagaimana keterampilan yang lain. Kebaikan bisa di asah berulang-ulang agar semakin mahir. Jika Anda menginginkan kebaikan pada anak, kondisikan lingkungan yang mendukung tujuan Anda itu. Kita memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi kebaikan kepada anak. Kita berkesempatan untuk mendidiknya melalui nilai-nilai dan sikap yang kita tauladankan setiap harinya.

Di dalam otak anak khususnya saat masih kanak-kanak, saraf mirror berfungsi sangat baik. Syaraf ini berkembang pesat saat masih kanak-kanak. Fungsi syaraf mirror adalah untuk meniru apa yang diamati anak-anak. Apa yang mereka amati seolah-olah sedang mereka lakukan sendiri. Parent yang ingin mengedukasi nilai kebaikan kepada anak, bisa memberikan tauladan kepada anak dengan sikap-sikap yang mengandung nilai positif di dalamnya.

Otak di desain sedemikian canggih. Salah satunya adanya kemampuan menyesuaikan diri dengan skill baru yang diajarkan dan mengubah tingkah lakunya ke arah yang lebih baik. Kita memiliki kesempatan untuk belajar banyak hal baru, termasuk untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Menariknya, orang tua yang ingin menanamkan kebaikan kepada anak sangatlah tepat jika  melakukannya sedini mungkin. Si kecil belum memiliki kebiasaan yang sulit di ubah atau yang sifatnya permanen. Pikirannya masih jernih dan mudah diarahkan. Berikut cara mudah membiasakan kebiasaan baik pada si kecil:

1. Biasakan Anak untuk Berfikir yang Baik

Kebaikan dalam bentuk tingkah laku, erat kaitannya dengan cara berfikir yang baik. Sebagai pengajar materi pelajaran keagamaan misalnya, Anda bisa meng-stimulus anak untuk mengharapkan yang baik terjadi atas orang lain.

Di kelas, biasakan anak mengharapkan kebaikan atas ayah ibu, atas saudara, dan atas teman-temannya. Instruksikan kepada mereka untuk bersuara lantang sambil mengucapkan:

Semoga saudara-saudara ku yang ada di Indonesia dalam kondisi sehat wal- afiat. Amin.  

Lakukan pembiasaan ini secara berulang-ulang. Mengirimkan pesan atau pikiran yang baik kepada anak, dan meminta mereka mengulanginya, lambat laun akan terbentuk pola pikir yang baik pada anak.

2. Berbagi Cerita Tentang Kebaikan

Buku adalah media yang ampuh untuk mengajarkan kebaikan kepada anak. Berbagi cerita merupakan cara mudah mengajarkan anak tanpa adanya proses pengajaran secara langsung yang membosankan.

Anak-anak yang mendengarkan cerita akan berimajinasi dengan cerita tersebut. Untuk anak yang masih kecil dan belum mahir membaca, cobalah membacakan cerita yang menarik untuknya. Bacakan dengan keras dengan intonasi yang pas agar anak lebih menjiwai cerita tersebut.

Bagi mereka yang sudah besar, Anda bisa siapkan buku cerita di rumah agar mereka bisa membacanya sendiri menjelang waktu tidurnya dan meresapi amanat ceritanya.

Buku yang Anda pilih tentunya adalah buku yang mengandung tema kebaikan di dalamnya. Tema tersebut akan di transfer kepada anak, dan anak akan meng-imajinasi-kan apa amanat yang ada di dalamnya. Ini akan menjadi referensi di dalam memori otaknya yang siap digunakan sewaktu-waktu saat membutuhkan.

3. Perbanyak Senyum

Cara mudah mengajarkan kebaikan kepada anak adalah dengan memperbanyak tersenyum. Tersenyumlah dengan tulus saat di hadapan anak dan saat mereka mengamati interaksi Anda dengan orang lain.

Senyum yang tulus ikhlas adalah simbol kebahagiaan yang sifatnya menular. Jika Anda tersenyum, orang lain akan tersenyum kembali pada Anda. Sebaliknya, jika Anda cemberut, orang lain akan meresponnya dengan cara yang sama.

Edukasikan pentingnya senyum saat berinteraksi dengan orang lain. Ini adalah simbol kedekatan dan kehangatan. Senyum yang kita lempar kepada orang lain akan kembali pada kita dalam bentuk senyuman sehingga suasana semakin cair. Rancang game yang melibatkan banyak senyuman di dalamnya untuk melatih anak agar gemar tersenyum.

4. Berikan Pujian

Pujian tidak semata-mata ungkapan verbal yang indah dan enak di dengar. Namun, dampak pujian bagi perkembangan otak manusia sangatlah besar. Striatum merupakan bagian dari otak yang saat mendapatkan pujian akan bereaksi sebagaimana kebahagiaan saat mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang tidak terduga-duga. Biasakan memberi pujian pada anak di momen yang tepat. Edukasikan kepada anak bahwa memuji itu lebih baik daripada menghina.

5. Coba Praktikkan Kebaikan yang Beragam Setiap Harinya

Ini 10 Cara Mudah Ajarkan Kebaikan pada Anak Sejak Dini2

Ajarkan kebaikan yang bervariasi kepada anak. Kebaikan yang Anda ajarkan tidak harus besar dan mahal, Anda bisa memulainya dengan hal-hal kecil. Mulai dari mengajak anak menjenguk kerabat yang sedang sakit, memijat kaki ibu saat capek, mengambilkan air minum adik, membuang batu yang tergeletak di tengah jalan agar tidak membahayakan yang melintas, dan sebagainya. Praktikkan kebaikan itu secara kontinyu dan ajak mereka berpartisipasi dalam aktivitas tersebut.

6. Mengajarkan Empati kepada Orang Lain

Bersimpati mungkin lebih mudah daripada ber-empati. Simpati hanya melibatkan rasa, sedangkan empati tidak hanya rasa tetapi sekaligus beraksi untuk menolong pihak yang kesulitan. Ajarkan empati kepada anak sejak dini.

Pahamkan anak tentang bagaimana perasaan orang lain yang saat ini sedang tertimpa musibah. Ajarkan apa yang harus mereka lakukan untuk membantu agar terhindar dari musibah tersebut. Misalnya dengan mendonasikan bajunya, mengambil uang di celengan-nya untuk donasi korban gempa, membangunkan temannya yang terjatuh dan kakinya berdarah-darah, dan sebagainya.

Nilai kebaikan tersebut perlu Anda edukasikan agar anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang apatis dan tidak responsif terhadap lingkungan sekitarnya.

7. Menjadi Sukarelawan

Kebaikan baik itu cakupannya besar maupun kecil, keduanya menjadi latihan bagi anak agar senang memberikan bantuan kepada yang lain. Melibatkan mereka dalam kegiatan sukarelawan adalah hal yang menyenangkan bagi mereka. Sangat mungkin anak-anak akan terinspirasi menggali dana untuk tujuan kemanusiaan dengan cara yang kreatif dan tidak terduga.

Ajarkan anak berempati dan merasakan bagaimana jika mereka berada di posisi yang kurang beruntung itu. Lalu, tanyakan apa kiranya yang bisa kita perbuat untuk mereka. Apakah akan memberikan donasi berbentuk pakaian, makanan, ataukah dana. Selain bantuan material tersebut, ada dukungan moral dan spiritual dalam bentuk doa dan dukungan psikis.

8. Mengajarkan Cara Memaafkan

Berbuat salah adalah sesuatu yang wajar. Ada jenis kesalahan yang diperbuat dengan cara di sengaja dan ada yang diperbuat dengan cara tidak sengaja. Ada motivasi dan faktor yang menyebabkan kita akhirnya berbuat salah. Sebut saja karena sedang emosional, karena adanya rangsangan dari luar yang menyebabkan kita lepas kendali, karena ingin meluapkan kepenatan diri, dan sebagainya.

Berbuat kesalahan berkaitan dengan perasaan seseorang yang sakit karena kesalahan itu. Misalkan, parent sedang sibuk di kantor, dan ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Pada saat yang sama, parent punya janji akan ke toy shop bersama si kecil. Ada alasan kenapa kita sebagai orang tua pada akhirnya memilih satu aktivitas dan meninggalkan aktivitas yang lain.

Siapa yang kecewa? Si kecil pasti kecewa. Minta maaf padanya saat sampai di rumah sangatlah penting untuk menjaga hubungan agar tetap baik. Dan, memberikan maaf sama pentingnya karena hidup berdampingan di masyarakat sudah tentu banyak gesekan yang melukai namun harus segera dilupakan, dengan cara memaafkan.

Pada dasarnya, memaafkan adalah upaya kita untuk mencintai diri kita sendiri. Memikul benci membahayakan psikis sehingga menjadikan kita lupa akan rasa bahagia.

9. Rasa Menerima

Kita tidak bisa mengharapkan orang lain memiliki keinginan, cita-cita, kesukaan, kecerdasan, dan prestasi yang sama persis seperti kita. Toh, setiap orang yang lahir di dunia ini tidak ada satupun yang sama persis dan selalu ada perbedaan yang bisa kita temukan. Rasa menerima atas karakter yang berbeda, dan atas kekurangan yang dimiliki orang lain akan mendatangkan kebahagiaan. Kita tidak merasa tegang karena terbebani rasa tidak suka atas kelemahan orang lain itu. Kita pun lebih rileks dalam menghadapi kekurangan orang lain dan menganggap itu sebagai kewajaran.

Orang lain tersebut pun merasa nyaman dengan kehadiran kita, dan tidak merasa di rendahkan. Bukan tidak mungkin mereka akan berusaha menjadi lebih baik lagi dari yang kita saksikan saat ini.

10. Rasa Kasih Sayang

Kasih sayang dan cinta adalah sumber segala kebaikan di dunia. Sedangkan benci dan dendam adalah akar permusuhan dan perpecahan yang ada. Tunjukkan rasa kasih sayang kepada anak dengan mempertimbangkan ketegasan dan kedisiplinan anak. Rasa kasih sayang yang tulus dan tidak dibuat-buat umumnya dirasakan dan sampai kepada anak.

Kebaikan tidak hanya berhubungan dengan kepuasan dan pencapaian diri sendiri. Kebaikan berhubungan dengan orang lain yang sedang mengalami masalah dan kesulitan. Sikap yang baik adalah cara menciptakan dunia yang lebih baik dan penuh kedamaian. Yuk, mulai berbuat baik dari hal yang kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.